Posts Tagged ‘ wanita ’

Kisah Wanita Shalihah: Zuhud

Sebuah kisah penuh hikmah dari buku “Bidadari Bumi” karangan Ustadzah Halimah Alaydrus. Saya kopas untuk sekedar sharing, semoga semakin banyak orang yang bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat.  🙂

***

bidadari-bumi

Sebagai upaya menambah materi pelajaran dari apa yang kudapat di Daruzzahro, aku mengambil les privat dari ustadzah Maryam, puteri Habib Ali Masyhur, mufti Tarim saat ini. Beliau adalah seorang ustadzah yang aktif bergerak dalam bidang dakwah dan juga mengajar di Darulfaqih, sebuah madrasah khusus puteri yang ada di Tarim ini juga. Aku belajar memahami tentang hadits-hadits Rosulullah SAW dari beliau seminggu sekali.

Sore ini beliau mengupas hadits:

“Zuhudlah (hilangkanlah dari hatimu kecintaan) terhadap harta dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah (hilangkan dari hatimu keinginan) terhadap apa yang dimiliki orang lain niscaya engkau akan dicintai mereka.”

Ustadzah Maryam kemudian menjelaskan padaku arti zuhud dan gambarannya dalam praktek kehidupan manusia. Seperti keteladanan Nabi Muhammad SAW yang lebih memilih untuk mengganjal perutnya dengan batu karena menahan lapar dan rela tidur di atas tikar usang daripada selalu kenyang dan hidup dalam kenyamanan. Atau seperti Nabi Isa AS yang sampai hari beliau diangkat ke langit tak pernah memiliki rumah sebagai tempat tinggal. Begitu juga para hamba-hamba Allah yang memilih untuk meninggalkan kesenangan dunia demi meraih kebahagiaan akhirat.

Aku jadi tertarik dan bertanya, “Ustadzah, masih tersisakah di zaman sekarang ini orang yang bersikap zuhud, sementara godaan untuk mementingkan dunia sedemikian beratnya?”

“Tentu masih ada” jawab beliau.

“Di dunia ini masih akan selalu ada hamba-hamba pilihan Allah yang memahami untuk apa mereka diciptakan, mereka menyadari hakikat dunia yang esok atau lusa akan mereka tinggalkan. Mereka berhasil meyakinkan diri bahwa tak ada yang akan mereka bawa ketika masuk kubur nanti kecuali kain kafan, dan bahwa dunia yang tampak menyenangkan ini hanya akan menyisakan hisab yang panjang. Mereka sungguh orang-orang yang pandai, tak mau senang sesaat namun kemudian membawa petaka yang maha berat. Tak menginginkan kebahagiaan sebentar tetapi membawa penyesalanberkepanjangan.

Sejenak beliau diam dan minum segelas air putih di hadapannya lalu beliau melanjutkan penjelasannya.

“Pertanyaanmu tadi mengingatkanku akan kejadian kemarin, ketika aku sedang berada di madrasah Darulfaqih pada jam istirahat. Kala itu aku sedang berada di ruang kantor dengan beberapa orang guru, tiba-tiba seorang anak remaja memanggilku dan memintaku mendekat, aku lalu mengajaknya menepi di sudut ruangan untuk berbicara dengannya.”

“Ustadzah, aku harap ustadzah berkenan menjadi saksi untuk ibuku.”

Aku mendengarkannya dengan lebih serius. “Saksi atas apa nak?”

“Ibuku sepanjang hidupnya tak memiliki apapun kecuali 2 buah baju. Satu ia kenakan sementara yang lain ia cuci. Ia juga hanya memiliki 2 buah kerudung, mukena, sepasang sandal, sebuah sisir, cermin, piring, al-Qur’an, tasbih dan sejadah. Dia tak memegang satu senpun uang, tak memiliki perhiasan, rumah, barang, atau perabot apapun. Di masa tuanya beliau tinggal dengan kakak tertuaku. Apabila ada yang memberinya uang maka di hari itu pula uang tersebut dishodaqohkan. Dan ketika beberapa hari yang lalu seseorang memberinya hadiah selembar kain, beliau berkata, ‘Jika umurku sampai Ramadhan nanti, jahitkan kain ini untuk baju sholatku sebagai pengganti mukena yang lama. Namun jika tidak, tolong berikan kepada orang yang lebih membutuhkannya sebelum kalian meletakkan jenazahku ke dalam kain kafan.’”

Anak remaja di hadapanku menunduk, dia menyembunyikan air matanya yang perlahan menetes sebelum akhirnya kemudian berkata,

“Ustadzah” panggilnya lirih.

“Ibuku meninggal tiga hari yang lalu… kuharap ustadzah berkenan menjadi saksi bahwa beliau telah berhasil menjalani kehidupan seperti yang diinginkannya. Karena setiap kali aku protes dengan caranya menolak harta dunia dia selalu saja berkata,

‘Tahukah kau nak?.. cita-citaku adalah termasuk kelompok orang yang diceritakan Nabi Muhammad SAW bahwa saat proses hisab masih berlangsung, dan shirothol mustaqim masih dibentangkan, ada sekelompok orang yang telah menanti Nabi di pintu-pintu surga, hingga malaikat bertanya,

‘Siapakah kalian yang berada di sini padahal proses hisab masih berlangsung dan belum selesai?’

‘Kami adalah sekelompok orang dari umat Nabi Muhammad SAW yang keluar dari dunia seperti kami masuk ke dalamnya. Tak ada yang harus dihisab dari kami..’ jawab mereka.

Anakku, aku ingin keluar dari dunia ini tanpa membawa apapun kecuali sekedar yang aku perlukan untuk bertahan hidup sehingga tak harus ada proses hisab yang panjang menantiku di depan.’

Begitu selalu jawab ibuku dan dia berhasil menjalani hidupnya tepat seperti yang dia mau. Aku bercerita padamu agar engkau kelak berkenan manjadi saksi kebaikannya” kata remaja itu mengakhiri ceritanya..”

Aku takjub mendengar cerita ustadzah Maryam dan kagum luar biasa pada wanita yang beliau ceritakan itu.

Betapa sederhana hidup sesungguhnya… ya sangat sederhana, andai kita tidak menganggap penting sesuatu yang sebenarnya memang tidak penting. Harta dunia yang karenanya banyak orang berlomba hingga mau berbuat apapun untuk meraihnya, pada akhirnya akan ditinggalkan begitu saja.

Hidup ini sederhana saja sebenarnya.. Kita sendirilah yang membuat sesuatu menjadi lebih rumit. Cinta dunia seringkali mengelabui kita dari memahami makna hidup yang sesungguhnya.

Tarim 2000

Sumber: Bidadari Surga, 9 Kisah Wanita Shalihah, karangan Ustadzah Halimah Alaydrus

Pasangan Hidup | #kutipan2

membaca buku karya Ridwansyah Yusuf Ahmad (Kang Ucup) pagi ini – Inspiratia Flava, lumayan memberi saya inspirasi. kebetulan saya membaca bagian belakangnya saja. di tulisannya yang berjudul “Ini Mimpiku Kawan”, saya mendapat suatu kesimpulan, bahwa salah satu “zat” di muka bumi ini yang bisa memberikan kita semangat hidup adalah “pasangan hidup kita”. 🙂

ada beberapa kutipan yang tertulis di sana tentang pasangan hidup, wanita. membuat saya ingin menuliskannya di sini agar dibaca oleh teman2 wanita, khususnya.

“wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan di manapun dia berada.” (Abdullah Gymnastiar)

“tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu.” (Pramoedya Ananta Noer)

“wanita tercipta bukanlah dari tulang ubun-ubun, sejatinya agar ia tidak menjadi tinggi (hati). dia juga tidak tercipta dari tulang tumit kaki, agar tidak diinjak-injak (harga dirinya). namun ia tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri, di dekat hati, agar ia dicintai … dan terletak di dekat tangan, sejatinya agar ia dilindungi …” (Novel 5 cm) —> ini yang paling keren

“wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia, umpama kacamata yang bersinar-sinar, tetapi tidak melihat apa-apa.” (anonim)

begitulah. wanita diciptakan untuk para pria, dan pria diciptakan untuk para wanita. berpasang2an. untuk saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain.

kami sangat sadar bahwa pernikahan bukan sekedar untuk menerima kelebihan dan kekurangan, lebih dari itu untuk saling menutupi kekurangan dan menguatkan kelebihan. (Ridwansyah Yusuf Ahmad)

Waspadai Kejahatan di Kota Besar

Mungkin ini salah satu alasan, mengapa tiap2 dari kita setidaknya harus pernah dibekali ilmu #beladiri. Sekilas memang tidak terlalu penting karena kehidupan kita di kampus dan kosan yang aman dan nyaman (adem ayem). Baru terasa gunanya ketika “praktik” langsung di kehidupan nyata. Contohnya seperti cerita di bawah ini. Langsung dari temen saya, Kak Arriman yang menyaksikan kejadiannya di tempat. Check it Out!

Saya baru sampai di rumah setelah ada kejadian yang mengerikan di jalan. Yang mengalami bukan saya, tapi seorang teteh yang menjadi korban ‘kecelakaan’ di jalan. Kisah ini nyata, baru terjadi beberapa jam yang lalu. Saya bukan mau pamer akan apa yang saya lakukan, tapi saya justru ingin berbagi cerita kepada teman-teman sekalian, terutama yang perempuan. Laki-laki juga sebenernya juga berlaku, sih. Anyway… here it goes…

***

Saya baru mau pulang ke rumah dari arah Kopo, daerah selatan Bandung. Saat itu aku masih di daerah Kopo. Awalnya semua biasa saja, saya melewati McD Kopo, terus aja sampai dekat pintu gerbang tol. Sebenarnya jalannya bisa lurus, tapi jalannya memang ditutup dan dialihkan ke dekat pintu gerbang tol Kopo supaya bisa U-turn di situ dan kembali ke jalan utama. Tiba-tiba setelah U-turn di gerbang tol Kopo saya kembali ke jalan utama, tak jauh dari situ saya lihat beberapa meter di depan ada beberapa orang bermotor di tepi jalan dan terlihat ada keributan. Kira-kira ada sekitar 3-4 orang mengerubungi 1 orang. FYI waktunya kira-kira pukul 22.15. Awalnya saya kira itu hanya keributan biasa karena tabrakan motor. Saya juga tidak bisa melihat jelas karena gelap dan agak terhalang mobil yang di depan saya. Setelah saya makin dekat, mobil di depan saya menjauh, orang-orang bermotor itu terlihat sempat berkelahi, kemudian langsung kabur dan meninggalkan satu orang berlutut di depan motornya. Saya semakin dekat dan ternyata itu seorang teteh-teteh yang menangis dan teriak minta tolong. Akhirnya saya memutuskan untuk menepi, disusul oleh beberapa orang bermotor (bukan yang tadi).

Ketika saya keluar dari mobil dan menghampirinya, saya benar-benar kaget setengah mati… ternyata dia habis (nyaris) dirampok. Tangannya terbacok-bacok, bahkan pergelangan tangan yang kiri nyaris putus!! Saya dan orang-orang yang menepi di situ sempat shock, sementara dia teriak-teriak meminta tolong untuk menghubungi orang yang dia kenal. Akhirnya saya bilang “Immanuel! Immanuel! Saya bisa bawa dia ke Immanuel!” Kemudian ada tukang becak yang memberikan kain untuk sementara membalut tangan kirinya dan satu pengendara motor yang menghubungi orang terdekat dari si teteh tersebut. Setelah teteh itu dibantu masuk ke mobil yang saya kendarai, saya langsung melaju kea rah RS Immanuel. Hanya tempat itu yang ada di benak saya, karena saya pernah lewat RS itu beberapa kali…

Akhirnya saya tiba juga di IGD RS Immanuel. Sementara si teteh itu dibawa untuk treatment, saya menjelaskan kepada satpam di sana tentang kejadiannya dan mendaftarkan si teteh itu juga. Setelah menunggu beberapa lama, datanglah calon suami si teteh itu beserta kakaknya. Saya memutuskan untuk menunggu sampai ada keluarganya yang datang. Sekitar tengah malam, datanglah ayah dan kakak dari si teteh itu. Tentunya saya juga menjelaskan ke semua orang itu kronologis kejadiannya. Oya, si teteh itu sempat bilang juga bahwa dia merasa sudah diikuti preman-preman itu dari beberapa menit sebelumnya. Setelah itu barulah saya pamit kepada semuanya, termasuk si teteh itu.

Saya sebenarnya kesal pada diri sendiri karena tidak bisa melihat jelas kejadian tersebut dan tidak melihat plat nomor motor orang-orang biadab itu. Namun saya juga bingung dan sama sekali tidak terpikir bahwa kejadiannya ternyata separah itu. Saya hanya bisa mengantarkan korban ke RS terdekat dan menunggu hingga keluarganya tiba.

***

Maaf ya, saya bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi inilah kejadiannya. Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri dan sejak pulang dari RS Immanuel, yang ada di benak saya hanyalah “Pertama, shalat Isya. Kedua, langsung share ini ke teman-teman, ASAP, karena ini hubungannya dengan safety

Buat yang perempuan… kalau bisa pulang lebih cepat, pulanglah lebih cepat. Iya saya mengerti bahwa kegiatan di kampus memang banyak. Mungkin ada acara himpunan, menginap demi TA, dsb. Kalau sampai harus pulang malam, jangan sungkan-sungkan untuk meminta dijemput oleh keluarganya, sahabatnya… atau diantarkan oleh teman laki-laki yang ada di dekat situ.

Buat yang laki-laki… JAGA teman-teman perempuan kalian, baik pacar atau bukan. Ikhlaskan diri kalian buat mengantarkan mereka. Saat tiba di rumah/kost mereka, tunggulah sampai mereka benar-benar masuk ke dalamBe a gentleman… Memang betul, mungkin akan memakan waktu, biaya bensin, dan tenaga fisik. Tapi kalau teman-teman ikhlas, insya Allah kebaikan teman-teman akan dibalas dengan kebaikan juga, selama niatnya memang baik.

Terakhir… banyak-banyak baca doa, baik-baik sama orang lain. Yang Muslim, ingat untuk selalu shalat tepat waktu… karena kita tidak tahu kejadian apa yang akan menimpa kita nanti. Mohon perlindungan pada Tuhan, supaya selamat di perjalanan.

Yang mau sharerepost, dsb silakan. Khususnya buat para perempuan dan yang tinggal di daerah Kopo. Saya sangat, sangat menyarankan teman-teman untuk melakukan ini. Terima kasih…

===

Itulah cerita beliau, dan saran yang bagus untuk semuanya. Hendaknya kita tidak gampang menunda2 sholat, atau kebaikan lainnya, karena kita tidak tahu kapan tiba “waktu” kita. 🙂 Semoga kita dan keluarga kita senantiasa dilindungi oleh Allah swt di dalam kehidupan sehari2. Aamiin.

Zuhud


Dari Abu Said r.a. pula bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau – yakni menyenangkan sekali – dan sesungguhnya Allah menjadikan engkau semua sebagai pengganti di bumi itu – untuk mengolah dan memakmurkan. Maka Allah akan melihat bagaimana yang engkau semua lakukan -untuk dibalas menurut masing-masing amalannya. Oleh sebab itu, bertaqwalah dalam mengemudikan harta dunia dan bertaqwalah dalam urusan kaum wanita.” (Riwayat Muslim)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Serambi Pikiran Saya

entrance of my mind

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"

Musyrifah

Berani, Belajar, dan Bersabar