Posts Tagged ‘ waktu ’

Merantau

merantau-cl-031

Merantaulah… agar kau tahu bagaimana rasanya rindu dan ke mana kau harus pulang

Merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga

Merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali

Merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya… pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan

Merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yang kau lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kau
pulang ke rumah

Merantaulah… engkau akan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh

Merantaulah… engkau akan lebih mengerti arti sebuah perpisahan

Merantaulah… semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang


Sumber:
fmaulidaa.tumblr.com

Ini tentang #Waktu

Allah berfirman dalam kitab-Nya :

demi masa, sesungguhnya manusia mengalami kerugian. kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, dan saling menyeru pada kebenaran dan kesabaran.

aku tidak ingin ini terulang kembali, aku tak ingin kehilangan masa mudaku, aku tak ingin waktuku terbuang hanya untuk sesuatu yang sia-sia, karena waktu itu sangat berharga, sangat tak ternilai.

waktu tidak bisa kembali, tak bisa pula direkayasa kapan datangnya. waktu bisa menjadi pedang, atau uang. waktu bisa menebas kita kapanpun, juga bisa memanjakan kita di saat yang kita mau.

waktu.. waktu.. oh waktu. dirimu sungguh abstrak. menyentuhmu aku tak bisa, merasakan gulirmupun kadang aku tak sanggup.

menjagamu begitu sulit. tak semudah menjaga rusa yang terikat pada tali kekang.

oke.. kini aku tak peduli kemana engkau bergulir. aku lakukan saja kebaikan yang bisa kulakukan, agar gulirmu tidak sia-sia. aku syukuri saja apa yang terjadi padaku, agar tumbuh makna disetiap gulirmu.

terakhir, aku berdoa pada Rabbku, yang menjadikan semua kesempatan itu menjadi mungkin. untuk menjauhkan aku dari sikap membuang-buang waktu dan dari mereka yang senang membuang-buang waktu. untuk menghindarkan aku dari sifat malas dan putus asa. dan untuk memberikan aku semangat, semangat untuk berbuat banyak kebaikan.

waktu.. oh waktu.. hanya orang lengah dan lemah yang tidak menyadari kau sedang bergulir.

Bedanya Hanya 5 Menit

[Tulisan ini saya co-pas dari muslim.or.id]

subhaanallaah, ini tulisan yang cukup menyentuh. semoga kita terinspirasi dan memperoleh manfaat dari tulisan ini. 🙂

Tulisan ini sebuah renungan untuk menyisihkan sedikit waktu untuk ibadah, apalagi dengan banyak waktu. Terinspirasi dari teman saya yang setiap hari lewat di hadapan saya, seorang muadzdzin di masjid kantor saya, setiap itu pula saya melihat jam, selalu menunjukkan 5 menit sebelum waktu adzan shalat fardhu. Sejenak saya berfikir beberapa hal karenanya.

Subhanallah,  hanya dengan menyisihkan waktunya 5 menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala mengumandangkan adzan, yang akan dipanjangkan lehernya di hari kiamat.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِى سُفْيَانَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ».

Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Para muadzdzin adalah orang-orang yang paling panjang lehernya di antara manusia pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 1031)

Yang dimaksud “yang paling panjang lehernya di antara manusia pada hari kiamat” adalah;

Pertama, mereka adalah orang yang paling banyak harapannya pada saat orang-orang dalam kesusahan sedangkan mereka (para muadzdzin) sangat berharap diizinkan bagi mereka untuk masuk surga.

Kedua, mereka (para muadzdzin) sangat dekat dengan Allah.

Ketiga, mereka (para muadzdzin) tidak akan tenggelam di dalam keringat mereka, karena sesungguhnya manusia pada hari kiamat mereka berada di dalam keringat mereka sesuai dengan kadar amalan-amalan mereka.

Keempat, mereka (para muadzdzin) akan menjadi pemimpin-pemimpin pada hari kiamat. Orang Arab mengungkapkan kepemimpinan dengan panjang leher.

Kelima, mereka (para muadzdzin) tidak akan hina dan menundukkan pandangannya pada hari kiamat malu. (Lihat kitab At Taisir Bisyarh Al Jami’ Ash Shaghir, karya Al Munawi dan kitab An Niayah Fi Gharib Al Atsar, karya Ibnu Al Atsir).

Subhanallah, hanya dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain,  dia mendapatkan pahala duduk di shaf pertama yaitu sangat besar sampai boleh berundi untuk mendapatkannya.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الأَوَّلِ»

Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang di shaf pertama.” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib, no. 492).

Maksud dari “Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang dishaf pertama” adalah:

Pertama, Allah merahmati atas orang-orang yang shalat di shaf pertama dan para malaikat berdoa bagi mereka mendapatkan taufik dan yang lainnya. (Lihat kitab Mir’atul Mafatih Syarh Misykat Al Mashabih, karya Al Mubarakfuri).

Kedua, Allah Ta’ala memuji orang-orang yang shalat di shaf pertama di hadapan para malaikat dan para malaikat mendoakan mereka mendapat ampunan, rahmat dan berkah. Lihat pada kitab Shahih Bukhari pada bab:

قَوْلِهِ (إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِى التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِى الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا»

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan hal itu kecuali dengan berundi atasnya maka niscaya mereka akan berundi, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam bersegera pergi ke masjid maka niscaya mereka akan berlomba-lomba kepadanya, jikalau mereka mengetahui apa yang ada di dalam shalat isya’ dan shalat shubuh maka niscaya mereka akan mendatangi keduanya walau dalam keadaan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

فقوله : ( ( لو يعلم الناس ما في النداء والصف الاول ) ) – يعني : لو يعلمون فيهما من الفضل والثواب ، ثم لم يجدوا الوصول اليهما الا بالاستهام عليهما – ومعناه : الاقراع – لاستهموا عليهما تنافساً فيهما ومشاحة في تحصيل فضلهما واجرهما .

Sabda beliau: “Jikalau manusia mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan shaf pertama”, maksudnya adalah jikalau mereka mengetahui di dalam keduanya terdapat berupa keutamaan dan ganjaran pahala, kemudian merela tidak mendapati untuk mendapatkan keduanya kecuali dengan berundi atasnya maka niscaya mereka akan berundi untuk mendapatkan keduanya sebagai bentuk persaingan dan ingin mendapatkan keutamaan dan pahala keduanya.” (Lihat kitab Fath Al Baari, karya Ibnu Rajab).

Subhanallah, hanya dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala sebanyak jamaah yang shalat karena panggilan adzannya.

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ رضي الله عنه قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمًا الصُّبْحَ فَقَالَ «… وَإِنَّ صَلاَةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ وَحْدَهُ وَصَلاَتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى ».

Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “…Dan sesungguhnya shalat seseorang bersama satu orang lebih baik daripada shalatnya sendirian, dan shalatnya bersama dua orang lebih baik daripada shalatnya satu orang, dan apa saja yang lebih banyak (jumlah jama’ahnya) maka itu yang paling diskuai oleh Allah Ta’ala.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih At targhib wa At Tarhib, no. 411).

Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah berkata,

وهذا يدل على فضل الجماعة؛ لأن صلاة الرجل مع الرجل أزكى من صلاته وحده، وصلاته مع الرجلين أزكى من صلاته مع الواحد، وكلما كان أكثر فهو أحب إلى الله عز وجل، وهذا يدلنا على فضل الجماعة، بل وعلى فضل كثرة الجماعة، وأنه كلما كانت الجماعة أكثر فذلك أفضل وأعظم أجراً عند الله عز وجل.

“Ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah, karena shalat seseorang bersama satu orang lebih baik daripada shalatnya sendirian, dan shalatnya bersama dua orang lebih baik daripada shalatnya satu orang. Dan setiap kali bertambah banyak maka itu yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla, dan ini menunjukkan keapda kita tentang keutamaan shalat berjamaah bahkan menunjukkan akan keutamaan banyaknya bilangan shalat berjamaah, yaitu setiap kali bertambah maka hal itu lebih utama dan lebih besar pahalanya di sisi Allah Azza wa Jalla.” (Syarh Sunan Abu Daud, karya Syaikh Abdul Muhsin Al Abbadhafizhahullah – syamela).

Subhanallah, hanya dengan menyisihkan lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala duduk di dalam masjid menunggu shalat yaitu didoakan oleh para malaikat mendapat rahmat, ampunan dan taubat dari Allah Ta’ala.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَزَالُ الْعَبْدُ فِى صَلاَةٍ مَا كَانَ فِى مُصَلاَّهُ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ تَقُولُ الْمَلاَئِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ ». فَقِيلَ مَا يُحْدِثُ قَالَ يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Masih saja seorang hamba terhitung di dalam shalat selama dia di tempat shalatnya menunggu shalat, maka para malaikat berdoa: “Wahai Allah ampunilah dia, rahmatilah dia sampai dia pergi atau berhadats”, ditanya: “Apakah (maksudnya) sampai dia berhadats?” dijawab: “mengeluarkan angin atau kentut.” (HR. Abu Daud).

Di dalam riwayat Muslim,

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ.

Jika dia masuk masjid, maka dia ada di dalam shalat selam shalat menahannya dan para malaikat akan bershalawat atas salah seorang diantara kalian selama dia di tempat yang dia shalat di dalamnya, mereka berdoa: “Wahai Allah rahmatilah dia, Wahai Allah ampunilah dia, wahai Allah terimalah taubatnya”, selama dia tidak menyakiti di dalamnya atau berhadats di dalamnya.” (HR. Muslim).

Subhanallah, hanya dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala selalu melaksanakan shalat rawatib yaitu dibangunkan sebuah rumah di surga.

عَنْ أُمَّ حَبِيبَةَ رضي الله عنها تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ «مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ»

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat sebnayak dua belas rakaat pada sehari dan semalam, maka dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga.” (HR. Muslim).

Subhanallah, hanya dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala berdoa diantara adzan dan iqamah, yaitu doanya tidak tertahan dan tertolak.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ»

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Daud).

Ash Shan’any rahimahullah berkata,

والحديث دليل على قبول الدعاء في هذه المواطن إذ عدم الرد يراد به القبول والإجابة ثم هو عام لكل دعاء ولا بد من تقييده بما في الأحاديث غيره من أنه ما لم يكن دعاء بإثم أو قطيعة رحم

“Dan hadits ini adalah dalil yang menunjukkan diterimanya doa pada tempat-tempat seperti ini, karena tidak ditolak dimaksudkan dengannya adalah penerimaan dan pengabulan, ini juga umum untuk setiap dia dan harus dibatasi dengan hadits-hadits lainnya yang menyebutkan bahwa selama bukan doa berupa dosa atau memutuskan silaturrahim.” (Lihat kitab Subul As Salam, karya Muhammad Ash Shan’any, 1/131).

Sebab kenapa dikabulkannya doa antara adzan dan iqamah, mari lihat penjelasannya dari Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizahullah,

عني: في فضله، وأن ذلك من أسباب قبول الدعاء أو من الأوقات التي يقبل فيها الدعاء، وذلك أن الإنسان عندما يكون بين الأذان والإقامة ينتظر الصلاة هو في صلاة وفي عبادة وفي إقبال على الله عز وجل وبعد عن مشاغل الدنيا والحديث فيها والتعلق بها، فيكون ذلك من الأوقات التي يقبل فيها الدعاء ويرجى فيها قبول الدعاء.

“Dan bahwa hal itu (berdoa antara adzan dan iqamah) termasuk sebab dikabulkannya dia atau merupakan waktu-waktu yang di dalamnya dikabulkan doa, yang demikian itu karena manusia ketika antara adzan dan iqamah menunggu shalat dan dia masih (dihitung) di dalam shalat dan ibadah dan di dalam perasaan menuju kepada Allah ‘Azza wa Jalla, jauh dari kesibukan dunia, pembicaraan di dalamnya serta keterkaitan dengannya, maka jadilah waktu itu termasuk waktu yang dikabulkan di dalamnya dia dan diharapkan di dalamnya pengabulan doa.” (Lihat Syarah Sunan Abu Daud, karya Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah – syameela).

Subhanallah, hanya dengan menyisihkan waktunya lima menit sebelum orang lain, dia mendapatkan pahala shalat berjamaah yaitu 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendirian.

عنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً»

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian dengan dua pulu tujuh derajat.” (HR. Muslim).

Demikianlah… masih banyak pahalah dan ganjaran yang luar biasa yang Allah sediakan, padahal hanya menyisihkan waktu lima menit sebelum orang lain.

****

Tulisan ini bukan hanya sekedar berlomba menjadi muadzdzin akan tetapi leboh condong mengajak dan memotivasi kita bagaimana dengan hanya menyisihkan beberapa menit, beberapa jam, beberapa waktu untuk meluangkan ibadah maka niscaya dia akan mendapatkan keuntungan dunia sebelum akhirat.

Tujuan tulisan ini untuk orang-orang yang tidak mampu menyisihkan sedikit waktunya untuk beribadah apalagi banyak waktunya. Untuk contoh silahkan cari dan telaah sendiri.. Semoga bermanfaat saudaraku… BEDANYA CUMA LIMA MENIT!!!

*) Ditulis pada hari Sabtu, 3 Rabi’uts Tsani 1433H di Dammam, KSA

Penulis: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

“Ngilmu”pun Ada Syaratnya

Bukan cuma sholat yang ada syaratnya, -wudhu’. atau masuk jurusan mikrobiologi yang ga boleh buta warna. “ngilmu” juga ada syaratnya.

ngilmu? ilmu kebal bacok? tahan peluru? bukan. di sini hanya saya pake buat istilah, bahasa halusnya yakni “menuntut ilmu”. menuntut ilmu luas maknanya. banyak cabang ilmu yang bisa kita pelajari. tidak terbatas pada ilmu agama saja. ilmu fisika, kimia, proses transfer massa, perpindahan kalor, semua itu juga termasuk ilmu, suatu bukti kebesaran Allah swt.

al-ilmu nuurun, wal-jahlu tzulumaatun.. ”

ilmu itu adalah cahaya, dan kebodohan itu adalah kegelapan.. “

untuk mempelajari ilmu2 itu, ada syarat-syaratnya. sebagaimana yang ada di kitab ta’liimul-muta’allim, bahwa ada 6 komponen yang harus dipenuhi oleh para penuntut ilmu. *jaman sekarang istilahnya siswa, santri, mahasiswa, mentee, bahkan dosen, ilmuwan, juga para penuntut ilmu

1. Dzakiyyun atau cerdas

saya kira semua orang yang bisa buka internet seperti teman2, tergolong cerdas lah ya, *hehe. alhamdulillah, kan. kita dikaruniai akal yang bisa membedakan baik dan buruk, bisa menerima kuliah dengan baik, dan memiliki pergaulan sosial yang baik.

2. Hirsun atau kesungguhan

menuntut ilmu itu tidak bisa main2. simpelnya, kita belajar dari kata pepatah: “rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh”. untuk semua hal. mahasiswa yang rajin, insya Allah bisa expert, tapi yang malas-malasan? yaa.. standar paling.

3. Tsamanun atau biaya

siapa hayo yang kuliah tanpa biaya? anak beasiswa? tidak. belajar tu pasti butuh biaya. oke, bisa jadi kalo dapet beasiswa kuliah ga bayar, tapi pulpennya, buku, tas, dan sepatu misalnya? pasti harus beli sendiri.

4. Shobrun atau sabar

memang kudu sabar ya. banyak sekali cobaan dalam menuntut ilmu, malas, main game, itu mah biasa. Lha kalo tiba2 ada masalah di keluarga tercinta, konflik sosial sama temen? itu baru luar biasa. jadi harus sabar, tetap berada di jalan yang benar.

5. Irhaashu Ustaadzin atau bimbingan guru

di sini guru bukan untuk diambil ilmu (pengetahuan) nya saja. tapi lebih dari itu. kalo cuma ilmu pengetahuan, boleh jadi kita lebih pandai dari guru kita. tapi masalah ilmu kehidupan, pengalamanlah yang berbicara. ya, sang guru pasti telah lebih banyak merasakan asam-garam kehidupan dibandingkan kita, dan kita bisa belajar dari pengalamannya.

6. Thuulu zamaanin atau waktu yang panjang

untuk menguasai suatu ilmu tidak bisa instan, tak seinstan kalo pesen nasi-ayam di KFC terus beberapa menit kemudian jadi. kalo ngilmunya instan, ngilang ilmunya juga instan. bayangin orang yang belajarnya cuman pas mau UTS. oke, pas UTS bisa, dapet bagus, tapi beberapa hari kemudian, wassalam. udah ga tau ilmu yang kemarin ke mana.

semoga bisa menjadi nasehat untuk kita semua khususnya untuk diri saya sendiri, dan kita semua bisa menjadi penuntut ilmu yang barokah dan bermanfaat ilmunya. aamiin. wallaahu a’lam. (hbb)

Empat Waktu yang Berharga, Jangan Disiakan

“Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu mengalamai kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan mengamalkan amal2 sholeh, mengajak pada kebenaran dan mengajak pada kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr : 1-3)

Ada empat waktu dalam sehari yang sangat berharga selain lima waktu sholat. Yang pertama ialah waktu antara maghrib dan isya’. Waktu sekitar satu jam seperempat ini, menurut Habib Jindan tidak boleh dihabiskan untuk nonton kuis, gosip atau sinetron.

“Matikan TV dan lakukan empat amalan ini, sholat sunnah, membaca Al-quran, zikir atau hadir di majelis ilmu,” ujarnya.

Kedua, waktu sebelum subuh, meski hanya 15 menit sebelumnya, harus sudah bangun untuk melaksanakan sholat sunnah, walau hanya dua rakaat. Bahkan Habib Jindan mengenang, sewaktu ia kecil ia selalu dibangunkan orang tua sekaligus gurunya. Anak-anak usia 3-4 tahun pun dibangunkan, mereka memang bermain dan tidak sholat.

“Tapi yang terpenting ketika rahmat dan karunia Allah turun di waktu fajar, mereka tidak tidur,” ujarnya.

Waktu yang ketiga, adalah sehabis sholat shubuh sampai terbit matahari. Ini adalah waktu untuk zikir, mengaji atau belajar. Bukan untuk tidur atau kegiatan sia-sia lainnya.

“Barang siapa yang melakukan ini, Ia akan mendapatkan pahala haji dari Allah yang sempurna dan memperoleh rizki lebih cepat, dari orang yang shubuh-shubuh sudah bekerja,” ujarnya.

Terakhir, waktu yang harus dipelihara adalah saat-saat sebelum maghrib, gunakan waktu ini untuk duduk beristighfar, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah untuk berzikir pagi dan sore.

“Sayangnya, saat ini kita lebih banyak dibodohi oleh pemikiran asing dan buaian media, sehingga menyia-nyiakan keempat waktu tersebut,” ujarnya.

Disadur dari : http://ahlussunnahwaljamaah.wordpress.com/

(dengan sedikit perubahan)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Serambi Pikiran Saya

Selamat Datang

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"