Posts Tagged ‘ syukur ’

Hakekat Rizki

Mungkin kita tak tahu dimana rizki kita..
Tapi rizki tahu dimana diri kita..
Dari lautan biru, bumi dan gunung..
Allah memerintahkannya menuju kita..
Allah menjamin rizki kita, sejak 4 bulan 10 hari kita dalam kandungan ibu..

Amatlah keliru bila rizki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah..sedang rizki itu urusanNya.

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji..
Yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yang tertulis dalam angka..
Tapi apa yang telah dinikmatinya..

Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita..
Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x Shafa dan Marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya..
Ikhtiyar itu perbuatan..
Rizki itu kejutan..

Dan jangan lupa..
Tiap hakekat rizki akan ditanya..
“Darimana dan untuk apa?”
Karena rizki adalah “hak pakai”
Halalnya dihisab..
Haramnya diadzab..

Maka, janganlah kita iri pada rizki orang lain…
Bila kita iri pada rizkinya, kita juga harus iri pada takdir matinya.
Karena Allah membagi rizki, jodoh dan usia ummat-Nya..
Tanpa bisa tertukar satu dan lainnya..

Jadi bertawakkal lah, ridho dengan ketentuan Allah, sehingga apapun itu kita akan merasa cukup dan penuh kenikmatan..

Wallahu A’lam..

Share via Whatsapp dari: KH. Khoirul Anwar Fathoni, Ponpes Al-Fath, Cilegon

 

Advertisements

sebab – akibat

Kawan2ku yang dirahmati Allah. Ketahuilah sesungguhnya pandangan mengenai ihwal sebab-akibat itu ada tiga macam:
Pertama, bahwa sebab pasti akan menghasilkan akibat. Maka jangan tertipu dengan pandangan seperti ini. Ini adalah pandangan orang2 kafir. Bilamana akibat tidak diperoleh, mereka akan berputus asa. mereka inilah yang menuhankan sebab dan meniadakan tuhan dalam setiap usaha mereka.
Kedua, bahwa sebab akan menghasilkan akibat dikarenakan kekuatan yg Allah berikan pada sebab tersebut untuk menghasilkan akibat. Pun pandangan seperti ini keliru. Ketahuilah bahwa tidak semua api dapat membakar, dan tidak semua pisau dapat memotong. Sebagaimana api tdk bisa membakar Nabi Ibrahim dan pisau tdk bisa memotong leher Nabi Ismail ‘alaihimaassalam.
Ketiga, bahwa akibat ada karena sebab yang mana akibat tersebut terjadi dengan seijin Allah swt. Ketahuilah pandangan inilah yang selamat, maka berpegang teguhlah. Berikhtiarlah untuk mengejar akibat, lalu bertawakkal. Di sinilah makna roja’ dan tawakkal. Syukur bilamana akibat baik yg didapat (sesuai harap) dan sabar bilamana tidak sesuai harap. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan Allah-lah yg terbaik. Karena Dia mahatahu apa yang kita tak tahu.

Wallahu a’lam.

Tipuan Setan

367x0_80_1_c_FFFFFF_edcd841d001ebfcf97692cb2b24a7e6b

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Ketahuilah, bahwa setan itu menipu kita melalui 3 hal:

  • Hasud

Ketika kita merasa tidak senang dengan kebaikan yang diberikan Allah kepada orang lain, maka kita telah terkena penyakit hasud. Ketahuilah bahwa orang yang berpenyakit hasud tidak pernah merasa tenang. Tetangga beli mobil, kita pusing. Tetangga beli rumah, kita pingsan. Perbanyaklah dzikir dan syukur kepada Allah, dan beristighfarlah, sesungguhnya dzikir itu menenangkan hati dan jiwa, dan syukur itu menambah nikmatnya rizki. Dan istighfar akan menghapuskan dosa-dosamu baik yang engkau sadari maupun tidak engkau sadari.

  • Sombong

Ketahuilah saudaraku, bahwa sombong adalah penyakit hati yang paling berbahaya. Riya’ dan sombong merupakan syirik khofi’ atau syirik yang tersembunyi. Ketika kita meninggalkan suatu kebaikan karena takut pujian makhluk, maka itulah riya’. Jika kita menganggap bahwa semua yang kita miliki adalah semata-mata hasil jerih payah kita, maka itulah sombong. Orang yang riya’ tidak akan sampai amalnya kepada Allah, dan orang yang sombong akan dibenci oleh makhluk. Maka sadarilah bahwa apa pada diri kita adalah semuanya datang dari Allah. “Allah memuliakan siapa yang Ia kehendaki, dan menghinakan siapa yang Ia kehendaki, milik Allah-lah semua kebaikan”. Dan apa yang kita perbuat, hakikatnya adalah hanya untuk Allah.

  • Cinta dunia

Cinta dunia tidak akan ada habisnya, maka ketahuilah ini wahai Saudaraku. Meskipun ada 1000 dinar di genggaman, kita pasti akan menginginkan 2000 dinar. Begitulah, tidak ada habisnya. Jangan jadikan waktumu (hidupmu) sia-sia hanya untuk mengumpulkan harta dunia tanpa tujuan akhirat yang pasti. Kita berlomba-lomba memperindah rumah, mobil, membeli perabotan-perabotan mewah, ketahuilah bahwa semua itu tidak akan kita bawa mati. Maka jauhkanlah dirimu dari mencintai dunia. “Barangsiapa yang merasa mulia dengan dunianya, maka ia adalah hina di mata Allah, dan barangsiapa merasa rendah dengan dunianya, ia pun telah hina”. Dunia adalah perhiasan bagi orang-orang kafir, dan cobaan bagi orang-orang yang beriman. Dan ketahuilah saudaraku, bahwa dunia ini akan musnah, dan akhirat itulah yang kekal. Milikilah dunia, tapi jangan kau genggam dengan hatimu. Jika hati kita telah terisi dunia, bagaimana mungkin hidayah Allah akan masuk ke dalam hati kita.

Wallahul-muwafiq.

**

Masih Mau “Kufur”?

Orang yang selalu berkeluh kesah dengan kekurangan, tidak mensyukuri apa yang lebih dari dirinya. jadiiii, tidak peduli orang itu kaya atau miskin, punya atau gak punya, yang namanya perasaan keluh pasti ada, begitupula perasaan syukur.

nyatanya, banyak orang kaya yang “mengeluh” dengan kekayaannya. mereka serakah. pelit. mengejar dunia sepanjang usia, akhirat ah masih lama. semakin kaya, seakan menjadikannya semakin lupa. benar-benar sifat yang datang dari setan. jauh dengan kata “syukur”, dekat dengan “kufur”. meski ada pula orang kaya yang “bersyukur” dengan kekayaannya. mereka inilah yang istimewa.

dan ternyata, banyak pula orang miskin yang “bersyukur” dengan kemiskinannya. mereka dermawan. memberi makan mereka yang kelaparan. tidak meminta-minta. semakin miskin, seakan menjadikannya semakin “eling”. bersungguh-sungguh mengejar akhirat, dunia sebagai penopang sementara. benar-benar sifat yang datang dari malaikat. jauh dengan kata “kufur”, jauh dari kata “keluh”. meski ada pula orang miskin yang suka “mengeluh” dengan kemiskinannya. aku takut inilah golongan yang dimurka.

maka,

mereka yang besar rasa syukurnya akan beruntung. keindahan duniawi yang fana, tidak lagi bisa menggoda. balasan besar di sisi Allah justru yang akan menunggu, karena memang itu janji-Nya. dan sungguh menyesal mereka yang sedikit rasa syukurnya, besar “keluh” –> besar pula “kufur”nya. Allah sendiri pula yang memfirmankan, “adzab-Ku sangat dahsyat”. silakan pilih sendiri yang mana.

yang terpenting percayalah,

mereka yang pandai bersyukur tidak akan pernah menyesal. dan ini adalah sebuah jaminan, bahwa hidup kita akan selalu indah apabila kita senantiasa bersyukur. 🙂

367x0_80_1_c_FFFFFF_edcd841d001ebfcf97692cb2b24a7e6b

Allah Al-Hamiid

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam :)

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam 🙂

Diriwayatkan, amiirul mukminiin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu suatu hari bertemu dengan seorang sahabat. Beliau bertanya, “bagaimana kabarmu?” sahabat itu menjawab, “baik”. Beliau ra. bertanya untuk yang kedua kali, “bagaimana kabarmu?” sahabat itupun kembali menjawab, “baik”. Beliau ra. bertanya lagi, “bagaimana kabarmu?” sahabat itupun menjawab, “alhamdulillaah, baik, wahai amiirul mukminiin“. Beliau ra. kemudian berkata, “jawaban seperti inilah yang ingin aku dengar, kau tidak hanya mengatakan ‘baik’, tapi kau memuji Allah swt atas keadaanmu itu.”

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik dzikir adalah laa ilaaha illallaah. Dan sebaik-baik doa adalah alhamdulillah (HR. al-Bukhari)

Yudisium Kelulusan Sarjana Juli 2014

Sebenarnya saya mau menulis cerita tentang ini, tapi belum sempet (belum nyempetin mungkin ya, hhe) jadi foto2 dulu aja ya.. 🙂

Saya, surat keterangan lulus, dan background foto2 plant karya alumni Teknik Kimia ITB

Saya, surat keterangan lulus, dan background foto2 plant karya alumni Teknik Kimia ITB

18062014678

3 orang dari 5 orang Kompre Ranger: Saya, Guruh, dan Sarden. Alhamdulillah para Ranger Lulus semua ujian kompre Juni ini

18062014679

Dari kiri: Farouq (Kompre Ranger satunya lagi), Saya, Guruh, Sarden, Mirna, Gresia, dan Robby. Terlihat muka2 bahagia para wisudawan Juli 2014

18062014680

Dari Pesisir Hingga ke Tanah Suci

tidak saya sangka siang itu (ahad, 10/11) kami (saya dan sahabat saya, Amiril TA’10) dipertemukan dengan seorang nenek yang memberikan cukup banyak cerita dan pelajaran kepada kami. meski sebenarnya tujuan utama kami adalah survei, tapi lumayan dapat tausyiah juga (alhamdulillaah). sayangnya saya lupa nama beliau, hehe. beliau tinggal di desa waruduwur, sebuah desa yang tidak jauh dari pesisir kota cirebon, beberapa kilometer ke arah selatan dari pelabuhan kota cirebon. rumah beliau sangat sederhana, berdinding kayu. ukurannya pun tidak terlalu besar, yaa, kira-kira hampir 20-an meter persegi.  di depan rumah beliau terdapat halaman kecil tempat orang-orang membuat perahu, mungkin di antara orang-orang itu anaknya dan sebagian lagi orang lain. di sisi samping rumah, terdapat ruang gilingan sekaligus gudang penyimpanan hasil gilingan. tidak kami sangka bangunan ini menyimpan begitu banyak cerita, menjadi saksi bisu perjuangan sang nenek semenjak beliau tinggal di situ.

IMG_5914

mesin penggiling milik sang nenek

IMG_5915

gudang penyimpanan hasil gilingan

sang nenek rupanya sudah tinggal di rumah ini sekitar tahun ’83 (kalau tidak salah denger, wah, kita masih jadi apa ya? hehe), di saat limbah cangkang rajungan dan kerang masih belum bernilai. semenjak itu beliau bermatapencaharian sebagai pengumpul limbah cangkang rajungan dan kerang dari beberapa industri pengalengan.

karena memang belum bernilai, seringkali beliau mendapat cibiran tidak enak dari orang-orang sekelilingnya, bahwa limbah seperti itu tidak akan bisa dijual, gak laku, dan mengumpulkan serta mengeringkannya adalah pekerjaan yang cuma buang-buang waktu saja.

kalau kita yang mengalami seperti itu, kira-kira bagaimana ya? wah, mungkin kita sudah terdemotivasi. tapi tidak dengan nenek yang satu ini, beliau tetap teguh dengan pendiriannya. walapun beliau juga pernah menangis sesekali karena tidak kuat menahan cibiran orang di sekelilingnya. nyatanya usaha beliau ini masih bertahan sampai sekarang.

waktu berganti, dunia berputar, lama-lama limbah cangkang rajungan semakin dibutuhkan. perlahan, cangkang rajungan nenek ini mulai ada yang mencari. laku. untuk mengembangkan usahanya, sang nenek juga menerima pesanan. berapapun jumlahnya, beliau siap menyediakan asal sesuai dengan keinginan konsumen.

“dulu ya dik, saya diejek-ejek jualan cangkang rajungan, saya sampe nangis. eh sekarang kebalik, malah orang-orang banyak yang nyari..”, cerita sang nenek kepada kami.

sang nenek sedang bercerita masa-masa perjuangannya dulu

sang nenek sedang bercerita masa-masa perjuangannya dulu

lambat laun usaha sang nenek semakin pesat. jaringan konsumen semakin luas. dan tentu semangatnya semakin bertambah. beliau ternyata juga punya HP (wah, tidak disangka), punya buku catatan tempat menulis pesanan atau nomor konsumen yang mungkin belum tersimpan di HP. sudah maju sekali, pikir saya. ketika ditanya berapa rata-rata jumlah pesanan, beliau menjawab, “gak tentu dik, kalau pesen 1 ton, ya nggiling 1 ton. pesen 2 ton ya nggiling 2 ton.. pokoknya tergantung yang pesen..”. harga jual cangkang rajungan giling dari nenek ini tergolong murah, sekitar Rp2.300,00 sampai Rp2.500,00 per kilogram.

ketika usahanya mulai naik daun, pada tahun … (saya lupa) akhirnya sang nenek mendaftarkan diri untuk berangkat haji. dengan izin Allah, sang nenek benar-benar bisa naik haji kira-kira dua tahun setelah beliau mendaftar. maasyaaAllah. tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk memberangkatkan hamba-Nya yang memiliki tekad. nenek ini telah membuktikannya. 🙂

bagaimana dengan kita, kawan. apakah tekad kita sudah setinggi nenek ini? hiks. 😥

yang saya salut adalah meskipun pas-pasan, nenek ini selalu bersyukur. beliau bersyukur meski tidak bisa hidup mewah, tidak seperti pengusaha lainnya yang bisa punya rumah gede, mobil bagus, baju bagus, dan blablabla yang bagus-bagus, ah, yang penting menurut beliau sehat, bahagia, bisa beribadah dengan tenang, itu sudah cukup. toh, nenek ini juga tidak hidup sendiri, ada anak-anak dan tetangga-tetangga yang sangat menghormati beliau.

sang nenek, saya, cangkang rajungan giling, dan galon air minum

sang nenek, saya, dan cangkang rajungan (giling dan yang masih utuh)

sang nenek, dan orang-orang yang bekerja di depan rumah beliau baik sekali kepada kami. sebelum kami pulang, sang nenek memberikan kami oleh-oleh berupa sampel2 hasil gilingan. waah. kami diberi sampel cangkang kerang dan cangkang rajungan. alhamdulillaah. terimakasih ya nek.

belum puas dengan hanya menggiling cangkang, sang nenek ternyata juga menanam kerang sendiri di laut sana. dengan membentangkan tambang sekedar untuk tempat kerang menempel. “lima bulan sekali panennya, dik.. nanti kalau sudah panen dikabari biar main ke sini lagi..” begitu kata sang nenek. kami hanya bisa menjawab, “insyaAllah nek..”.. 🙂 

setelah semua beres. kami berpamitan pulang. tidak lupa kami meminta doa kepada sang nenek agar lomba yang kami jalani ini lancar dan bisa menang. siapa tahu doa nenek ini lebih mudah maqbul dibandingkan kami, hehe.

“assalamu’alaikum nek, pak, makasih banyak..”

di dalam hati saya masih terngiang, ternyata di luar sana masih ada orang-orang yang lebih rindu akan berjumpa dengan Tuhannya, dibandingkan pendosa seperti saya ini. semoga saya bisa mencontoh nenek ini dalam banyak hal. banyak syukur, sederhana, berjiwa entrepreneur, dan mengutamakan kepentingan akhirat dibandingkan kepentingan dunia. 🙂

wallahu a’lam. semoga bermanfaat. silakan dishare kalau mau.

—-
jum’at, 15 November 2013 @Lab. Tekanan Tinggi, Lab. Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Labtek X, Institut Teknologi Bandung.

Yuk, Sempurnakan Akhlak

sempurnanya akhlak, sempurnanya iman. mari menjadi insan berakhlak. :)

sempurnanya akhlak, sempurnanya iman. mari menjadi insan berakhlak. 🙂

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari)

Sebagai seorang muslim yang mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita tentu ingin meneladani akhlak beliau yang sempurna. Akhlak yang sempurna adalah bekal yang amat besar bagi untuk di akhirat kelak.

Berat di Timbangan

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan dari akhlak yang baik.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Iman yang Sempurna

“Kaum mukminin yang yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Kedudukan yang baik di Hari Kiamat

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian, dan orang yang paling dekat duduknya denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” (HR. Bukhari)

Sesungguhnya seorang hamba dengan akhlak yang baik pasti dapat mencapai derajat akhirat yang agung dan tempat yang mulia, kendati ibadahnya lemah.” (HR. Thabrani, dengan sanad yang baik)

AKHLAK SEORANG MUSLIM

Ulama berkata tentang akhlak yang baik,

“Hendaknya seseorang banyaj merasa malu, sedikit mengganggu, banyak kebaikannya, benar tutur katanya, sedikit bicara, banyak kerja, sedikit salahnya, sedikit berlebih-lebihan, berbuat baik, menyambung hubungan kekerabatan, tenang, sabar, bersyukur, ridha, lembut, menepati janji, tidak meminta-minta, tidak melaknat, tidak menghina, tidak mengadu domba, tidak menggunjing, tidak gegabah, tidak dengki, tidak kikir, berwajah ceria, mencintai seseorang karena Allah, membenci seseorang karena-Nya, ridha karena-Nya, dan murka karena-Nya.”

Maa syaa-Allah, banyak sekali ya… semoga kita bisa mengamalkan semuanya… 😀

Sabar

Di antara akhlak baik orang muslim ialah sabar. Sabar ialah menahan diri terhadap apa yang dibencinya, atau menahan sesuatu yang dibencinya dengan ridha Allah ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.” (QS. Luqman: 17)

“Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang  telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 96)

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Begitupula, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Luar biasa urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya itu baik, dan semua itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, dan itu sangat baik baginya. Jika ditimpa cobaan, ia bersabar, dan itu sangat baik baginya.” (HR. Bukhari)

Tawakkal dan Percaya Diri

Tawakkal bagi seorang muslim adalah perbuatan, dan harapan dengan disertai hati yang tenang, jiwa yang tentram, dan keyakinan kuat bahwa apa yang dikehendaki Allah ta’ala pasti terjadi, apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi, dan Allah ta’ala tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik (Minhajul-muslim, hlm. 226)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah: 23)

“Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang beriman bertawakkal.” (At-Taghabun: 13)

Itsar dan Cinta Kebaikan

Di antara akhlak seorang muslim yang ia dapatkan dari ajaran islam dan keislamannya yang baik ialah itsar dan cinta kebaikan. Itsar ialah mendahulukan kepentingan saudara seakidah atas kepentingan pribadi.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan barangsiapa dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

“Dan kebaikan apa saja yang kalian perbuat untuk dirimu niscaya kalian memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (QS. Al-Muzammil: 9)

Akhlak Adil dan Pertengahan

Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan keadilan dalam banyak firman-Nya,

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat.” (QS. An-Nahl:90)

“Dan berlaku adillah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS, Al-Hujurat: 9)

Seorang muslim hendaknya berbuat adil dalam segala hal hingga menjadi akhlak yang tidak terpisahkan darinya. Hasilnya, keluarlah darinya ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang adil dan jauh dari kezhaliman. Ia menjadi orang yang adil, tidak tertarik pada hawa nafsu, tidak condong kepada syahwat, dan tidak cinta dunia. Oleh karena itu ia berhak mendapat cinta Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di mimbar-mimbar dari cahaya, yaitu orang-orang yang adil dalam hukum mereka, keluarga mereka, dan (amanah) yang diberikan kepada mereka.” (HR. Muslim)

Adapun pertengahan, maka lebih umum daripada adil, dan pertengahan inilah yang mengelola seluruh persoalan orang muslim dalam hidupnya. Pertengahan ialah jalan tengah di antara yang berlebih-lebihan dan sembrono yang keduanya merupakan sifat tercela. Pertengahan dalam ibadah ialah bersih dari sikap berlebih-lebihan dan sembrono. Contoh pertengahan dalam infaq ialah tidak berlebih-lebihan dan tidak pula pelit, namun pertengahan di antara keduanya. Allah ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Al-Furqan: 67)

Pertengahan dan istiqomah ialah saudara kembar. keduanya ialah akhlak yang mulia, karena akhlak itulah yang membuat orang muslim tidak melanggar batasan-batasan Allah ta’ala, membangkitkannya untuk melaksanakan ibadah-ibadah fardhu, dan mengajarkan kesucian kepadanya hingga ia merasa cukup dengan apa yang dihalalkan oleh Allah ta’ala.

Cukuplah kemuliaan bagi orang-orang yang istiqomah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf: 13-14)

Sumber: Minhajul-Muslim, Abu Bakr Jabir Al-Jazairi

Bersyukur dengan Apa yang Ada

hari ini, tepatnya tadi siang, saya iseng ke BEC. penginnya sih jalan2, sambil cari2 cerita buat ditulis di sini. eeh, pas jalan2 kebetulan inget, pengin nambah RAM laptop. sudah lama saya memimpikannya. dari 2 giga, pengin saya tambah jadi 4 giga. oke! saya cari dealer ASUS yang ada di BEC. muter… muter… ternyata tidak hanya ada satu yang saya temui, tapi beberapa. saya datangi satu2, tanya berapa  saya harus mengeluarkan gocek untuk upgrade RAM dari 2 giga jadi 4 giga. inilah obrolan saya di masing2 toko.

“kalo jadi 4 giga sih 200 mas, kalo jadi 6 giga 300…” kata mas2 di toko pertama. saya pikir2 dulu. coba cek toko lain deh.

di toko kedua…

“4 giga ya, 250 mas…”. waduh, tambah mahal. saya pindah ke lantai atasnya (lupa lantai berapa), berharap ada yang lebih murah.

“kalo di sini sih 275 mas…” kata masnya di toko ketiga. waduh, kok tambah mahal. akhirnya saya coba menghampiri satu toko terakhir. berharap bisa lebih murah dari toko2 yang sebelumnya. it’s the last!

“laptopnya tipe apa?” masnya nanya. saya jawab, “X44C mas, rada jadul emang..”.

“coba saya cek dulu deh, ada slotnya apa nggak, takutnya RAMnya onboard..” masnya nawarin, mbuka bagian bawah laptop untuk ngeliat apakah ada slotnya atau nggak. saya juga awalnya ga paham.

onboard itu maksudnya apa, mas?” saya baru denger kata ini, makanya nanya. belum sempet masnya njawab, saya tanya lagi, “oya, kalo di sini nambah jadi 4 giga gitu berapa mas?”

onboard itu artinya RAMnya langsung terpasang di mainboard, jadi ga bisa dilepas. kalo harga 175..” jawab masnya.

waaah.. tepat sekali, lebih murah dibandingkan yang sebelumnya.. #mbatin. semoga bisa pasang di sini. hihihihi. belum lama saya senyum2 sendiri, tiba2 masnya berkata,

“ooo.. ini RAMnya onboard dik, ga bisa diganti atau ditambahi, jadi tetap 2 giga aja.. memang setahu saya tipe ini maksimal 2 giga RAMnya..”

… #terdiam

“wah, sayang sekali. padahal pengin bisa lebih cepet laptopnya, apalagi kalo pas main game Corel Draw dan Adobe Photoshop.. makasih mas..”

sayapun pulang dengan tertunduk. beginilah akibatnya jika berangkat dengan pikiran kosong. pulangnya dengan tangan kosong. 😛 tapi gapapa, ada hikmahnya.

saya jadi mikir. begitu hinanya seorang hamba yang telah diberi suatu nikmat, tapi tidak bersyukur. sedangkan adzab Allah itu sangat pedih, untuk mereka yang tidak mau bersyukur atau kufur. astaghfirullah. ingat firman Allah.

“la-in syakartum la-aziidannakum, wa la-in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid..”

pesan saya : disyukuri saja segala sesuatu yang teman2 miliki. sekurang-kurangnya, pasti ada yang lebih kurang lagi. punya laptop dengan RAM 2 giga, kudu disyukuri, untung ga 1 giga. betul tidak? masih banyak juga kan, saudara kita yang bahkan belum punya laptop.

terimakasih ya Allah sudah mengingatkan hambaMu yang hina ini, jadikan hamba orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan pada hamba.  dan jadikan pula hamba termasuk orang yang bersabar. aamiin. :’)

#meaningful

Miliki Harga Diri

Apalah artinya punya rumah lapang kalau hati sempit? Apalah artinya penampilan yang indah tapi berhati busuk? Apalah gunanya harta banyak tapi hati selalu merasa miskin? Apalah mamfaatnya segala ada tapi hati selalu nelangsa? Apalah artinya makanan enak dan mahal kalau hati sedang dongkol, memang segala-galanya sangat tergantung kepada hati kita sendiri.

Sayang seribu sayang kita amat sibuk memperindah rumah, tubuh, penampilan, tapi tidak pernah sibuk memperindah qalbu. Kita sibuk memperkaya harta tapi jarang memperkaya hati, maka tidak usah heran kalau hidup ini hanya perpindahan dari derita ke sengsara, dari gelisah ke nestapa, dari resah ke musibah, seperti tiada berujung walaupun sudah mendatangi tempat manapun, memiliki apapun, memakan segala apapun.

Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini ada segumpal daging yang kalau baik maka akan baiklah sekujur tubuhnya, begitupun kalau buruk maka akan buruklah seluruh sikapnya, itulah yang dinamakan qalbu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nah, saudaraku sekalian, adalah mimpi di siang bolong, kalau kita ingin merasakan hidup bahagia yang asli tanpa kita mengetahui bagaimana caranya hidup dengan memelihara qalbu kita ini. Dijamin seratus persen tidak akan pernah merasakan kebahagiaan maupun kemuliaan tanpa kesungguhan menata hati ini.

Salah satu biang busuknya hati kita ini adalah kalau sudah tertipu dalam mencari harta. Seakan hidup hanya akan terhormat dan terjamin dengan banyak uang, sehingga tidak peduli lagi halal haramnya. Bagi yang tidak punya uang pun tidak kalah salahnya, ada sebagian dari kita yang sering cari jalan pintas, ingin untung besar dengan cara enteng, sehingga selain tidak berharta juga tidak punya harga diri.

Justru sering kita saksikan orang jadi hina dan sengsara oleh limpahan harta dan kedudukannya sendiri yang tentu karena diperolehnya dengan cara yang tidak benar.

Sepatutnya kalau harta kita tidak banyak maka perkayalah batin kita sehingga tetap terhormat, tidak menjadi peminta-minta, atau benalu bagi yang lain (lihatlah para koruptor, tukang disuap yang malang, sesungguhnya harta mereka sudah melimpah tapi disiksa dan dihinakan oleh Allah dengan kemiskinan di hatinya sehingga terus saja meminta-minta, menghisap sana sini bahkan kepada rakyat kecil sekalipun dengan menggadaikan harga dirinya, perbuatan ini sungguh hina dan patut kita kasihani).

Orang yang rizkinya masih pas-pasan bisa jadi lebih mulia dan terhormat kalau dapat menjaga harga dirinya. Maka, marilah sekuat tenaga jangan sampai kita menghinakan diri sebagai peminta-minta, apalagi memeras keringat orang dengan cara yang tidak halal, sungguh aib. Percayalah rizki dari Allah sangat melimpah, tidak akan tertukar, lihat kerbau saja yang tidak sekolah rizkinya tetap tercukupi, apalagi diri kita manusia yang diberi akal dan iman, niscaya kita akan bertemu dengan rizki dalam keadaan terhormat.

Marilah saudaraku kita singsingkan lengan lebih serius, kita simbahkan keringat kerja keras kita di jalan yang halal, didampingi dengan ibadah dan do’a kita yang sungguh-sungguh, jangan risaukan cemoohan orang tentang harta atau rumah kita yang sederhana dan tidak berharga yang penting kita bisa mewariskan yang termahal bagi keluarga, anak-anak, dan lingkungan kita yaitu hidup dengan memiliki harga diri, tidak pernah mau hidup menjadi beban dan benalu bagi orang lain.

(Sumber : Jurnal MQ Vol. 1/No.6/Oktober 2001)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"