Posts Tagged ‘ senyum ’

Taburan Senyum Banyuwangi Berbagi | #RPC2013 #review

Oleh: Fitari Anggraini

Masih ingat dengan acara BuBer dan Santunan 333 Anak Yatim, Piatu, dan Dhu’afa’ tahun lalu? Atau kalian bagian dari acara tersebut? Tahun ini acara tersebut dilanjutkan namun dengan variasi berbeda. Nama garis besar kegiatannya adalah Ramadhan Penuh Cinta 2013. Ramadhan Penuh Cinta 2013 memiliki serangkaian acara, salah satunya yaitu Banyuwangi Berbagi. Banyuwangi Berbagi adalah sebuah kegiatan sosial yaitu berbagi sembako kepada kaum dhu’afa’. Tahun ini, Banyuwangi Berbagi dilaksanakan di Desa Sumbernanas, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

***

Setelah bingkisan yang akan dibagikan selesai dikemas, para panitia bersepakat tanggal 29 juli pukul dua siang berkumpul di rumah Anggra, PJ (penanggungjawab) Banyuwangi Berbagi.  Kami semua sudah harap-harap cemas sekaligus bahagia karena kabarnya medan yang akan ditempuh lumayan terjal. Panitia putra berangkat menggunakan motor. Sedangkan panitia putri mayoritas naik truk, hanya sebagian saja yang naik motor. Dengan bacaan basmalah kami pun berangkat.

Sesuai dengan dugaan awal, perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang tidak biasa. Kami sempat berteriak histeris dikarenakan 2 hal, jalan terjal meliuk-liuk dan pemandangan yang “subhanallah”, indah sekali. Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit.  Sampai di lokasi sambutan warga Sumbernanas begitu hangat. Kami disambut dengan lagu dan tarian islami.

Senyum sumringah penuh harap para janda tua dhu’afa’ yang sudah mengantri di kursi hijau panjang menyambut kedatangan kami. Setelah semua persiapan usai, acara pun dimulai. Semua pengisi acara sore itu adalah murni dari warga setempat. Pembagian sembako pun dimulai. Haru bahagia terlihat saat ucapan terimakasih yang begitu mendalam terlontar dari bibir nenek tua ketika menerimanya. Tak lupa kalimat Alhamdulillah akan syukur yang telah Allah berikan juga berulang kali mereka ucapkan. Selain pembagian sembako pada janda tua, ada juga dua anak yatim yang menerima bingkisan alat-alat keperluan sekolah.

kegiatan pembagian sembako

kegiatan pembagian sembako

bingkisan untuk anak yatim

bingkisan untuk anak yatim

Sambil menunggu  waktu berbuka, kami bermain dengan adik-adik kecil. Kuis kecil-kecilan dengan bingkisan bagi yang bisa menjawab menimbulkan ekspresi lucu baik dari peserta maupun penonton. Gelak tawa yang tulus itu mengantarkan kita pada syahdunya adzan maghrib. Dengan penuh rasa syukur kami pun menyeruput air putih untuk menghilangkan dahaga. Kejutannya tak berhenti disitu saja, kami tercengang saat melihat ancak sepanjang 6 meter di depan mata kita. Nasi hangat, kerawu, tumis pakis, tahu tempe serta ayam goreng sudah melambai-lambai ingin disantap.  Acara buka bersama warga sekitar pun menghangatkan tubuh yang sedang kedinginan terserang hawa dingin Desa Sumbernanas.

ancakan :D

ancakan 😀

ancakan :D

ancakan 😀

Sebenarnya kami masih ingin menikmati malam di desa itu, lambaian selamat tinggal mereka mengisyaratkan rasa penuh terimakasih dan ingin jumpa di lain waktu jika Allah mengijinkan. Rupanya malam itu benar-benar mencekam karena tidak ada satu lampu pun yang menerangi hutan jalan pulang. Namun cahaya taburan bintang jauh lebih mengagumkan dibanding lampu neon sekalipun. Di tengah-tengah canda tawa kita mengulang serunya pengalaman tak terlupakan itu. Lagi-lagi kami dibuat tercengang dengan pemandangan lampu-lampu di pinggir laut Selat Bali. Subhanallah, indah sekali. 🙂

Berbekal dari pengalaman ini, kami mendapatkan sebuah hikmah. Bahwa yang terpenting bukan besarnya jumlah rupiah yang dapat kami berikan namun besarnya hati akan kerinduan berbagi yang membuat kepuasan hati terasa sempurna.

***

Salam hangat kami,
Ikatan Alumni Pelajar Banyuwangi (IAPB)

KKNT2012 : The Power of Smile

[6 Juli 2012] masih di Cihurip, Garut

Tak terasa sudah tinggal beberapa hari lagi kami (tim marketing) harus meninggalkan desa ini. Tugas bakti kami selama dua pekan hampir berakhir. Sekarang tanggal 6 Juli, dan jatah kami hanya sampai tanggal 9 Juli *sedih…*. Tapi meski begitu kami tidak menangis, masih ada tim koperasi dari kloter ketiga yang akan meneruskan perjuangan (baca : jihad) kami untuk membangun perekonomian desa ini. Tetap semangat #kknt!!!

Terima tongkat estafet kami…

Hari ini kami kebetulan berkesempatan bertemu dengan salah satu perwakilan dari tim koperasi, yaitu Elfida EL ’10. Jadi pagi ini agenda kami ialah ngebriefing Elfida mengenai apa yang telah kita perbuat lakukan selama hampir dua pekan ini, sekaligus memberi arahan tentang langkah ke depannya. Intinya, kami telah banyak membuat konsep tentang Administrasi, Kebendaharaan, Sistem Penggajian, Sistem Perputaran Modal, Sistem Pemasaran, dan Penentuan Harga Produk di pasaran. Kami juga sudah melakukan survey untuk mendapat data analisis pasar sebanyak-banyaknya demi keberterimaan dan kelayakan produk kami untuk dijual ke kalangan masyarakat menengah ke atas. Tambahan lagi, kami juga membuat label kemasan dan poster promosi untuk produk olahan pangan Desa Cihurip ini.

Nah, Koperasi kloter ketiga bertugas – selain masih – sebagai fungsi pemasaran produk, juga optimasi kerja para Ibu2 yang bekerja dalam Industri. Mungkin dalam hal ini controlling sangat penting, karena tim Industri kloter ketiga sudah tidak ada dan Industri harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang telah direncanakan. Perputaran modal bisa berlangsung lancar dan ada nilai tambah ekonomisnya di setiap produksi. Tujuan utama kami ialah (dari awal) untuk membuat masyarakat mandiri dalam meningkatkan mutu perekonomiannya masing-masing. Dan itulah tujuan akan dibuatnya koperasi di desa ini. *doakan ya… semoga berhasil dan lancar dalam keberjalanannya*

Semangat koperasi kloter ketiga!!!

Melintasi tiga negeri

Kami sebenarnya mau rapat seperti biasa. Tapi karena hari ini ada bule di kampung kami, ya kami sekalian ajak bulenya ikut rapat. Kebetulan mereka sedang ada program summer school dan kebetulan ITB yang ngurusin perjalanannya. Jadi hari ini, pas giliran mereka ke Cihurip ini. Sebelumnya mereka telah melakukan kunjungan dibeberapa industry, berwisata ke tangkuban perahu, dan lain-lain.

Oke, ternyata bule yang datang untuk ikut rapat ada tiga orang. Ketiganya berasal dari Negara berbeda. Satu orang dari Iran, namanya Ali. Satu lagi dari Jepang, namanya Shoutaro, panggilannya Shouta. Ini yang kata anak2 cewek ganteng *hehe, hayoo ketahuan lo…*. Satu lagi dari Pakistan, namanya Alex.

Kalo dibilang rapat sih bukan, malah terlihat seperti audiensi ke bule-bulenya *lho?..*. Awalnya si Kak Ridwan presentasi tentang Label yang telah kami buat. Tujuannya sebenarnya untuk mencari pendapat si bule aja. Bla… bla… bla… mereka memberikan beberapa advices, dan… overall, sudah lumayan bagus katanya. Alhamdulillaah… 😀

“What’s the next topic we’ll discuss?”, kata Ali.

Waduh, bingung nih, mau ngomongin apa lagi. Cting! Kak Ridwan akhirnya mempresentasikan tentang Salary System dalam Industri yang telah kami rancang sebelumnya. Bla… bla… bla… mereka tanya2, kami jawab, dan hmmm… (mereka paham). Lalu mereka kasih saran… Bla… bla… bla… Oke, thank you very much, dan… selesailah agenda “audiensi” kami siang ini.

Well, bukan cuma itu saja. Satu persatu dari mereka juga sempat menceritakan keadaan mengenai Negara mereka. Ali bercerita sangat banyak tentang Iran, termasuk teknologi nuklirnya. Shouta menceritakan mirisnya Jepang. Dan Alex menceritakan perkembangan Pakistan.

Ali –> Iran merupakan salah satu Negara dengan penduduk muslim terbesar. Jumlah penduduk muslim di Iran bisa mencapai 90% dari total penduduknya. Karena di Iran berlaku hukum Islam, maka semua wanita di Iran harus memakai hijab ke kemanapun mereka pergi, tidak boleh memakai celana pendek, apalagi rok mini, dari ujung rambut sampai ujung kaki harus tertutup, kecuali yang biasa tampak seperti wajah dan telapak tangan. Di Iran juga tidak ada sistem yang membuat kaum pria dan wanita bercampur dalam satu kondisi. Misalnya saja sekolah. Semua sekolah di sana memiliki tempat duduk siswa laki-laki dan perempuan yang terpisah satu sama lain. Interaksi antar lawan jenis sangat terjaga. Para wanita dilarang keras shaking hand (ind : jabat tangan) dengan pria yang bukan mahramnya. Di Iran, sangat dominan Syiah, sisanya Sunni. Tapi meski begitu, mereka tetap hidup rukun tanpa masalah berarti. Hebatnya, Iran memiliki teknologi nuklir sendiri. Bukan dari Amerika atau negara lain, tapi milik sendiri *wih, mantap lah yang ini*. Satu lagi, presiden Iran tidak serta merta diangkat karena menang suara saat pemilu, tapi harus ada persetujuan dari dewan ulama’, istilahnya. Jadi jika dewan ulama’ tidak mengijinkan presiden diangkat, maka presiden tidak akan diangkat.

“Kalian beruntung bisa tinggal di negara yang aman seperti Indonesia. Di Iran, sangat mudah terjadi masalah. Kadang2 cuma gara2 hal kecil orang bisa berantem,” kata Ali kepada kami

“Saya sangat kagum dengan orang Indonesia yang sangat murah senyum. Saya lihat senyum bisa membawa banyak kebaikan. Bahkan saat terjadi kecelakaan kecil lalu lintas pun, saya lihat hanya dengan senyum, masalah bisa terselesaikan di tempat. Berbeda dengan di Iran yang orangnya mudah emosi saling pukul”, lanjutnya

“Saya akan senang menceritakan ini (murah senyumnya orang Indonesia) pada siapapun”, lanjut Ali lagi

Begitulah, sepertinya pelajaran penting yang didapat Ali di sini adalah tentang senyum. J

Shoutaro –> Satu cerita dari Jepang. Jepang termasuk negara yang sibuk, apalagi di bagian ibukotanya, Tokyo. Meski liburan, Tokyo tetap sibuk dengan kegiatannya. Nothing to improve in Tokyo. Itu kalimat kunci kedua yang saya dapat. Tokyo sudah maju dan juga tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Berbeda halnya dengan China dan Korea yang saat ini sedang berkembang. *sedih sekali* Dia juga bercerita tentang wanita-wanita Jepang yang egois, selama mereka bisa hidup sendiri, mereka tidak membutuhkan suami, dan tidak pula ingin punya anak. *yang ini lebih sedih* 😦

Alex –> Pakistan hampir mirip dengan India, paras orang-orangnya. Bedanya di Pakistan populasi muslim adalah yang terbesar. Hampir seluruh masyarakatnya muslim, itu sebabnya nilai-nilai islam sangat kental di sini. Dalam 10 tahun terakhir, Pakistan juga mengalami peningkatan yang bagus. Kata Alex : “nice growing”. Yang menyebalkan adalah saat Amerika membuat masalah di sana. *huh* bersyukurlah, kalian di Indonesia tidak ada yang seperti itu.

*tuh, banyak bersyukur pren..^_^*

And we also passed 10 others

Malam harinya, kami kumpul bareng warga dan bule. Di sana ketigabelas bule datang kecuali satu, bule dari Singapura. Oke, ini nama2 bule yang saya ingat (nama sesuai dengan yang saya dengar) :

  • Willy dari Singapura
  • Jeny dari Hongkong
  • Sony dari Vietnam, katanya dia suka wajit
  • Lauk dari Vietnam *hihi*, di bahasa sunda, lauk itu artinya ikan
  • Patcman dari Iran
  • Kamal dari Singapura, ini bule yang da datang
  • Weiwei dari Vietnam
  • Ali dari Iran
  • Syahril dari Malaysia
  • Alex dari Pakistan, dan
  • Shoutaro dari Jepang
  • Nah 2 orang lagi saya lupa, maaf ya…*hehe*

Yah, intinya mereka senang datang ke Desa Cihurip ini, ada yang bilang masakannya enak-enak, orangnya ramah-ramah, dan ini akan menjadi memori yang indah bagi mereka. so sweet lah pokoknya.. 😀 *haha*

See you at the next story >>

Berlian yang Terpendam

Saya yakin anak-anak (baca: mahasiswa) ITB itu tidak semuanya S.O. (Study Oriented-masa sih?), banyak manusia-manusia yang ternyata bisa aktif di kehidupan luar kampusnya, tak terkecuali di luar kuliahnya. banyak kok anak-anak yang jadi bussinessman, banyak juga yang menjadi relawan di kegiatan-kegiatan sosial. cuman ga keliatan. tapi itu gak akan jadi halangan anak-anak SMA yang akan masuk ITB (takut jadi S.O. juga), karena ITB punya banyak berlian kalo kita mau menggali.


ITB itu berwarna. ada warna ijo, putih, abu, coklat, *ih, eta mah warna gedung nyak.. maksud saya berwarna orang-orangnya. berasal dari berbagai habitat (baca: daerah), latarbelakang ekonomi, budaya, dan suku, berbeda-beda bahasa tapi bahasa pergaulan tetap satu, bahasa Jawa, *lho?.. canda, maksudnya bahasa Indonesia. ada juga orang-orang luar Indonesia, mereka memakai bahasa mereka sendiri, yang sering saya dengar adalah bahasa India, Inggris, lalu Malaysia. warna-warni itu membuat saya semakin mengerti arti kalimat “bhinneka tunggal ika”. ya, meskipun berbeda-beda dalam banyak hal, kita tetap satu Bangsa Indonesia. yang selalu bercita-cita bisa membangun negeri ini kelak. dimulai dari kampus ini tentunya.

ya.. seperti itulah ITB. kadang ditanyakan sama masyarakat sebelah. “mana nih, mahasiswa ITBnya, biasanya suka ngadain kegiatan di kampung kita?” saking ngangenin kali ya. masyarakat kangen sama senyuman, sentuhan tangan-tangan kreatif mahasiswa ITB untuk berkarya di masyarakat. mungkin kalo saya dengar sendiri, saya akan bilang, “masih dikembangin penelitiannya, pak.. “. ya, baguslah, saya pikir ITB memang harus lebih maju lagi di bidang riset dan penelitian. jangan mau kalah tuh sama negara tetangga. yang kita tonton Upin & Ipinnya.

anak-anak ITB tu potensial lho, untuk diterjunin ke masyarakat luas. saya salut pada teman-teman saya yang sudah mulai memainkan peran-peran politik di berbagai organisasi kemahasiswaan. entah itu himpunan mahasiswa jurusan, unit, maupun KM-ITB pusat. mantap lah, kecil-kecil sudah pandai menyusun strategi, aktif, dan kontributif. belum lagi yang punya cita-cita pengin jadi Direktur Utama PT. DI (Dirgantara Indonesia). teman saya sendiri. sekarang dia aktif di bidang riset tentang Roket di himpunan mahasiswa penerbangan ITB. alhamdulillaah.. tidak pernah saya merasa rugi karena masuk ITB.

hanya sedikit hal yang bisa saya ceritakan malam ini. *ga bisa atau gara-gara udah ngantuk ya?

saya harap, berlian-berlian kampus itu tidak pernah hilang, meluruh karena waktu, namun tetap bertambah, menjadi besar dan muncul ke permukaan tanah. ya, suatu saat kita akan menjadi pioneer negeri ini, manusia-manusia terdepan yang akan membawa perubahan untuk Indonesia. bersinergi dengan manusia-manusia dari PT lain, kita bangun Indonesia kita sendiri. kita bangun semangat penelitiannya, kita bangun mindset kemandiriannya, kita bangun jiwa-jiwa entrepreneurshipnya, dan kita akan melihat empat puluh tahun yang akan datang, anak cucu kita tersenyum bangga melihat hasil karya dari kakek neneknya.

semangat terus para mahasiswa! semangat!

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Serambi Pikiran Saya

Selamat Datang

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"