Posts Tagged ‘ semangat ’

Berlian yang Terpendam

Saya yakin anak-anak (baca: mahasiswa) ITB itu tidak semuanya S.O. (Study Oriented-masa sih?), banyak manusia-manusia yang ternyata bisa aktif di kehidupan luar kampusnya, tak terkecuali di luar kuliahnya. banyak kok anak-anak yang jadi bussinessman, banyak juga yang menjadi relawan di kegiatan-kegiatan sosial. cuman ga keliatan. tapi itu gak akan jadi halangan anak-anak SMA yang akan masuk ITB (takut jadi S.O. juga), karena ITB punya banyak berlian kalo kita mau menggali.


ITB itu berwarna. ada warna ijo, putih, abu, coklat, *ih, eta mah warna gedung nyak.. maksud saya berwarna orang-orangnya. berasal dari berbagai habitat (baca: daerah), latarbelakang ekonomi, budaya, dan suku, berbeda-beda bahasa tapi bahasa pergaulan tetap satu, bahasa Jawa, *lho?.. canda, maksudnya bahasa Indonesia. ada juga orang-orang luar Indonesia, mereka memakai bahasa mereka sendiri, yang sering saya dengar adalah bahasa India, Inggris, lalu Malaysia. warna-warni itu membuat saya semakin mengerti arti kalimat “bhinneka tunggal ika”. ya, meskipun berbeda-beda dalam banyak hal, kita tetap satu Bangsa Indonesia. yang selalu bercita-cita bisa membangun negeri ini kelak. dimulai dari kampus ini tentunya.

ya.. seperti itulah ITB. kadang ditanyakan sama masyarakat sebelah. “mana nih, mahasiswa ITBnya, biasanya suka ngadain kegiatan di kampung kita?” saking ngangenin kali ya. masyarakat kangen sama senyuman, sentuhan tangan-tangan kreatif mahasiswa ITB untuk berkarya di masyarakat. mungkin kalo saya dengar sendiri, saya akan bilang, “masih dikembangin penelitiannya, pak.. “. ya, baguslah, saya pikir ITB memang harus lebih maju lagi di bidang riset dan penelitian. jangan mau kalah tuh sama negara tetangga. yang kita tonton Upin & Ipinnya.

anak-anak ITB tu potensial lho, untuk diterjunin ke masyarakat luas. saya salut pada teman-teman saya yang sudah mulai memainkan peran-peran politik di berbagai organisasi kemahasiswaan. entah itu himpunan mahasiswa jurusan, unit, maupun KM-ITB pusat. mantap lah, kecil-kecil sudah pandai menyusun strategi, aktif, dan kontributif. belum lagi yang punya cita-cita pengin jadi Direktur Utama PT. DI (Dirgantara Indonesia). teman saya sendiri. sekarang dia aktif di bidang riset tentang Roket di himpunan mahasiswa penerbangan ITB. alhamdulillaah.. tidak pernah saya merasa rugi karena masuk ITB.

hanya sedikit hal yang bisa saya ceritakan malam ini. *ga bisa atau gara-gara udah ngantuk ya?

saya harap, berlian-berlian kampus itu tidak pernah hilang, meluruh karena waktu, namun tetap bertambah, menjadi besar dan muncul ke permukaan tanah. ya, suatu saat kita akan menjadi pioneer negeri ini, manusia-manusia terdepan yang akan membawa perubahan untuk Indonesia. bersinergi dengan manusia-manusia dari PT lain, kita bangun Indonesia kita sendiri. kita bangun semangat penelitiannya, kita bangun mindset kemandiriannya, kita bangun jiwa-jiwa entrepreneurshipnya, dan kita akan melihat empat puluh tahun yang akan datang, anak cucu kita tersenyum bangga melihat hasil karya dari kakek neneknya.

semangat terus para mahasiswa! semangat!

Hikmah dan Makna Maulid Nabi Muhammad SAW

Pernahkah anda mendengar tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw? Ya, maulid menurut kaidah bahasa Arab artinya waktu/tempat kelahiran, dalam hal ini waktu yang lebih dominan. Jadi bisa diartikan sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Masih ingat, tanggal berapa Nabi saw dilahirkan? Pasti lah ya, tanggal 12 Rabi’ul Awwal, tahun Gajah. Jadi inget pelajaran siroh pas eSDe. haha..

Tanggal 12 Rabiul Awal 1433 H, tahun ini bertepatan pada 4 Pebruari 2012. Meskipun tulisan ini telat, insya Allah masih ada lah ya semangatnya untuk meneladani Nabi kita Muhammad saw dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tahu, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.

Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M) -yang oleh orang-orang barat disebut Salladin, kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad saw.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.

Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimpin besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme.

Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi. Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Muhammad sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal. Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.

Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.

Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Muhammad untuk seluruh umat manusia.

Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/15/makna-dan-hikmah-maulid-nabi-muhammad-saw/ (dengan sedikit perubahan)

Fokus itu HEBAT!

Tulisan ini saya repost dari blog seorang teman.

Sahabat hebat,

Hari ini hari yang spesial dan istimewa. Mengapa? ya…karena hari ini bukan saat yang sama dengan hari kemarin. Hari kemarin tinggal kenangan, hari esok harapan dan hari ini adalah KENYATAAN. Kenyataan untuk memutuskan bertindak. Ini momen istimewa, tentu sahabat hebat akan menggunakan dan mengisinya dengan hal-hal penting dan luar biasa serta menyingkirkan pengganggu yang tidak bermutu seperti kesedihan, kekhawatiran, isu miring yang belum tentu ada benarnya, menyikapi berlebihan perlakuan negatif orang lain dan segenap pikiran negatif yang sama sekali menjegal semangat kita.

Saya yakin sahabat tidak ingin kehilangan saat istimewa ini. Ada pepatah, ‘kesempatan tidak datang dua kali’ maka kuasa keputusan sahabat untuk memanfaatkan kesempatan ini akan mengukir kenangan saat hari meninggalkan dan berganti di hari lain. Mari kita ciptakan kenangan yang benar-benar membuat diri sahabat dan orang lain tersenyum, dengan sungguh-sungguh dan komitmen yang tinggi untuk melakukan yang terbaik.

Sahabat hebat, seberapa besar komitmen sahabat untuk menjadi sukses dan bahagia, dalam karir dan kehidupan sahabat?

Komitmen adalah sebuah percikan awal yang akan menyalakan api. Komitmen adalah kunci untuk menjalankan mesin. Ketika sahabat mendeklarasikan komitmennya; “Saya komit untuk melakukan apapun, berapa lama pun, dengan siapapun untuk mendapatkan hal tersebut”, maka sinyal tak terlihat akan mulai berjalan, seperti gelombang radio, bergema menuju sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan orang tersebut!

Seperti magic, sumber-sumber tersebut mulai menjadi kenyataan. Ide-ide mulai berdatangan. Waktu seolah menjadi lebih cepat, atau bahkan menjadi lambat, untuk mengakomodasi proses tersebut. Orang-orang yang diperlukanpun berdatangan…miracle happen !

Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Hukum Law of Attraction dalam buku ‘The Secret’ mengatakan : ‘Mintalah, dan Anda akan Mendapatkannya!’, kalau dengan bahasa agama;” berdo’alah maka Allah pasti mengabulkan”

Pernahkah sahabat bermain dengan garpu tala? Ketika sahabat mengetukkan garpu tala tersebut, maka ia akan mulai bervibrasi dan berdengung, mengirimkan vibrasi suara nada tertentu ke udara. Jika sahabat meletakkan garpu tala yang lain didekatnya, mengkalibrasikan nada yang sama, maka garpu tala kedua akan mulai bervibrasi dan berdengung secara harmonis dengan garpu tala pertama. Jika garpu tala kedua tidak di-setel dengan nada yang sama, maka tidak akan terjadi vibrasi.

Dengan analogi yang sama, sahabat mengirimkan sinyal yang tak terlihat dan tak bersuara. Malah, yang sering terjadi adalah sinyal tersebut lemah dan tidak fokus.

Namun jika sahabat sudah mencapai level komitmen tertentu, secara terus menerus membiasakan dengan keyakinan dan komitmen yang teguh dan kesabaran yang tinggi, maka intensitas vibrasi sahabat akan meningkat. Semangat sahabat, jiwa sahabat, tenaga sahabat –atau apapun namanya- akan mulai bersosialisasi pada frekuensi yang lebih tinggi. Vibrasi yang sahabat pancarkan ini, akan tertangkap –baik secara sadar maupun tidak- oleh orang lain yang sahabat temui. Pesan yang sahabat kirimkan adalah tak kentara, halus, namun pasti; yaitu komitmen sahabat!

Ketika sahabat komit, maka sel-sel dalam tubuh sahabat akan mendapatkan energi dari keinginan sahabat yang sangat kuat dan memiliki tujuan yang jelas!

“Seorang sukses, selalu komit untuk menjadi sukses! dan Tuhanpun akan memberi dengan kuasa takdirnya, karena anda memang layak menerima ganjaran atas KOMITMEN yang mantap dan luar biasa”

Apakah sahabat komit untuk menjadi kaya-sukses-bahagia?

Pernahkan sahabat menulis komitmen-komitmen sahabat tersebut?

Seberapa sering sahabat membaca kembali komitmen-komitmen yang pernah sahabat buat? Apakah sahabat pernah mendeklarasikan komitmen sahabat didepan orang lain?

Dalam training “THE POWER OF VISION” yang kami selenggarakan, peserta akan dipandu untuk membuat tujuan 3 – 5 tahun ke depan, kemudian dituangkan dalam kertas ukuran saku, yang dinamakan ‘Kartu Sakti”, kemudian naik stage atau panggung. Dengan disaksikan oleh peserta lain, sambil berdiri dan memberi support secara serempak mengatakan, “Agus, you are the best !” kemudian Agus akan mengucapkan terimakasih dan dengan semangat luar biasa membacakan visi yang telah ia buat.

Sahabat, pada saat sahabat mendeklarasikan komitmen sahabat didepan orang lain (umum), maka sahabat akan mendapatkan dukungan, do’a sekaligus persaksian dari banyak orang -langsung atau tidak langsung!

Dan, Insya Allah miracle happen akan menghampiri anda, semoga……..

Salam Sukses Berkelimpahan,

Penulis: Makhsun Al Makky

Tambahan dari saya, berkomit itu ternyata tidak selalu mudah, seringkali akal ingin melawan komitmen2 gila kita. Jadi solusinya, jangan hiraukan itu, selama kita masih percaya bahwa Allah pasti akan mengabulkan cita-cita kita, tanamkan terus komitmen kita, meskipun itu keliahatannya tidak mungkin (untuk sekarang, masa depan wallahu a’lam). Asalkan kita selalu mendekat dan senantiasa berada di jalan-Nya. 🙂

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Salam HEBAT! (hbb)

Sebuah “Pelajaran” dari Kuliah Perpindahan Kalor

Kamis, tanggal 26 Januari 2012 kemarin adalah hari kedua saya masuk kuliah Operasi Perpindahan Kalor setelah sebelumya kuliah pengantar hari Rabu, 25/1, di ruangan yang sama. Dosen Matakuliah ini adalah Dr. Ing. Dendy Adityawarman, yang kemudian saya sebut Pak Dendy.

Mulai masuk materi, pertama, pak Dendy mulai mereview hasil kuliah kemarin Rabu, yaitu tentang beberapa mekanisme perpindahan kalor, seperti Konduksi, Konveksi, dan Radiasi. Ya, mungkin istilah2 ini sama dengan yang saya temui di pelajaran IPA kelas 5 SD, tapi penjelasan dan sudutpandangnya kini lebih kompleks.

Konduksi, kalau pas SD didefinisikan sebagai perpindahan kalor melalui suatu benda/materi tanpa adanya perpindahan zat/molekul benda itu sendiri. Contoh umum, perpindahan panas dari ujung batang besi yang dipanaskan ke ujung yang lain. Sekarang lebih detail, kalor – dalam peristiwa konduksi – ditransfer dalam bentuk energi “by free electron” melalui celah antarmolekul, untuk medium berupa padatan dan metal (logam). Untuk padatan secara umum, ditambahkan, energi ditransfer melalui getaran antarmolekul di dalamnya. Berbeda dengan gas (jadi konduksi tidak hanya terjadi di padatan lho..), dalam gas energi kalor ditransfer dengan cara molekul yang memiliki temperatur tinggi memberikan energinya pada molekul lain yang bertemperatur lebih rendah.

Oke, konveksi. Di SD, konveksi itu perpindahan kalor melalui suatu medium, disertai perpindahan zat/molekul medium itu. Contoh, pas memanaskan air. Kalau ini hampir sama saja, jadi kalor ditransfer melalui molekul yang bergerak . hehe..

Radiasi, perpindahan kalor tanpa disertai medium. Contoh, panas matahari yang bisa sampai ke bumi. Apa mediumnya? Nggak ada. Radiasi panas matahari yang sampai ke bumi itu sama halnya dengan peristiwa perambatan cahaya, yakni merambat sebagai gelombang elektromagnetik.

Ini dia yang mau saya share. (yang di atas itu basa-basi.. hehe..)

Kuliah Kamis ini, pak Dendy melanjutkan penjelasannya tentang perpindahan kalor melalui konduksi. Muncullah satu makhluk (baca: rumus) baru yang bernama Fourier’s Law. Mungkin tepatnya Hukum Fourier. Hukum ini menjelaskan bagaimana kalor (q) berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain melalui medium sepanjang x dengan luas penampang A dan konduktifitas termal k karena adanya beda temperatur T. Di dalam Fourier’s Law terdapat persamaan umum, di sini disebut General Basic Equation,

Tahu lah ya, arti masing2nya. Nah, tiba-tiba Pak Dendy berkata, “hukum ini berlaku umum dalam setiap perpindahan kalor”. Apa yang saya cerna dari kata-kata Pak Dendy mungkin terlalu jauh, tapi akhirnya saya menemukan bahwa rumus ini tidak hanya berlaku untuk peristiwa perpindahan kalor saja, tapi di kehidupan nyata juga.

Oke, saya memandangnya seperti ini: anggap rate of a transfer process sebagai tingkat kegigihan, driving force sebagai usaha, dan resistance sebagai hambatan atau halangan kita melakukan sesuatu. Akan saya perjelas dengan contoh.

Orang yang sukses adalah orang yang tingkat kegigihannya tinggi, pantang menyerah. Orang yang gagal, kebalikannya, yaitu yang gampang menyerah. Bagaimana agar kita bisa menjadi orang yang sukses? Tentu, berdasarkan rumus di atas, usaha yang kita lakukan harus lebih besar daripada halangan kita melakukan sesuatu, contoh yang biasa kita temui adalah rasa malas. Melawan rasa malas adalah salah satu jenis usaha juga. Jadi simpelnya, dengan berusaha melawan rasa malas dan mengerjakan hal lain yang berujung kebaikan, kita akan menjadi orang sukses. Itu salah satu contoh kecil.

Bagaimana dengan orang yang gagal? Kebalikannya. Orang yang gagal adalah yang gampang menyerah pada keadaan. Artinya, bukan karena halangan yang bertambah banyak, tapi karena sedikitnya usaha untuk melawan halangan-halangan itu. Contoh, Budi (nama samaran) lapar dan ingin makan siang tapi dia tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Ada 2 kemungkinan. Budi menjadi orang yang sukses (A) menjalankan “misi”nya, yaitu makan siang, atau menjadi orang yang gagal (B), atau tidak jadi makan siang dan kelaparan.

Budi A (gigih) dengan segenap usahanya, akhirnya memendapat pinjaman uang dari teman satu kosnya. Dia berangkat ke warung dan berhasil makan siang. Yes! Untuk hari ini Budi A berhasil, dan tidak merasa lapar lagi, tapi dia harus membayar hutang ke temannya.

Berbeda dengan Budi B (malas). Tidak ada usaha yang dia lakukan. Pinjam uangpun tidak, utang di warung juga tidak berani, ambil ke ATM katanya jauh. Apa yang terjadi? Budi B sangat kelaparan dan akhirnya mati di kamarnya (haha.. canda).

Dua contoh di atas saya kira sudah memberikan gambaran mengenai Fourier’s Law dalam kehidupan nyata, bisa dikembangkan sendiri lah maknanya. Menjadi pelajaran juga akhirnya buat saya pribadi, (semoga teman-teman juga) bahwa untuk menjadi orang SUPER, usahanya juga harus SUPER. Tidak ada orang SUPER yang cuma tidur, nggalau, main, tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi masa depannya. Dan tidak ada kata GAGAL untuk orang yang sangat gigih kerjanya, tekun belajar, peduli pada sesama, rajin berdoa, dan lain-lain.

“Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan Dia mendapat (siksa) dari kejahatan yang diperbuatnya..” (QS. Al-Baqarah : 286)

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Imran : 165)

Kesimpulannya, SUKSES itu tidak datang tiba-tiba, kawan, GAGAL juga tidak datang semena-mena. Karean semua itu ada sabab dan musabbabnya. Tetap semangat, tingkatkan terus usahamu untuk mencapai kesuksesan yang kau inginkan, tentunya dengan ijin Allah swt. 😀 (hbb)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Serambi Pikiran Saya

Selamat Datang

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"