Posts Tagged ‘ perubahan ’

Semangat Prestatif Banyuwangi Berprestasi | #RPC2013 #review

Long-long ago.. sudah hampir satu bulan yang lalu tepatnya, acara ini berlangsung. Seharusnya sudah saya posting beritanya pada pekan-pekan yang lalu, ternyata tidak sempat. Yasudah, sekarang saja.

Sudah familiar kan dengan Banyuwangi Berprestasi? Oke, saya anggap lupa, saya ulang ya, hehe. Banyuwangi Berprestasi merupakan salah satu dari tiga rangkaian acara Ramadhan Penuh Cinta 2013 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pelajar Banyuwangi atau (lebih terkenal dengan) IAPB. Acara ini ditujukan untuk para siswa-siswi SMA yang ada di Banyuwangi (meskipun baru sebagian SMA saja) agar mereka yang tidak mampu namun memiliki prestasi bisa mendapat fasilitas pendidikan yang layak seperti siswa-siswi lain yang tergolong mampu. Salah satu yang bisa kita berikan adalah paket Bimbingan Belajar untuk tiga peserta terbaik. Program ini diawali dengan seleksi berkas. Berkas yang diseleksi antara lain biodata (CV), esai, dan piagam penghargaan/bukti prestasi. Kalau saya tidak salah ingat, alhamdulillah ada 80an berkas yang masuk ke panitia, yang dikirim oleh siswa-siswi dari berbagai SMA di Banyuwangi. Dari proses seleksi berkas ini diambil 10 peserta terbaik yang akan mengikuti tahapan selanjutnya. Yup, tahapan selanjutnya adalah pembinaan. 

Tahap pembinaan diselenggarakan pada hari Kamis (01/8) berlangsung selama setengah hari, mulai siang hingga menjelang maghrib. Materi yang diberikan adalah tentang leadership, entrepreneurship, dan presentation skill. Sayangnya, pemateri leadership tidak bisa datang.

materi bp1

materi bp2

materi bp3

Para finalis sangat bersemangat mengikuti pembinaan ini. Beberapa dari mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan pemateri. Good.. good. Oiya, hampir lupa, dari 10 finalis ini 3 orang berasal dari SMAN 1 Glagah, 3 orang dari SMAN 1 Banyuwangi, 2 orang dari SMAN 1 Rogojampi, dan 2 orang lagi dari MAN Banyuwangi. Di akhir tahap pembinaan ini para finalis diberikan tugas studi kreatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Banyuwangi sesuai dengan passion mereka, sekaligus membuatnya dalam bentuk presentasi. Tahap penilaian tugas dan presentasi dilakukan pada hari Sabtu (03/8).

Hari Sabtu, para finalis datang dengan membawa “amunisi”nya masing-masing. Mereka yang membawa file presentasi berpresentasi menggunakan infokus, sedangkan yang lainnya ada yang berpresentasi menggunakan kertas bergambar, ada pula yang hanya dengan lisan. Waah, keren. Mau tahu bagaimana gaya para finalis ini berpresentasi? Yuk, kita lihat foto-foto di bawah ini.

1

2

3

4

Pak Sucahyo, finalis, dewan juri, dan beberapa panitia.

Pak Sucahyo, finalis, dewan juri, dan beberapa panitia.

Meskipun para finalis ini memiliki waktu hanya 2 hari untuk studi dan membuat presentasi, tapi dari performa mereka terlihat bagaimana mereka sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini. Semoga semangat prestatif (dan kreatif) ini tetap berlanjut di hari-hari berikutnya. Saya yakin dengan adanya peran aktif siswa-siswi kreatif seperti mereka, Banyuwangi akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Kita do’akan saja. Aamiin.. 🙂

Pagi sampai siang para finalis presentasi, sorenya langsung keluar pengumuman. Tiga siswa terbaik dipilih untuk menerima paket Bimbingan Belajar dari PRIMAGAMA, yaitu senilai 1jt, 750rb, dan 500rb rupiah. Pengumuman siswa terbaik dilakukan di tengah-tengah acara ketiga kami, yaitu Buka Bersama dan Santunan 555 Anak Yatim, Piatu, dan Dhu’afa’ se-Banyuwangi. Pemberian hadiah secara simbolis dilakukan oleh Pak Sucahyo selaku pembina IAPB, saya selaku Ketua umum, dan kawan saya Intan selaku penanggungjawab program Banyuwangi Berprestasi. Seperti biasa, setelah penyerahan hadiah selesai, kami berfoto. hehe. Kali ini MC (Lina dan Pipit), dan beberapa panitia juga ikut foto.

6

Saya pikir, cerita tentang Banyuwangi Berprestasi hanya sampai di sini. Pada edisi selanjutnya, saya (atau kami) akan bercerita tentang acara Buka Bersama dan Santunan 555 Anak Yatim, Piatu, dan Dhu’afa se-Banyuwangi, termasuk kisah suka-duka kami, tenang-panik, senyum-mewek, dan segala macemnya. Semoga kawan-kawan tetap setia (dan tidak bosan) membaca tulisan-tulisan saya ya, meskipun kadang membosankan, hehe..

Untuk adik-adikku alumni Banyuwangi Berprestasi angkatan #1, tetaplah berprestasi, tetaplah bersemangat dalam meniti cita-cita kalian.

Percayalah bahwa karya sekecil apapun, akan mampu membawa perubahan jika kita mau mewujudkannya. InsyaAllah.. (hbb)

Salam hangat kami,
Ikatan Alumni Pelajar Banyuwangi (IAPB)

Banyuwangi, Sebuah Contoh Perubahan

Kawan2 mengenal kota yang satu ini? Belum? Oke, Banyuwangi ialah sebuah kabupaten di ujung timur pulau Jawa, yang diapit oleh tiga kabupaten dan satu selat. Bagian timur berbatasan langsung dengan selat Bali, bagian barat adalah Kabupaten Jember dan Bondowoso, bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dan bagian utaranya berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo. Di dalamnya terdapat kota kecil bernama Banyuwangi, kota tempat saya dilahirkan, dan tempat keluarga saya tinggal.

Peta Kabupaten Banyuwangi

Letak Banyuwangi secara geografis berada di ujung pulau. Meski begitu, Banyuwangi memiliki potensi yang tak kalah besarnya dibandingkan kabupaten lain di sekitarnya. Mulai dari potensi pariwisata, industri, hingga potensi ekonomi. Tidak heran, kenapa Kang Anas, bupati Banyuwangi sekarang, berani membuat julukan untuk Banyuwangi ini The Sunrise of Java, atau “Matahari Terbit nya Pulau Jawa”. #wiiih

Wait! Ternyata tidak semudah membalik telapak kaki menjuluki Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java, semacam visi yang terlalu berat. Memang benar. Pada awalnya, saya sendiri merasa aneh, karena yang saya ketahui Banyuwangi belum cukup bagus dari segi infrastruktur waktu itu. Masih banyak pembangunan infrastruktur yang belum rampung, infrastruktur lama yang belum diperbaiki, dan rencana pembangunan beberapa infrastruktur baru yang belum terealisasikan. Namun seiring berjalannya waktu, Banyuwangi mulai berbenah.

we have already changed

Perubahan pertama yang saya lihat ialah TMP. Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, dulunya terlihat gelap, kumuh, dan kurang teratur karena banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sana. Sekarang terlihat begitu berbeda. Tidak ada lagi pedagang liar seperti tahun-tahun sebelumnya, warung remang2, atau apapun yang mengganggu pangdangan mata. Kini di bagian depan, sudah ada tamannya, yang sudah terang benderang, dan sudah diperbarui rumput, dan jalannya. Dihiasi pula dengan beberapa pohon palem yang tertata sangat rapi dan satu gazibu agak besar. Masyarakat tidak merasa angker lagi. Mereka “sangat” bisa bermain2 di taman ini bahkan saat malam hari. Apalagi tersedia hotspot di gazibunya. #wah mantap. Perubahan yang cukup dahsyat.

TMP sekarang, dilihat dari depan

Masjid Agung Baiturrahman, alhamdulillaah,akhirya selesai juga renovasinya sejak beberapa tahun yang lalu (saya lupa). Kini Masjid ini terlihat lebih hidup dan menjadi pusat kegiatan keislaman terbesar di sini. Selain berperan sebagai penyelenggara agenda2 keislaman rutin dan insidental, masjid ini juga berperan dalam pelayanan informasi untuk seluruh ummat muslim di Banyuwangi khususnya, melalui media elektronik seperti radio Baiturrahman FM dan TV Baiturrahman. Desain masjidnya yang megah, dan suasana interior yang teduh dan nyaman, membuat para jama’ah semakin senang untuk datang dan beribadah di masjid ini. Sungguh menyenangkan.

Masjid Agung Baiturrahman yang telah direnovasi

Tak mau kalah dengan MA Baiturrahman yang telah selesai renovasinya. Taman Sritanjung pun dibenahi. Maklum, taman pusat kota ini terletak persis di depan MA Baiturrahman. Bagaimana mungkin suatu alun-alun (pusat kota) dengan masjid bagus, tapi tamannya sangat jelek dan mengerikan? Pertanyaan ini langsung terjawab oleh action yang diterapkan oleh pemerintah Banyuwangi. Taman Sritanjung benar-benar seperti kamar tidur anak2 yang penuh dengan mainan berserakan, kemudian dibereskan dan dirapikan mainannya sehingga berada di tempat yang semestinya. Dulu, taman ini begitu tertutup dengan pagarnya, terlihat tidak rapi karena selain tamannya tidak terawat, banyak pula pedagang kaki lima yang mangkal di pinggir jalan. Yang terjadi ialah jalan menjadi tempat parkir pembeli dan ini sangat mengganggu. Belum lagi lampu taman banyak yang mati sehingga taman menjadi gelap dan menjadi tempat favorit orang pacaran (bergelap-gelapan). And now… really different! 

Yang dulunya tertutup, sekarang terbuka, siapapun bisa masuk dari arah manapun.

Taman Sritanjung di depan Masjid Agung Baiturrahman

Yang dulunya pohon2 tidak terawat sehingga menjadikan tamannya terlihat gelap, sekarang diganti dengan tanaman2 hias yang indah. Pandangan menjadi terang. Jalan2 yang dulu tidak jelas karena sudah hampir tertutup tanah, sekarang terlihat jelas, bersih dan luas sehingga sangat nyaman bagi pejalan kaki, baik yang muda maupun yang tua. #mantap lah.

Jalan setapak di Taman Sritanjung

Yang paling mengesankan, para pedagang tidak berserakan seperti mainan lagi. Kini ada spot khusus di tepi selatan taman yang khusus digunakan sebagai tempat berjualan makanan. Semacam food court. Sehingga … terlihat awsome! 😉

Food Court di Taman Sritanjung

Rapi bukan? #haha. Menurut saya ini sudah sangat bagus untuk sebuah perubahan. Alhamdulillaah.

Dan masih banyak lagi perubahan-perubahan yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun ini, yang tidak bisa saya ceritakan semuanya. Di antaranya ialah bandara Blimbing Sari yang sudah mulai beroperasi, perbaikan beberapa ruas jalan, dan pembangunan ruko dan perumahan yang menandakan perekonomian Banyuwangi sudah mulai berkembang.

Itulah kawan. Sedikit kisah tentang Banyuwangi. Sebuah kota kecil yang mampu berubah secara mandiri. Kota kecil yang membuat saya semakin merasa memiliki dan mencintai potensi negeri ini. Ini ceritaku, mana ceritamu? (hbb)

“I love this city, and I love it’s change”

Berlian yang Terpendam

Saya yakin anak-anak (baca: mahasiswa) ITB itu tidak semuanya S.O. (Study Oriented-masa sih?), banyak manusia-manusia yang ternyata bisa aktif di kehidupan luar kampusnya, tak terkecuali di luar kuliahnya. banyak kok anak-anak yang jadi bussinessman, banyak juga yang menjadi relawan di kegiatan-kegiatan sosial. cuman ga keliatan. tapi itu gak akan jadi halangan anak-anak SMA yang akan masuk ITB (takut jadi S.O. juga), karena ITB punya banyak berlian kalo kita mau menggali.


ITB itu berwarna. ada warna ijo, putih, abu, coklat, *ih, eta mah warna gedung nyak.. maksud saya berwarna orang-orangnya. berasal dari berbagai habitat (baca: daerah), latarbelakang ekonomi, budaya, dan suku, berbeda-beda bahasa tapi bahasa pergaulan tetap satu, bahasa Jawa, *lho?.. canda, maksudnya bahasa Indonesia. ada juga orang-orang luar Indonesia, mereka memakai bahasa mereka sendiri, yang sering saya dengar adalah bahasa India, Inggris, lalu Malaysia. warna-warni itu membuat saya semakin mengerti arti kalimat “bhinneka tunggal ika”. ya, meskipun berbeda-beda dalam banyak hal, kita tetap satu Bangsa Indonesia. yang selalu bercita-cita bisa membangun negeri ini kelak. dimulai dari kampus ini tentunya.

ya.. seperti itulah ITB. kadang ditanyakan sama masyarakat sebelah. “mana nih, mahasiswa ITBnya, biasanya suka ngadain kegiatan di kampung kita?” saking ngangenin kali ya. masyarakat kangen sama senyuman, sentuhan tangan-tangan kreatif mahasiswa ITB untuk berkarya di masyarakat. mungkin kalo saya dengar sendiri, saya akan bilang, “masih dikembangin penelitiannya, pak.. “. ya, baguslah, saya pikir ITB memang harus lebih maju lagi di bidang riset dan penelitian. jangan mau kalah tuh sama negara tetangga. yang kita tonton Upin & Ipinnya.

anak-anak ITB tu potensial lho, untuk diterjunin ke masyarakat luas. saya salut pada teman-teman saya yang sudah mulai memainkan peran-peran politik di berbagai organisasi kemahasiswaan. entah itu himpunan mahasiswa jurusan, unit, maupun KM-ITB pusat. mantap lah, kecil-kecil sudah pandai menyusun strategi, aktif, dan kontributif. belum lagi yang punya cita-cita pengin jadi Direktur Utama PT. DI (Dirgantara Indonesia). teman saya sendiri. sekarang dia aktif di bidang riset tentang Roket di himpunan mahasiswa penerbangan ITB. alhamdulillaah.. tidak pernah saya merasa rugi karena masuk ITB.

hanya sedikit hal yang bisa saya ceritakan malam ini. *ga bisa atau gara-gara udah ngantuk ya?

saya harap, berlian-berlian kampus itu tidak pernah hilang, meluruh karena waktu, namun tetap bertambah, menjadi besar dan muncul ke permukaan tanah. ya, suatu saat kita akan menjadi pioneer negeri ini, manusia-manusia terdepan yang akan membawa perubahan untuk Indonesia. bersinergi dengan manusia-manusia dari PT lain, kita bangun Indonesia kita sendiri. kita bangun semangat penelitiannya, kita bangun mindset kemandiriannya, kita bangun jiwa-jiwa entrepreneurshipnya, dan kita akan melihat empat puluh tahun yang akan datang, anak cucu kita tersenyum bangga melihat hasil karya dari kakek neneknya.

semangat terus para mahasiswa! semangat!

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Serambi Pikiran Saya

Selamat Datang

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"