Posts Tagged ‘ niat ’

Niat nikah

Niat nikahnya Syaikh Al-Arif Billah Ali bin Abi Bakr As-Sakron Rodliyallohu ‘Anhu (dikutip dari “Kitab Niat”):

niat nikah

Artinya:

“Saya niat menikah dan berpasangan karena cinta pada Allah ‘azza wa Jalla,dan berusaha untuk menghasilkan anak (keturunan) untuk berlangsungnya kehidupan manusia, dan saya niat karena cinta kepada Rosululloh shollallohu alaihi wasallam untuk memperbanyak hal yang membanggakan beliau, karena sabda beliau shollallohu alaihi wasallam:
“Menikahlah kalian, dan memperbanyaklah keturunan, karena sesungguhnya saya bangga dengan sebab kalian terhadap umat-umat (kelak) di hari kiamat”

Saya niat dengan pernikahan ini dan apa yang keluar dariku baik berupa ucapan dan perbuatan untuk tabaruk dengan doa anak sholih, dan mencari syafaat dengan kematian anak ketika masih kecil jika mati sebelum aku. Dan aku niat dengan pernikahan ini untuk membentengi diri dari syetan, memecah kerinduan, dan memecah bencana buruk, menundukkan pandangan, meminimalisir was-was (bisikan hati), dan saya niat memelihara kemaluan dari hal-hal yang keji.

Saya niat dengan pernikahan ini untuk menenangkan dan mententramkan jiwa dengan duduk bersama, memandang, dan saling bersenda gurau, dan untuk menenangkan dan menguatkan hati dalam beribadah. Saya niat dengan pernikahan ini untuk mengosongkan hati dari mengatur rumah, dan menanggung kesibukan memasak, menyapu, menyiapkan tempat tidur, membersihkan wadah dan mempersiapkan sebab-sebab (bekal-bekal) hidup. 

Saya niat dengan pernikahan ini seperti apa yang telah di niatkan dalam pernikahan hamba-hambaMu yang sholih dan Ulama yang mengamalkan ilmunya.”

Diperoleh dari: Kumpulan Tanya Jawab Keagamaan – Pustaka Islam Sunni Salafiyah KTB.pdf

Advertisements

Bukan Energi Saja, Niat Juga Kudu Terbarukan

niat tempatnya di hati. memperbarui niat, memperbarui hati.

niat tempatnya di hati. memperbarui niat, memperbarui hati, memperbarui jiwa.

seringkali ketika kita tidak sadar bahwasannya memperbarui niat itu penting. yaitu ketika amal-amal kebaikan mulai menjadi kebiasaan atau sekedar rutinitas. lha, bukannya bagus?

ternyata tidak. Amru Khalid, dalam bukunya “Ishlaahul-quluub”, beliau menuliskan : “ketika ketaatan berubah menjadi sekadar kebiasaan (rutinitas), berkuranglah rasa ketaatan dalam beribadah tersebut.”

contohnya ialah ketika sholat berjamaah yang kita lakukan di masjid telah menjadi rutinitas. menurut beliau, idealnya setiap kita pergi ke masjid, kita perbarui juga niat kita. atas dasar apa kita sholat berjamaah? mengapa kok di masjid? apa yang kita harapkan dari sholat berjamaah di masjid? dan lain-lain. misalnya, “saya sholat berjamaah karena pahalanya 27 kali lipat dibandingkan sholat sendiri, saya berjalan ke masjid karena yakin bahwa Allah mengangkat derajat dan menghapuskan dosa saya dalam setiap langkah, dan saya ingin mengikuti jejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabat yang senang sholat berjamaah di masjid.”

apa tujuannya? agar semangat dan keikhlasan di hati kita tidak mengalami degradasi (futur) dan kelunturan. beliau menambahkan, di antara sebab utama degradasi pada hamba yang shalih atau telah lama melakukan ketaatan ialah tidak lagi memperbarui niat.

contoh lain yaitu para muslimah yang memakai jilbab. mungkin kita pernah menemukan wanita yang memakai jilbab, lalu melepasnya – na’uudzu billaahi min dzaalik. ini adalah kemaksiatan yang besar. dalam bukunya itu, beliau menuturkan,

“saya tidak mengatakan ia bukan seorang muslimah. bisa jadi ia mencari wajah Allah subhanahu wa ta’ala dengan amal ketaatan lainnya. tetapi ketika memakai jilbab, ia melupakan niat dan tidak pernah melakukan pembaharuan niat.”

menurut beliau, mestinya dia bertanya kepada diri sendiri, “mengapa aku memakai jilbab?” dan dijawab dengan tegas. “taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bertasyabuh dengan wanita mukmin, malu kepada Allah dan ingin mendapat ridha Allah. maka aku ingin sekali memakai jilbab, dan setiap hari kuperbarui niat di hatiku.”

yah, semoga kita bisa menjadi muslim yang selalu memperbarui niat dalam setiap amal ibadah kita. wallaahu a’lamu bish-showaab.

Niat itu #SUPER!

Siapa yang setiap akan melakukan perbuatan selalu diawali dengan niat? anda? wah itu #SUPER sekali, asal niatnya baik. kenapa saya bilang #SUPER? nabi saw. sendiri yang bersabda, bahwa niat itu mempengaruhi kualitas amal seseorang. dalam hadits disebutkan:

Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab bin Naufal bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Qurasyiy Al-Adawiy ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari Mekkah ke Madinah) karena Allah dan Rasul-Nya. (mekakukam hijrah demi mengagungkan dan melaksanakan perintah Allah dan utusan-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau karena perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas kepada sesuatu yang menjadi tujuannya (tidak diterima oleh Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

jadi jelas, ganjaran orang yang niatnya ikhlas karena Allah swt. dan yang tidak, beda, meskipun ada kemungkinan amal yang dilakukannya sama. ini yang pertama.

keunggulan lain yang membuat niat itu #SUPER, ialah yang tersirat dalam hadits berikut:

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr ra., ia berkata Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak
memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada hati kalian.” (HR. Muslim)

artinya sehebat apapun perbuatan kita, amal kita, jika tidak kita niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. atau sekedar sarana untuk berbuat kebaikan, itu jadi tidak bernilai di sisi Allah swt. Allah melihat apa yang kita niatkan. itu yang kedua.

yang ketiga. baru berniat baik pun, kita sudah dapat pahala. dalam suatu hadits disebutkan:

Dari Abil Abbas Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib ra., ia berkata: Rasulullah SAW menjelaskan apa yang diterima dari Tuhannya, yaitu: “Sesungguhnya Allah SWT., sudah mencatat semua perbuatan baik dan buruk, kemudian Allah menerangkannya kepada para malaikat, mana perbuatan yang baik dan mana pula perbuatan buruk yang harus dicatat. Oleh karena itu, siapa saja bermaksud melakukan perbuatan baik, lalu tidak mengerjakannya, maka Allah mencatat maksud baik itu sebagai satu amal baik yang sempurna. Jika orang itu bermaksud melakukan kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah mencatat disisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, dan dilipat gandakannya lagi. Siapa saja yang bermaksud melakukan keburukan, lalu tidak jadi melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal baik yang sempurna. Apabila ia bermaksud melakukan keburukan kemudian mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

dalam hadits lain disebutkan:

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Shalat seseorang dengan berjamaah, lebih banyak
pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau di rumahnya, selisih dua puluh derajat. Karena seseorang yang
telah menyempurnakan wudhunya, kemudian pergi ke masjid dan hanya bertujuan untuk shalat, maka setiap langkah diangkatlah satu derajat dan diampuni satu dosa, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid ia dianggap mengerjakan shalat selama menunggu dilaksanakannya. Para malaikat mendoakan: “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah taubatnya selama tidak berbuat gaduh dan berhadats.” (HR. Bukhari dan Muslim)

satu niat baik, sudah dinilai sbg satu kebaikan yang sempurna. jika dilakukan, bisa diganjar 10 kali lipat dan bisa mencapai 700 kali lipat, dan masih dilipatgandakan lagi. subhanallaah. #SUPER.

beda dengan kejelekan. satu niat jelek, jika tidak jadi dilakukan, satu kebaikan yang sempurna. jika dilakukan pun, hanya diniliai sebagai satu kejelekan. sungguh Allah maha pemurah kepada hamba-hambaNya.

intinya, sangat terlihat perbedaan antara amal yang diawalai niat karena Allah, dan yang tidak. beda niat, selisih ganjarannya bisa mencapai 700 kali lipat atau bahkan lebih. tinggal kita yang milih, mau yang 10-700-unlimited atau ga dapet sama sekali, cuma cape beramal doang? *hehe.

jadi yuk mulai sekarang kita upgrade niat kita, perumpamaan antivirus, databasenya harus selalu update, *bener ga? karena gak akan #SUPER lagi kalo niatnya asal-asalan. jangan sampai amal-amal yang kita lakukan cape2, siang-malam, jadi sia2 gara2 salah niat. semoga amal2 kita selanjutnya selalu berbasis niat yang lurus karena Allah swt., karena ingin mendapatkan suatu kebaikan dunia dan akhirat. aamiin. 🙂

mari kita sama2 berubah, sama2 mengubah.

wallaahu a’lamu bish-showaab. semoga bermanfaat. (hbb)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"