Posts Tagged ‘ manfaat ’

Menghidupkan Hidup

jadikan hidupmu berwarna. berwarna. bukan hitam. :)

jadikan hidupmu berwarna. berwarna. bukan hitam. ­čÖé

sekarang usia saya sudah kepala 2, ekor 1. ya, usia 21. setahun lebih dekat dengan mati, dibandingkan saat baru berusia 20 tahun dulu. apa artinya ini?

(menjawab untuk diri sendiri) artinya saya harus lebih pandai mengatur waktu, memanajemen pikiran dan emosi, lebih banyak melakukan amalan ibadah dan meninggalkan maksiat, lebih dewasa dan lebih bijak, lebih amanah dan bertanggungjawab, lebih bersih dan bebas dari berbagai penyakit hati, lebih banyak menebar manfaat dan menghapus kesia-siaan, lebih giat dalam ber”amar ma’ruf dan nahi munkar”, lebih berpendidikan dan profesional, ┬ádan lebih peduli terhadap sesama.

ketahuilah, kawan, hidup ini tidak lama. karena kita tidak tahu kapan usainya. hidup ini juga tidak sebentar, oleh karenanya kita masih boleh punya rencana, visi, dan cita-cita.

menjalani hari-hari dengan penuh perencanaan akan jauh lebih baik daripada menjalani apa adanya. karena dengan menjalani apa adanya, berarti kita telah menyia-nyiakan nikmat Allah yang begitu berharga, yaitu kesempatan.

ya, tiap orang memiliki kesempatan yang sama. hanya berbeda bagaimana menanganinya.

sekali lagi, jatah hidup kita tidak bisa ┬ákita prediksi. kapan berakhir, kapan berlanjut. melakukan sesuatu yang bermanfaat adalah suatu keniscayaan. jangan menyia-nyiakan hidup, jangan menyia-nyiakan kesempatan. ­čÖé

Semua Datangnya dari Allah

Dari Abu Al-Abbas Abdullah bin Abbas ra., beliau berkata: Suatu saat saya berada di belakang Nabi saw., maka beliau bersabda:

Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu empat perkara: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika suatu umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering . (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih).

Dalam sebuah riwayat selain Turmuzi dikatakan:

Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di depanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang tidak ditakdirkan atasmu tidak akan menimpamu dan apa yang menimpamu itulah yang ditakdirkan atasmu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).

sumber: Hadits Arba’in An-Nawawiyah

Berkata Baik vs Diam

Sabtu, 4 Pebruari 2012 – Malam ini saya sangat tertarik dengan hadits Nabi saw dalam Hadits Arba’in, yang kelima belas, yang berbunyi:

Terjemahan: 

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Subhaanallaah, sebegitu eratkah kaitan antara iman dan kehidupan sehari-hari, hingga bagian terkecil pun seperti berbicara dapat mempengaruhi kualitas iman kita. Berdasarkan hadits di atas, secara logika, tentu berbeda, dong, kualitas iman antara orang yang banyak bicara dan orang yang banyak diam.

Ada dua kemungkinan untuk orang yang banyak bicara, pertama pembicaraannya itu berpahala karena dapat menumbuhkan manfaat bagi orang lain, kedua pembicaraannya itu hanya menambah dosa saja karena isinya yang kurang bermutu seperti gossip, fitnah, dan perkataan lain yang tidak disukai oleh Allah dan RasulNya.

Barang siapa banyak bicaranya maka banyaklah kesalahannya, dan orang yang banyak salahnya berarti banyak dosanya sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka.ÔÇŁ

Astaghfirullahal-adziim, sudah berapa banyak kata-kata yang keluar dari mulut kita sedangkan itu hanya sia-sia dan tidak membawa manfaat sama sekali. Sudah tidak asing lagi saya kira, kata-kata seperti “dia tuh mobilnya keren banget anj*ng.. atau “lo tau gak sih dosen Y tu ngajarnya lambat banget, bla bla bla.., dan banyak lagi contoh yang lain, termasuk pula pembicaraan yang hanya membuang2 waktu seperti, membicarakan lagu2, video klip, bahkan kehidupan artis luar negeri (siapa coba, mereka?). Tidak berguna sebenarnya, karena di dunia tak membawa kebaikan, di akhiratpun takkan membantu. Apakah sama, lisan yang akan mengatakan, “sungguh aku dulu di dunia hanya digunakan untuk membicarakan artis X, bla bla bla..” dan yang mengatakan, “mahasuci Engkau yang menciptakanku, sungguh aku dulu di dunia sering digunakan untuk berdzikir kepadaMu siang dan malam..” di hari pertanggungjawaban kelak? Kalau berbeda apa┬ábedanya? Ya, lidah pertama mungkin milik seseorang yang banyak nggossip, sedangkan lidah kedua adalah milik seseorang yang sholih yang selalu menjaga perkataannya dengan berkata baik dan sering berdzikir kepada Allah swt. Sesungguhnya Allah swt telah berfirman:

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat yang selalu hadirÔÇŁ. (QS. Qaf : 18)

Mahabenar Allah swt, tidak ada yang lolos dari pengawasan malaikat. Kalau tiap-tiap perkataan kita dicatat, takkan akan yang bisa berdusta di hari pertanggungjawaban kelak.

Rasulullah saw juga bersabda :

Sesungguhnya seseorang yang sekedar bicara satu kalimat saja ia menganggapnya tidak mengundang resiko macam-macam. Tetapi sebenarnya itu dapat juga menggelincirkan ke dalam neraka selama tujuh puluh tahunÔÇŁ. (HR. Tirmidzi).

Tuh, bahkan bicara sekedar satu kalimat pun -yang kadang kita anggap tak beresiko- ternyata bisa menggelincirkan kita ke neraka selama tujuh puluh tahun. Apalagi jika kita berbicara panjang lebar seakan tiada habisnya, tentu saja akan lebih dikhawatirkan resikonya. Bayangkan, jika seperti itu berapa puluh tahunkah kita akan mendekam di neraka? (Na’udzu billah..)

Intinya sih menurut saya, harus berlaku harga mati. Kalau tidak bisa berkata baik, mending diam, kerena itu yang paling aman. Perlu diketahui juga, tidak semua diam itu “emas”. Diam itu “emas” hanya apabila dalam diamnya itu ada tafakkur dan berniat menjaga diri dari perkataan yang sia-sia (ini petuah dari salah seorang guru saya).

So, kesimpulannya, mari kita bersama-sama memperbaiki kualitas iman kita, dimulai dari yang kecil, njogo omongan kalo kata orang Jawa. Ngomong itu yang pasti-pasti aja. Pasti ada pahala, maksudnya. Mulai sekarang No GOSSIP, No GHIBAH, No FITNAH, yuk perbanyak DZIKIR!

Semoga bermanfaat. ­čÖé (hbb)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the catÔÇÖs pajamas

Serambi Pikiran Saya

Selamat Datang

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

ěž┘Ä┘ä┘ä┘Ĺ┘Ä┘ç┘Ć┘ů┘Ĺ┘Ä ěÁ┘Ä┘ä┘É┘Ĺ ě╣┘Ä┘ä┘Ĺ┘Ä┘ë ě│┘Ä┘Ő┘É┘Ĺě»┘É┘ć┘Äěž ┘ů┘Ćěş┘Ä┘ů┘Ĺ┘Äě»┘Ź ┘ł┘Ä ěž┘Ä┘ä┘É┘ç┘É ┘ł┘ÄěÁ┘Äěş┘ĺěĘ┘É┘ç┘É ┘ł┘Äě│┘Ä┘ä┘É┘Ĺ┘ů┘ĺ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"