Posts Tagged ‘ mahasiswa ’

Tentang 100 Milyar

korupsi harus dimusnahkan dari muka bumi

korupsi harus dimusnahkan dari muka bumi

Di awal suatu kuliah, terjadi percakapan singkat antara dosen dan para mahasiswanya.

Dosen (D) : “Kalian kuliah, dari tingkat satu sampai tingkat akhir biayanya berapa?”

Mahasiswa (M) : “berbeda-beda pak tiap tahunnya, angkatan 2009 persemester 4 juta, yang 2010-nya 5 juta, ditambah uang pangkal kurang lebih 55 juta, ditambah biaya hidup, kurang lebih jadi 100 juta selama 4 tahun.”

D : “oo gitu, berarti kalau ada uang 1 milyar, bisa membiayai 10 mahasiswa ya?”

M : “iya pak..”

D : “mm.. kalau 100 milyar, berarti bisa 1000 mahasiswa ya?”

M : “benar pak..”

D : “kalau begitu berarti orang-orang yang korupsi ratusan milyar itu sudah menghilangkan kesempatan kuliah ribuan mahasiswa dong.. bener ya?”

M : …

Selalu Ada yang Tertinggal

Selalu ada yang tertinggal..
Selalu saja ada yang tertinggal di meja..
Entah, tertinggal atau memang ditinggalkan..

Meja hotspot salah satu Himpunan Mahasiswa

Meja hotspot salah satu Himpunan Mahasiswa

menciptakan budaya membuang sampah pada tempatnya sepertinya tak semudah menciptakan budaya diskusi di himpunan, atau membudayakan sikap professionalisme. nyatanya, masih banyak orang2 (eh, mahasiswa) yang “hobi”nya meninggalkan sampah di sembarang tempat. meja, kursi, selasar, atau malah di dalam himpunan. miris melihatnya. apalagi jika terjadi di lingkungan saya sendiri. #aduuh, mahasiswa..

sempat terpikir oleh saya, memperbanyak tempat sampah di sekitar himpunan. tapi apakah tempat sampah yang jumlahnya lebih dari 3 buah dan berukuran cukup besar tidak cukup untuk menampung sampah? cukup kok. saya pikir sangat cukup, kecuali jika kita selesai mengadakan suatu event yang menghasilkan cukup banyak sampah, contoh Syukwis. tapi mengapa seolah masih kurang, seakan-akan sudah tidak bisa membuang sampah ke tempat sampah (jadi buang di meja). #aduuh, mahasiswa..

sempat kepikiran juga, bagaimana jika kita buat saja poster berwarna-warni (maksudnya mencolok agar mudah dibaca) bertuliskan “terimakasih untuk tidak membuang sampah di meja hotspot dan meja himpunan”, dan ditempel di beberapa sudut himpunan. tapi.. aneh juga ya? himpunan kita jadi seperti TK atau SD. TK.. mm.. bener sih, kita Te*nik Kimia, dan takutnya jadi seperti TK beneran. banyak tempat sampah, banyak tempelan, banyak warna. mau? 

yuk, sama2 berubah. bagaimana mungkin lingkungan kita bisa kondusif jika bukan kita sendiri yang mengubahnya. 🙂

saya yakin, kawan2 pasti sudah tahu apa itu sampah, karena pasti semua pernah lulus TK (Taman Kanak-Kanak). kawan2 juga sudah tahu bahwa sampah botol plastik itu tidak ramah lingkungan, karena PET susah terurai, dan baiknya didaur ulang. udah lah, saya yakin kawan2 sudah pinter dengan yang beginian. apalagi termo, mekflu, kinkat, polimer, dan lain-lain. saya menilai kawan2 jago2 lah. tapi sayang jika ke”jago”an itu tidak memberikan influence baik ke lingkungan. sayang banget. saya tidak ingin ilmu kita yang cukup tinggi ini (jiah) membuat kita semakin jauh dari kepedulian terhadap lingkungan. justru lingkungan yang membutuhkan kita untuk dapat mengubahnya menjadi lebih baik. 🙂 kita bisa kok.. asal bareng-bareng.. #ayoo.. mahasiswa..

“masih merasa mahasiswa kan? apa tanggungjawab kita sebagai mahasiswa?” pertanyaan ini yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya. tidak hanya terucap pas osjur saja. kita perlu membuat perubahan.

saya optimis, setelah tulisan ini saya post, dan dibaca, tidak ada lagi sampah di atas, bawah, maupun samping meja. baik meja hotspot maupun meja himpunan. saya percaya kawan2 (yang merasa anak him) sudah dewasa. 🙂

sekian, dan terimakasih.

*curhatan di sore yang sepi di himpunan. ditemani beberapa sampah botol dan tissue di atas meja yang tidak kunjung menyapa.

OA ITB 2013 | Road to MTQ MN 2013 Padang

OA atau Olimpiade Al-Quran, merupakan suatu event dua tahunan yang diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa, untuk menjaring mahasiswa2 yang memiliki potensi besar untuk mengikuti MTQ Nasional. OA yang telah diselenggarakan selama bertahun-tahun ini (saya lupa dari tahun berapa), selain sebagai ajang seleksi calon kontingen, juga sebagai ajang syiar Al-Qur’an di kampus ITB. Terasa sekali suasana syiarnya, ketika di beberapa sudut kampus terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dari para qaarii’, belum lagi bacaan ayat2 dari para haafizh, tausyiah dari para da’i, dan lain-lain, sedangkan di hari2 biasa jarang sekali menemukan suasana seperti ini.

OA ITB 2013 kali ini, diselenggarakan untuk mempersiapkan kontingen ITB pada MTQ mahasiswa Nasional 2013 yang insya Allah akan dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat (semoga saya bisa berangkat ke sana. aamiin..^^). Jumlah pendaftarnya cukup banyak, sekitar 250 orang. Yang datang pas hari H, biasaa lah.. pasti lebih kecil dari itu. hehe. Tapi alhamdulillah, seperti yang kami (para panitia-red) duga sebelumnya, OA kali ini berhasil menjaring beberapa mahasiswa yang memiliki potensi luar biasa. Tidak usah saya sebut lah ya, saya pribadi menilai ini adalah suatu peningkatan dari OA tahun sebelumnya. Dari sini jadi terlihat, bahwa dari tahun ke tahun, jumlah “santri” yang masuk ITB semakin bertambah (ini kesimpulan kasar ya. hehe :D). Yaa, sekasar apapun, semoga ini menjadi bekal yang baik untuk MTQ Mahasiswa Nasional tahun ini.

#roadtoITBJuaraUmumMTQPadang \ 😀 /

Begitulah, 🙂 saya sebenarnya tidak ingin cerita panjang lebar, hanya ingin share beberapa dokumentasi pribadi saya saat OA kemarin. Semoga teman2 yang tidak ikut atau tidak bisa datang dapat merasakan aura2 ke-Al-Quranan-nya.

pembukaan OA, sekaligus peresmian UPTQ Salman

pembukaan OA, sekaligus peresmian UPTQ Salman

suasana di cabang lomba tilawah dan tartil

suasana di cabang lomba tilawah dan tartil

cabang kaligrafi akhowat

cabang kaligrafi akhowat

cabang kaligrafi ikhwan

cabang kaligrafi ikhwan

cabang kaligrafi ikhwan juga

cabang kaligrafi ikhwan juga

cabang fahmil-quran (cerdas cermat al-quran)

cabang fahmil-quran (cerdas cermat al-quran)

satu lagi, sebenernya ini yang terpenting, haha.. Foto Panitaa… 😀

panitia OA ITB 2013 #narsis

panitia OA ITB 2013 #narsis

Berlian yang Terpendam

Saya yakin anak-anak (baca: mahasiswa) ITB itu tidak semuanya S.O. (Study Oriented-masa sih?), banyak manusia-manusia yang ternyata bisa aktif di kehidupan luar kampusnya, tak terkecuali di luar kuliahnya. banyak kok anak-anak yang jadi bussinessman, banyak juga yang menjadi relawan di kegiatan-kegiatan sosial. cuman ga keliatan. tapi itu gak akan jadi halangan anak-anak SMA yang akan masuk ITB (takut jadi S.O. juga), karena ITB punya banyak berlian kalo kita mau menggali.


ITB itu berwarna. ada warna ijo, putih, abu, coklat, *ih, eta mah warna gedung nyak.. maksud saya berwarna orang-orangnya. berasal dari berbagai habitat (baca: daerah), latarbelakang ekonomi, budaya, dan suku, berbeda-beda bahasa tapi bahasa pergaulan tetap satu, bahasa Jawa, *lho?.. canda, maksudnya bahasa Indonesia. ada juga orang-orang luar Indonesia, mereka memakai bahasa mereka sendiri, yang sering saya dengar adalah bahasa India, Inggris, lalu Malaysia. warna-warni itu membuat saya semakin mengerti arti kalimat “bhinneka tunggal ika”. ya, meskipun berbeda-beda dalam banyak hal, kita tetap satu Bangsa Indonesia. yang selalu bercita-cita bisa membangun negeri ini kelak. dimulai dari kampus ini tentunya.

ya.. seperti itulah ITB. kadang ditanyakan sama masyarakat sebelah. “mana nih, mahasiswa ITBnya, biasanya suka ngadain kegiatan di kampung kita?” saking ngangenin kali ya. masyarakat kangen sama senyuman, sentuhan tangan-tangan kreatif mahasiswa ITB untuk berkarya di masyarakat. mungkin kalo saya dengar sendiri, saya akan bilang, “masih dikembangin penelitiannya, pak.. “. ya, baguslah, saya pikir ITB memang harus lebih maju lagi di bidang riset dan penelitian. jangan mau kalah tuh sama negara tetangga. yang kita tonton Upin & Ipinnya.

anak-anak ITB tu potensial lho, untuk diterjunin ke masyarakat luas. saya salut pada teman-teman saya yang sudah mulai memainkan peran-peran politik di berbagai organisasi kemahasiswaan. entah itu himpunan mahasiswa jurusan, unit, maupun KM-ITB pusat. mantap lah, kecil-kecil sudah pandai menyusun strategi, aktif, dan kontributif. belum lagi yang punya cita-cita pengin jadi Direktur Utama PT. DI (Dirgantara Indonesia). teman saya sendiri. sekarang dia aktif di bidang riset tentang Roket di himpunan mahasiswa penerbangan ITB. alhamdulillaah.. tidak pernah saya merasa rugi karena masuk ITB.

hanya sedikit hal yang bisa saya ceritakan malam ini. *ga bisa atau gara-gara udah ngantuk ya?

saya harap, berlian-berlian kampus itu tidak pernah hilang, meluruh karena waktu, namun tetap bertambah, menjadi besar dan muncul ke permukaan tanah. ya, suatu saat kita akan menjadi pioneer negeri ini, manusia-manusia terdepan yang akan membawa perubahan untuk Indonesia. bersinergi dengan manusia-manusia dari PT lain, kita bangun Indonesia kita sendiri. kita bangun semangat penelitiannya, kita bangun mindset kemandiriannya, kita bangun jiwa-jiwa entrepreneurshipnya, dan kita akan melihat empat puluh tahun yang akan datang, anak cucu kita tersenyum bangga melihat hasil karya dari kakek neneknya.

semangat terus para mahasiswa! semangat!

“Ngilmu”pun Ada Syaratnya

Bukan cuma sholat yang ada syaratnya, -wudhu’. atau masuk jurusan mikrobiologi yang ga boleh buta warna. “ngilmu” juga ada syaratnya.

ngilmu? ilmu kebal bacok? tahan peluru? bukan. di sini hanya saya pake buat istilah, bahasa halusnya yakni “menuntut ilmu”. menuntut ilmu luas maknanya. banyak cabang ilmu yang bisa kita pelajari. tidak terbatas pada ilmu agama saja. ilmu fisika, kimia, proses transfer massa, perpindahan kalor, semua itu juga termasuk ilmu, suatu bukti kebesaran Allah swt.

al-ilmu nuurun, wal-jahlu tzulumaatun.. ”

ilmu itu adalah cahaya, dan kebodohan itu adalah kegelapan.. “

untuk mempelajari ilmu2 itu, ada syarat-syaratnya. sebagaimana yang ada di kitab ta’liimul-muta’allim, bahwa ada 6 komponen yang harus dipenuhi oleh para penuntut ilmu. *jaman sekarang istilahnya siswa, santri, mahasiswa, mentee, bahkan dosen, ilmuwan, juga para penuntut ilmu

1. Dzakiyyun atau cerdas

saya kira semua orang yang bisa buka internet seperti teman2, tergolong cerdas lah ya, *hehe. alhamdulillah, kan. kita dikaruniai akal yang bisa membedakan baik dan buruk, bisa menerima kuliah dengan baik, dan memiliki pergaulan sosial yang baik.

2. Hirsun atau kesungguhan

menuntut ilmu itu tidak bisa main2. simpelnya, kita belajar dari kata pepatah: “rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh”. untuk semua hal. mahasiswa yang rajin, insya Allah bisa expert, tapi yang malas-malasan? yaa.. standar paling.

3. Tsamanun atau biaya

siapa hayo yang kuliah tanpa biaya? anak beasiswa? tidak. belajar tu pasti butuh biaya. oke, bisa jadi kalo dapet beasiswa kuliah ga bayar, tapi pulpennya, buku, tas, dan sepatu misalnya? pasti harus beli sendiri.

4. Shobrun atau sabar

memang kudu sabar ya. banyak sekali cobaan dalam menuntut ilmu, malas, main game, itu mah biasa. Lha kalo tiba2 ada masalah di keluarga tercinta, konflik sosial sama temen? itu baru luar biasa. jadi harus sabar, tetap berada di jalan yang benar.

5. Irhaashu Ustaadzin atau bimbingan guru

di sini guru bukan untuk diambil ilmu (pengetahuan) nya saja. tapi lebih dari itu. kalo cuma ilmu pengetahuan, boleh jadi kita lebih pandai dari guru kita. tapi masalah ilmu kehidupan, pengalamanlah yang berbicara. ya, sang guru pasti telah lebih banyak merasakan asam-garam kehidupan dibandingkan kita, dan kita bisa belajar dari pengalamannya.

6. Thuulu zamaanin atau waktu yang panjang

untuk menguasai suatu ilmu tidak bisa instan, tak seinstan kalo pesen nasi-ayam di KFC terus beberapa menit kemudian jadi. kalo ngilmunya instan, ngilang ilmunya juga instan. bayangin orang yang belajarnya cuman pas mau UTS. oke, pas UTS bisa, dapet bagus, tapi beberapa hari kemudian, wassalam. udah ga tau ilmu yang kemarin ke mana.

semoga bisa menjadi nasehat untuk kita semua khususnya untuk diri saya sendiri, dan kita semua bisa menjadi penuntut ilmu yang barokah dan bermanfaat ilmunya. aamiin. wallaahu a’lam. (hbb)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Serambi Pikiran Saya

Selamat Datang

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"