Posts Tagged ‘ kereta ’

satu menit yang berharga

Hhh… Alhamdulillaah, akhirnya nutut juga ngejer kereta, setelah beberapa kali hati ini dibuat deg degan karena delay pesawat, tangga belum dateng pas pesawat udah tiba di bandara, atau apalah.

Ada saja cara Allah menguji kesabaran kita. Sebelumnya memang saya pernah punya pengalaman buruk dengan delay pesawat. Waktu itu saya pilihnya Li*n air (iyalaah, delay), tapi saya sempat husnuzzhon, mungkin cuma sejam delay nya, eh ternyata 3 jam. Jadilah akhirnya jadwal saya kacau. Tiket kereta yg sudah dipesan untuk keberangkatan jam 22:30 dr sidoarjo ke banyuwangi, hangus begitu saja. Yaa, kira2nya pas pesawat baru nyampe bandara, kereta sudah berangkat dr sidoarjo. Alhasil, saya akhirnya naik bis ekonomi. Alhamdulillah sampai di banyuwangi dengan selamat meskipun harus beberapa kali melek-merem tidur berdiri di bis karena gak kebagian tempat duduk.

Kali ini saya pulang ke banyuwangi gak mau pake Li*n lagi. Saya pake Citil*nk. Karena pengaruh cuaca yang sedikit tdk bersahabat, penerbangan delay 1.5 jam lebih dikit. Hmm, memori saya tentang delay yg waktu itu jadi teringat kembali. Tapi kali ini saya mikir, okelah, 1.5 jam, masih OK, tollerable. Pesawat akhirnya berangkat pukul 20:00 (jadwal semula 18:10).  Sampai di juanda pukul 21:15an. Saya masih optimis, ah masih kekejer keretanya. Anggap keluar bandara jam 21:30, naik taksi, nyampe stasiun paling jam 22:00, masih ada waktu setengah jam lagi nunggu kereta yang dari surabaya. Eh gataunya pas pesawat udah tiba, tangga keluar pesawatnya belum siap. Dibuatlah kami menunggu 15 menitan. Beberapa penumpang terlihat kesal dg celotehan2 nya. Iyalaah, udh delay, turunnya lama lagi. Hehe. Saya jadi mikir lagi, tadinya masih optimis, sekarang jadi pesimis. Waduh, nutut gak ya keretanya.??

Beruntung, alhamdulillah bagasi saya keluarnya awal2, jadi saya langsung bisa ngacir ke pintu keluar nyari taksi. Nemu taksi, langsung saya minta berangkat tanpa basa basi, haha.

Beruntung lagi, sopirnya ternyata hapal jalan. Dia nawarin, mau pake jalan normal tp kemungkinan macet apa jalan tikus yg gak macet? Saya bilang, yang penting yg tercepat lah pak. Hehe. Selama di mobil saya mbatin terus, “ya Allaah mudah2an masih nutut ni keretanya, jangan sampe kejadian sebelumnya terulang”.

Saya langsung lari pas keluar taksi pas udah sampe stasiun sidoarjo. “pak kereta udah berangkat belum? Mau cetak tiket nih”. “belum, cetak sendiri mas di situ (sambil nunjukin mesin cetak tiketnya)”. Akhirnya saya cetak. Subhaanallaah, yang maha mengatur segalanya menjadi indah dan mengharukan. Baru selesai nyetak tiket, kereta datang. Langsung saya ambil koper di taksi. Bilang makasih sama sopirnya, dan langsung lari ke dalam peron. Saya baru merasa tenang pas udah di dalam kereta.
***
Huft, ya Allaah, alhamdulilaah, masih kekejer semuanya. Rasanya pengin tak puter lagi video pas perjalanan, pas lari, pas delay, pas rada2 emosi, haha, sayangnya saya gak videoin.
Saya jadi tahu pentingnya satu menit kalau sudah begini. Ya Allah terimakasih sudah memberi hamba pelajaran berharga tentang waktu. Dan hamba mohon ampun bila terbersit di hati ini menyalahkan keadaan yang membuat delay pesawat. Mudah2an kawan2 juga bisa ambil pelajaran dari kisah saya.

Advertisements

Ayat-ayat Kereta

Senin, 24 Desember 2012. harusnya tulisan ini sudah saya post dari kemarin, tapi baru sempet nulis sekarang.

saya mau cerita nih, kemarin saya berjumpa dengan seorang bapak2 di kereta. bapaknya dari tasikmalaya kalau tidak salah. oiya namanya pak Kos (ini sanadnya lemah, karena saya tanya ke orang di depan saya). orangnya murah senyum, baik, dan tidak sombong, wkwk.

oke, awalnya kami mengobrol ringan. bla-bla-bla, lama2 beliau mulai cerita banyak hal kepada kami (saya dan Didin, mahasiswa UGM tingkat 6, hehe), terutama tentang pengalaman hidup beliau selama menjadi karyawan. beliau dulu pernah jadi karyawan di Bank Bali. sekarang Bank Bali dimerger katanya, saya gatau dimergernya sama bank apa. bukan pegawai kantornya tapi, beliau jadi sopir.

pak Kos bercerita kalau menjadi karyawan seperti ini, apalagi hanya sebagai sopir, susah. selain harus nurut sama bos (orang-orang bank), juga kudu bisa bikin mereka nyaman di mobil. misal nih, sopirnya rese dan sok gaul sama bos, bisa2 cuma beberapa hari tuh dipecat, ganti sopir yang baru. atau cara mengendarai mobilnya gak enak, mungkin beberapa minggu udah ga kerja di situ lagi. beruntung bapak ini dapat bekerja selama beberapa tahun. namun sayang akhirnya harus kehilangan pekerjaannya karena ganti petinggi, waktu itu katanya petinggi2 bank adalah orang-orang asing, dan banyak karyawan lama yang diPHK dan digantikan oleh orang-orang asing. sedih.

pak Kos kini bekerja sebagai pedagang jam tangan. bukan gaji yang besar kini yang beliau harapkan, yang penting beliau cukup senang karena tidak harus nurut lagi sama bos, tidak ada yang mengekang. sudah cukup lama ternyata beliau menjadi pedagang jam, kemarin bilangnya hampir 10 tahun. waw. dari pekerjaannya sebagai sopir dan pedagang jam tangan alhamdulillaah beliau mampu menghidupi istri dan anak-anaknya.

beliau terus bercerita, dan dalam cerita-cerita beliau itu, secara tidak langsung saya menangkap pesan tersirat dari beliau. yang saya pikir ini nasihat untuk saya hari ini.

harus percaya sama Allah, jaman sekarang siapa sih yang gak percaya sama Allah? ada banyak. yang percaya? lebih banyak lagi. yang percaya sekaligus ada implementasinya dalam kehidupan? nah ini yang jarang. kepercayaan kita pada Allah harus sepenuhnya. tidak setengah2. bagaimana setengah2 itu? ketika suatu saat mendapat nikmat, kita bersyukur, tapi ketika mendapat musibah, kita malah mencela2 dan tidak bersabar. na’uudzu billaah.

banyak beristighfar, tahu sendiri lah, Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam yang telah dijamin surga dan diampuni dosa-dosanya saja beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. bagaimana dengan kita yang bermandikan dosa-dosa ini?

ridho hati, apa artinya ini? kita harus lapang dada, bersabar, ridho akan segala macam ketentuan Allah yang datang kepada kita. baik-buruknya itu datang dari Allah, dan itu semua pasti ada hikmahnya bagi kita.

manusia di sisi Allah itu sama, beliau mengibaratkan seperti orang yang sholat berjamaah. dalam urusan negara, presiden harus di depan, nomor satu. tapi urusan sholat, tidak harus presiden yang menjadi imam. orang tak berpangkatpun sah. begitu pula di hadapan Allah. tidak ada fungsinya pangkat, jabatan, harta. semua sama kecuali ketakwaannya.

tidak ada kata terlambat, ini yang paling mengena bagi saya! ya, sering kita gagal karena menunda-nunda, dan karena terlambat. kata bapaknya : “orang yang berpikir dia terlambat, tidak akan sukses.” nah loh.

waspada dengan dua godaan hidup : uang dan wanita, wah pak, tahu saja kami masih lajang. hehe. jangan tergila-gila oleh harta karena itu hiasan di dunia semata, dan tidak akan kekal alias sementara. begitupula dengan wanita, ada kalanya ia menjadi fitnah yang amat besar, ada kalanya pula ia menjadi anugerah yang luar biasa. 🙂

***

ciiit… kereta sedikit ngerem, tanda memasuki kawasan stasiun. ternyata stasiun tasikmalaya. bapaknya lalu berpamitan. “dik, bapak pamit dulu ya, maap kalo dari tadi banyak ngomong, hehe… semoga sukses ya..” begitu kurang lebih kata bapaknya.

“haha, gapapa pak, justru ini tambahan ilmu dan nasehat untuk saya, semoga bapak juga lancar dagangannya. aamiin.. ” jawab saya.

bapaknya turun, dan saya simpan note yang dari tadi saya tulis di Hape pas bapaknya cerita. alhamdulillaah, satu cerita. bisa ditulis di blog. dan… jadilah ini. semoga bermanfaat. 🙂

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"