Posts Tagged ‘ dunia ’

Hakekat Rizki

Mungkin kita tak tahu dimana rizki kita..
Tapi rizki tahu dimana diri kita..
Dari lautan biru, bumi dan gunung..
Allah memerintahkannya menuju kita..
Allah menjamin rizki kita, sejak 4 bulan 10 hari kita dalam kandungan ibu..

Amatlah keliru bila rizki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah..sedang rizki itu urusanNya.

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji..
Yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yang tertulis dalam angka..
Tapi apa yang telah dinikmatinya..

Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita..
Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x Shafa dan Marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya..
Ikhtiyar itu perbuatan..
Rizki itu kejutan..

Dan jangan lupa..
Tiap hakekat rizki akan ditanya..
“Darimana dan untuk apa?”
Karena rizki adalah “hak pakai”
Halalnya dihisab..
Haramnya diadzab..

Maka, janganlah kita iri pada rizki orang lain…
Bila kita iri pada rizkinya, kita juga harus iri pada takdir matinya.
Karena Allah membagi rizki, jodoh dan usia ummat-Nya..
Tanpa bisa tertukar satu dan lainnya..

Jadi bertawakkal lah, ridho dengan ketentuan Allah, sehingga apapun itu kita akan merasa cukup dan penuh kenikmatan..

Wallahu A’lam..

Share via Whatsapp dari: KH. Khoirul Anwar Fathoni, Ponpes Al-Fath, Cilegon

 

Advertisements

Tentang Kemiskinan

Hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat bagus tentang kemiskinan. ya, suatu kata yang terdiri dari kata dasar “miskin” dan ibuhan “ke-an”. Hehe.

Orang yang sadar dan waras pasti tidak menginginkan kemiskinan menimpa dirinya, meskipun pada dasarnya miskin-kaya itu datangnya dari Allah, sudah dicatat di lauhun-mahfuzh sejak jaman azali. artinya, rizki makhluk itu sudah digariskan, tidak akan bertambah dengan ambisi kita (mengejar rizki) dan tidak pula berkurang dengan sikap tenang kita (tidak tergesa-gesa) (baca syair Imam Syafi’i pada postingan saya sebelumnya). Lantas, bagaimana dengan Rasulullah SAW yang justru berdoa meminta dihidupkan dalam keadaan miskin dan dimatikan dalam keadaan yang sama? Hayooo… Siapa yang pernah mengamalkan doa ini? Saya yakin tidak ada, kecuali orang-orang khusus yang sudah jarang kita temui di jaman sekarang. Hehe.

Seakan ada makna tersembunyi di balik kemiskinan. Dan ternyata memang iya. Kita kupas satu2 ya, dalil-dalilnya kawan2 bisa cari sendiri lah.

  • Orang miskin masuk surganya duluan dibandingkan orang kaya, dalam suatu riwayat, jarak waktunya 500 tahun. Bisa kita bayangkan betapa lamanya. Ya, orang miskin hisabnya akan lebih cepat karena tidak banyak pertanyaan tentang harta yang dimilikinya, berbeda dengan si kaya yang diinterogasi ke mana saja hartanya ia salurkan.
  • Selain berdoa ingin miskin, Rasulullah SAW (dalam doanya) juga ingin dikumpulkan bersama orang-orang miskin di akhirat kelak. Tentunya orang miskin yang beriman yaa…
  • Orang miskin tuh spesial. Rasul sendiri yang “bilang”, orang yang menyantuni janda dan orang miskin sama halnya seperti orang yang berjihad fi sabilillah dan tidak berhenti puasa (di siang hari) dan sholat malam. Rasul juga “bilang”, barangsiapa yang meringankan urusan orang miskin, Allah akan meringankan urusan kita di dunia maupun akhirat. MaasyaaAllaah. Sudah dimuliakan oleh Allah, membantu/menyantuni mereka juga mendatangkan kemuliaan untuk kita juga.
  • Meskipun kemiskinan itu dekat pula dengan kekufuran (ingat fenomena orang-orang yang mengorbankan akidahnya hanya karena ind*mie), ternyata bukan “kemiskinan” ini yang dikhawatirkan Rasul dapat merusak agama dan membinasakan umat. Rasul lebih khawatir umatnya akan berlomba-lomba mengejar dunia, sehingga melupakan perkara akhirat. Semoga kita selamat dari itu semua.
  • Orang miskin juga bisa bersedekah kok. Dari mana? Sebenarnya tidak cuma orang miskin, tapi juga semuanya. Banyak sekali sabda Rasul yang menerangkan bahwa amal-amal baik itu adalah sedekah, tasbih adalah sedekah, tahmid juga sedekah, begitu pula tahlil, takbir, bahkan senyum bila dapat menyenangkan saudara kita, maka itu adalah amal shalih, itupun bisa menjadi sedekah. Subhaanallaah. 🙂

Yang terpenting dari itu semua adalah, jangan sampai kita merasa kaya-miskin itu adalah penentu derajat kita. Sekali kali tidak, kawan! Tidak perlu kita merasa rendah karena miskin, tidak perlu juga bangga karena kaya. Karena semua itu adalah karunia Allah kepada mereka yang dikehendakinya. Kelak, orang-orang miskin akan dimintai tanggungjawab dengan kemiskinannya, apalagi mereka yang kaya. Ketahuilah, kawan, bahwa derajat manusia itu hakikatnya yang ada pada sisi Allah SWT. Hanya orang-orang yang bertakwa yang dijanjikan akan diberikan derajat yang tinggi di sisi-Nya.

Satu kalimat (atau mungkin beberapa) lagi, miskin-kaya itu adalah sunnatullah, karena pada dasarnya semua itu diciptakan berpasang-pasangan. Miskin-kaya, jelek-bagus, cewek-cowok, kecil-besar, dll. Kalau boleh dikatakan (kasarnya), kemiskinan (harta) itu tidak bisa diberantas, percuma, miskin-kaya akan tetap balance. Yang perlu diberantas adalah “mental”nya. Banyak kan, kita temui orang yang dhohirnya kaya, tapi hakikatnya miskin (nyatanya, masih korupsi, nyolong duit negara), banyak pula orang yang dhohirnya miskin tapi hatinya kaya (tidak meminta-minta, banyak syukur dengan nikmat seadanya).

Ya Allaah, betapa banyak saudara-saudara kami di luar sana yang masih susah makan. Betapa celakanya kami yang berkecukupan ini tidak mau bersyukur kepada-Mu. (sumber: sp.beritasatu.com)

Terakhir (sekaligus penutup) mari berdoa semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang senantiasa bersyukur, tak peduli seberapa banyak nikmat dhohir yang Allah berikan (padahal hakikatnya tidak dapat terhitung), dan menjadikan kita cinta kepada orang-orang miskin sebagaimana Rasul SAW mencintai mereka. Aamiiin.

“Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya…”

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberikan kepadanya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka…”

Wallaahu a’lam.

**

Tipuan Setan

367x0_80_1_c_FFFFFF_edcd841d001ebfcf97692cb2b24a7e6b

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Ketahuilah, bahwa setan itu menipu kita melalui 3 hal:

  • Hasud

Ketika kita merasa tidak senang dengan kebaikan yang diberikan Allah kepada orang lain, maka kita telah terkena penyakit hasud. Ketahuilah bahwa orang yang berpenyakit hasud tidak pernah merasa tenang. Tetangga beli mobil, kita pusing. Tetangga beli rumah, kita pingsan. Perbanyaklah dzikir dan syukur kepada Allah, dan beristighfarlah, sesungguhnya dzikir itu menenangkan hati dan jiwa, dan syukur itu menambah nikmatnya rizki. Dan istighfar akan menghapuskan dosa-dosamu baik yang engkau sadari maupun tidak engkau sadari.

  • Sombong

Ketahuilah saudaraku, bahwa sombong adalah penyakit hati yang paling berbahaya. Riya’ dan sombong merupakan syirik khofi’ atau syirik yang tersembunyi. Ketika kita meninggalkan suatu kebaikan karena takut pujian makhluk, maka itulah riya’. Jika kita menganggap bahwa semua yang kita miliki adalah semata-mata hasil jerih payah kita, maka itulah sombong. Orang yang riya’ tidak akan sampai amalnya kepada Allah, dan orang yang sombong akan dibenci oleh makhluk. Maka sadarilah bahwa apa pada diri kita adalah semuanya datang dari Allah. “Allah memuliakan siapa yang Ia kehendaki, dan menghinakan siapa yang Ia kehendaki, milik Allah-lah semua kebaikan”. Dan apa yang kita perbuat, hakikatnya adalah hanya untuk Allah.

  • Cinta dunia

Cinta dunia tidak akan ada habisnya, maka ketahuilah ini wahai Saudaraku. Meskipun ada 1000 dinar di genggaman, kita pasti akan menginginkan 2000 dinar. Begitulah, tidak ada habisnya. Jangan jadikan waktumu (hidupmu) sia-sia hanya untuk mengumpulkan harta dunia tanpa tujuan akhirat yang pasti. Kita berlomba-lomba memperindah rumah, mobil, membeli perabotan-perabotan mewah, ketahuilah bahwa semua itu tidak akan kita bawa mati. Maka jauhkanlah dirimu dari mencintai dunia. “Barangsiapa yang merasa mulia dengan dunianya, maka ia adalah hina di mata Allah, dan barangsiapa merasa rendah dengan dunianya, ia pun telah hina”. Dunia adalah perhiasan bagi orang-orang kafir, dan cobaan bagi orang-orang yang beriman. Dan ketahuilah saudaraku, bahwa dunia ini akan musnah, dan akhirat itulah yang kekal. Milikilah dunia, tapi jangan kau genggam dengan hatimu. Jika hati kita telah terisi dunia, bagaimana mungkin hidayah Allah akan masuk ke dalam hati kita.

Wallahul-muwafiq.

**

Ridho

Imam asy-Syafi’i rahimahullah (w 204 H) bersyair:

Biarkanlah hari demi hari berbuat sesukanya * Tegarkan dan lapangkan jiwa tatkala takdir menjatuhkan ketentuan (setelah diawali dengan tekad dan usaha)

Janganlah engkau terhenyak dengan musibah malam yang terjadi * Karena musibah di dunia ini tak satu pun yang bertahan abadi (musibah tersebut pasti akan berakhir)

(Maka) Jadilah engkau lelaki sejati tatkala ketakutan menimpa * Dengan akhlakmu, kelapangan dada, kesetiaan, dan integritas

Betapapun aibmu bertebaran di mata makhluk * Dan engkau ingin ada tirai yang menutupinya

Maka tutupilah dengan tirai kedermawanan, karena segenap aib * Akan tertutupi dengan apa yang disebut orang sebagai kedermawanan

Jangan sedikitpun memperlihatkan kehinaan di hadapan musuh (orang-orang kafir) * Itu akan menjadikan mereka di atas kebenaran disebabkan berjayanya mereka, sungguh itulah malapetaka yang sebenarnya

Jangan pernah kau berharap pemberian dari si Bakhil * Karena pada api (si bakhil), tidak ada air bagi mereka yang haus

Rizkimu (telah terjamin dalam ketentuan Allah), tidak akan berkurang hanya karena sifat tenang dan tidak tergesa-gesa (dalam mencarinya) * Tidak pula rizkimu bertambah dengan ambisi dan keletihan dalam bekerja

Tak ada kesedihan yang kekal, tak ada kebahagiaan yang abadi * Tak ada kesengsaraan yang bertahan selamanya, pun demikian halnya dengan kemakmuran. (Beginilah keadaan hari demi hari, yang seharusnya mampu senantiasa memberikan kita harapan demi harapan dalam kehidupan)

Manakala sifat qana’ah senantiasa ada pada dirimu * Maka antara engkau dan raja dunia, sama saja (artinya, orang yang qana’ah senantiasa merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah untuknya, maka sejatinya ia seperti raja, bahkan lebih merdeka dari seorang raja)

Siapapun yang dihampiri oleh janji kematian * Maka tak ada bumi dan tak ada langit yang bisa melindunginya

Bumi Allah itu teramat luas, namun * Tatkala takdir (kematian) turun (menjemput), maka tempat manapun niscaya kan terasa sempit

Biarkanlah hari demi hari melakukan pengkhianatan setiap saat (artinya, jangan khawatir dengan kezhaliman yang menimpamu * Toh, (jika pada akhirnya kezhaliman itu sampai merenggut nyawa, maka ketahuilah bahwa) tak satupun obat yang bisa menangkal kematian (artinya, mati di atas singgasana sebagai seorang raja dan mati di atas tanah sebagai orang yang terzhalimi sama-sama tidak ada obat penangkalnya

***

Dikutip dari kitab “Diwan al-Imam asy-Syafi’i”, Hal. 10, Ta’liq: Muhammad Ibrahim Salim

Pintu Setan

Bismillaah. sudah lama sekali rasanya saya tidak menyentuh halaman ini. hahaha. oke, tak masalah. sekarang sebenarnya sayapun sedang tidak ada inspirasi untuk menulis sesuatu, jadi kali ini saya mau berbagi saja beberapa hal. 🙂

***

kata setan: "ayo jadi temanku.." :D

kata setan: “ayo jadi temanku..” 😀

Kawan-kawan kenal setan? ya, setan. musuhnya semua umat manusia yang beriman. tidak ada satupun orang beriman yang mau berteman dengan setan. tapi yang namanya setan, mungkin karena temennya dikit, selalu cari temen-temen yang lain. biasanya sih yang dicari orang-orang yang beriman.

nah, setan pinter, untuk bisa menguasai orang-orang yang beriman, setan biasanya masuk melalui bersitan-bersitan hati, atau kita sebut was-was. juga lewat hal-hal yang sangat haluuuuus (entah itu lewat perantara manusia atau tidak, misalnya pujian, riya’, dll) yang tidak disadari manusia biasa. dalam buku beliau yang berjudul “Amal Penghancur Kebaikan”, al-Habib ‘Umar bin Hafizh menuliskan bahwa ada banyak sekali pintu-pintu masuk setan ke dalam hati orang-orang yang beriman.

mau tau? oke, mari kita simak.

  • nafsu dan amarah
  • iri hati dan tamak
  • kenyang broo
  • kemewahan dalam perabotan rumah, pakaian, etc.
  • mengharap pujian manusia
  • tergesa-gesa dan tidak melakukan verifikasi
  • harta yang melebihi kebutuhan
  • kikir dan takut miskin
  • fanatisme terhadap madzhab dan sekte
  • lupa dengan aib diri sendiri
  • memikirkan hal-hal yang tidak pantas dipikirkan
  • buruk sangka

naaah… pasti familiar kan dengan beberapa hal di atas? atau barangkali enggak? emang gak familiar atau gak sadar? kita kembalikan pada diri kita masing-masing lah ya. tidak ada manusia yang ma’shum di muka bumi ini kecuali Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah atas beliau, dan semoga kita dijadikan orang yang ikhlas dan istiqomah, serta dijauhkan dari sifat-sifat di atas. Aamiiin. 🙂

wallaahu a’lam.

Cintanya Para Pecinta

cinta-rasulullah1

Kisah-kisah para sahabat seringkali mengingatkan saya akan makna Cinta. Cinta yang tulus dan hakiki, Cinta yang mana tidak akan sempurna iman kita sebelum ia kita persembahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Cinta yang akan membawa kita menuju ridho Allah subhanahu wa ta’ala dan syafa’at manusia termulia.

“Tidak sempurna iman seorang di antara kamu sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapaknya, anaknya, dan semua manusia” (HR Bukhari)

***

adalah sayyidina Abu Bakar ash-Shiqqiq ra., ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah secara sembunyi-sembunyi. kala itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat di gua Tsur, beliau tertidur berbantalkan paha Abu Bakar ra.. Tiba-tiba seekor kalajengking menyengat kaki Abu Bakar ra.. Abu Bakar ra. tentu merasa kesakitan, tapi beliau berusaha sekuat tenaga menahan sakit, hingga mencucurkan air mata, jangan sampai pahanya bergerak. Beliau khawatir orang tercintanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terbangun. maasyaaAllaah..

***

sahabat Zaid bin Datsima ra. sama sekali tak gentar menghadapi ancaman kaum kafir karena begitu luar biasa kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu, ia disandera oleh kaum musyrik Makkah dan akan dibunuh. “Hari ini, tidakkah engkau berharap Muhammad akan bersama dengan kita sehingga kami dapat memotong kepalanya, dan engkau dapat kembali kepada keluargamu?” kata Abu Sufyan kepadanya.

“Demi Allah, aku tidak berharap sekarang ini Muhammad berada di sini, di mana satu duri pun dapat menyakitinya – jika hal itu menjadi syarat agar aku dapat kembali ke keluargaku,” jawab Zaid tegas. “Wah, aku belum pernah melihat seorang pun yang begitu sayang kepada orang lain seperti para sahabat Muhammad menyayangi Muhammad,” sahut Abu Sofyan.

***

begitupula sayyidina Umar bin Khatthab ra.. Suatu ketika beliau berkata, “Ya, Rasulullah. Aku mencintaimu lebih dari segalanya, kecuali jiwaku.” Mendengar itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tak seorang pun di antara kalian beriman, sampai aku lebih mereka cintai daripada jiwamu.”

“Demi Dzat yang menurunkan kitab suci Al-Quran kepadamu, aku mencintaimu melebihi kecintaanku kepada jiwaku sendiri,” sahut Umar spontan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menukas, “Wahai Umar, kini kamu telah mendapatkan iman itu.” (HR Bukhari).

***

ketika salah seorang sahabat ra. bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapankah datangnya hari kiamat?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Apa yang sudah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Sahabat itu menjawab, “Saya tidak mempersiapkannya dengan banyak shalat, puasa, dan sedekah, tapi dengan mencintaimu dalam hati.” Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “InsyaAllah, engkau akan bersama orang yang engkau cintai itu.”

***

Suatu hari seorang sahabat hadir dalam suatu majelis bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku saya mencintaimu lebih dari mencintai nyawa, harta dan keluargaku. Jika berada di rumah, aku selalu memikirkanmu. Aku selalu tak bersabar untuk dapat berjumpa denganmu. Bagaimana jadinya jika aku tidak menjumpaimu lagi, karena engkau pasti akan wafat, demikian juga aku. Kemudian engkau akan mencapai derajat Anbiya, sedangkan aku tidak?”

Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terdiam. Tak lama kemudian datanglah Malaikat Jibril as. menyampaikan wahyu, “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Mereka adalah sebaik-baik sahabat, dan itulah karunia Allah Yang Maha Mengetahui.” (QS An-Nisa : 69-70)

***

maasyaaAllah.. begitu besar kecintaan para sahabat radhiyallahu ‘anhum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga kecintaan itu tertanam dalam kehidupan mereka. Cinta yang tak lekang oleh zaman, inilah sejatinya hakikat Cinta sehidup-semati. Cinta yang tulus di dunia, dan Cinta yang abadi di akhirat.

Sewajarnyalah jika kaum muslimin meneladani akhlaq beliau, menerapkan sunnahnya, mengikuti kata-kata dan seluruh perbuatannya, menaati perintah dan menjauhi larangannya. semoga bulan maulid ini menjadi salah satu momentum bagi kita untuk lebih mengenal Nabi kita sayyidul-anbiyaa’ wal-mursaliin habiibunaa wa syaafi’unaa wa qudwatunaa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. wallaahul-musta’aan.

Dunia (sebuah renungan)

Terus berkutat dalam hiruk pikuk urusan dunia, membuat diri ini semakin jauh dari menghamba kepadaNya. Padahal dunia ini hanya  sementara, kecil, bukan apa-apa kecuali jika kita dapat mengambil hikmahnya ..

Dibandingkan dengan kehidupan akhirat, kehidupan dunia tak ada apa-apanya. Melainkan hanya gemerlap hawa nafsu yang menyala-nyala, yang melalaikan manusia akan Tuhannya. Kehidupan akhirat berbeda, ia kekal. Kebahagiaan di sana adalah kebahagiaan yang hakiki. Abadi. Kesedihan di sana adalah kesedihan yang tiada tara. Suatu balasan akan tindak tanduk manusia selama di dunia.

Seperti musafir yang berteduh di bawah pohon rindang untuk beristirahat sejenak, seperti itulah kehidupan kita di dunia. Kita hanya mampir. Masih panjang perjalanan di luar sana untuk mencapai tujuan hidup yang sesungguhnya. Bertemu dengan Allah dan para Rasulnya di surga. Dengan orang tua yang senantiasa kita doakan untuk kemuliaan di sisiNya. Juga isteri, anak2, yang kita jaga kehormatannya.  Para kerabat, orang-orang terdekat yang dahulu saling mengingatkan dalam ketaatan kepadaNya. Fakir miskin, yang menjaga harga dirinya. Serta orang kaya yang derma akan hartanya. Tak lupa para bidadari, dan berbagai kenikmatan surga yang keindahannya belum pernah terbayangkan oleh akal manusia biasa.

Bayangkan kita sekarang adalah musafir yang sedang berteduh. Berhenti sejenak menyusun strategi untuk perjalanan selanjutnya. Kita tidak pernah tahu kapan hujan akan turun. Kita menyiapkan payung. Kini, kita siap menghadapi hujan. Di dunia, kita tak tahu kapan “waktu” kita akan tiba. Apa bekal kita? Ya, itu yang perlu kita siapkan. Sejak detik ini. Karena kita tak tahu apa yang akan terjadi beberapa detik setelah detik ini ..  dan karena dunia memang serba tak pasti.

Yaah, beginilah dunia. Tak lain hanya perhiasan yang menggoda.  Jika kita tak cerdas, kita akan seperti daun kering yang mengalir bersama air. Tak tahu di mana akan berhenti, juga tak bisa tumbuh. (hbb)

Rabu, 1 Dzulhijjah 1433 H, 17.30 WIB.

Ringkasan TA’LIMUL-MUTA’ALLIM – Syeikh Ibrahim bin Isma’il al-Zarnuji (bag.4)

Fasal: Hal-Hal yang Dapat Menguatkan Hafalan dan yang Melemahkannya

  • Hal-hal yang dapat menguatkan hafalan antara lain: tekun belajar, mengurangi makan, sholat malam, dan membaca Alquran.
  • Membaca Alquran yang baik adalah dengan melihat mushaf.
  • Perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad saw.
  • Kuat hafalan adalah karunia dari Allah, dan karunia Allah tidak akan diberikan kepada orang yang maksiyat.
  • Hal-hal yang dapat merusak hafalan antara lain: banyak berbuat maksiat, banyak dosa, banyak berpikir susah, terlalu memikirkan harta, dan terlalu banyak kerja.
  • Orang yang cemas dengan urusan dunia biasanya karena hatinya gelap. Dan orang yang senantiasa memikirkan urusan akhirat hatinya bercahaya. Dan itu terlihat dari sholatnya.
  • Sholat dengan khusyuk dan menyibukkan diri dengan mencari ilmu dapat menghilangkan penderitaan dan kesusahan.

Fasal: Hal-Hal yang Dapat Mempermudah Datangnya Rezeki dan yang Menghambatnya

  • Hanya doa yang bisa menolak takdir.
  • Terhalang rezeki lantaran dosa yang dikerjakannya. Terlebih dosa dari dusta karena dusta dapat menyebabkan kefakiran.
  • Tidur di pagi hari bisa menyebabkan fakir harta juga fakir ilmu.
  • Termasuk rugi bila malam dibiarkan lewat begitu saja tanpa guna, karena malam juga termasuk dari umur yang dijatah.
  • Hal-hal lain yang dapat menghalangi rezeki ialah: tidur dengan telanjang, kencing telanjang, makan dalam keadaan junub, tidur di atas lambung, membiarkan makanan yang terjatuh, membakar kulit bawang merah dan bawang putih, menyapu rumah dengan sapu tangan, menyapu rumah pada malam hari, membiarkan sampah di dalam rumah, berjalan di muka orang tua, memanggil orang tua dengan nama keduanya, membersihkan gigi dengan sembarang kayu, membersihkan tangan dengan debu, duduk di muka pintu, bersandar di daun pintu, berwudu di tempat beristirahat, menambal baju yang sedang dikenakan, membersihkan badan dengan baju, membiarkan sarang laba-laba di dalam rumah,  meremehkan sholat.
  • Hal-hal yang bisa menyebabkan kefakiran antara lain: tergesa keluar dari masjid ba’da subuh, terlalu pagi pergi ke pasar dan pulang paling akhir, membeli roti dari pengemis, mendoakan dengan doa yang buruk untuk anak, tidak menutup wadah, meniup lampu, menulis dengan pulpen yang diikat, menyisir rambut dengan sisir yang patah, tidak mau mendoakan orang tua, mengenakan surban dengan duduk, mengenakan celana dengan berdiri, kikir dan pelit, terlalu hemat, menunda atau meremehkan segala urusan.
  • Rasulullah Saw bersabda: “Memohonlah kalian turunnya rezeki dengan bersedekah”.
  • Adapun hal-hal yang bisa mendatangkan rezeki antara lain: bangun pagi sekali, menulis dengan tulisan yang indah, bermuka ceria, dan berbicara dengan perkataan yang baik.
  • Hal lainnya: mencuci pakaian, menyapu halaman, sholat dengan khusyuk, sholat dhuha, membaca surah waqiah, almulk, allail, muzammil, alam nasyrah, di waktu malam, datang ke masjid sebelum azan dikumandangkan, mendawamkan wudhu, sholat sunah fajar dan witir di rumah, dll.
  • Jangan membicarakan hal-hal duniawi setelah sholat witir.
  • Jangan banyak bergaul dengan perempuan, terkecuali ada hajat.
  • Jangan membicarakan hal hal yang tidak bermanfaat.
  • Siapa yang mengerjakan hal tidak berguna berarti ia telah kehilangan hal yang berguna.
  • sayyidina Ali bin Abi Thalib kwh berkata: siapa yang sempurna akalnya niscaya sedikit bicaranya.
  • Berbicara itu hiasan sedangkan diam itu keselamatan.
  • Jangan banyak berbicara, bicaralah seperlunya saja.
  • Memang mungkin kita akan menyesal bila diam tapi itu tidak seberapa dengan menyesal karena bicara.
  • Salah satu amalan murah rezeki adalah bacaan: “subhanAllah al azhim subhanAllah wa bihamdih astagfirulloh wa atubu ilaih”; dibaca setelah terbit fajar hingga menjelang sholat subuh.
  • “La ilaha illAllah al malikul haqqul mubin”; sebanyak seratus kali dibaca setiap pagi dan sore.
  • Setiap fajar dan sehabis sholat bacalah “Alhamdulillah wa subhanAllah wa la ilaha illAllah”; sebanyak 33 kali.
  • Perbanyaklah membaca sholawat.
  • Perbanyaklah membaca “la haula wala quwwata illa billah al ‘aliyil ‘azhim”
  • Bacalah doa: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dari yang haram, dan cukupkanlah pula aku dengan karunia-Mu dari menghajatkan kepada selain-Mu”. Dibaca sebanyak tujuh puluh kali.
  • Pujian-pujian sebagai berikut: “antAllah al aziz al alhakim antAllah ala malikull quddus antAllah alhalimul karim”.

Ringkasan TA’LIMUL-MUTA’ALLIM – Syeikh Ibrahim bin Isma’il al-Zarnuji (bag.3)

Fasal: Waktu-Waktu Baik Buat Belajar

  • Janganlah menyibukkan diri kecuali dalam menuntut ilmu.
  • Para ulama bahkan ada yang pernah tidak nyenyak selama empat puluh tahun.
  • Masa muda harus digunakan untuk menuntut ilmu sebaik-baiknya.
  • Waktu yang paling baik untuk belajar adalah menjelang waktu subuh dan antara maghrib dan isya.
  • Penuntut ilmu harus mempergunakan seluruh waktunya hanya untuk belajar.
  • Andai jika timbul rasa jemu pada sebuah pelajaran hendaknya beralih kepada pelajaran yang lain.

Fasal: Saling Mengasihi dan Menasehati

  • Orang berilmu harus saling menghormati dan menyayangi sesama dan tidak iri dengki.
  • Anak seorang alim menjadi alim pula berkat ia mengajar anak-anak orang lain terlebih dahulu daripada anaknya sendiri.
  • Jangan suka berdebat karena hal itu menyiakan waktu.
  • Biarkanlah orang yang berlaku jahat padamu, cukuplah apa yang ia lakukan menjadi balasan kejahatannya.
  • Bila kau ingin musuhmu mati karena sedih hati atau bertambah gelisah, maka tambahlah ilmumu sehingga ia akan semakin bertambah menderita batin.
  • Kamu harus sibuk melakukan kebaikan dan hindarilah permusuhan. Karena bila kebaikan semakin tampak pada dirimu, keganasan musuh pun akan lenyap.
  • Karena permusuhan hanya akan membuatmu terpojok dan membuang waktumu.
  • Hindarilah permusuhan terlebih kepada orang yang bodoh.
  • Jangan suka berprasangka buruk dengan orang lain karena itu sumber permusuhan.
  • Jika perbuatan seseorang buruk berarti dugaannya pun buruk.
  • Tambahlah kebaikan kepada orang lain sekalipun ia berbuat buruk kepadamu. Karena kelak kamu akan terlindung dari tipu dayanya dan dia akan tertimpa apa yang telah ia lakukan.
  • Jika kamu ditipu orang jangan balas dengan menipunya.
  • Biasanya bagi orang pandai itu ada musuh dari orang orang bodoh yang sengaja mempersulitnya. Orang orang bodoh tadi memang ingin menzaliminya saja tapi sebaiknya ia tidak menghiraukannya dan membalasnya.

Fasal: Mencari Tambahan Ilmu Pengetahuan 

  • Penuntut ilmu harus menambah ilmu setiap harinya agar mendapat kemuliaan.
  • Jangan lupa untuk membawa buku dan alat tulis guna menulis ilmu yang bermanfaat yang ia temukan.
  • Menghafal sebaik-baik yang didengarkan. Mengatakan sebaik-baik yang dihafal.
  • Hafallah pelajaran sedikit demi sedikit setiap harinya. Karena sesuatu yang banyak dimulai dari yang sedikit.
  • Malam itu terlalu panjang jangan kamu habiskan untuk tidur. Siang hari itu terang benderang jangan kau redupkan dengan dosa dosamu.
  • Penuntut ilmu harus memanfaatkan benar waktu selama bersama ulama. Gunakan untuk menimba pengetahuan dari mereka. Karena kalau sampai ia telah berlalu maka kesempatan itu tidak akan datang lagi.
  • Kehinaan dan kerugian akibat dari tidak menghiraukan ilmu Allah pada ulama. Maka berlindunglah kepada Allah siang dan malam.
  • Para penuntut ilmu itu harus tahan menanggung penderitaan dan kehinaan ketika menuntut ilmu.
  • Menuntut ilmu itu tidak bisa dipisahkan dari guru dan teman teman belajar.
  • Kamu tidak akan memperoleh kemuliaan selama kamu tidak menghinakan dirimu sendiri dengan menuntut ilmu yang penuh penderitaan.

Fasal: Wara’

  • Bersikaplah wara’ (menjaga dari hal hal yang tidak jelas halalnya).
  • Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang tidak berlaku wara’ ketika belajar ilmu maka dia akan diuji oleh Allah dengan salah satu dari tiga hal; mati muda, tinggal bersama-sama orang yang bodoh, atau diuji menjadi pelayan pemerintah.
  • Termasuk sifat wara’ adalah menghindari rasa kenyang perut, banyak tidur, dan banyak bicara yang tidak berguna.
  • Jangan suka makan makanan di pasar karena ia kurang berkahnya lantaran orang miskin menginginkannya namun tidak bisa membelinya.
  • Para ulama salaf diberi keluasan ilmu berkah dari bersikap wara’.
  • Jauhilah menggunjing dan berkumpul dengan orang yang banyak bicara.
  • Orang yang banyak bicara telah mencuri umurmu dan membuang waktumu.
  • Termasuk sifat wara’ lagi adalah: menyingkir dari orang yang suka berbuat kerusakan dan maksiat, dari orang yang suka menganggur. Karena kita bisa terpengaruh.
  • Hadaplah kiblat ketika belajar.
  • Jangan pernah meremehkan hal-hal adab sopan santun dan hal hal yang disunnahkan.
  • Orang yang terbiasa meremehkan akhlak bisa meremehkan hal-hal yang sunnah dan itu bisa membawa kepada meremehkan hal-hal yang wajib. Sedangkan meremehkan ibadah wajib tentu terhalang dari perkara-perkara akhirat.
  • Seorang Penuntut ilmu harus memperbanyak salat dan khusyuk di dalamnya. Karena itu membantu memperoleh ilmu dan dalam belajar.
  • Jagalah perintah dan larangan Alloh, kerjakanlah salat, tuntutlah ilmu agama, dan giatlah dalam memohon pertolongan melalui amalan yang baik, niscaya kamu akan menjadi ahli ilmu agama.
  • Bawalah buku kemana saja untuk dipelajari. Dan catatlah apa yang kau dengar dari gurumu.

Ringkasan TA’LIMUL-MUTA’ALLIM – Syeikh Ibrahim bin Isma’il al-Zarnuji (bag.2)

Fasal: Cara Menghormati Ilmu dan Guru

  • Tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan dapat mengambil manfaatnya bila tidak mau menghormati ilmu dan gurunya.
  • Cara menghormati guru antara lain: tidak berjalan di depan gurunya, tidak duduk di tempat yang diduduki gurunya, bila dihadapan gurunya tidak memulai pembicaraan kecuali ada izinnya.
  • Janganlah terlalu banyak bicara di hadapan guru, tidak menanyainya dalam keadaan yang lelah atau bosan, perhatikan waktunya, tidak mengganggunya di rumahnya.
  • Intinya penuntut ilmu haruslah mencari keridhoaan dari gurunya.
  • Jangan menyakiti hati guru karena itu menyebabkan ilmu tidak dapat berkah.
  • Cara menghormati guru adalah dengan menghormati kitab atau buku.
  • Jangan memegang buku kecuali dalam keadaan suci.
  • Ilmu itu adalah cahaya, sedangkan wudhu juga cahaya. Cahaya ilmu tidak akan bertambah kecuali dengan berwudhu.
  • Menghormati buku juga dengan cara: tidak meletakkan buku di dekat kakinya ketika bersila, meletakkan buku buku tafsir di atas buku-buku lain juga tidak meletakkan apa pun di atas buku.
  • Kecuali kalau ia tidak berniat meremehkan. Tapi alangkah lebih baiknya bila tidak melakukannya.
  • Perbaguslah tulisan di dalam buku. Jangan terlalu kecil sehingga sulit dibaca.
  • Sebaiknya tidak menggunakan tinta warna merah dalam menulis, karena itu kebiasaan filosof dan bukan kebiasaan ulama salaf.
  • Cara lain dalam menghormati ilmu adalah dengan menghormati teman belajar terutama orang yang mengajarnya.
  • Hendaknya tetap mendengarkan ilmu dan hikmah dengan hormat sekalipun ia telah berkali kali mendengarnya.
  • Sebaiknya penuntut ilmu tidak sembarangan memilih ilmu, tapi diserahkan kepada gurunya. Karena gurunya biasanya lebih tahu dengan yang terbaik bagi muridnya tersebut.
  • Janganlah terlalu dekat duduk dengan gurunya.
  • Penuntut ilmu harus meninggalkan akhlak yang tercela. Karena akhlak yang tercela diumpamakan binatang anjing yang samar.
  • Ilmu adalah musuh bagi orang orang yang congkak.
  • Kemuliaan itu datang bukan karena usaha, tapi dari pemberian karunia Alloh.

Fasal: Kesungguhan Dalam Menuntut Ilmu, Keistiqomahan dan Cita-cita yang Tinggi

  • Penuntut ilmu harus bersungguh sungguh dalam belajar. Harus tekun.
  • Siapa yang berusaha keras niscaya ia mendapatkannya.
  • Mencari ilmu tidak akan berhasil tanpa kerja keras dan usaha maksimal yang penuh kesengsaraan.
  • Naiflah seseorang yang tidak mau berusaha secara optimal padahal ia mampu.
  • Jangan terlalu banyak tidur malam hari.
  • Orang yang ingin mendapatkan ilmu haruslah meninggalkan tidur malam.
  • Sebaiknya malam digunakan dalam belajar dan ibadah.
  • Biar tidak banyak tidur di malam hari, sebaiknya tidak banyak makan agar tidak ngantuk.
  • Sebaiknya pelajaran diulang pada awal malam dan akhir malam karena saat saat tersebut diberkahi.
  • Bersifatlah wara, kurangi tidur, kurangi makan dan tekunlah belajar.
  • Karena kerja kerasmulah kamu akan diberi.
  • Orang yang ingin sukses sebaiknya mengurangi tidur malam.
  • Gunakanlah masa mudamu dalam menuntut ilmu karena  ia tidak akan terulang lagi.
  • Bersungguh sungguh bukan berarti memaksakan diri.
  • Kita tidak boleh memaksakan diri melebih dari kemampuan kita.
  • Karena kalau dipaksakan bisa melemahkan badan dan tidak mampu bekerja lagi
  • Tuntutlah ilmu itu pelan pelan saja tapi kontinyu. Intinya adalah kesabaran.
  • Bercitalah setinggi-tingginya. Karena orang yang tinggi derajatnya lantaran pernah bercita tinggi.
  • Modal pokok adalah kesungguhan.
  • Semua bisa didapat dengan kesungguhan dan bercita luhur.
  • Ingin pandai tapi tidak mau sungguh sungguh tidak dapatlah ilmu kecuali sedikit.
  • Bersungguh sungguh tapi tidak tergesa-gesa.
  • Kamu memang bodoh, tapi itu bisa kamu usir dengan terus menerus belajar.
  • Jauhilan sifat malas karena itu sumber keburukan dan kerusakan yang amat besar.
  • Jangan suka menunda karena itu kebiasaan para pemalas. Dan sifat malas itu mendatangkan keburukan dan malapetaka.
  • Tinggalkanlah malas dan menunda supaya tidak tetap dalam kehinaan.
  • Tidak ada yang diberikan kepada pemalas kecuali penyesalan lantaran gagal meraih cita-cita.
  • Penderitaan, kelemahan dan penyesalan bermula dari sifat malas.
  • Malas belajar timbul karena kurang sadarnya perhatian terhadap keutamaan dan pentingnya ilmu.
  • Ilmu akan kekal sedangkan harta benda akan sirna.
  • Orang yang ilmunya bermanfaat akan tetap dikenang sekalipun ia telah meninggal.
  • Lupa disebabkan banyak dahak. Banyak dahak lantaran banyak minum dan makan.
  • Bersiwak dapat mengurangi dahak, menguatkan hapalan dan menyebabkan kefasihan.
  • Perut yang penuh lantaran banyak makan mengurangi ketangkasan.

Fasal: Mulai Belajar, Ukuran dan Urutannya.

  • Mulailah dari hari rabu karena pada hari itu cahaya diciptakan.
  • Para santri seharusnya memulai belajar dengan cara menghafal kitab lalu kemudian memahaminya. Setelah paham baru menambah sedikit demi sedikit.
  • Setiap kitab atau buku sebaiknya diulang dua kali. Tapi kalau lebih tebal kalau bisa sampai sepuluh kali. Biasakanlah hal ini.
  • Mulailah juga dari buku buku yang mudah dipahami karena ia tidak membosankan dan tidak melekat.
  • Setelah menghapal dan memahami baru lakukanlah pencatatan.
  • Jangan mencatat sebelum paham karena itu membuang buang waktu.
  • Penuntut ilmu harus benar-benar memahami apa yang dikatakan gurunya kemudian mengulang-ulangnya hingga benar benar mengerti.
  • Jangan biasakan tidak mau memahami apa yang disampaikan oleh pengajar, karena bisa menjadi kebiasaan sehingga ia tidak dapat memahami apa apa kecuali sedikit.
  • Jangan lupa untuk berdoa ketika memahami pelajarannya.
  • Setelah benar benar paham dan tidak khawatir akan lupa baru kemudian melangkah ke pelajaran selanjutnya.
  • Cara mudah agar tidak lupa dengan pelajaran adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain.
  • Hal yang baik bila suatu masalah atau satu pendapat didiskusikan. Karena belajar dengan diskusi itu lebih efektif daripada belajar sendiri. Sebab dalam diskusi kita dituntut untuk lebih berpikir dan lebih maksimal.
  • Jangan berdiskusi dengan orang yang buruk tabiatnya atau dengan orang yang tidak mencari kebenaran yang hanya ingin mempersulit orang.
  • Penuntut ilmu haruslah membiasakan berpikir keras tentang pelajaran yang sukar dipahami, karena banyak dipaham lantaran dipikirkan.
  • Jangan berbicara atau menyampaikan sesuatu sebelum berpikir agar tidak tersalah.
  • Para Penuntut ilmu harus terus menerus belajar kapan saja dan dari mana saja menambah pengetahuannya.
  • Biasakanlah lisan dalam bertanya dan biasakanlah hati yang banyak berpikir.
  • Pertanyaan yang bagus disampaikan adalah “bagaimana pendapatmu tentang masalah ini?”
  • Sering seringlah bertukar pikiran dengan orang lain.
  • Tidak masalah bila Penuntut ilmu bekerja. Tapi tetaplah belajar dan jangan malas-malasan.
  • Jangan ada alasan untuk tidak belajar.
  • Jangan lupa untuk bersyukur mengucap hamdalah ketika paham dengan satu masalah, semoga ditambahkan oleh Allah swt.
  • Jauhilan sifat kikir/pelit.
  • Belilah buku karena itu memudahkan dalam belajar dari orang lain.
  • Jangan rakus dengan harta orang lain.
  • Tinggalkanlah sifat tamak dengan harta orang lain dan sifat kikir dengan harta sendiri.
  • Orang-orang dulu belajar bekerja baru mencari ilmu pengetahuan agar mereka tidak tamak dengan harta orang lain.
  • Berharaplah hanya kepada Alloh.
  • Penuntut ilmu mengulang pelajaran sebaiknya konsisten. Semisal setiap harinya ia mengulang pelajaran hingga sepuluh kali. Maka lakukanlah sejumlah itu pula di hari hari berikutnya.
  • Ingat! Pelajaran tidak akan melekat bila tidak diulang-ulang.
  • Biasakanlah membaca dengan keras, tanda semangat supaya tidak bosan.
  • Penuntut ilmu tidak boleh berputus asa karena itu berakibat buruk.
  • Saran yang baik dalam bidang fikih adalah dengan menghapal satu kitab saja darinya dan itu akan memudahkan dalam mempelajari kitab kitab lainnya.

Fasal: Tawakkal

  • Bertawakallah kepada Alloh dalam masalah rezeki ketika menuntut ilmu. Tidak perlu mencemaskannya. Karena ada hadis nabi yang mengatakan orang yang memperdalam ilmu agama niscaya akan Alloh cukupkan dan Ia beri rezeki dari jalan yang tidak ia sangka-sangka.
  • Orang yang sibuk dengan perkara rezeki dalam hal makanan dan pakaian, biasanya tidak gubris lagi dengan akhlak mulia dan hal hal yang tinggi lainnya.
  • Manshur al hallaj berkata: sibukanlah nafsumu, karena bila tidak ialah yang akan membuatmu sibuk.
  • Orang yang berakal tidaklah boleh cemas dengan urusan dunia.
  • Tidak memikirkan rezeki bukan berati tidak bekerja lo.
  • Para penuntut ilmu sebaiknya menjauhi urusan duniawi sebisanya.
  • Penuntut ilmu harus sabar dan tabah selama menuntut ilmu. Karena memang fitrahnya bahwa pergi menuntut ilmu berarti harus berhadapan dengan kesengsaraan.
  • Orang yang tabah selama di dalam menuntut ilmu akan mendapatkan manis dan lezatnya ilmu.
Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"