Posts Tagged ‘ Allah ’

Hakekat Rizki

Mungkin kita tak tahu dimana rizki kita..
Tapi rizki tahu dimana diri kita..
Dari lautan biru, bumi dan gunung..
Allah memerintahkannya menuju kita..
Allah menjamin rizki kita, sejak 4 bulan 10 hari kita dalam kandungan ibu..

Amatlah keliru bila rizki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah..sedang rizki itu urusanNya.

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji..
Yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yang tertulis dalam angka..
Tapi apa yang telah dinikmatinya..

Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita..
Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x Shafa dan Marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya..
Ikhtiyar itu perbuatan..
Rizki itu kejutan..

Dan jangan lupa..
Tiap hakekat rizki akan ditanya..
“Darimana dan untuk apa?”
Karena rizki adalah “hak pakai”
Halalnya dihisab..
Haramnya diadzab..

Maka, janganlah kita iri pada rizki orang lain…
Bila kita iri pada rizkinya, kita juga harus iri pada takdir matinya.
Karena Allah membagi rizki, jodoh dan usia ummat-Nya..
Tanpa bisa tertukar satu dan lainnya..

Jadi bertawakkal lah, ridho dengan ketentuan Allah, sehingga apapun itu kita akan merasa cukup dan penuh kenikmatan..

Wallahu A’lam..

Share via Whatsapp dari: KH. Khoirul Anwar Fathoni, Ponpes Al-Fath, Cilegon

 

Advertisements

sebab – akibat

Kawan2ku yang dirahmati Allah. Ketahuilah sesungguhnya pandangan mengenai ihwal sebab-akibat itu ada tiga macam:
Pertama, bahwa sebab pasti akan menghasilkan akibat. Maka jangan tertipu dengan pandangan seperti ini. Ini adalah pandangan orang2 kafir. Bilamana akibat tidak diperoleh, mereka akan berputus asa. mereka inilah yang menuhankan sebab dan meniadakan tuhan dalam setiap usaha mereka.
Kedua, bahwa sebab akan menghasilkan akibat dikarenakan kekuatan yg Allah berikan pada sebab tersebut untuk menghasilkan akibat. Pun pandangan seperti ini keliru. Ketahuilah bahwa tidak semua api dapat membakar, dan tidak semua pisau dapat memotong. Sebagaimana api tdk bisa membakar Nabi Ibrahim dan pisau tdk bisa memotong leher Nabi Ismail ‘alaihimaassalam.
Ketiga, bahwa akibat ada karena sebab yang mana akibat tersebut terjadi dengan seijin Allah swt. Ketahuilah pandangan inilah yang selamat, maka berpegang teguhlah. Berikhtiarlah untuk mengejar akibat, lalu bertawakkal. Di sinilah makna roja’ dan tawakkal. Syukur bilamana akibat baik yg didapat (sesuai harap) dan sabar bilamana tidak sesuai harap. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan Allah-lah yg terbaik. Karena Dia mahatahu apa yang kita tak tahu.

Wallahu a’lam.

Hakikat Cinta

Sungguh cinta dari manusia tidak ada apa-apanya, memang kadang indah, enak dirasa, lembut, membuat diri yakin akan kedudukan di hadapan manusia, membuat diri ini bangga, namun ketahuilah, cinta yang demikian tidak akan berarti tanpa cinta dari-Nya.

ya Allah, jangan Engkau gelincirkan hamba pada cinta selain cinta dari-Mu. jangan engkau lenakan hamba dengan cinta selain cinta untuk-Mu. dan jangan Engkau biarkan hamba menaruh cinta selain cinta kepada-Mu.

Ya Allah, cintai hamba, sehingga Engkau akan menjaga hamba dari terlena dengan kehidupan dunia.

Ya Allah, cintai hamba, sehingga Engkau ridhoi hamba untuk menjadi hamba-Mu yang shalih.

“Allah memberikan dunia pada yang Dia cintai dan yang Dia benci. Tetapi Dia tidak memberikan (kesadaran ber) agama, kecuali pada yang Dia cintai. Maka barangsiapa diberi (kesadaran ber) agama oleh Allah, berarti ia dicintai oleh-Nya.” (HR. Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Belajar dari Batu

Entah kenapa kali ini saya tertarik untuk menulis tentang “batu”. Yes, in javanese we call it “watu”. so, ada apa dengan batu?

tidak bisa kita pungkiri barangkali, kalau Indonesia ternyata tidak hanya ada 2 musim seperti kata guru-guru geografi kita. ternyata ada banyak sekali musim. bulan april-oktober musim kemarau, oktober-april musim hujan, februari-maret musim duren, maret-entah kapan musim rambutan, termasuk juga musim batu yang sedang kita alami beberapa bulan terakhir ini.

di tempat tinggal saya sekarang-cilegon, pedagang batu sudah merajalela. coba bayangkan, beberapa bulan yang lalu saya hanya liat pedagang batu di pojok2 pasar kota. sekarang, maasyaaAllaah, jangankan di pasar, di jalanan kampung pun banyak pedagang yang buka lapak. ada yang baru buka, ada pula yang modifikasi dari lapak sebelumnya (yang tadinya lapak jahitan, sekarang jadi lapak batu, hoho, tapi ini real, bro). sampe segitunya ya, saya berani menebak ini akan sama seperti musim-musim sebelumnya. yang seumuran sama saya, pasti pernah mengalami musim ikan louhan. atau musim bunga anthurium.

saya jadi ingat jaman dulu, ngerawat ikan louhan sampe gede, pas udah gede, ternyata musimnya udah habis. yaah. waktu berlalu, tiba-tiba ikannya sakit, mungkin sudah tua. Nah, daripada mati jadi bangkai, akhirnya di”sembelih” sama ibu saya dan dijadikan pepes. hiks. maaf ya ikaan.

atau musim bunga anthurium, kita biasa menyebutnya gelombang cinta #aseek, kenapa gak gelora cinta aja ya? haha. dulu ada yang harganya sampe jutaan rupiah. lama kelamaan orang-orang banyak yang punya. yang awalnya harganya mahal, lama-lama turun. sekarang, siapa yang masih nyari bunga gelombang cinta? sepertinya sudah tidak ada.

saya kira musim batu juga akan sama. wallaahu a’lam. ketika semua orang sudah punya batu yang bagus-bagus, maka batu yang bagus-bagus akhirnya menjadi tidak spesial lagi. karena tidak spesial, harga akan turun. dan ujung-ujungnya koleksi batu kita terbengkalai begitu saja. lekang oleh zaman meski tak lapuk oleh waktu.

tapi di balik itu semua, yang terpenting adalah: jangan sampai kita terlalu terlena sehingga kita lalai. lalai apa? macem-macem. nggosok batu barangkali, sampai menunda atau bahkan lupa sholat (na’uudzu billaah). tiap ketemu orang bukan salam yang diucap, tapi “wiii bagus amat batunya bro, beli di mana?” atau “bro, gue punya batu baru nih, kalimaya asli.”  ketika biasanya setelah sholat, ngaji, malah nggosok batu lagi. masih mending, barangkali ada yang baru bangun tidur, gapake mandi, langsung batu yang diinget, gosok lagi gosok lagi, sampe lupa sarapan.

kalau kata pak kyai kemarin, jangan sampe batu digosok-gosok sampe mengkilap, bening, tapi hati kita sendiri lupa “digosok”. digosok dengan apa? dengan banyak beristighfar kepada Allah, dengan banyak dzikir, sholawat. batu ketika terkena kotoran langsung digosok biar kinclong lagi. tapi ketika kita melakukan dosa, kita lupa menggosok hati kita dengan banyak istighfar. kita sibuk menggosok batu, tapi tidak sibuk menggosok hati agar terbebas dari sifat sombong, dengki, iri, hasud, dan semacamnya. wal’iyaadzu billaah.

dari batu kita bisa mengambil pelajaran. semakin indah batu, semakin mengkilap, semakin langka, semakin dicintai orang bukan? dan harganya pasti tinggi. sama dengan hati kita, semakin bening, semakin rutin dibersihkan dari dosa-dosa, semakin khusyu’, akan semakin dicintai, insyaaAllaah. bukan hanya oleh orang atau makhluk, tapi juga Yang Menciptakan hati. 🙂

Wallaahu a’lam.

Batu kalimaya termasuk salah satu yang menurut saya paling indah. Maha Suci Allah yang menciptakan batu jenis ini beserta semua warnanya. Tidakkah kita berfikir bahwa batu ini diciptakan agar kita semakin memahami akan keagungan-Nya? (sumber: www.embacincin.com)

Batu kalimaya termasuk salah satu yang menurut saya paling indah. Maha Suci Allah yang menciptakan batu jenis ini beserta semua warnanya. Tidakkah kita berfikir bahwa batu ini diciptakan agar kita semakin memahami akan keagungan-Nya? (sumber: http://www.embacincin.com)

Tentang Kemiskinan

Hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat bagus tentang kemiskinan. ya, suatu kata yang terdiri dari kata dasar “miskin” dan ibuhan “ke-an”. Hehe.

Orang yang sadar dan waras pasti tidak menginginkan kemiskinan menimpa dirinya, meskipun pada dasarnya miskin-kaya itu datangnya dari Allah, sudah dicatat di lauhun-mahfuzh sejak jaman azali. artinya, rizki makhluk itu sudah digariskan, tidak akan bertambah dengan ambisi kita (mengejar rizki) dan tidak pula berkurang dengan sikap tenang kita (tidak tergesa-gesa) (baca syair Imam Syafi’i pada postingan saya sebelumnya). Lantas, bagaimana dengan Rasulullah SAW yang justru berdoa meminta dihidupkan dalam keadaan miskin dan dimatikan dalam keadaan yang sama? Hayooo… Siapa yang pernah mengamalkan doa ini? Saya yakin tidak ada, kecuali orang-orang khusus yang sudah jarang kita temui di jaman sekarang. Hehe.

Seakan ada makna tersembunyi di balik kemiskinan. Dan ternyata memang iya. Kita kupas satu2 ya, dalil-dalilnya kawan2 bisa cari sendiri lah.

  • Orang miskin masuk surganya duluan dibandingkan orang kaya, dalam suatu riwayat, jarak waktunya 500 tahun. Bisa kita bayangkan betapa lamanya. Ya, orang miskin hisabnya akan lebih cepat karena tidak banyak pertanyaan tentang harta yang dimilikinya, berbeda dengan si kaya yang diinterogasi ke mana saja hartanya ia salurkan.
  • Selain berdoa ingin miskin, Rasulullah SAW (dalam doanya) juga ingin dikumpulkan bersama orang-orang miskin di akhirat kelak. Tentunya orang miskin yang beriman yaa…
  • Orang miskin tuh spesial. Rasul sendiri yang “bilang”, orang yang menyantuni janda dan orang miskin sama halnya seperti orang yang berjihad fi sabilillah dan tidak berhenti puasa (di siang hari) dan sholat malam. Rasul juga “bilang”, barangsiapa yang meringankan urusan orang miskin, Allah akan meringankan urusan kita di dunia maupun akhirat. MaasyaaAllaah. Sudah dimuliakan oleh Allah, membantu/menyantuni mereka juga mendatangkan kemuliaan untuk kita juga.
  • Meskipun kemiskinan itu dekat pula dengan kekufuran (ingat fenomena orang-orang yang mengorbankan akidahnya hanya karena ind*mie), ternyata bukan “kemiskinan” ini yang dikhawatirkan Rasul dapat merusak agama dan membinasakan umat. Rasul lebih khawatir umatnya akan berlomba-lomba mengejar dunia, sehingga melupakan perkara akhirat. Semoga kita selamat dari itu semua.
  • Orang miskin juga bisa bersedekah kok. Dari mana? Sebenarnya tidak cuma orang miskin, tapi juga semuanya. Banyak sekali sabda Rasul yang menerangkan bahwa amal-amal baik itu adalah sedekah, tasbih adalah sedekah, tahmid juga sedekah, begitu pula tahlil, takbir, bahkan senyum bila dapat menyenangkan saudara kita, maka itu adalah amal shalih, itupun bisa menjadi sedekah. Subhaanallaah. 🙂

Yang terpenting dari itu semua adalah, jangan sampai kita merasa kaya-miskin itu adalah penentu derajat kita. Sekali kali tidak, kawan! Tidak perlu kita merasa rendah karena miskin, tidak perlu juga bangga karena kaya. Karena semua itu adalah karunia Allah kepada mereka yang dikehendakinya. Kelak, orang-orang miskin akan dimintai tanggungjawab dengan kemiskinannya, apalagi mereka yang kaya. Ketahuilah, kawan, bahwa derajat manusia itu hakikatnya yang ada pada sisi Allah SWT. Hanya orang-orang yang bertakwa yang dijanjikan akan diberikan derajat yang tinggi di sisi-Nya.

Satu kalimat (atau mungkin beberapa) lagi, miskin-kaya itu adalah sunnatullah, karena pada dasarnya semua itu diciptakan berpasang-pasangan. Miskin-kaya, jelek-bagus, cewek-cowok, kecil-besar, dll. Kalau boleh dikatakan (kasarnya), kemiskinan (harta) itu tidak bisa diberantas, percuma, miskin-kaya akan tetap balance. Yang perlu diberantas adalah “mental”nya. Banyak kan, kita temui orang yang dhohirnya kaya, tapi hakikatnya miskin (nyatanya, masih korupsi, nyolong duit negara), banyak pula orang yang dhohirnya miskin tapi hatinya kaya (tidak meminta-minta, banyak syukur dengan nikmat seadanya).

Ya Allaah, betapa banyak saudara-saudara kami di luar sana yang masih susah makan. Betapa celakanya kami yang berkecukupan ini tidak mau bersyukur kepada-Mu. (sumber: sp.beritasatu.com)

Terakhir (sekaligus penutup) mari berdoa semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang senantiasa bersyukur, tak peduli seberapa banyak nikmat dhohir yang Allah berikan (padahal hakikatnya tidak dapat terhitung), dan menjadikan kita cinta kepada orang-orang miskin sebagaimana Rasul SAW mencintai mereka. Aamiiin.

“Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya…”

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberikan kepadanya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka…”

Wallaahu a’lam.

**

Ridho

Imam asy-Syafi’i rahimahullah (w 204 H) bersyair:

Biarkanlah hari demi hari berbuat sesukanya * Tegarkan dan lapangkan jiwa tatkala takdir menjatuhkan ketentuan (setelah diawali dengan tekad dan usaha)

Janganlah engkau terhenyak dengan musibah malam yang terjadi * Karena musibah di dunia ini tak satu pun yang bertahan abadi (musibah tersebut pasti akan berakhir)

(Maka) Jadilah engkau lelaki sejati tatkala ketakutan menimpa * Dengan akhlakmu, kelapangan dada, kesetiaan, dan integritas

Betapapun aibmu bertebaran di mata makhluk * Dan engkau ingin ada tirai yang menutupinya

Maka tutupilah dengan tirai kedermawanan, karena segenap aib * Akan tertutupi dengan apa yang disebut orang sebagai kedermawanan

Jangan sedikitpun memperlihatkan kehinaan di hadapan musuh (orang-orang kafir) * Itu akan menjadikan mereka di atas kebenaran disebabkan berjayanya mereka, sungguh itulah malapetaka yang sebenarnya

Jangan pernah kau berharap pemberian dari si Bakhil * Karena pada api (si bakhil), tidak ada air bagi mereka yang haus

Rizkimu (telah terjamin dalam ketentuan Allah), tidak akan berkurang hanya karena sifat tenang dan tidak tergesa-gesa (dalam mencarinya) * Tidak pula rizkimu bertambah dengan ambisi dan keletihan dalam bekerja

Tak ada kesedihan yang kekal, tak ada kebahagiaan yang abadi * Tak ada kesengsaraan yang bertahan selamanya, pun demikian halnya dengan kemakmuran. (Beginilah keadaan hari demi hari, yang seharusnya mampu senantiasa memberikan kita harapan demi harapan dalam kehidupan)

Manakala sifat qana’ah senantiasa ada pada dirimu * Maka antara engkau dan raja dunia, sama saja (artinya, orang yang qana’ah senantiasa merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah untuknya, maka sejatinya ia seperti raja, bahkan lebih merdeka dari seorang raja)

Siapapun yang dihampiri oleh janji kematian * Maka tak ada bumi dan tak ada langit yang bisa melindunginya

Bumi Allah itu teramat luas, namun * Tatkala takdir (kematian) turun (menjemput), maka tempat manapun niscaya kan terasa sempit

Biarkanlah hari demi hari melakukan pengkhianatan setiap saat (artinya, jangan khawatir dengan kezhaliman yang menimpamu * Toh, (jika pada akhirnya kezhaliman itu sampai merenggut nyawa, maka ketahuilah bahwa) tak satupun obat yang bisa menangkal kematian (artinya, mati di atas singgasana sebagai seorang raja dan mati di atas tanah sebagai orang yang terzhalimi sama-sama tidak ada obat penangkalnya

***

Dikutip dari kitab “Diwan al-Imam asy-Syafi’i”, Hal. 10, Ta’liq: Muhammad Ibrahim Salim

Sabar

Sebegitu sering kita mendengar kata ini,
Sebegitu sering pula kita menasehati orang lain menggunakan kata ini,

Ternyata implementasinya tidak mudah,

Itulah mengapa Allah memberikan jaminan besar,
Dia akan bersama orang-orang yang sabar,
Rahmat-Nya akan tercurah kepada mereka yang sabar,
Pahala yang melimpah disiapkan hanya untuk mereka yang sabar,

Sabar ya,
Tanpa sabar, tidak akan ada sakinah,
Tanpa sabar, tidak akan ada ridho,

Sabar ya,
Kita cuma perlu yakin,
dalam sabar PASTI ada hikmah,

***
Dari seseorang untuk seseorang with love 🙂

Ketika Perut Rasulullah SAW Berbunyi

Suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallama Menjadi imam sholat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi gemercik menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”

Mendengar jawaban ini Umar bin khatab melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya,Rasulullah pun mengangkat jubahnya.

Para sahabat amat terkejut. Terlihatlah perut Manusia yang dimuliakan Allah ini, Dan Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”

Rasulullah menjawab dengan lembut,

”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. TETAPI APAKAH YANG AKAN AKU JAWAB DIHADAPAN ALLAH NANTI,APABILA AKU SEBAGAI PEMIMPIN, MENJADI BEBAN BAGI UMMATNYA..??”

Para sahabat yang mendengar hanya tertegun menderaikan air mata. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

SEBARKAN BERITA INI,
Betapa cintanya Rasulullah kepada umatnya.

Semoga kelak di akhirat nanti kita mendapatkan Syafa’atul Udzmah di Yaumil Qiyamah nanti..dan kita di kukuhkan keimanan serta keIslaman kita agar terus meneladani dan mencintai beliau.
اللهم اجعلنا من احباب المصطفى
يارب صل علي محمد وافتح من الخير كل مغلق
اللهم صل وسلم وبارك على الحبيب المصطفى وعلى آله وصحبه اجمعين

AAMIIN YA RABBAL ‘AALAMIIN…..

~  Habib Quraish Baharun ~

 

sumber:
http://www.majelisrasulullah.org/ketika-perut-rasulullah-berbunyi/

Serba Terbalik

entah mengapa akhir2 ini saya melihat ada banyak sekali hal2 yang saya rasa mulai “terbalik”. maksud saya, terbalik dari fitrah yang sebenarnya. atau keluar dari fitrahnya. tidak perlu jauh-jauh, kita lihat saja di lingkungan kita sendiri, lingkungan kampus, kerja, rumah, dunia maya, dan keluarga barangkali.

Jalan Yuk!

coba lihat, masalah pergaulan misalnya. cowok-cewek (non-mahram, blm nikah) berduaan, sudah menjadi pemandangan yang biasa. kalo gak punya pacar/pacaran dikira gak gaul, gak laku, gak keren, kasian. yee justru mereka2 ini orang yang terjaga. Allah yang menjaga mereka agar tidak dekat2 dengan zina. Allah sendiri kan yang melarang dekat2 dengan zina. deket2 aja dilarang. berarti kalo ada orang yang dijauhkan dari zina, berarti orang itu spesial dong. tau kan kalo berduaan, atau (bahasa kerennya) khalwat itu dosa. dan ngundang sesuatu yang lebih dosa, bahkan hina. kalo berduaan, datang setan sebagai orang ketiganya, yang godain agar terjadi macem2. pegang2 kek, cium2 kek, “itu” kek, dan apapun yang dilarang oleh Allah. hiiii serem. na’uudzu billaah min dzaalik.

Macem2 dikit, Bunuh!

ada lagi, rasanya sekarang tuh mbunuh orang udah jadi satu-satunya solusi untuk orang yang marah/kesel ya. entah itu suami marah sama istri, majikan marah sama pembantu, kakak marah sama adiknya, ayah sama anaknya, dll. suami kesel sama istrinya yang gak ngijinin sertifikat tanahnya digadaikan untuk beli motor, istrinya dibunuh. <– ini pernah ada di berita. orang pacaran, salah satu selingkuh, bla bla bla, tiba2 pacarnya dibunuh. belum lagi kasus TKW di luar sana yang suka disiksa oleh majikannya. kok ya bisanyaaa bunah-bunuh orang, enteng gitu kayanya, padahal membunuh itu termasuk dosa buuuesar. heu, na’uudzu billaah.

Enak (?), tapi Modar!

kalau tadi mbunuh orang, sekarang mbunuh diri sendiri. ada yang gantung diri, minum baygon, adapula yang sebenernya gak pengin bunuh diri, tapi aksinya itu menunjukkan bahwa dia sedang bunuh diri. pernah ada berita beberapa hari yang lalu di Sumedang, sekampung ngoplos semua, cowok-cewek, tua-muda, saya lupa komposisinya apa aja. akhir cerita mereka pada masuk rumah sakit, beberapa tidak tertolong karena saking parahnya, akhirnya satu per satu mati. ya Allaah, betapa kasihannya mereka ini, apakah tidak ada da’i di kampung mereka sehingga semua hobi ngoplos gini. seharusnya udah pada tahu ngoplos itu bukan salah satu solusi mau minum enak, kalau memabukkan sama saja minum khamr, kalau sampe mati gini, yaa sama kaya bunuh diri. na’uudzu billah min dzalik. kalau mau minum enak, dingin, masih banyak tuh di alfamart, kalo gak nemu ya coba cari di indomaret. ngapain harus ngoplos segala. “ngoplos lebih murah mas,” hee.. enak aja, berarti nyawamu masa lebih murah dari teh botol sosro. wkwk.

Asing sama Agama Sendiri (?)

saya ga tau nih berapa persen dari kita yang sudah mulai rada2 jarang belajar agama, jarang baca al-qur’an, jarang wiridan, jarang sedekah, dll. atau malah sering ninggalin sholat. na’uudzu billaah min dzaalik. sepertinya semua tadi mulai kalah pamor sama line, whatsapp, path, instagram, facebook, twitter, pulsa, lagu2, film, drama, dll. sadar gak guys? seharusnya sih kita sadar. waktu yang dulu kita gunain buat baca al-qur’an, udah mulai ilang tuh dipake baca update-an di twitter. tangan kita yang dulunya sering pegang tasbih, ilang tuh tasbihnya ganti gadget. geser-geser-geser sampe 33x. hehe. dulu pas lagi nganggur biasa baca buku2 yang bermanfaat, sekarang ganti mainan game android yang kayanya lumayan seru. kayanya kita sekarang lebih apal kehidupannya artis, pemain bola, musisi, ketimbang Nabi kita Muhammad saw. duit lebih banyak buat beli pulsa paket internet daripada sedekah.

ya, seolah-olah kita udah mulai mentingin bisa eksis di medsos daripada eksis di hadapan Allah. kita lebih kawatir gak naik level di game daripada gak naik derajat di hadapan Allah. kita lebih nikmat baca update-an di dunia maya daripada baca al-qur’an. lebih apal lagu2 daripada al-qur’an. lebih tahu gosip artis daripada kisah para sahabat dan para ulama’ terdahulu.

sebenernya guys, yang terpenting adalah bagaimana pertanggungjawaban kita kelak di hadapan Allah swt? kita jelas-jelas sedang menjauh dari Allah, padahal yang ngasih semuanya itu Allah, nikmat sehat, harta, teman, dll. Allah juga sudah kirimkan kita manusia paling sempurna untuk dijadikan teladan, Nabi Muhammad saw., yang bahkan kalau para Nabi sebelumnya ditanya, mereka memilih untuk menjadi ummat Nabi Muhammad saw, saking sempurnanya beliau. masih nyari yang lain? jelas gak ada yang setara dengan beliau.

yuk ah, jangan mau dibolak-balik sama orang-orang penguasa teknologi. kalau mau memanfaatkan teknologi, manfaatkan untuk kebaikan. jangan malah bikin “lupa”. yuk, buka lagi al-qur’an-nya, dibaca. mulai isi waktu-waktu luang untuk membaca ilmu2 untuk bekal akhirat. belajar siroh/kisah kehidupan Nabi saw, agar kita bisa menyelami dan menghayati akhlak dan ajaran2 beliau saw. mulai perbanyak kebaikan kita, mumpung di dunia. mati tidak ada yang tahu kapan datangnya kan. yakinlah, kalau kita punya niat kuat untuk bergegas dalam kebaikan Allah pasti memberi jalan. gapapa kok, ketinggalan update-an di medsos. gapapa juga ketinggalan film seru juara oscar. apalagi gak apal lagu2, gapapaa, yang penting apal surah2 al-qur’an. 🙂

semoga kita semua diberi hidayah ya oleh Allah swt., sumber hidayah ada dua, langsung dari Allah tanpa sebab, dan kita sendiri yang mengusahakan sebabnya. terserah Allah mau kasih hidayah lewat jalan yang mana. setelah diberi hidayah semoga Allah memberi kita istiqomah. dikatakan, “istiqomah itu bahkan lebih utama daripada seribu karomah..”. dan yang pasti kita minta agar diberi husnul-khatimah. aamiin. maaf yak curhatan saya malam ini panjang. kita sama2 perbaiki diri lah intinya.

wallaahu a’lam.

Syahadat Akhir Hayat

ASY-SYAIKH MUHAMMAD MUTAWALLI ASY-SYA’RAWI

Salah satu anak Syekh Mutawali Sya’rawi pernah bercerita mengenang mendiang ayahnya ketika sakaratul maut:

“Ketika malaikat maut hendak mencabut nyawa ayahku, saya, kerabat dan orang-orang yang mencintai beliau berada disisinya. Saya mendekat dan berkata, “ucapkan kalimat syahadat, yah. Ucapkanlah kalimat. syahadat, syekh”. Ayah berkata, “aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah”.
“sempurnakanlah syahadatnya, yah” pintaku “aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah” ucap ayahku masih sama, belum sempurna.

“ucapkan dengan sempurna kalimat syahadatnya, yah” pintaku ke tiga kali. Tiba-tiba kami mendapati beliau menunjuk ke salah satu arah dalam ruangan dan berkata, “dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah”.

***

dinukil dari sebuah postingan di grup Facebook “Majelis Ahbabur Rasul (MAR)”

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"