Tentang Kemiskinan

Hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat bagus tentang kemiskinan. ya, suatu kata yang terdiri dari kata dasar “miskin” dan ibuhan “ke-an”. Hehe.

Orang yang sadar dan waras pasti tidak menginginkan kemiskinan menimpa dirinya, meskipun pada dasarnya miskin-kaya itu datangnya dari Allah, sudah dicatat di lauhun-mahfuzh sejak jaman azali. artinya, rizki makhluk itu sudah digariskan, tidak akan bertambah dengan ambisi kita (mengejar rizki) dan tidak pula berkurang dengan sikap tenang kita (tidak tergesa-gesa) (baca syair Imam Syafi’i pada postingan saya sebelumnya). Lantas, bagaimana dengan Rasulullah SAW yang justru berdoa meminta dihidupkan dalam keadaan miskin dan dimatikan dalam keadaan yang sama? Hayooo… Siapa yang pernah mengamalkan doa ini? Saya yakin tidak ada, kecuali orang-orang khusus yang sudah jarang kita temui di jaman sekarang. Hehe.

Seakan ada makna tersembunyi di balik kemiskinan. Dan ternyata memang iya. Kita kupas satu2 ya, dalil-dalilnya kawan2 bisa cari sendiri lah.

  • Orang miskin masuk surganya duluan dibandingkan orang kaya, dalam suatu riwayat, jarak waktunya 500 tahun. Bisa kita bayangkan betapa lamanya. Ya, orang miskin hisabnya akan lebih cepat karena tidak banyak pertanyaan tentang harta yang dimilikinya, berbeda dengan si kaya yang diinterogasi ke mana saja hartanya ia salurkan.
  • Selain berdoa ingin miskin, Rasulullah SAW (dalam doanya) juga ingin dikumpulkan bersama orang-orang miskin di akhirat kelak. Tentunya orang miskin yang beriman yaa…
  • Orang miskin tuh spesial. Rasul sendiri yang “bilang”, orang yang menyantuni janda dan orang miskin sama halnya seperti orang yang berjihad fi sabilillah dan tidak berhenti puasa (di siang hari) dan sholat malam. Rasul juga “bilang”, barangsiapa yang meringankan urusan orang miskin, Allah akan meringankan urusan kita di dunia maupun akhirat. MaasyaaAllaah. Sudah dimuliakan oleh Allah, membantu/menyantuni mereka juga mendatangkan kemuliaan untuk kita juga.
  • Meskipun kemiskinan itu dekat pula dengan kekufuran (ingat fenomena orang-orang yang mengorbankan akidahnya hanya karena ind*mie), ternyata bukan “kemiskinan” ini yang dikhawatirkan Rasul dapat merusak agama dan membinasakan umat. Rasul lebih khawatir umatnya akan berlomba-lomba mengejar dunia, sehingga melupakan perkara akhirat. Semoga kita selamat dari itu semua.
  • Orang miskin juga bisa bersedekah kok. Dari mana? Sebenarnya tidak cuma orang miskin, tapi juga semuanya. Banyak sekali sabda Rasul yang menerangkan bahwa amal-amal baik itu adalah sedekah, tasbih adalah sedekah, tahmid juga sedekah, begitu pula tahlil, takbir, bahkan senyum bila dapat menyenangkan saudara kita, maka itu adalah amal shalih, itupun bisa menjadi sedekah. Subhaanallaah. 🙂

Yang terpenting dari itu semua adalah, jangan sampai kita merasa kaya-miskin itu adalah penentu derajat kita. Sekali kali tidak, kawan! Tidak perlu kita merasa rendah karena miskin, tidak perlu juga bangga karena kaya. Karena semua itu adalah karunia Allah kepada mereka yang dikehendakinya. Kelak, orang-orang miskin akan dimintai tanggungjawab dengan kemiskinannya, apalagi mereka yang kaya. Ketahuilah, kawan, bahwa derajat manusia itu hakikatnya yang ada pada sisi Allah SWT. Hanya orang-orang yang bertakwa yang dijanjikan akan diberikan derajat yang tinggi di sisi-Nya.

Satu kalimat (atau mungkin beberapa) lagi, miskin-kaya itu adalah sunnatullah, karena pada dasarnya semua itu diciptakan berpasang-pasangan. Miskin-kaya, jelek-bagus, cewek-cowok, kecil-besar, dll. Kalau boleh dikatakan (kasarnya), kemiskinan (harta) itu tidak bisa diberantas, percuma, miskin-kaya akan tetap balance. Yang perlu diberantas adalah “mental”nya. Banyak kan, kita temui orang yang dhohirnya kaya, tapi hakikatnya miskin (nyatanya, masih korupsi, nyolong duit negara), banyak pula orang yang dhohirnya miskin tapi hatinya kaya (tidak meminta-minta, banyak syukur dengan nikmat seadanya).

Ya Allaah, betapa banyak saudara-saudara kami di luar sana yang masih susah makan. Betapa celakanya kami yang berkecukupan ini tidak mau bersyukur kepada-Mu. (sumber: sp.beritasatu.com)

Terakhir (sekaligus penutup) mari berdoa semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang senantiasa bersyukur, tak peduli seberapa banyak nikmat dhohir yang Allah berikan (padahal hakikatnya tidak dapat terhitung), dan menjadikan kita cinta kepada orang-orang miskin sebagaimana Rasul SAW mencintai mereka. Aamiiin.

“Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya…”

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberikan kepadanya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka…”

Wallaahu a’lam.

**

Tipuan Setan

367x0_80_1_c_FFFFFF_edcd841d001ebfcf97692cb2b24a7e6b

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Ketahuilah, bahwa setan itu menipu kita melalui 3 hal:

  • Hasud

Ketika kita merasa tidak senang dengan kebaikan yang diberikan Allah kepada orang lain, maka kita telah terkena penyakit hasud. Ketahuilah bahwa orang yang berpenyakit hasud tidak pernah merasa tenang. Tetangga beli mobil, kita pusing. Tetangga beli rumah, kita pingsan. Perbanyaklah dzikir dan syukur kepada Allah, dan beristighfarlah, sesungguhnya dzikir itu menenangkan hati dan jiwa, dan syukur itu menambah nikmatnya rizki. Dan istighfar akan menghapuskan dosa-dosamu baik yang engkau sadari maupun tidak engkau sadari.

  • Sombong

Ketahuilah saudaraku, bahwa sombong adalah penyakit hati yang paling berbahaya. Riya’ dan sombong merupakan syirik khofi’ atau syirik yang tersembunyi. Ketika kita meninggalkan suatu kebaikan karena takut pujian makhluk, maka itulah riya’. Jika kita menganggap bahwa semua yang kita miliki adalah semata-mata hasil jerih payah kita, maka itulah sombong. Orang yang riya’ tidak akan sampai amalnya kepada Allah, dan orang yang sombong akan dibenci oleh makhluk. Maka sadarilah bahwa apa pada diri kita adalah semuanya datang dari Allah. “Allah memuliakan siapa yang Ia kehendaki, dan menghinakan siapa yang Ia kehendaki, milik Allah-lah semua kebaikan”. Dan apa yang kita perbuat, hakikatnya adalah hanya untuk Allah.

  • Cinta dunia

Cinta dunia tidak akan ada habisnya, maka ketahuilah ini wahai Saudaraku. Meskipun ada 1000 dinar di genggaman, kita pasti akan menginginkan 2000 dinar. Begitulah, tidak ada habisnya. Jangan jadikan waktumu (hidupmu) sia-sia hanya untuk mengumpulkan harta dunia tanpa tujuan akhirat yang pasti. Kita berlomba-lomba memperindah rumah, mobil, membeli perabotan-perabotan mewah, ketahuilah bahwa semua itu tidak akan kita bawa mati. Maka jauhkanlah dirimu dari mencintai dunia. “Barangsiapa yang merasa mulia dengan dunianya, maka ia adalah hina di mata Allah, dan barangsiapa merasa rendah dengan dunianya, ia pun telah hina”. Dunia adalah perhiasan bagi orang-orang kafir, dan cobaan bagi orang-orang yang beriman. Dan ketahuilah saudaraku, bahwa dunia ini akan musnah, dan akhirat itulah yang kekal. Milikilah dunia, tapi jangan kau genggam dengan hatimu. Jika hati kita telah terisi dunia, bagaimana mungkin hidayah Allah akan masuk ke dalam hati kita.

Wallahul-muwafiq.

**

Ridho

Imam asy-Syafi’i rahimahullah (w 204 H) bersyair:

Biarkanlah hari demi hari berbuat sesukanya * Tegarkan dan lapangkan jiwa tatkala takdir menjatuhkan ketentuan (setelah diawali dengan tekad dan usaha)

Janganlah engkau terhenyak dengan musibah malam yang terjadi * Karena musibah di dunia ini tak satu pun yang bertahan abadi (musibah tersebut pasti akan berakhir)

(Maka) Jadilah engkau lelaki sejati tatkala ketakutan menimpa * Dengan akhlakmu, kelapangan dada, kesetiaan, dan integritas

Betapapun aibmu bertebaran di mata makhluk * Dan engkau ingin ada tirai yang menutupinya

Maka tutupilah dengan tirai kedermawanan, karena segenap aib * Akan tertutupi dengan apa yang disebut orang sebagai kedermawanan

Jangan sedikitpun memperlihatkan kehinaan di hadapan musuh (orang-orang kafir) * Itu akan menjadikan mereka di atas kebenaran disebabkan berjayanya mereka, sungguh itulah malapetaka yang sebenarnya

Jangan pernah kau berharap pemberian dari si Bakhil * Karena pada api (si bakhil), tidak ada air bagi mereka yang haus

Rizkimu (telah terjamin dalam ketentuan Allah), tidak akan berkurang hanya karena sifat tenang dan tidak tergesa-gesa (dalam mencarinya) * Tidak pula rizkimu bertambah dengan ambisi dan keletihan dalam bekerja

Tak ada kesedihan yang kekal, tak ada kebahagiaan yang abadi * Tak ada kesengsaraan yang bertahan selamanya, pun demikian halnya dengan kemakmuran. (Beginilah keadaan hari demi hari, yang seharusnya mampu senantiasa memberikan kita harapan demi harapan dalam kehidupan)

Manakala sifat qana’ah senantiasa ada pada dirimu * Maka antara engkau dan raja dunia, sama saja (artinya, orang yang qana’ah senantiasa merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah untuknya, maka sejatinya ia seperti raja, bahkan lebih merdeka dari seorang raja)

Siapapun yang dihampiri oleh janji kematian * Maka tak ada bumi dan tak ada langit yang bisa melindunginya

Bumi Allah itu teramat luas, namun * Tatkala takdir (kematian) turun (menjemput), maka tempat manapun niscaya kan terasa sempit

Biarkanlah hari demi hari melakukan pengkhianatan setiap saat (artinya, jangan khawatir dengan kezhaliman yang menimpamu * Toh, (jika pada akhirnya kezhaliman itu sampai merenggut nyawa, maka ketahuilah bahwa) tak satupun obat yang bisa menangkal kematian (artinya, mati di atas singgasana sebagai seorang raja dan mati di atas tanah sebagai orang yang terzhalimi sama-sama tidak ada obat penangkalnya

***

Dikutip dari kitab “Diwan al-Imam asy-Syafi’i”, Hal. 10, Ta’liq: Muhammad Ibrahim Salim

Tipe Hati

jagalah hati (Aa Gym)

jagalah hati (Aa Gym)

saudaraku, ketahuilah bahwa tipe hati manusia itu bermacam-macam. menurut suatu riwayat, terdapat 4 tipe hati:

yang pertama ialah, hati yang bersinar terang benderang seperti lentera, maka inilah hati orang yang beriman secara sempurna
yang kedua ialah, hati yang bersinar namun penuh bercak hitam, inilah hati orang fasik (beriman namun senang mengerjakan maksiat)
yang ketiga ialah, hati yang terbalik, seperti mangkuk terbalik yang tidak bisa diisi oleh apapun, maka inilah hari orang munafik (zhohirnya beriman, namun di dalam hatinya terdapat kekufuran)
yang terakhir ialah, hati yang terbungkus dan terkunci rapat, inilah hati orang kafir yang telah tertutup dari rahmat Allah swt

wallaahu a’lam. 

Keutamaan Majelis Dzikir

Dalam Kitab “Riyaadhush-Sholihin” bab “Keutamaan Majelis Zikir dan Ajakan untuk Menetapinya, dan Larangan Memisahkan Diri darinya (Majelis) Tanpa Uzur”, Imam Nawawi rahimahullah menyampaikan sebuah hadits,

1444. Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata:

“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu mempunyai beberapa malaikat yang berkeliling di jalan-jalan untuk mencari para ahli zikir, jikalau mereka menemukan suatu kaum yang berzikir kepada Allah ‘Azza-wajalla lalu mereka memanggil-kawan-kawannya: “Kemarilah, di sinilah ada hajatmu – ada yang engkau semua cari. Mereka lalu berputar di sekeliling orang-orang yang berzikir itu serta menaungi mereka dengan sayap-sayapnya sampai ke langit dunia. Tuhan mereka lalu bertanya kepada mereka, tetapi Tuhan sebenarnya lebih Maha Mengetahui hal itu. Firman Tuhan: “Apakah yang diucapkan oleh hamba-hambaKu itu?” Para malaikat menjawab: “Mereka itu sama memaha sucikan Engkau, memaha besarkan, memuji serta memaha agungkan padaMu – yakni bertasbih, bertakbir, bertahmid dan bertamjid. Tuhan berfirman lagi: “Adakah mereka itu dapat melihat Aku?” Malaikat menjawab: “Tidak, demi Allah, mereka itu tidak melihat Engkau.”

FirmanNya: “Bagaimanakah sekiranya mereka dapat melihat Aku?” Dijawab: “Andaikata mereka melihat Engkau, tentulah mereka akan lebih giat ibadatnya padaMu, lebih sangat memaha agungkan padaMu, juga lebih banyak pula bertasbih padaMu.” FirmanNya: “Apakah yang mereka minta itu?” Dijawab: “Mereka meminta syurga.” FirmanNya: “Adakah mereka pernah melihat syurga?” Dijawab: “Tidak, demi Allah, ya Tuhan, mereka tidak pernah melihat syurga itu.” FirmanNya: “Bagaimanakah andaikata mereka dapat melihatnya?” Dijawab: “Andaikata mereka pernah melihatnya, tentulah mereka akan lebih lobanya pada syurga itu, lebih sangat mencarinya dan lebih besar keinginan mereka pada syurga tadi.” FirmanNya: “Dari apakah mereka memohonkan perlindungan?” Dijawab: “Mereka mohon perlindungan daripada neraka.” FirmanNya: “Adakah mereka pernah melihat neraka itu?” Dijawab: “Tidak, demi Allah mereka tidak pernah melihatnya.” FirmanNya: “Bagaimanakah andaikata mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Andaikata mereka pernah melihatnya, tentulah mereka akan lebih sangat larinya dan lebih sangat takutnya pada neraka itu.” FirmanNya: “Kini Aku hendak mempersaksikan kepadamu semua bahwasanya Aku telah mengampunkan mereka itu.”
Nabi s.a.w.bersabda: “Ada salah satu di antara para malaikat itu berkata: “Di kalangan orang-orang yang berzikir itu ada seorang yang sebenarnya tidak termasuk golongan mereka; hanyasanya ia datang karena ada sesuatu hajat belaka.” Allah berfirman: “Mereka adalah sekawanan sekedudukan dan tidak akan celakalah orang yang suka menemani mereka itu – yakni orang yang pendatang itupun memperoleh pengampunan pula.” (Muttafaq ‘alaih)

maasyaa Allaah. semoga kita digolongkan termasuk orang yang mencintai majelis-majelis kebaikan, baik itu majelis ilmu maupun majelis dzikir. aamiiin yaa Rabbal-‘aalamiin. 🙂

Sabar

Sebegitu sering kita mendengar kata ini,
Sebegitu sering pula kita menasehati orang lain menggunakan kata ini,

Ternyata implementasinya tidak mudah,

Itulah mengapa Allah memberikan jaminan besar,
Dia akan bersama orang-orang yang sabar,
Rahmat-Nya akan tercurah kepada mereka yang sabar,
Pahala yang melimpah disiapkan hanya untuk mereka yang sabar,

Sabar ya,
Tanpa sabar, tidak akan ada sakinah,
Tanpa sabar, tidak akan ada ridho,

Sabar ya,
Kita cuma perlu yakin,
dalam sabar PASTI ada hikmah,

***
Dari seseorang untuk seseorang with love 🙂

Ketika Perut Rasulullah SAW Berbunyi

Suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallama Menjadi imam sholat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi gemercik menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”

Mendengar jawaban ini Umar bin khatab melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya,Rasulullah pun mengangkat jubahnya.

Para sahabat amat terkejut. Terlihatlah perut Manusia yang dimuliakan Allah ini, Dan Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”

Rasulullah menjawab dengan lembut,

”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. TETAPI APAKAH YANG AKAN AKU JAWAB DIHADAPAN ALLAH NANTI,APABILA AKU SEBAGAI PEMIMPIN, MENJADI BEBAN BAGI UMMATNYA..??”

Para sahabat yang mendengar hanya tertegun menderaikan air mata. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

SEBARKAN BERITA INI,
Betapa cintanya Rasulullah kepada umatnya.

Semoga kelak di akhirat nanti kita mendapatkan Syafa’atul Udzmah di Yaumil Qiyamah nanti..dan kita di kukuhkan keimanan serta keIslaman kita agar terus meneladani dan mencintai beliau.
اللهم اجعلنا من احباب المصطفى
يارب صل علي محمد وافتح من الخير كل مغلق
اللهم صل وسلم وبارك على الحبيب المصطفى وعلى آله وصحبه اجمعين

AAMIIN YA RABBAL ‘AALAMIIN…..

~  Habib Quraish Baharun ~

 

sumber:
http://www.majelisrasulullah.org/ketika-perut-rasulullah-berbunyi/

Serba Terbalik

entah mengapa akhir2 ini saya melihat ada banyak sekali hal2 yang saya rasa mulai “terbalik”. maksud saya, terbalik dari fitrah yang sebenarnya. atau keluar dari fitrahnya. tidak perlu jauh-jauh, kita lihat saja di lingkungan kita sendiri, lingkungan kampus, kerja, rumah, dunia maya, dan keluarga barangkali.

Jalan Yuk!

coba lihat, masalah pergaulan misalnya. cowok-cewek (non-mahram, blm nikah) berduaan, sudah menjadi pemandangan yang biasa. kalo gak punya pacar/pacaran dikira gak gaul, gak laku, gak keren, kasian. yee justru mereka2 ini orang yang terjaga. Allah yang menjaga mereka agar tidak dekat2 dengan zina. Allah sendiri kan yang melarang dekat2 dengan zina. deket2 aja dilarang. berarti kalo ada orang yang dijauhkan dari zina, berarti orang itu spesial dong. tau kan kalo berduaan, atau (bahasa kerennya) khalwat itu dosa. dan ngundang sesuatu yang lebih dosa, bahkan hina. kalo berduaan, datang setan sebagai orang ketiganya, yang godain agar terjadi macem2. pegang2 kek, cium2 kek, “itu” kek, dan apapun yang dilarang oleh Allah. hiiii serem. na’uudzu billaah min dzaalik.

Macem2 dikit, Bunuh!

ada lagi, rasanya sekarang tuh mbunuh orang udah jadi satu-satunya solusi untuk orang yang marah/kesel ya. entah itu suami marah sama istri, majikan marah sama pembantu, kakak marah sama adiknya, ayah sama anaknya, dll. suami kesel sama istrinya yang gak ngijinin sertifikat tanahnya digadaikan untuk beli motor, istrinya dibunuh. <– ini pernah ada di berita. orang pacaran, salah satu selingkuh, bla bla bla, tiba2 pacarnya dibunuh. belum lagi kasus TKW di luar sana yang suka disiksa oleh majikannya. kok ya bisanyaaa bunah-bunuh orang, enteng gitu kayanya, padahal membunuh itu termasuk dosa buuuesar. heu, na’uudzu billaah.

Enak (?), tapi Modar!

kalau tadi mbunuh orang, sekarang mbunuh diri sendiri. ada yang gantung diri, minum baygon, adapula yang sebenernya gak pengin bunuh diri, tapi aksinya itu menunjukkan bahwa dia sedang bunuh diri. pernah ada berita beberapa hari yang lalu di Sumedang, sekampung ngoplos semua, cowok-cewek, tua-muda, saya lupa komposisinya apa aja. akhir cerita mereka pada masuk rumah sakit, beberapa tidak tertolong karena saking parahnya, akhirnya satu per satu mati. ya Allaah, betapa kasihannya mereka ini, apakah tidak ada da’i di kampung mereka sehingga semua hobi ngoplos gini. seharusnya udah pada tahu ngoplos itu bukan salah satu solusi mau minum enak, kalau memabukkan sama saja minum khamr, kalau sampe mati gini, yaa sama kaya bunuh diri. na’uudzu billah min dzalik. kalau mau minum enak, dingin, masih banyak tuh di alfamart, kalo gak nemu ya coba cari di indomaret. ngapain harus ngoplos segala. “ngoplos lebih murah mas,” hee.. enak aja, berarti nyawamu masa lebih murah dari teh botol sosro. wkwk.

Asing sama Agama Sendiri (?)

saya ga tau nih berapa persen dari kita yang sudah mulai rada2 jarang belajar agama, jarang baca al-qur’an, jarang wiridan, jarang sedekah, dll. atau malah sering ninggalin sholat. na’uudzu billaah min dzaalik. sepertinya semua tadi mulai kalah pamor sama line, whatsapp, path, instagram, facebook, twitter, pulsa, lagu2, film, drama, dll. sadar gak guys? seharusnya sih kita sadar. waktu yang dulu kita gunain buat baca al-qur’an, udah mulai ilang tuh dipake baca update-an di twitter. tangan kita yang dulunya sering pegang tasbih, ilang tuh tasbihnya ganti gadget. geser-geser-geser sampe 33x. hehe. dulu pas lagi nganggur biasa baca buku2 yang bermanfaat, sekarang ganti mainan game android yang kayanya lumayan seru. kayanya kita sekarang lebih apal kehidupannya artis, pemain bola, musisi, ketimbang Nabi kita Muhammad saw. duit lebih banyak buat beli pulsa paket internet daripada sedekah.

ya, seolah-olah kita udah mulai mentingin bisa eksis di medsos daripada eksis di hadapan Allah. kita lebih kawatir gak naik level di game daripada gak naik derajat di hadapan Allah. kita lebih nikmat baca update-an di dunia maya daripada baca al-qur’an. lebih apal lagu2 daripada al-qur’an. lebih tahu gosip artis daripada kisah para sahabat dan para ulama’ terdahulu.

sebenernya guys, yang terpenting adalah bagaimana pertanggungjawaban kita kelak di hadapan Allah swt? kita jelas-jelas sedang menjauh dari Allah, padahal yang ngasih semuanya itu Allah, nikmat sehat, harta, teman, dll. Allah juga sudah kirimkan kita manusia paling sempurna untuk dijadikan teladan, Nabi Muhammad saw., yang bahkan kalau para Nabi sebelumnya ditanya, mereka memilih untuk menjadi ummat Nabi Muhammad saw, saking sempurnanya beliau. masih nyari yang lain? jelas gak ada yang setara dengan beliau.

yuk ah, jangan mau dibolak-balik sama orang-orang penguasa teknologi. kalau mau memanfaatkan teknologi, manfaatkan untuk kebaikan. jangan malah bikin “lupa”. yuk, buka lagi al-qur’an-nya, dibaca. mulai isi waktu-waktu luang untuk membaca ilmu2 untuk bekal akhirat. belajar siroh/kisah kehidupan Nabi saw, agar kita bisa menyelami dan menghayati akhlak dan ajaran2 beliau saw. mulai perbanyak kebaikan kita, mumpung di dunia. mati tidak ada yang tahu kapan datangnya kan. yakinlah, kalau kita punya niat kuat untuk bergegas dalam kebaikan Allah pasti memberi jalan. gapapa kok, ketinggalan update-an di medsos. gapapa juga ketinggalan film seru juara oscar. apalagi gak apal lagu2, gapapaa, yang penting apal surah2 al-qur’an. 🙂

semoga kita semua diberi hidayah ya oleh Allah swt., sumber hidayah ada dua, langsung dari Allah tanpa sebab, dan kita sendiri yang mengusahakan sebabnya. terserah Allah mau kasih hidayah lewat jalan yang mana. setelah diberi hidayah semoga Allah memberi kita istiqomah. dikatakan, “istiqomah itu bahkan lebih utama daripada seribu karomah..”. dan yang pasti kita minta agar diberi husnul-khatimah. aamiin. maaf yak curhatan saya malam ini panjang. kita sama2 perbaiki diri lah intinya.

wallaahu a’lam.

Syahadat Akhir Hayat

ASY-SYAIKH MUHAMMAD MUTAWALLI ASY-SYA’RAWI

Salah satu anak Syekh Mutawali Sya’rawi pernah bercerita mengenang mendiang ayahnya ketika sakaratul maut:

“Ketika malaikat maut hendak mencabut nyawa ayahku, saya, kerabat dan orang-orang yang mencintai beliau berada disisinya. Saya mendekat dan berkata, “ucapkan kalimat syahadat, yah. Ucapkanlah kalimat. syahadat, syekh”. Ayah berkata, “aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah”.
“sempurnakanlah syahadatnya, yah” pintaku “aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah” ucap ayahku masih sama, belum sempurna.

“ucapkan dengan sempurna kalimat syahadatnya, yah” pintaku ke tiga kali. Tiba-tiba kami mendapati beliau menunjuk ke salah satu arah dalam ruangan dan berkata, “dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah”.

***

dinukil dari sebuah postingan di grup Facebook “Majelis Ahbabur Rasul (MAR)”

Masih Mau “Kufur”?

Orang yang selalu berkeluh kesah dengan kekurangan, tidak mensyukuri apa yang lebih dari dirinya. jadiiii, tidak peduli orang itu kaya atau miskin, punya atau gak punya, yang namanya perasaan keluh pasti ada, begitupula perasaan syukur.

nyatanya, banyak orang kaya yang “mengeluh” dengan kekayaannya. mereka serakah. pelit. mengejar dunia sepanjang usia, akhirat ah masih lama. semakin kaya, seakan menjadikannya semakin lupa. benar-benar sifat yang datang dari setan. jauh dengan kata “syukur”, dekat dengan “kufur”. meski ada pula orang kaya yang “bersyukur” dengan kekayaannya. mereka inilah yang istimewa.

dan ternyata, banyak pula orang miskin yang “bersyukur” dengan kemiskinannya. mereka dermawan. memberi makan mereka yang kelaparan. tidak meminta-minta. semakin miskin, seakan menjadikannya semakin “eling”. bersungguh-sungguh mengejar akhirat, dunia sebagai penopang sementara. benar-benar sifat yang datang dari malaikat. jauh dengan kata “kufur”, jauh dari kata “keluh”. meski ada pula orang miskin yang suka “mengeluh” dengan kemiskinannya. aku takut inilah golongan yang dimurka.

maka,

mereka yang besar rasa syukurnya akan beruntung. keindahan duniawi yang fana, tidak lagi bisa menggoda. balasan besar di sisi Allah justru yang akan menunggu, karena memang itu janji-Nya. dan sungguh menyesal mereka yang sedikit rasa syukurnya, besar “keluh” –> besar pula “kufur”nya. Allah sendiri pula yang memfirmankan, “adzab-Ku sangat dahsyat”. silakan pilih sendiri yang mana.

yang terpenting percayalah,

mereka yang pandai bersyukur tidak akan pernah menyesal. dan ini adalah sebuah jaminan, bahwa hidup kita akan selalu indah apabila kita senantiasa bersyukur. 🙂

367x0_80_1_c_FFFFFF_edcd841d001ebfcf97692cb2b24a7e6b

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"