Archive for the ‘ Sains ’ Category

The Next Silver Medal

Saya sangat bersyukur telah diberikan kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bisa masuk ke Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) ITB untuk menyaksikan penutupan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013, tadi siang sampai mendekati pukul setengah empat (07/9). Rasanya seperti kembali ke masa-masa SMA dulu ketika saya juga mengalami hal serupa, waktu itu (kalau tidak salah) di JI EXPO Jakarta. Ya, benar, saya jadi merasa muda kembali. Perasaan berdebar-debar, seakan-akan saya yang akan dapat medali, harap, dan haru jadi satu. Seruu, lebih seru dari penutupan pas jaman saya dulu (2009).

***

SMAN 1 Glagah, mungkin hanya sedikit orang yang tidak asing lagi dengan nama ini, adalah salah satu SMA di Banyuwangi berusia cukup tua. Dulu bukan SMAN 1 Glagah namanya, tapi SMAN 1 Banyuwangi, karena belum ada SMA lain di Kabupaten Banyuwangi. Mungkin setelah banyak SMA-SMA lain yang berdiri di tiap kecamatan, begitu pula di kota Banyuwangi sendiri, SMAN 1 Banyuwangi lalu berubah namanya menjadi SMAN 1 Glagah. Penamaan ini didasarkan pada kecamatan tempat SMA itu berdiri (Kec. Glagah, Giri, Genteng, dll).

SMAN 1 Glagah (atau Smansa) mulai menunjukkan taringnya di kancah OSN Tingkat Nasional pada tahun 2007, dua tahun di atas angkatan saya. Sebelum itu, belum satupun siswa Smansa yang mampu tembus hingga tingkat Nasional. Salah satu perwakilan Banyuwangi dari  Smansa yang berhasil tembus pada tahun 2007 adalah mbak Kia. Mbak Kia berhasil mempersembahkan medali perak OSN yang pertama untuk Smansa di Bidang Kimia. Masih segar di ingatan saya, waktu itu mbak Kia dipanggil maju pada saat upacara bendera Hari Senin. Waktu itu saya masih kelas satu dan tidak tahu OSN itu apa.

Setelah era mbak Kia, adalah era Mas Bagus dkk. Mas Bagus berhasil menjuarai OSN Tingkat Kabupaten Bidang Kimia. Sayangnya, mas Bagus tidak tembus ke OSN Tingkat Nasional. Pada tahun 2008, Smansa tidak mendapat medali.

Selanjutnya adalah era Tita dkk, termasuk saya. Tita adalah adiknya mbak Kia. Pada tahun 2009 ini Smansa (boleh dibilang) merajai OSN Tingkat Kabupaten Bidang Kimia. Bagaimana tidak, Juara 1, 2 dan 3 dibabat semua. Juara 1 diraih oleh teman saya, Tita Maulida (sekarang Kedokteran Unair), juara 2 juga diraih oleh teman saya, Dicky Nanda (sekarang Kedokteran Unud), dan juara 3 diraih oleh saya sendiri (sekarang Teknik Kimia ITB). Selain Kimia, seinget saya Smansa juga juara 1 Bidang Komputer (Fahmi, Teknik Informatika ITS), juara 2 Bidang Fisika (Febi Saiful, Farmasi Unair) , serta juara 2 dan 3 Bidang Matematika (Erwin, Kedokteran UGM, dan Gunung, Kebendaharaan Negara STAN). Alhamdulillah, pada tahun ini Smansa kembali mengirim perwakilan untuk OSN Tingkat Nasional, kali ini dua orang siswa, yaitu saya dan Gunung, sekaligus satu-satunya (eh, dua-duanya) perwakilan dari Banyuwangi.

Inilah puncaknya. Sayang beribu sayang, tahun ini tidak ada pembinaan dari dinas pendidikan provinsi (tidak seperti tahun-tahun sebelumnya), sehingga kami berangkat dengan ilmu seadanya. Apa yang kami pelajari juga sepertinya sangat minim yang terserap karena sistem pembinaan yang tidak optimal. Mungkin ini pelajaran agar kami tidak sombong, barangkali (wallahu a’lam), kami berdua ditakdirkan tidak mendapat medali. Pada tahun 2009, Smansa kosong medali lagi.

Setelah era Tita, adalah era Khosy dkk. Saya lupa tahun 2010 ini ada berapa siswa yang berhasil menjuarai OSN Tingkat Kabupaten. Seingat saya tahun ini juga tidak ada yang lolos ke OSN Tingkat Nasional. Pada tahun ini giliran SMAN 1 Genteng yang unjuk gigi. Satu medali perak berhasil dibawa pulang oleh salah satu siswanya bernama Zainul (Sekarang di Teknik Kimia ITB). Intinya, pada tahun 2010, lagi-lagi Smansa kosong medali.

Tahun 2011 adalah era Kautsar dkk. Pada tahun ini ada dua siswa Smansa yang lolos ke OSN Tingkat Nasional. Masing-masing mewakili Bidang Kimia (Kautsar, Kimia Unair) dan Bidang Fisika (Ricky, Teknik Perminyakan ITB). Kedua siswa ini tergolong cukup sukses. Keduanya berhasil membawa pulang medali perak untuk Bidang Kimia, dan emas untuk Bidang Fisika. Salut! Setibanya di Banyuwangi, keduanya langsung diarak keliling Smansa dan sebagian daerah di Banyuwangi.

Pada tahun 2012, Smansa kembali sepi medali. Pada tahun ini perwakilan dari Banyuwangi di Tingkat Nasional hanya dari SMA tetangga, SMAN 1 Giri. Waktu itu SMAN 1 Giri mengirimkan satu siswanya untuk bertanding di Bidang Astronomi. Sayangnya medali belum bisa diraih.

Tahun ini adalah era Wahyu Orphan dkk. Meski hanya berhasil juara 3 OSN Tingkat Kabupaten Bidang Kimia, ternyata kemampuannya tidak bisa diremehkan. Wahyu menunjukkan taringnya di perhelatan OSN Tingkat Provinsi dengan menjadi juara 1 OSN Tingkat Provinsi sekaligus lolos ke OSN Tingkat Nasional. Pada tahun ini sepertinya juga tidak ada pembinaan dari dinas pendidikan provinsi. Apadaya, Wahyupun belajar privat kepada Pak Jatmiko, salah satu pembimbing OSN Kimia Smansa, dan diprivat pula oleh Kautsar yang pernah mendapatkan medali perak pada OSN dua tahun sebelumnya. Jerih payahnya akhirnya membuahkan hasil, meski pada awalnya tidak menargetkan medali, tapi Wahyu berhasil menyabet medali perak dalam OSN Tingkat Nasional tahun 2013 ini.

Bukan main senangnya Pak Jatmiko. Senyum beliau merekah setelah menerima SMS dari dewan juri bahwa Wahyu mendapatkan medali perak.

Bukan main senangnya Pak Jatmiko. Senyum beliau merekah setelah menerima SMS dari dewan juri bahwa Wahyu mendapatkan medali perak.

Waah, pokoknya senang sekali. Kebetulan saya dan Pak Jatmiko menyaksikan langsung pengumuman pemenang sekaligus penyerahan medali di acara penutupan OSN 2013 ini. Alhamdulillaah. Pada tahun ini, tambahan satu medali perak lagi untuk Smansa di Bidang Kimia.

DSC00211

Wahyu Orphan (kiri) bersama Pak Jatmiko (kanan) selaku pembimbing OSN Kimia SMAN 1 Glagah Banyuwangi

Wahyu dan medalinya

Wahyu dan medalinya

Bagusnya, pada tahun ini, SMAN 1 Giri berhasil meraih medali perunggu di Bidang Astronomi atas nama siswa yang sama dengan tahun sebelumnya (2012). Alhamdulillaah. Sepertinya ini menjadi medali pertama SMAN 1 Giri di perhelatan OSN ini. Kami sebagai alumni tetangganya (SMAN 1 Glagah), ikut senang, karena ini artinya SMA-SMA di Banyuwangi sudah mulai bangkit dan saling berlomba untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.

***

Selamat! Saya ucapkan kepada SMAN 1 Glagah dan SMAN 1 Giri, atas prestasi yang telah diraih. Semoga ini menjadi momen yang penting untuk meningkatkan prestasi di tahun yang akan datang, baik di OSN maupun kompetisi lainnya. Bagaimanapun, saya sangat bangga dengan almamater saya, yaah, meskipun tidak banyak yang bisa saya persembahkan.

Semangat juga! untuk para guru yang senantiasa bermandi keringat dalam membimbing siswa2nya dalam mengarungi kompetisi ini. Semoga tahun depan lebih banyak lagi siswa dari Banyuwangi khususnya SMAN 1 Glagah yang membawa pulang medali dan menebar nama harum Banyuwangi dan SMAN 1 Glagah di kancah Nasional, atau bahkan Internasional. Aamiin. (hbb)


Ditulis dengan tinta senyum dan pena kebahagiaan di atas kertas kebanggaan

Salam,
Habibi Alisyahbana, IAPB

Komponen Penyusun Bahan Pangan

Setelah lama gak nulis, yuk sekarang kita belajar. Kali ini tentang Teknologi Pangan. Gak afdhol dong belajar Teknologi Pangan tanpa tahu komponen yang dipelajari apa aja. Hehe..

Secara garis besar, bahan pangan itu tersusun dari 2 komponen utama, yaitu organik dan anorganik. Komponen organik dibagi lagi, ada yang dalam jumlah besar seperti karbohidrat, protein, dan lemak, adapula yang sedikit seperti vitamin, enzim, emulsifier, asam, oksidan, pigmen, dan komponen citarasa. Komponen anorganik yaitu berbagai bentuk mineral, dan air.

1. Karbohidrat

Merupakan sumber kalori utama manusia, menyumbang sekitar 60-70% sumber kalori. Berada dalam 3 bentuk, yaitu monosakarida (contoh: glukosa), disakarida (contoh: sukrosa) dan polisakarida (contoh: pati). Singkatnya, karbohidrat di alam terdapat sebagai gula, pati, selulosa, glikogen, dll. Ternyata, karbohidratlah yang membuat kita merasa kenyang, contohnya selulosa yang dapat merangsang alat pencernaan mengeluarkan getah cerna untuk membentuk volume makanan.

2. Protein

Biasa disebut sebagai zat pembangun. Tapi protein juga berfungsi sebagai penghasil kalori jika karboidrat dan lemak sudah tidak bisa mencukupi. Bagian terkecil dari protein disebut asam amino. Nah asam amino dibagi menjadi 2 bagian, esensial dan nonesensial. Asam amino esensial adalah yang dibutuhkan tubuh tapi tidak bisa disintesa sendiri oleh tubuh, contohnya lisin, triptofan, dll. Sedangkan asam amino non esensial terbentuk secara alami dalam tubuh, contohnya arginin, histidin, glisin, dll. Protein bisa didapat dari bahan pangan nabati maupun hewani. Protein nabati banyak berasal dari kacang-kacangan, sedangkan protein hewani banyak terdapat pada susu, ikan, daging, telur, hati, dll.

3. Lemak

Runner Up penghasil kalori di bawah karbohidrat. Ya, lemak dapat menghasilkan 9 kalori per gramnya. Selain sebagai penghasil energi fungsi lemak juga sebagai pemberi rasa gurih dan halus pada makanan, dan pelarut vitamin A, D, E, dan K. Seperti halnya protein, lemak bisa diperoleh melalui sumber nabati maupun hewani. Lemak nabati contohnya minyak kelapa, minyak jagung, dsb. Lemak hewani contohnya lemak sapi (biasanya untuk bakso..:P), mentega, minyak ikan, dsb.

4. Emulsifier

Apa itu? Emulsifier adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air atau sebaliknya. Contoh paling gampang, yang terdapat dalam kuning telur, yaitu lesitin, yang menyatukan lemak dan air dalam mayonaise. Kenapa bisa begitu? Emulsifier memiliki rantai dengan muatan yang berbeda, yaitu ada muatan polar dan non polar. Muatan yang bersifat polar akan mengikat air (hidrofilik), sedangkan yang non polar akan mengikat lemak (lipofilik).

5. Asam Organik

Pernah makan jeruk? Itulah asam sitrat yang juga terdapat dalam lemon. Kalau apel? namanya asam malat. Ada juga asam tartrat yang ada di anggur. Nah, beberapa asam di atas adalah contoh asam organik dalam buah2an. Asam2 inilah yang menyebabkan buah memiliki rasa asam dan lambat menjadi busuk.

6. Oksidan dan Antioksidan

Oksidan utama adalah oksigen. Fungsi dari antioksidan adalah mencegah bahan pangan agar tidak mudah bereaksi dengan oksigen. Contoh bahan pangan yang telah teroksidasi adalah minyak goreng yang tengik. Untuk mencegah agar bahan pangan tidak mudah teroksidasi oleh oksigen biasanya ditambahkan lesitin, vitamin E, ataupun asam2 amino yang mengandung sulfur.

7. Enzim

Apa itu enzim? Semacam katalis biologis yang membantu bermacam-macam reaksi biokimia. Contoh yang paling umum adalah amilase yang mencerna pati dalam mulut. Enzim juga berguna dalam proses pengolahan bahan pangan, misalnya dalam pemecahan pati, pengempukan daging, penjernihan anggur, penggumpalan protein susu, dll.

8. Pigmen dan warna

Ada warna yang memang alami, adapula yang muncul karena adanya kasus tertentu. Warna yang alami misalnya karoten yang menyebabkan warna orange pada wortel, likopen yang memberikan warna merah pada tomat, dll. Warna karena kasus misalnya berubahnya warna apel yang diiris dari putih menjadi coklat, yang disebut browning. Dalam industri pengolahan pangan, tidak jarang digunakan pewarna alami dari tumbuhan, seperti pada pabrik tahu yang menggunakan kunyit untuk memberikan warna kuning pada tahu tersebut.

9. Citarasa

Beberapa yang memiliki citarasa seperti kopi, daging, susu, dll akan berkurang citarasanya seiring berjalannya proses pengolahan, penyimpanan, dll. Berbeda dengan kecap, tauco, atau mungkin keju, yang citarasanya akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

10. Vitamin

Ada 2 macam vitamin, yang larut dalam air, dan yang larut dalam lemak. Yang larut dalam air adalah vitamin C, dan golongan vitamin B kompleks. Sedangkan vitamin A, D, E, dan K semuanya larut dalam lemak. Tahu lah ya fungsi masing2nya, vitamin A untuk mata (kaya pas SD), B untuk metabolisme, C untuk daya tahan tubuh, D untuk pertumbuhan, E untuk kesehatan jaringan, dan K untuk pembekuan darah.

11. Mineral

Ini dia unsur2 logam dan non logam yang dibutuhkan tubuh. Mineral2 yang penting yaitu kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), mangan (Mn), kobalt (Co), besi (Fe), tembaga (Cu), natrium (Na), klor (Cl), kalium (K), yodium (I), dan fluor (F). Tubuh kita seperti lab kimia saja. Tapi untungnya mineral2 ini kebanyakan tidak terlalu terpengaruh saat proses pengolahan pangan. 🙂

Semoga bermanfaat.

Mangga, (salah satu buah) yang Kaya Antioksidan

Siapa nih yang belum pernah makan buah mangga? Pasti semua pernah, kan? (haha, semoga saja) Mangga adalah buah tropis, tergolong kelompok buah berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) yang beraneka ragam. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga Gedong, dan bulat panjang, seperti mangga Harumanis dan mangga Manalagi. Mangga Kopek berbentuk bulat pipih, sedang mangga Golek, bentuknya lonjong.

Bentuk, ukuran, warna, dan citarasa buah mangga boleh beragam. Tapi dari segi gizi, semua tidak jauh berbeda. Mangga ranum segar mengandung air sekitar 82 persen, vitamin C 41 mg, dan energi/kalori 73 Kal per 100 g.

Pada setiap 100 g mangga muda, mangga yang masih mentah, terkandung air lebih kurang 84 persen, vitamin C 65 mg, dan energi 66 Kal. Energi dalam mangga muda rendah, karena lebih banyak mengandung zat pati, yang akan berubah menjadi gula dalam proses pematangan.

Sebagian besar energi mangga berasal dari karbohidrat berupa gula, yang membuatnya terasa manis. Kandungan gula ini didominasi oleh gula golongan sukrosa. Kandungan gula dalam mangga berkisar 7-12 persen. Namun, jenis mangga manis dapat mencapai 16-18 persen.

Tidak hanya mengandung banyak air dan gula, buah mangga juga mengandung banyak zat antioksidan. Tahukah apa itu antioksidan? Antioksidan adalah zat yang sangat berguna untuk melawan zat radikal bebas yang berasal dari zat-zat racun dalam tubuh. Antioksidan adalah senyawa yang secara signifikan menghambat atau mengurangi substrat oksidasi dan memerangi aktivitas radikal bebas.

Beberapa jenis antioksidan yang dikandungnya, antara lain terdapat karoten (baca: beta karoten), yang dikenal sebagai provitamin A, kalium, vitamin C dan E. Beta-karoten adalah salah satu prekursor terpenting untuk pembentukan vitamin A (zat gizi yang penting untuk fungsi retina pada mata). Kalium berguna untuk mengatur keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Vitamin C dan E masing-masing berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan fertilitas.

So, jangan ragu lagi untuk mengkonsumsi mangga (saya sih tidak pernah ragu, :P). Bukan hanya mangga, selama yang kita konsumsi itu bergizi dan menghasilkan banyak kebaikan, mengapa tidak? Hidup buah! 😀 (hbb)

Sumber: macem-macem

Asal Usul Petasan/Kembang Api

Petasan (juga dikenal sebagai mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa, seperti perayaan tahun baru, perkawinan, dan sebagainya. Benda ini berdaya ledak rendah atau low explosive. Bubuk yang digunakan sebagai isi petasan merupakan bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu.
Sejarah Petasan
Sejarah petasan bermula dari Cina. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak secara tak sengaja mencampurtiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar.
Jika ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya yang lalu dibakar dan akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya mengusir roh jahat. Dalam perkembangannya, petasan jenis ini dipercaya dipakai juga dalam perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.
Baru pada saat dinasti Song (960-1279 M) didirikan pabrik petasan yang kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitik-beratkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di angkasa hingga akhirnya dibedakan. Tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh pelosok dunia.
Kembang api
Bahan baku tabung diganti dengan gulungan kertas yang kemudian dibungkus dengan kertas merah dibagian luarnya. Kemudian petasan ini menjadi dasar dari pembuatan kembang api, yang lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di udara.
pada masa Renaissance, di Italia dan Jerman ada sekolah yang khusus mengajarkan masalah pembuatan kembang api. Di sekolah Italia menekankan pada kerumitan kembang api, sedangkan di sekolah Jerman menekankan pada kemajuan ilmu pengetahuan. Dan akhirnya muncul istilah pyrotechnics yang menggambarkan seni membuat kembang api. Untuk membuat kembang api dibutuhkan seorang ahli yang mengerti reaksi fisika dan kimia. Setelah bertahun-tahun, para ahli kembang api akhirnya bisa membuat kembang api berwarna-warni, seperti merah yang berasal dari strontium dan litium, warna kuning berasal dari natrium, warna hijau berasal dari barium dan warna biru dari tembaga. Campuran bahan kimia itu dibentuk ke dalam kubus kecil-kecil yang disebut star. Star inilah yang menentukan warna dan bentuk bila kembang api itu meledak nantinya.
Di Indonesia sendiri tradisi petasan itu dibawa sendiri oleh orang Tionghoa. Seorang pengamat sejarah Betawi, Alwi Shahab meyakini bahwa tradisi pernikahan orang Betawi yang menggunakan petasan untuk memeriahkan suasana dengan meniru orang Tionghoa yang bermukim di sekitar mereka.
Bahan peledak kimia
Bahan peledak kimia adalah suatu rakitan yang terdiri atas bahan-bahan berbentuk padat atau cair atau campuran keduanya yang apabila terkena aksi (misalnya benturan, panas, dan gesekan) dapat mengakibatkan reaksi berkecepatan tinggi disertai terbentuknya gas-gas dan menimbulkan efek panas serta tekanan yang sangat tinggi. Bahan peledak kimia dibedakan menjadi dua macam, yaitu low explosive (daya ledak rendah) dan high explosive (daya ledak tinggi).
Bahan peledak low explosive adalah bahan peledak berdaya ledak rendah yang mempunyai kecepatan detonasi (velocity of detonation) antara 400 dan 800 meter per sekond Sementara bahan peledak high explosive mempunyai kecepatan detonasi antara 1.000 dan 8.500 meter per sekond Bahan peledak low explosive ini sering disebut propelan (pendorong) yang banyak digunakan sebagai pada peluru dan roket.
Di antara bahan peledak low explosive yang dikenal adalah mesiu (black powder atau gun powder) dan smokeless powder. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mesiu tersebut banyak digunakan sebagai pembuat petasan, termasuk petasan banting dan bom ikan. Bubuk mesiu adalah jenis bahan peledak tertua yang ditemukan oleh bangsa China pada abad ke-9. Selain sebagai bahan pembuat petasan dan kembang api, mesiu saat ini banyak digunakan sebagai propelan peluru dan roket, roket sinyal, petasan, sumbu ledak, dan sumbu ledak tunggu.
Komposisi Petasan
Beberapa komposisi pembuatan black powder yang dikenal, antara lain:
  • campuran antara potasium nitrat (KNO3), charcoal, dan belerang;
  • campuran antara sodium nitrat (NaNO3), charcoal, dan belerang;
  • campuran antara potasium nitrat dan charcoal (tanpa belerang); dan
  • pyrodex, merupakan campuran antara potasium nitrat, potasium perklorat (KClO4), charcoal, belerang, cyanoguanidin, sodium benzoat, dan dekstrin.

Petasan di Indonesia

Di Indonesia, petasan sudah menjadi sesuatu yang biasa dipakai untuk berlebaran dan saat bulan Ramadhan. Kebanyakan banyak anak sesudah sahur bukannya istirahat, malah bermain petasan dan kembang api. Mereka dengan seenaknya melemparkan petasan – petasan yang mereka bawa kepada temannya atau mobil yang sedang lewat,tanpa memikirkan akibatnya.

Macam-macam petasan
Petasan dan sebangsanya memang barang gelap, artinya benda larangan. Sejak zaman Belanda sudah ada aturannya dalam Lembaran Negara (LN) tahun 1940 Nomor 41 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Bunga Api 1939, di mana di antara lain adanya ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp 7.500 apabila melanggar ketentuan “membuat, menjual, menyimpan, mengangkut bunga api dan petasan yang tidak sesuai standar pembuatan”.
Mungkin karena peraturan tersebut sudah kuno dan terlalu ”antik”, maka pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam peraturan, diantaranya UU Darurat 1951 yanag ancamannya bisa mencapai 18 tahun penjara.
Sumber : ForumkamiNET

Kurma, si Kecil yang Penuh Manfaat

Pernahkah kalian makan buah kurma? atau pernah tapi tidak suka? Tunggu, baca ini dulu.

Kurma memang identik dengan santapan saat berbuka puasa, tapi tidak hanya menyenangkan saat berbuka puasa. Buah yang berasal dari negara-negara Arab ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Apa implikasi bagi kesehatan dalam hal medis modern?

Gizi Komposisi Zat
Kurma bila dilihat dari komposisi daging buahnya sebagian besar terdiri dari karbohidrat dalam bentuk gula atau glukosa fruktusa yang sangat manis. Daging kurma yang telah dikeringkan mengandung karbohidrat yang tinggi, yaitu sebanyak 70%jika dibandingkan dengan yang masih basah dan matang dipohon yaitu sebanyak 60%.

Selain karbohidrat, kurma juga sumber vitamin dan mineral penting yang berguna untuk kesehatan tubuh, komposisi tersebut termasuk vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C (sedikit), Riboflavin, Niasin, Tiamin dan mengandung mineral yang terdiri dari Besi, Magnesium, Kalsium dan sebagian besar Kalium. Kurma ini juga mengandung banyak serat yang dapat membantu proses pencernaan sehingga gerakan usus menjadi halus.

Vitamin A dan Niasin: memainkan peran dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Riboflavin dan Niasin: membantu produksi energi dari pengolahan makanan. Tiamin: membantu melepaskan energi dari karbohidrat dan juga penting untuk sel-sel saraf. Niasin: menjaga fungsi saraf yang normal. Glukosa: Ini adalah jenis gula sederhana yang ditemukan dalam tubuh. Fruktosa: gula yang terkandung dalam buah-buahan. Gula ini tidak berbahaya bagi kesehatan karena proses alam. Seperti gula pada umumnya, fruktosa mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Untuk mereka yang berpuasa, buah kurma cocok dikonsumsi saat berbuka untuk mengembalikan energi yang hilang dengan cepat setelah seharian berpuasa. Khususnya yang berkaitan dengan Kalium: merupakan nutrisi penting untuk fungsi tubuh, terutama jantung dan pembuluh darah. Fungsi mineral ini membuat denyut jantung lebih teratur, mengaktifkan kontraksi otot dan membantu mengatur tekanan darah. Kandungan Kalium sangat menonjol dalam kurma yang baik untuk orang dengan hipertensi. Ini diharapkan untuk kontraksi dan relaksasi pembuluh darah yang baik, sehingga tidak mudah rusak.

Kurma juga mengandung efek seperti Salisilat. Dimana zat yang terkandung dalam komponen aspirin yang memiliki fungsi untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan demam. Selain itu, aspirin juga bisa mencegah pembekuan darah, nyeri anti-inflamasi dan anti Kurma juga mengandung hormon yang disebut Potuchin dapat membuat kontraksi pada pembuluh darah dalam rahim dan otot ketika diberikan kepada wanita yang baru melahirkan untuk mencegah perdarahan postpartum.

sumber: http://www.masnafood.com (dengan perubahan)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"