Archive for the ‘ Opini ’ Category

Belajar dari Batu

Entah kenapa kali ini saya tertarik untuk menulis tentang “batu”. Yes, in javanese we call it “watu”. so, ada apa dengan batu?

tidak bisa kita pungkiri barangkali, kalau Indonesia ternyata tidak hanya ada 2 musim seperti kata guru-guru geografi kita. ternyata ada banyak sekali musim. bulan april-oktober musim kemarau, oktober-april musim hujan, februari-maret musim duren, maret-entah kapan musim rambutan, termasuk juga musim batu yang sedang kita alami beberapa bulan terakhir ini.

di tempat tinggal saya sekarang-cilegon, pedagang batu sudah merajalela. coba bayangkan, beberapa bulan yang lalu saya hanya liat pedagang batu di pojok2 pasar kota. sekarang, maasyaaAllaah, jangankan di pasar, di jalanan kampung pun banyak pedagang yang buka lapak. ada yang baru buka, ada pula yang modifikasi dari lapak sebelumnya (yang tadinya lapak jahitan, sekarang jadi lapak batu, hoho, tapi ini real, bro). sampe segitunya ya, saya berani menebak ini akan sama seperti musim-musim sebelumnya. yang seumuran sama saya, pasti pernah mengalami musim ikan louhan. atau musim bunga anthurium.

saya jadi ingat jaman dulu, ngerawat ikan louhan sampe gede, pas udah gede, ternyata musimnya udah habis. yaah. waktu berlalu, tiba-tiba ikannya sakit, mungkin sudah tua. Nah, daripada mati jadi bangkai, akhirnya di”sembelih” sama ibu saya dan dijadikan pepes. hiks. maaf ya ikaan.

atau musim bunga anthurium, kita biasa menyebutnya gelombang cinta #aseek, kenapa gak gelora cinta aja ya? haha. dulu ada yang harganya sampe jutaan rupiah. lama kelamaan orang-orang banyak yang punya. yang awalnya harganya mahal, lama-lama turun. sekarang, siapa yang masih nyari bunga gelombang cinta? sepertinya sudah tidak ada.

saya kira musim batu juga akan sama. wallaahu a’lam. ketika semua orang sudah punya batu yang bagus-bagus, maka batu yang bagus-bagus akhirnya menjadi tidak spesial lagi. karena tidak spesial, harga akan turun. dan ujung-ujungnya koleksi batu kita terbengkalai begitu saja. lekang oleh zaman meski tak lapuk oleh waktu.

tapi di balik itu semua, yang terpenting adalah: jangan sampai kita terlalu terlena sehingga kita lalai. lalai apa? macem-macem. nggosok batu barangkali, sampai menunda atau bahkan lupa sholat (na’uudzu billaah). tiap ketemu orang bukan salam yang diucap, tapi “wiii bagus amat batunya bro, beli di mana?” atau “bro, gue punya batu baru nih, kalimaya asli.”  ketika biasanya setelah sholat, ngaji, malah nggosok batu lagi. masih mending, barangkali ada yang baru bangun tidur, gapake mandi, langsung batu yang diinget, gosok lagi gosok lagi, sampe lupa sarapan.

kalau kata pak kyai kemarin, jangan sampe batu digosok-gosok sampe mengkilap, bening, tapi hati kita sendiri lupa “digosok”. digosok dengan apa? dengan banyak beristighfar kepada Allah, dengan banyak dzikir, sholawat. batu ketika terkena kotoran langsung digosok biar kinclong lagi. tapi ketika kita melakukan dosa, kita lupa menggosok hati kita dengan banyak istighfar. kita sibuk menggosok batu, tapi tidak sibuk menggosok hati agar terbebas dari sifat sombong, dengki, iri, hasud, dan semacamnya. wal’iyaadzu billaah.

dari batu kita bisa mengambil pelajaran. semakin indah batu, semakin mengkilap, semakin langka, semakin dicintai orang bukan? dan harganya pasti tinggi. sama dengan hati kita, semakin bening, semakin rutin dibersihkan dari dosa-dosa, semakin khusyu’, akan semakin dicintai, insyaaAllaah. bukan hanya oleh orang atau makhluk, tapi juga Yang Menciptakan hati. 🙂

Wallaahu a’lam.

Batu kalimaya termasuk salah satu yang menurut saya paling indah. Maha Suci Allah yang menciptakan batu jenis ini beserta semua warnanya. Tidakkah kita berfikir bahwa batu ini diciptakan agar kita semakin memahami akan keagungan-Nya? (sumber: www.embacincin.com)

Batu kalimaya termasuk salah satu yang menurut saya paling indah. Maha Suci Allah yang menciptakan batu jenis ini beserta semua warnanya. Tidakkah kita berfikir bahwa batu ini diciptakan agar kita semakin memahami akan keagungan-Nya? (sumber: http://www.embacincin.com)

Advertisements

Serba Terbalik

entah mengapa akhir2 ini saya melihat ada banyak sekali hal2 yang saya rasa mulai “terbalik”. maksud saya, terbalik dari fitrah yang sebenarnya. atau keluar dari fitrahnya. tidak perlu jauh-jauh, kita lihat saja di lingkungan kita sendiri, lingkungan kampus, kerja, rumah, dunia maya, dan keluarga barangkali.

Jalan Yuk!

coba lihat, masalah pergaulan misalnya. cowok-cewek (non-mahram, blm nikah) berduaan, sudah menjadi pemandangan yang biasa. kalo gak punya pacar/pacaran dikira gak gaul, gak laku, gak keren, kasian. yee justru mereka2 ini orang yang terjaga. Allah yang menjaga mereka agar tidak dekat2 dengan zina. Allah sendiri kan yang melarang dekat2 dengan zina. deket2 aja dilarang. berarti kalo ada orang yang dijauhkan dari zina, berarti orang itu spesial dong. tau kan kalo berduaan, atau (bahasa kerennya) khalwat itu dosa. dan ngundang sesuatu yang lebih dosa, bahkan hina. kalo berduaan, datang setan sebagai orang ketiganya, yang godain agar terjadi macem2. pegang2 kek, cium2 kek, “itu” kek, dan apapun yang dilarang oleh Allah. hiiii serem. na’uudzu billaah min dzaalik.

Macem2 dikit, Bunuh!

ada lagi, rasanya sekarang tuh mbunuh orang udah jadi satu-satunya solusi untuk orang yang marah/kesel ya. entah itu suami marah sama istri, majikan marah sama pembantu, kakak marah sama adiknya, ayah sama anaknya, dll. suami kesel sama istrinya yang gak ngijinin sertifikat tanahnya digadaikan untuk beli motor, istrinya dibunuh. <– ini pernah ada di berita. orang pacaran, salah satu selingkuh, bla bla bla, tiba2 pacarnya dibunuh. belum lagi kasus TKW di luar sana yang suka disiksa oleh majikannya. kok ya bisanyaaa bunah-bunuh orang, enteng gitu kayanya, padahal membunuh itu termasuk dosa buuuesar. heu, na’uudzu billaah.

Enak (?), tapi Modar!

kalau tadi mbunuh orang, sekarang mbunuh diri sendiri. ada yang gantung diri, minum baygon, adapula yang sebenernya gak pengin bunuh diri, tapi aksinya itu menunjukkan bahwa dia sedang bunuh diri. pernah ada berita beberapa hari yang lalu di Sumedang, sekampung ngoplos semua, cowok-cewek, tua-muda, saya lupa komposisinya apa aja. akhir cerita mereka pada masuk rumah sakit, beberapa tidak tertolong karena saking parahnya, akhirnya satu per satu mati. ya Allaah, betapa kasihannya mereka ini, apakah tidak ada da’i di kampung mereka sehingga semua hobi ngoplos gini. seharusnya udah pada tahu ngoplos itu bukan salah satu solusi mau minum enak, kalau memabukkan sama saja minum khamr, kalau sampe mati gini, yaa sama kaya bunuh diri. na’uudzu billah min dzalik. kalau mau minum enak, dingin, masih banyak tuh di alfamart, kalo gak nemu ya coba cari di indomaret. ngapain harus ngoplos segala. “ngoplos lebih murah mas,” hee.. enak aja, berarti nyawamu masa lebih murah dari teh botol sosro. wkwk.

Asing sama Agama Sendiri (?)

saya ga tau nih berapa persen dari kita yang sudah mulai rada2 jarang belajar agama, jarang baca al-qur’an, jarang wiridan, jarang sedekah, dll. atau malah sering ninggalin sholat. na’uudzu billaah min dzaalik. sepertinya semua tadi mulai kalah pamor sama line, whatsapp, path, instagram, facebook, twitter, pulsa, lagu2, film, drama, dll. sadar gak guys? seharusnya sih kita sadar. waktu yang dulu kita gunain buat baca al-qur’an, udah mulai ilang tuh dipake baca update-an di twitter. tangan kita yang dulunya sering pegang tasbih, ilang tuh tasbihnya ganti gadget. geser-geser-geser sampe 33x. hehe. dulu pas lagi nganggur biasa baca buku2 yang bermanfaat, sekarang ganti mainan game android yang kayanya lumayan seru. kayanya kita sekarang lebih apal kehidupannya artis, pemain bola, musisi, ketimbang Nabi kita Muhammad saw. duit lebih banyak buat beli pulsa paket internet daripada sedekah.

ya, seolah-olah kita udah mulai mentingin bisa eksis di medsos daripada eksis di hadapan Allah. kita lebih kawatir gak naik level di game daripada gak naik derajat di hadapan Allah. kita lebih nikmat baca update-an di dunia maya daripada baca al-qur’an. lebih apal lagu2 daripada al-qur’an. lebih tahu gosip artis daripada kisah para sahabat dan para ulama’ terdahulu.

sebenernya guys, yang terpenting adalah bagaimana pertanggungjawaban kita kelak di hadapan Allah swt? kita jelas-jelas sedang menjauh dari Allah, padahal yang ngasih semuanya itu Allah, nikmat sehat, harta, teman, dll. Allah juga sudah kirimkan kita manusia paling sempurna untuk dijadikan teladan, Nabi Muhammad saw., yang bahkan kalau para Nabi sebelumnya ditanya, mereka memilih untuk menjadi ummat Nabi Muhammad saw, saking sempurnanya beliau. masih nyari yang lain? jelas gak ada yang setara dengan beliau.

yuk ah, jangan mau dibolak-balik sama orang-orang penguasa teknologi. kalau mau memanfaatkan teknologi, manfaatkan untuk kebaikan. jangan malah bikin “lupa”. yuk, buka lagi al-qur’an-nya, dibaca. mulai isi waktu-waktu luang untuk membaca ilmu2 untuk bekal akhirat. belajar siroh/kisah kehidupan Nabi saw, agar kita bisa menyelami dan menghayati akhlak dan ajaran2 beliau saw. mulai perbanyak kebaikan kita, mumpung di dunia. mati tidak ada yang tahu kapan datangnya kan. yakinlah, kalau kita punya niat kuat untuk bergegas dalam kebaikan Allah pasti memberi jalan. gapapa kok, ketinggalan update-an di medsos. gapapa juga ketinggalan film seru juara oscar. apalagi gak apal lagu2, gapapaa, yang penting apal surah2 al-qur’an. 🙂

semoga kita semua diberi hidayah ya oleh Allah swt., sumber hidayah ada dua, langsung dari Allah tanpa sebab, dan kita sendiri yang mengusahakan sebabnya. terserah Allah mau kasih hidayah lewat jalan yang mana. setelah diberi hidayah semoga Allah memberi kita istiqomah. dikatakan, “istiqomah itu bahkan lebih utama daripada seribu karomah..”. dan yang pasti kita minta agar diberi husnul-khatimah. aamiin. maaf yak curhatan saya malam ini panjang. kita sama2 perbaiki diri lah intinya.

wallaahu a’lam.

Djaman Dhijital

pernah menemui istilah ini? jangankan anda, sayapun belum, hehe. sebenarnya saya hanya ingin menuliskan sebuah refleksi tentang perubahan jaman yang berdampak pada kehidupan sosial. daan… tulisan singkat ini saya beri judul “djaman dhijital”.

mari kita kembali ke masa lalu.

coba ingat-ingat kehidupan masa kecil kita. untuk anak-anak desa (seperti saya, hehe), barangkali yang teringat adalah suasana desa yang masih asri dengan banyak pepohonan, halaman rumah yang luas dan berupa tanah atau rumput, tak jauh dari rumah ada sungai yang masih lumayan bersih, bisa buat mandi, nyuci baju, nyuci piring, atau minum bagi yang rumahnya di pegunungan, dan segala macem, ada teman-teman seumuran yang tiap hari menjemput kita untuk mengajak bermain, entah layangan, kelereng, renang di sungai, atau sekedar cari capung, belut, kepiting, dan lain sebagainya. kita bisa keluar rumah sesuka hati, asal orang tua mengijinkan. berangkat main pagi, pulang siang, makan, main lagi atau disuruh tidur, sampe asar, mandi, ganti baju yang bersih, terus main lagi sampe maghrib atau ngaji di TPA/TPQ. habis maghrib kalau untuk yang sudah sekolah pasti disuruh belajar dan yang belum sekolah mungkin bisa langsung tidur.

berbeda lagi yang dialami anak-anak kota. barangkali yang terbayang adalah suasana rumah yang selalu rindang, sejuk, ada banyak mainan di rumah seperti mobil-mobilan, pesawat-pesawatan, boneka, robot-robotan, dan lain-lain. ada teman yang mengajak bersepeda keliling kompleks tiap sore, atau sengaja datang ke rumah kita untuk main video game, main balapan tamiya, atau yang lain. kadang-kadang kita yang keluar ke PS-an main sama teman biar rame. minta duit katanya buat beli jajan padahal buat main PS. pulang-pulang biasanya disuruh makan dan mandi. pakai baju bagus, dan nonton TV sambil main “gembot”.

dan jika kita bayangkan lagi, ternyata kejadian-kejadian itu terus berulang sampai kira-kira kita duduk di kelas 6, biasanya anak kelas 6 mulai banyak belajar untuk menghadapi Ujian Nasional.

tapi rupanya jaman sekarang tidak seperti jaman kita dulu kawan. tanah lapang di depan rumah banyak yang sudah tertutup semen atau paving blok. tidak bisa lagi digunakan untuk bermain kelereng. tepian sungai dekat rumah tidak lagi tanah, melainkan sudah disemen. tidak bisa lagi digunakan untuk mencari kepiting air tawar atau “yuyu”, yang mitosnya itu adalah mainannya tuyul, #gaknyambung. capung mungkin sudah jarang terlihat. jalanan sudah mulai ramai, sulit sekali menyeberang untuk sekedar mengejar layangan yang putus.

gembot, video game, PS-an sudah jarang kita temui, meskipun masih ada. mobil tamiya sudah tidak menarik lagi untuk dimainkan. begitupun crushgear, beyblade, yuGiOh, dan kawan-kawannya. hampir tiap rumah sekarang memiliki satu buah laptop atau minimal PC. beberapa punya tablet atau iPad. berisi banyak game dan aplikasi menarik lainnya. ya, seperti all in one. satu laptop, PC, tablet atau iPad bisa digunakan untuk memainkan buanyak sekali permainan. tidak perlu keluar rumah, tidak perlu kotor-kotor, tidak perlu nyemplung sungai, tidak perlu blusak-blusuk di kebun tetangga lagi untuk main petak umpet. main bola bisa pake PES, anticapek dan anticedera. mancing ikan bisa pake Fishing Frenzy (barangkali ada #ngawursih hehe). main tembak-tembakan yang biasanya pake jambu dan bunga jambu sebagai pelurunya, sekarang bisa dirasakan sensasinya dengan main Counter Strike. keren memang tapi saya pikir ini menimbulkan dampak sosial yang kurang baik.

saya mau cerita sedikit terkait topik ini. beberapa waktu lalu ada keponakan-keponakan saya datang dan main ke rumah tetangga saya yang kebetulan juga saudara saya. mereka datang bertiga, dua anak sudah SD dan satu lagi masih TK kalau tidak salah. saya pikir tiga anak ini mau bermain boneka barbie, bekel, kempyeng, atau apa kek yang biasanya dimainkan oleh anak cewek. eh, ternyata apa yang saya lihat? dua anak masing-masing bermain tablet dan asik sendiri. satu anak lagi bermain masak-masakan. saya cukup terkejut sih. bagaimana mungkin anak-anak yang biasanya selalu bermain bersama, kini bermain sendiri-sendiri dan sama sekali tidak berhubungan satu dengan yang lain. innalillaah. memang benar-benar djaman dhijital. semua dhijital. barangkali pola pikir anak-anak sekarang juga pola pikir dhijital. akibatnya teman bermain mereka semuanya dhijital. lenyaplah apa yang dahulu dinamakan komunikasi antarteman bermain, toleransi atas perbedaan keinginan, kolaborasi, sportifitas, rasa simpati, jiwa kompetitif, perasaan bangga karena menang dan sedih karena dikalahkan, emosi ala anak kecil, dan yang lain.

bermain tablet

bermain tablet

saya hanya takut anak-anak di djaman dhijital ini kurang matang secara sosial, akibat kurangnya pergaulan dan lemahnya kemampuan beradaptasi di lingkungan yang berbeda-beda.

semoga jaman anak-anak kita besok tidak semakin parah, kita harus mendidik anak-anak kita dengan baik agar jiwa-jiwa sosial mereka tetap terpupuk sejak dini.

Jalur Kuning yang Spesial

Reblogged from : http://twbsm09.tumblr.com/day/2013/09/26

Pernah ke Kota Bandung? Pernah jalan-jalan di trotoarnya? Kalaupun pernah mungkin anda akan dikejutkan oleh inovasi yang satu ini. Karena sebelumnya belum pernah ada di Bandung. Hehe. Mari kita simak saja tulisan di bawah ini.

Beberapa bulan belakangan ini Kota Bandung mulai ditata, dipercantik. Terutama jika melihat beberapa trotoar yang diperluas, gorong-gorong tempat mengalirnya air juga diperdalam dan di benahi. Namun ada satu hal yang mengusik hati saya yaitu adanya lantai yang menyusun trotoar ini. awalnya saya berpikir itu merupakan jalur sepeda, namun rasanya bukan, karena jalur berwarna kuning yang berada di trotoar ini terlalu kecil untuk dijadikan lintasan sepeda.

jalur kuning di trotoar Kota Bandung

jalur kuning di trotoar Kota Bandung

Awalnya saya mengabaikan jalur warna kuning tersebut. namun keingintahuan saya akan warna kuning di jalur pedestrian di kota bandung yang lagi gencar-gencarnya di bangun dan dibenahi ini muncul lagi, dan akhirnya saya menemukan jawabanya.

Ternyata jalur yang berwarna kuning yang mungkin beberapa dari kalian sering melihatnya ketika naek angkot, atau berjalan di trotoar itu merupakan Tactile Paving. Ini merupakan lantai dengan desain  khusus. fungsinya adalah memberikan jalur khusus bagi para tuna netra atau orang yang memiliki gangguan penglihatan agar dapat menikmati ruang publik  serta dapat berjalan ditrotoar seperti orang pada umumnya.

Pejalan kaki di atas trotoar

Pejalan kaki di atas trotoar

Jalur ini banyak digunakan terutama dinegara-negara yang sudah memiliki layanan publik bagi penyandang cacat yang cukup baik seperti Autralia, Jepang,Amerika Serikat dan beberapa negara lainya. artinya kota Bandung sudah mulai peduli dengan pemanfaatan ruang publik bagi warganya, bukan hanya orang pada umumnya, namun juga sudah memberikan hak-hak kepada penyandang tuna netra untuk merasakan ruang publik, dengan di pasangnya tactile paving di trotoar-trotoar kota Bandung.

Namun sayang, pemasangan ini tak diimbangi oleh kesadaran atau pengertian dari beberapa warga . Sehingga tidak jarang kita jumpai jalur kuning ini dijadikan tempat parkir, tempat untuk berjualan dan beberapa tempat yang menghalangi fungsi jalur ini sebagai mana mestinya.

wah, sayangnya masih ada parkir liar di trotoar

wah, sayangnya masih ada parkir liar di trotoar

Sejatinya, kita harus mulai sadar dan menghargai hak-hak orang lain, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Memberikan hak pejalan kaki, seperti halnya anda yang memiliki kendaraan yang diparkir, pejalan kaki pun menginginkan tempatnya tidak direbut oleh kendaraan yang diparkir sembarangan.

Niat baik pemkot Bandung untuk memberikan fasilitas kepada tuna netra untuk bisa menikmati ruang publik pun harus kita dukung, agar menjadikan Kota Bandung, kota yang bersahabat bagi semua warganya.  Dan untuk semua kota di Indonesia yang telah mulai memasang fasilitas ini, dan mulai membenahi kotanya. marilah kita menjaganya, merawatnya dan mencintainya. karena Kota tanpa warganya yang sadar akan kotanya, hanya akan menjadi ruang yang kumuh dan hampa.

Jalan Sebelum Hijau, dan Tetap Jalan Setelah Merah

apa yang kawan2 bayangkan setelah membaca judul di atas? kalau yang kawan2 bayangkan adalah sesuatu yang berhubungan dengan lalu lintas, maka kawan2 benar. judul di atas saya ambil sebagai perwakilan dari sekian banyak peraturan lalu lintas yang sering kita langgar. saya tidak mengatakan saya tidak pernah melanggar peraturan lalu lintas, pernah juga. makanya mulai sekarang mari sama2 belajar. 🙂

jalan raya milik kita bersama. mari jaga sopan santun.

jalan raya milik kita bersama. mari jaga sopan santun.

mengapa harus taat berlalu lintas?

ah. anak kecil juga tahu. taat berlalu lintas adalah suatu maslahat yang besar. jika semua orang melakukannya, saya yakin akan sangat besar manfaatnya : berkendara nyaman, minim kecelakaan, kalo kecelakaanpun … ga terlalu parah, lalu lintas tertib dan teratur, polisi senang, dan lain-lain. coba kita bandingkan dengan bahaya yang akan timbul bila banyak orang tidak melakukannya : berkendara tidak nyaman, banyak kecelakaan, banyak orang berkata kotor di jalan, polisi bingung, dan pasti serba gak enak di jalan raya. entah takut diserempet orang lah, takut kena razia lah, dan takut2 yang lain. itu yang pertama.

kedua, taat peraturan adalah salah satu wujud kita berbakti pada negeri. kita pasti pengin kan negeri kita tenteram, aman, nyaman. makanya kalau ada peraturan itu ditaati. saya paling males mendengar orang bilang “peraturan itu dibuat untuk dilanggar”, apalagi kalau ditambahi dengan “ha..ha..ha..”. heuh, paling males.

***

yuk, sekarang kita bahas pelanggaran2 yang sering kita lakukan. (sesi buka-bukaan nih) :

1. tidak mematuhi rambu

siapa yang sering berhenti di bawah tanda S dicoret? atau memarkir kendaraan di tanda P dicoret? atau bahkan menerobos jalan yang ada simbol strip warna merah? ngaku!

atau yang rada gak keliatan nih, memutar di tempat yang tidak semestinya untuk memutar, sehingga kadang menyebabkan kemacetan. atau menyeberang di bawah jembatan penyeberangan (bukan di jembatannya) bagi para pejalan kaki. hayoo…

mari mulai hari ini kita tobat! hehe.. 

2. tidak memakai helm

banyak pikiran begini : “tempat tujuan lumayan deket nih, gak usah pake helm ah..”, atau begini “di jalan sana kan ga ada polisi, jadi gapapa gak pake helm..”, yang parah kalau begini “gak usah pake helm ah, sayang helmnya nanti cepet rusak..”. woii mas! lebih sayang sama helm atau kepala?

sebenarnya polisi tidak ingin kita kecelakaan terus kepala menghantam aspal lalu kepala bocor, makanya kita disuruh pakai helm. tapi yang namanya antisipasi itu di mana2 perlu. lebih baik mencegah kan daripada mengobati kepala kita yang bocor? haha. setuju?

3. tidak menggunakan bel, spion, dan lampu dengan baik sesuai fungsinya

ini juga nih, banyak orang yang punya SIM. tapi sedikit yang menggunakan fitur kendaraan seperti bel, spion, dan lampu depan dengan baik sesuai fungsinya. khususnya motor nih, saya kurang tahu kalau mobil. saya pikir rata2 pengendara mobil sudah menggunakannya dengan baik.

wahai para pengendara motor (termasuk saya), mari kita ulas satu-satu. siapa yang spionnya gak bener? ngadep ke bawah, kebalik, atau gak pake sama sekali? ngacung! oke saya deh ngacung, spion saya cuma satu, karena satunya gak bisa dipasang. ulirnya rusak. barangkali lupa fungsi spion, spion itu fungsinya untuk melihat kendaraan yang ada di belakang kendaraan kita. kalau spionnya bener, pasti kelihatan kalau ada yang mau mendahului, atau lagi ngebut di belakang, atau ada ambulance atau truk mau lewat. kita bisa lebih berhati-hati.

kalau spionnya ga bener (misal yang ngadep ke bawah), yang keliatan dari spion bukan kendaraan di belakang, tapi kaki. haha. yuk, mulai sekarang dibenerin spionnya.

sekarang lampu. siapa yang lampu depannya gak pernah dihidupin kalo siang? atau malam juga? parah kalau ini mah. lampu kan fungsinya agar kendaraan kita lebih terlihat oleh kendaraan lain yang ada di depan atau penyeberang jalan. lampu dim juga berfungsi untuk tanda kalau kita akan mendahului kendaraan di depan kita, bisa juga peringatan untuk penyeberang jalan untuk berhati2.

sekarang bel atau klakson. siapa yang jarang ngebel atau nglakson? hehe. atau ngebelnya saat emosi doang sama pengguna jalan lain, gara2 ngawur? hehe, sering banget nih pasti yang gini. yuk sama2 berbenah. bel fungsinya bukan saat ada masalah doang. tapi setiap saat. ada baiknya kalau kita ngebel ketika melihat ada orang atau kendaraan mau nyeberang di depan kita. ada baiknya pula kita ngebel untuk memberi tanda bahwa kita akan mendahului kendaraan di depan kita. bisa jadi kan kita dalam keadaan darurat, misal udah hampir telat, dan pengin mendahului semua kendaraan yang ada di depan kita. hehe.

4. tidak sopan santun di jalan

tidak sopan santun di jalan, meliputi : nyeberang ngawur, nyalip ngawur, ngebut di jalan rame, atau ngebut di gang. kita tahu lah, kalau kita sopan, kalau kita baik pada lingkungan, lingkungan akan baik pada kita. mari menambah kesadaran kita bahwa kita hidup di lingkungan banyak orang, bukan hidup di dunia kita sendiri. 🙂

mulai sekarang, yuk kita jadi orang yang tertib berlalu lintas di jalan raya, khususnya saya sendiri. belajar mentaati peraturan dan mencegah berbagai kemungkinan kecelakaan yang mungkin terjadi kapan saja. agar lalu lintas terasa aman bagi penggunanya, nyaman, dan tertib.  woke? semoga bermanfaat kawan. 🙂

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"