Archive for the ‘ Motivasi ’ Category

Menjemput Jodoh

Hidup adalah sebuah pencapaian diri. Sedari dulu saya beranggapan bahwa hidup adalah pencapaian terhadap akademik, karier, dan pernikahan. Artinya, ketika sudah selesai sekolah, lalu kuliah, kerja, dan yang paling dinantikan ialah menikah. Untungnya bukan hanya saya seorang yang mempunyai cita-cita seperti ini, tapi semua orang pun melakukan hal demikian. Tentu saja yang demikian tidaklah salah. Namun, ada tahapan yang terkadang salah langkah. Dan yang pasti yang menjadi bahan tulisan kali ini adalah menikah. Sering kali dalam masa penantian (jodoh), kita disibukkan oleh “siapa dia” dan “cita-cita semu”. Maksud dari siapa dia adalah kita terlalu fokus dengan sosok yang kita idamkan. Dia harus berparas rupawan, berprestasi, berperilaku baik, dan kesempurnaan lainnya. Ini ada kaitannya dengan cita-cita semu yang bermakna bahwa kita mengharapkan jodoh yang sedemikian luar biasa tapi tak diiringi dengan usaha kita untuk menjadi luar biasa. Tapi, jangan salah sangka. Ada saja orang yang terlihat tak ada usaha dan kurang menawan, tetapi mendapat jodoh yang super sekali. Mungkin itu saya, hehe..

Ada cara untuk menjemput jodoh ialah dengan melupakan jodoh itu sendiri. Kita sibukkan diri untuk memperbaiki kualitas diri yang mencakup keimanan, ketaqwaan, dan ilmu. Berbicara keimanan dan ketaqwaan adalah memperindah hubungan kita dengan Allah ﷻ. Alangkah baiknya sebelum kita mengikatkan diri kepada seseorang, maka kita sambungkan tali cinta kepada Allah ﷻ dan Rasulullah  ﷺ terlebih dahulu. Dan yang terpenting kita mengaji (red duduk bersama guru mengkaji kitab) untuk meningkatkan pengetahuan ilmu kita, khususnya mengenai pernikahan. Kelak sebagai imam, kita sudah mampu membimbing keluarga dengan baik sesuai yang disyari’atkan. Kita sudah tahu benar mengenai hak dan kewajiban antara suami-istri dan yang berkaitan dengan rumah tangga lainnya. Bukannya kita sibuk kepoin si doi atau sibuk meracik jurus mendekatinya. Sudahlah serahkan segalanya kepada Allah ﷻ. Sudah tertulis namanya (jodoh), saat kita dulu ditiupkan ruh di dalam kandungan ibu. Jadi jangan khawatir tentang siapa dan kapan. Tugas kita adalah mempersiapkan diri kita sebaik mungkin, karena jodoh adalah cerminan diri. Tentu kita tidak mau, jodoh kita orang yang malas mandi seperti kita saat ini. Tapi, poin nya bukan di sana. Jodoh memang cerminan diri kita, tapi cerminan dalam kadar keimanan dan ketaqwaan kita. Ingin jodoh yang sholehah? Maka sholehkan dulu dirimu.

Advertisements

Tentang Kemiskinan

Hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat bagus tentang kemiskinan. ya, suatu kata yang terdiri dari kata dasar “miskin” dan ibuhan “ke-an”. Hehe.

Orang yang sadar dan waras pasti tidak menginginkan kemiskinan menimpa dirinya, meskipun pada dasarnya miskin-kaya itu datangnya dari Allah, sudah dicatat di lauhun-mahfuzh sejak jaman azali. artinya, rizki makhluk itu sudah digariskan, tidak akan bertambah dengan ambisi kita (mengejar rizki) dan tidak pula berkurang dengan sikap tenang kita (tidak tergesa-gesa) (baca syair Imam Syafi’i pada postingan saya sebelumnya). Lantas, bagaimana dengan Rasulullah SAW yang justru berdoa meminta dihidupkan dalam keadaan miskin dan dimatikan dalam keadaan yang sama? Hayooo… Siapa yang pernah mengamalkan doa ini? Saya yakin tidak ada, kecuali orang-orang khusus yang sudah jarang kita temui di jaman sekarang. Hehe.

Seakan ada makna tersembunyi di balik kemiskinan. Dan ternyata memang iya. Kita kupas satu2 ya, dalil-dalilnya kawan2 bisa cari sendiri lah.

  • Orang miskin masuk surganya duluan dibandingkan orang kaya, dalam suatu riwayat, jarak waktunya 500 tahun. Bisa kita bayangkan betapa lamanya. Ya, orang miskin hisabnya akan lebih cepat karena tidak banyak pertanyaan tentang harta yang dimilikinya, berbeda dengan si kaya yang diinterogasi ke mana saja hartanya ia salurkan.
  • Selain berdoa ingin miskin, Rasulullah SAW (dalam doanya) juga ingin dikumpulkan bersama orang-orang miskin di akhirat kelak. Tentunya orang miskin yang beriman yaa…
  • Orang miskin tuh spesial. Rasul sendiri yang “bilang”, orang yang menyantuni janda dan orang miskin sama halnya seperti orang yang berjihad fi sabilillah dan tidak berhenti puasa (di siang hari) dan sholat malam. Rasul juga “bilang”, barangsiapa yang meringankan urusan orang miskin, Allah akan meringankan urusan kita di dunia maupun akhirat. MaasyaaAllaah. Sudah dimuliakan oleh Allah, membantu/menyantuni mereka juga mendatangkan kemuliaan untuk kita juga.
  • Meskipun kemiskinan itu dekat pula dengan kekufuran (ingat fenomena orang-orang yang mengorbankan akidahnya hanya karena ind*mie), ternyata bukan “kemiskinan” ini yang dikhawatirkan Rasul dapat merusak agama dan membinasakan umat. Rasul lebih khawatir umatnya akan berlomba-lomba mengejar dunia, sehingga melupakan perkara akhirat. Semoga kita selamat dari itu semua.
  • Orang miskin juga bisa bersedekah kok. Dari mana? Sebenarnya tidak cuma orang miskin, tapi juga semuanya. Banyak sekali sabda Rasul yang menerangkan bahwa amal-amal baik itu adalah sedekah, tasbih adalah sedekah, tahmid juga sedekah, begitu pula tahlil, takbir, bahkan senyum bila dapat menyenangkan saudara kita, maka itu adalah amal shalih, itupun bisa menjadi sedekah. Subhaanallaah. 🙂

Yang terpenting dari itu semua adalah, jangan sampai kita merasa kaya-miskin itu adalah penentu derajat kita. Sekali kali tidak, kawan! Tidak perlu kita merasa rendah karena miskin, tidak perlu juga bangga karena kaya. Karena semua itu adalah karunia Allah kepada mereka yang dikehendakinya. Kelak, orang-orang miskin akan dimintai tanggungjawab dengan kemiskinannya, apalagi mereka yang kaya. Ketahuilah, kawan, bahwa derajat manusia itu hakikatnya yang ada pada sisi Allah SWT. Hanya orang-orang yang bertakwa yang dijanjikan akan diberikan derajat yang tinggi di sisi-Nya.

Satu kalimat (atau mungkin beberapa) lagi, miskin-kaya itu adalah sunnatullah, karena pada dasarnya semua itu diciptakan berpasang-pasangan. Miskin-kaya, jelek-bagus, cewek-cowok, kecil-besar, dll. Kalau boleh dikatakan (kasarnya), kemiskinan (harta) itu tidak bisa diberantas, percuma, miskin-kaya akan tetap balance. Yang perlu diberantas adalah “mental”nya. Banyak kan, kita temui orang yang dhohirnya kaya, tapi hakikatnya miskin (nyatanya, masih korupsi, nyolong duit negara), banyak pula orang yang dhohirnya miskin tapi hatinya kaya (tidak meminta-minta, banyak syukur dengan nikmat seadanya).

Ya Allaah, betapa banyak saudara-saudara kami di luar sana yang masih susah makan. Betapa celakanya kami yang berkecukupan ini tidak mau bersyukur kepada-Mu. (sumber: sp.beritasatu.com)

Terakhir (sekaligus penutup) mari berdoa semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang senantiasa bersyukur, tak peduli seberapa banyak nikmat dhohir yang Allah berikan (padahal hakikatnya tidak dapat terhitung), dan menjadikan kita cinta kepada orang-orang miskin sebagaimana Rasul SAW mencintai mereka. Aamiiin.

“Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya…”

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberikan kepadanya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka…”

Wallaahu a’lam.

**

Serba Terbalik

entah mengapa akhir2 ini saya melihat ada banyak sekali hal2 yang saya rasa mulai “terbalik”. maksud saya, terbalik dari fitrah yang sebenarnya. atau keluar dari fitrahnya. tidak perlu jauh-jauh, kita lihat saja di lingkungan kita sendiri, lingkungan kampus, kerja, rumah, dunia maya, dan keluarga barangkali.

Jalan Yuk!

coba lihat, masalah pergaulan misalnya. cowok-cewek (non-mahram, blm nikah) berduaan, sudah menjadi pemandangan yang biasa. kalo gak punya pacar/pacaran dikira gak gaul, gak laku, gak keren, kasian. yee justru mereka2 ini orang yang terjaga. Allah yang menjaga mereka agar tidak dekat2 dengan zina. Allah sendiri kan yang melarang dekat2 dengan zina. deket2 aja dilarang. berarti kalo ada orang yang dijauhkan dari zina, berarti orang itu spesial dong. tau kan kalo berduaan, atau (bahasa kerennya) khalwat itu dosa. dan ngundang sesuatu yang lebih dosa, bahkan hina. kalo berduaan, datang setan sebagai orang ketiganya, yang godain agar terjadi macem2. pegang2 kek, cium2 kek, “itu” kek, dan apapun yang dilarang oleh Allah. hiiii serem. na’uudzu billaah min dzaalik.

Macem2 dikit, Bunuh!

ada lagi, rasanya sekarang tuh mbunuh orang udah jadi satu-satunya solusi untuk orang yang marah/kesel ya. entah itu suami marah sama istri, majikan marah sama pembantu, kakak marah sama adiknya, ayah sama anaknya, dll. suami kesel sama istrinya yang gak ngijinin sertifikat tanahnya digadaikan untuk beli motor, istrinya dibunuh. <– ini pernah ada di berita. orang pacaran, salah satu selingkuh, bla bla bla, tiba2 pacarnya dibunuh. belum lagi kasus TKW di luar sana yang suka disiksa oleh majikannya. kok ya bisanyaaa bunah-bunuh orang, enteng gitu kayanya, padahal membunuh itu termasuk dosa buuuesar. heu, na’uudzu billaah.

Enak (?), tapi Modar!

kalau tadi mbunuh orang, sekarang mbunuh diri sendiri. ada yang gantung diri, minum baygon, adapula yang sebenernya gak pengin bunuh diri, tapi aksinya itu menunjukkan bahwa dia sedang bunuh diri. pernah ada berita beberapa hari yang lalu di Sumedang, sekampung ngoplos semua, cowok-cewek, tua-muda, saya lupa komposisinya apa aja. akhir cerita mereka pada masuk rumah sakit, beberapa tidak tertolong karena saking parahnya, akhirnya satu per satu mati. ya Allaah, betapa kasihannya mereka ini, apakah tidak ada da’i di kampung mereka sehingga semua hobi ngoplos gini. seharusnya udah pada tahu ngoplos itu bukan salah satu solusi mau minum enak, kalau memabukkan sama saja minum khamr, kalau sampe mati gini, yaa sama kaya bunuh diri. na’uudzu billah min dzalik. kalau mau minum enak, dingin, masih banyak tuh di alfamart, kalo gak nemu ya coba cari di indomaret. ngapain harus ngoplos segala. “ngoplos lebih murah mas,” hee.. enak aja, berarti nyawamu masa lebih murah dari teh botol sosro. wkwk.

Asing sama Agama Sendiri (?)

saya ga tau nih berapa persen dari kita yang sudah mulai rada2 jarang belajar agama, jarang baca al-qur’an, jarang wiridan, jarang sedekah, dll. atau malah sering ninggalin sholat. na’uudzu billaah min dzaalik. sepertinya semua tadi mulai kalah pamor sama line, whatsapp, path, instagram, facebook, twitter, pulsa, lagu2, film, drama, dll. sadar gak guys? seharusnya sih kita sadar. waktu yang dulu kita gunain buat baca al-qur’an, udah mulai ilang tuh dipake baca update-an di twitter. tangan kita yang dulunya sering pegang tasbih, ilang tuh tasbihnya ganti gadget. geser-geser-geser sampe 33x. hehe. dulu pas lagi nganggur biasa baca buku2 yang bermanfaat, sekarang ganti mainan game android yang kayanya lumayan seru. kayanya kita sekarang lebih apal kehidupannya artis, pemain bola, musisi, ketimbang Nabi kita Muhammad saw. duit lebih banyak buat beli pulsa paket internet daripada sedekah.

ya, seolah-olah kita udah mulai mentingin bisa eksis di medsos daripada eksis di hadapan Allah. kita lebih kawatir gak naik level di game daripada gak naik derajat di hadapan Allah. kita lebih nikmat baca update-an di dunia maya daripada baca al-qur’an. lebih apal lagu2 daripada al-qur’an. lebih tahu gosip artis daripada kisah para sahabat dan para ulama’ terdahulu.

sebenernya guys, yang terpenting adalah bagaimana pertanggungjawaban kita kelak di hadapan Allah swt? kita jelas-jelas sedang menjauh dari Allah, padahal yang ngasih semuanya itu Allah, nikmat sehat, harta, teman, dll. Allah juga sudah kirimkan kita manusia paling sempurna untuk dijadikan teladan, Nabi Muhammad saw., yang bahkan kalau para Nabi sebelumnya ditanya, mereka memilih untuk menjadi ummat Nabi Muhammad saw, saking sempurnanya beliau. masih nyari yang lain? jelas gak ada yang setara dengan beliau.

yuk ah, jangan mau dibolak-balik sama orang-orang penguasa teknologi. kalau mau memanfaatkan teknologi, manfaatkan untuk kebaikan. jangan malah bikin “lupa”. yuk, buka lagi al-qur’an-nya, dibaca. mulai isi waktu-waktu luang untuk membaca ilmu2 untuk bekal akhirat. belajar siroh/kisah kehidupan Nabi saw, agar kita bisa menyelami dan menghayati akhlak dan ajaran2 beliau saw. mulai perbanyak kebaikan kita, mumpung di dunia. mati tidak ada yang tahu kapan datangnya kan. yakinlah, kalau kita punya niat kuat untuk bergegas dalam kebaikan Allah pasti memberi jalan. gapapa kok, ketinggalan update-an di medsos. gapapa juga ketinggalan film seru juara oscar. apalagi gak apal lagu2, gapapaa, yang penting apal surah2 al-qur’an. 🙂

semoga kita semua diberi hidayah ya oleh Allah swt., sumber hidayah ada dua, langsung dari Allah tanpa sebab, dan kita sendiri yang mengusahakan sebabnya. terserah Allah mau kasih hidayah lewat jalan yang mana. setelah diberi hidayah semoga Allah memberi kita istiqomah. dikatakan, “istiqomah itu bahkan lebih utama daripada seribu karomah..”. dan yang pasti kita minta agar diberi husnul-khatimah. aamiin. maaf yak curhatan saya malam ini panjang. kita sama2 perbaiki diri lah intinya.

wallaahu a’lam.

Cowo VS Suami

Saya kebetulan nemu syair (mm, tulisan) bagus nih, boleh lah saya post di sini barangkali ada pembaca setia blog saya yang butuh hiburan untuk mengobati kegalauannya, hehe (canda kok). Berikut syairnya, silakan dihayati dan direnungkan. 🙂

*************************************
SIAPA YANG BILANG COWO, SUAMI LAGI!
*************************************
Kalau seorang cowo memuji pacarnya, lebay namanya
Kalau seorang suami memuji istrinya, pahala namanya

Kalau seorang cowo nraktir pacarnya, pamrih namanya
Kalau seorang suami nraktir istri dan anaknya, sedekah namanya

Kalau seorang cowo pegangan tangan dengan pacarnya, dosa namanya
Kalau seorang suami pegangan tangan dengan istrinya, terhapus dosa-dosa keduanya
dari setiap ujung jarinya

Kalau seorang cowo mati demi mempertahankan cinta dengan pacarnya, konyol namanya.
Kalau seorang suami mati demi mempertahankan kehormatan istrinya, syahid namanya.

Sob, hanya 5 menit akad nikah, tapi bisa mengubah
yang asalnya haram jadi halal
yang asalnya dosa jadi pahala
yang asalnya susah jadi berkah

Semoga semua lelaki dan wanita pandai menjaga dirinya
Bersabar sebelum waktunya
Dan yang pasti, moga segera mendapatkan jodoh terbaik di waktu yang terbaik
di tempat terindah yang diridhoi-Nya
Aamiin


Setia Furqon Kholid
Inspirasi buku “Jangan jatuh Cinta! Tapi Bangun Cinta”

Kisah Hidrogen dan Oksigen

Ada sebuah kisah menarik dari Pak Bermawi (salah satu dosen FTI) ketika beliau memberikan kuliah pengantar Proyek Rekayasa Interdisiplin hari Rabu (28/8) pekan lalu di aula timur ITB. Ketika itu materi yang beliau sampaikan adalah tentang “berpikir sistem”, yaitu bagaimana kita memandang suatu permasalahan dengan “lensa” sistem (tidak secara independen). Adapun yang dinamakan “sistem” adalah kumpulan elemen-elemen yang berhubungan dan diorganisasikan dalam satu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga ada setidaknya tiga unsur penting dalam sebuah sistem, yaitu elemen/komponen, hubungan/interaksi, dan tujuan.

Oke, itu sebagai mukadimah saja. Ketika berbicara tentang betapa pentingnya hubungan/interaksi antar elemen dalam suatu sistem, pak Bermawi memberikan satu kisah yang cukup menarik. Mmm.. Sebelum itu mari saya jelaskan sedikit, bahwa jika elemen-elemen dalam suatu sistem tidak berinteraksi maka tak ubahnya seperti populasi. Ya, populasi elemen-elemen. Maka interaksi antar elemen dalam sistem menjadi sangat penting.

Baiklah, begini kisahnya. Seperti yang kita tahu bahwa gas hidrogen (H2) dan oksigen (O2) memiliki sifat yang identik dengan pembakaran/api. Hidrogen sangat mudah terbakar, sedangkan oksigen merupakan salah satu syarat terjadinya proses pembakaran. Sekali lagi, keduanya sangat identik dengan api. Namun apa yang terjadi ketika keduanya berinteraksi? Yap, benar.. Hidrogen dan oksigen bisa beraksi membentuk H2O atau kita mengenalnya sebagai air. Sebagai hasil interaksi, air memiliki sifat yang amat berbeda jauh dari sifat unsur-unsur penyusunnya. H2 dan O2 sangat identik dengan api, mudah meledak dan terbakar, sedangkan H2O bersifat dapat memadamkan api.

kristal air zam-zam

kristal air zam-zam (sumber: http://www.dakwatuna.com)

Begitulah, maaf jika mungkin cara saya membawakan cerita kurang menarik seperti aslinya. Intinya, interaksi elemen2 dalam suatu sistem itu sangat penting untuk mencapai suatu tujuan. Begitupula dalam suatu kelompok, atau tim. Bukan tim namanya jika hanya mengikuti satu orang ketua sedangkan yang lainnya pasif. Sehingga tidak mustahil jika pepatah mengatakan dalam suatu tim tidak lagi 2+2=4, tapi bisa jauh lebih besar dari itu. Artinya, kolaborasi ide dan hasil berpikir antar elemen dapat menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa jika dibandingkan dengan berpikir secara pasif dan independen. (hbb)

#target Ramadhan

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, yaitu bulan yang diberkati, Allah mewajibkan kepada kalian puasa di dalamnya, di dalamnya terbuka pintu-pintu sorga dan tertutup pintu-pintu neraka Jahim dan di dalamnya dibelenggu para setan, di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kepadanya kebaikan selama bulan tersebut berarti telah tidak diberikan kepadanya segala bentuk kebaikan.” (HR. Ahmad)

“Telah datang bulan Ramadhan kepada kalian, bulan barakah yang di dalamnya Allah mendatangi kalian.  Maka turunlah rahmat.  Dan dihapuskanlah kesalahan-kesalahan. Di bulan itu Allah mengabulkan doa.  Di bulan itu Allah melihat (memperhatikan) perlombaan di antara kalian.  Dan Allah membanggakan kalian kepada para malaikatNya.  Maka perlihatkanlah kepada Allah kebaikan sebab orang yang celaka adalah yang tidak mendapatkan rahmat  Allah di dalamnya.” (HR. Thabrani)

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, Al-Albani mengatakan hadits ini shahih)

saya pikir hadits-hadits di atas sudah cukup membuat saya ngiler dengan kebaikan2 yang Allah ta’ala curahkan di Bulan Ramadhan. bagaimana tidak, kita baca dari awal ya :

  1. kalau puasanya karena iman, ikhlas, dan hanya mengharap pahala dari Allah, dosa-dosa kita yang telah lalu akan diampuni. *coba hitung berapa dosa2 kita? astaghfirullaah.
  2. di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu lailatul-qadar. *semoga kita bisa mendapatkannya Ramadhan ini. aamiiin.
  3. bulan ketika amalan2 kita dibangga-banggakan oleh Allah di hadapan para malaikat-Nya. *hayoo.. siapa yang tidak ingin berlomba dalam kebaikan kalau sudah gini?
  4. rajin shalat tarawih, dosa-dosa kita yang telah lalu akan diampuni. *harusnya gak mbolosan lagi nih.
  5. bersegera kepada ketaatan, dan berhenti maksiat, Allah akan menyelamatkan kita dari api neraka. *saatnya tobat.
  6. dan masih banyak yang lain sepertinya…

ayooh, dari sekarang kita pasang target! capaian apa yang mau kita usahakan di Bulan Ramadhan ini.

#targetSatu

khatamkan Al-quran 1 kali. *eh gampang banget. Baiklah kita naikkan ya, jadi 2 kali. *hmm kurang menantang. Oke, 3 kali deh. *boleh, berarti khatam tiap 10 hari sekali dong? iya lah. *kalau enggak gimana? ya terserah, antara kualitas dan kuantitas, lebih penting kualitas, tapi jika keduanya bisa dimaksimalkan, pasti akan lebih dahsyat! mau yang mana? hehe.

#targetDua

berani nambah hafalan berapa juz satu bulan ini? setengah, satu, dua? atau tiga? hehe. disesuaikan saja dengan kemampuan maksimal teman2. yang belum terbiasa menghafal, nambah setengah juz bisa lah ya. yang sudah terbiasa, harus lebih nih, minimal nambah satu juz. hehe.

#targetTiga

full tarawih. tidak bolong-bolong, tidak squat jump (baca : ngebut), dan berjamaah. kadang di sekitar rumah kita cari yang tidak squat jump rada susah, tapi ayo kita usahakan! beruntunglah yang di mushola dekat rumahnya tidak squat jumphehe.

#targetEmpat

yuk banyak bersedekah.^^ biasanya kan Ramadhan banyak acara santunan tuh, bisa kita manfaatkan mumpung ada ladang kebaikan.

#targetLima

buaaaaaaaaaaaaaiiiiiiik sama orang tua. berbuat baik kepada ibu dan ayah. berbuat baik kepada adik dan kakak, budhe dan pakdhe, mbah dan kakung, tetangga, teman dekat, dan kepada semua orang. di bulan yang mulia ini jangan bikin masalah dengan siapapun. hehe. kita jaga kesuciannya.

#targetEnam

yang sempet dan mampu umroh, hayuk umroh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya umrah di Bulan Ramadhan sama dengan haji atau haji bersamaku.” (HR. Muslim) ayoo (yang sempet dan mampu), disegerakan ya…

#targetTujuh

bikin sendiri atuh, masa saya terus yang bikin, hehe. sok aja nambah targetannya, semampu yang temen2 bisa. yang penting ikhlash ya… dan berkualitas. 🙂

semoga Allah berkenan mengabulkan target2 kita ini sehingga kita diberi keleluasaan untuk melaksanakannya. aamiiin. kita siapkan dari sekarang ya… semangattt!!!

Kenal Diri

siapa diri kita? ya kita sendiri yang harus mencari tahu.

siapa diri kita? ya kita sendiri yang harus mencari tahu.

Temen2 pernah merasa sangat putus asa sampe (kepikiran) hampir bunuh diri?
mm.. bunuh diri terlalu parah. bagaimana kalau minder, pernah? temen2 mungkin pernah berkata, “saya kok gini2 aja sih, gak bisa pinter kaya temen2 yang lain”?
atau barangkali pernah merasa paling sempurna? merasa diri kita yang paling baik, paling dermawan, paling pinter, paling alim? “heheh, temen2 gue gitu2 aja ya, masih belum pinter juga, hukum termo dua aja kagak tahu sampe sekarang”.

wah kalau sudah gini gawat, temen2. kalau saya boleh bilang, kita sudah tidak mengenali lagi diri kita sendiri. kenapa begitu?

Ya, sebenarnya kita bisa menghindari itu kalau kita mau mengenali diri kita ini seperti apa. Seperti apa contoh orang yang mengenali dirinya? yang sederhana aja deh, para pelawak di TV. kalau dipikir2 tampang mereka kadang gak ganteng2 banget, suara cempreng, dan seperti gak punya malu. kenapa mereka bisa ‘sukses’? Ya, mereka mengenali dirinya, tidak cukup hanya itu, mereka mengenali potensi yang ada dalam dirinya. mau dipaksa jadi penyanyi, susah, mungkin hanya akan menjadi harapan kosong, tidak cocok dengan potensinya. untuk dunia hiburan/lawak mereka mungkin sangat cocok, terlebih lagi mereka bisa berkembang di situ.

Begitu pula kita. akan berbeda orang yang mengenali dirinya dengan baik, dan yang sebaliknya, acuh dengan dirinya sendiri. orang yang mampu mengenali dirinya, akan mampu memetakan : ini potensi saya, ini kelemahan saya, ini yang harus saya kembangkan, ini yang harus saya jaga, ini tidak boleh tampak, dan kalau ada masalah dengan diri saya, saya harus bisa mencari solusinya. enak bukan? untuk satu kegiatan yang bertujuan mengembangkan potensi, kita bersemangat. kita akan banyak bersyukur dengan mengenali karunia yang telah diberikan Allah kepada kita. kita tidak sombong, karena kita tahu banyak orang yang lebih baik daripada kita, tidak juga minder karena kita tahu kita punya potensi yang tidak ada pada diri orang lain. kita tidak pernah putus asa, karena dibalik keterbatasan diri ini, pastilah ada hikmah, karena Allah tidak akan membiarkan diri kita hina, lemah, dan rapuh terhadap ujian. ah, indah sekali.

bagaimana dengan orang yang acuh? kebanyakan orang yang acuh (sepengamatan saya) tidak tahu ke mana arah hidupnya. mereka senang ikut2an, mudah terpengaruh lingkungan. mending kalau lingkungannya baik, kalau tidak? gawat pokoknya. terkadang mereka melakukan pekerjaan yang bahkan tidak mereka suka, akhirnya mengekang diri mereka sendiri. mereka sering putus asa dalam keterbatasannya, kadang terlalu bersemangat karena merasa mampu- padahal dirinya memiliki keterbatasan, minder akan kelemahannya, dan sombong dengan kelebihannya. mereka kurang mentadabburi tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam diri mereka. begitulah, mereka tak bisa memilih mana yang baik untuk dirinya, dan mereka tak mampu menolak mana yang berbahaya bagi dirinya. ya, seakan semuanya hanya hawa nafsu yang menggerakkan. mereka hampir seperti boneka. semoga kita tidak seperti itu, na’uudzu billaahi min dzaalik.

Amirul Mukminin Ali radhiyallaahu ‘anhu pernah mengatakan,

Obatmu terdapat dalam dirimu,
namun kau tidak menyadarinya.
Penawarmu berasal dari dirimu,
namun kau tidak mengetahuinya.
Engkau mengira dirimu satu benda yang kecil,
padahal dalam dirimu termuat alam yang besar.

Mahasuci Allah yang menciptakan kita tanpa kekurangan sedikitpun. Yang pasti perlu kita sadari adalah ilmu kita tidak akan sebanding dengan Ilmu-Nya. Se-merasa tidak sempurna bagaimanapun- diri kita, di sisi Allah itulah ketentuan-Nya yang terbaik. Hanya kita saja yang belum mampu merasakan kesempurnaan penciptaan-Nya.

“Telah Kami ciptakan manusia itu dalam sebaik-baik bentuk.” (QS. At-Tiin: 4)

Semoga kita tidak lagi menjadi orang yang minder, gampang stress, putus asa, ah itu bukan muslim yang kuat namanya. Muslim yang kuat dan keren itu yang percaya diri dalam kebenaran, dan percaya diri dalam menolak kebathilan. #tamparan buat diri saya sendiri. perlu bukti tentang definisi ini? cari sendiri di surat Ali-imron, hehe. Wallaahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Jomblo Bisa!

Masa depan para jomblo harusnya lebih sukses. Saat teman2nya sibuk pacaran, si jomblo menghabiskan waktunya untuk aktivitas yang lebih berkualitas.

Nilai kuliah para jomblo juga harusnya lebih bagus. Saat teman2nya gak konsen karena ngelamun pacarnya, si jomblo otaknya bening, gak ada yang mengganggu jiwanya.

Soal ibadah, harusnya para jomblo ibadahnya lebih khusyu’. Saat teman2nya pikirannya melayang mikirin pacar, si jomblo asyik aja menikmati ibadah tanpa ada beban di pikirannya.

Pasti ada aja yang bilang, “Belum tentu kali, mas”. Lha, Saya kan bilang “harusnya”. Ya, berdoa saja, semoga dengan niat yang benar, Allah akan membantu menghapus kata “harusnya” di kehidupanmu dan menjadikannya kenyataan.

Pasti ada juga jomblo yang bilang, “Makasih mas udah dihibur”. Yee, siapa yg menghibur? Jomblo itu gak perlu dihibur. Karena Allah yang langsung turun tangan menghiburnya, “Orang baik akan dipertemukan dengan yang baik”.

*hayoo.. yang jomblo senyum2.. hhe

***

Kopas dari wall Nina. tapi saya gak tahu Nina kopas dari siapa. hhe.

Lima Tips Menghafal Al-Quran dari Al-Ghamidi

Syekh Saad Al-Ghamidi. Beliau salah satu imam Masjidil Haram.

Syekh Saad Al-Ghamidi. Beliau salah satu imam Masjidil Haram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menghafal kitab suci Alquran merupakan hal yang paling mulia. Selain memiliki banyak keutamaan di akhirat, Allah juga berjanji akan meninggikan derajat mereka yang hafal Alquran dibanding para hamba-Nya yang lain.

Imam Masjid Nabawi, Syaikh Sa’ad Al Ghamidi memberikan lima tips yang harus diperhatikan bagi penghafal Alquran. Tips tersebut harus diperhatikan, khususnya bagi orang yang sama sekali tak bisa berbahasa Arab. Pertama, harus mempunyai tujuan yang jelas. “Teman-teman Indonesia harus memiliki tujuan yang jelas, apa tujuan antum menghafal Alquran,” katanya, Ahad (31/3) malam.

Kedua, ujar Sa’ad, harus ada lembaga yang menyelenggarakan program menghafal Alquran. Lembaga ini berfungsi untuk mengkoordinasi mereka yang ingin menghafal Alquran agar nantinya tidak patah dan berhenti di tengah jalan.

Ketiga, harus ada metode yang digunakan dan tak asal begitu saja. Jika memang ingin sungguh-sungguh, maka mesti ada metode yang dipakai. “Metode yang digunakan harus efektif dan bisa digunakan bagi seluruh kalangan. Sebab, kemampuan masing-masing orang dalam menghafal berbeda-beda. Ada yang bisa menghafal satu halaman per hari, namun ada juga yang hanya bisa menghafal satu ayat saja per hari,” jelasnya.

Keempat, harus ada mu’allim (guru) yang menjadi rujukan dan mempunyai kemampuan membaca Alquran dengan baik dan benar. “Jadi mu’allimharus dilihat juga, apakah bacaannya fasih? Apakah hafalan Alqurannya baik? Apakah dia bisa menjadi qudwah (tauladan) dari kepribadian dan akhlaknya? Jadi memang diperlukan seleksi yang ketat dalam menentukan mu’allim itu,” jelas Syaikh.

Kelima, harus ada follow-up setelah menyelesaikan hafalan Alquran. Jadi, mereka yang telah merampungkan hafalan Alquran mereka tidak dibiarkan begitu saja. “Bagi sebahagian madrasah Tahfidz Alquran hanya menfokuskan santrinya bagaimana mencetak para hafiz Quran. Namun yang tak kalah pentingnya, apa yang akan mereka lakukan setelah mereka menjadi hafiz Quran?” paparnya.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Mansyur Faqih

sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/04/01/mkl35r-lima-tips-hafal-alquran-dari-imam-masjidil-haram

Memulai itu Tidak Mudah

ingatkah ketika masih kecil dulu, ketika bisanya cuma terlentang, kita merasa sangat susah untuk tengkurap. setelah tengkurap beberapa waktu, bosan, ingin merangkak, tapi kita masih merasa susah untuk merangkak. setelah bisa merangkak, kita belajar berdiri. tapi sama saja, sangat susah untuk berdiri pertama kali. begitu pula seterusnya.

sebuah analogi yang saya buat tentang bagaimana diri ini mampu beradaptasi pada berbagai macam perubahan dan dinamika kehidupan. kawan2 boleh percaya boleh tidak. ketika kita masuk SD, di antara kita pasti berpikir “wah, kalau masuk SD, tambah sulit nih pelajarannya..”, atau “kalau naik kelas tiga, aku akan belajar perkalian, pasti akan lebih susah dari penjumlahan dan pengurangan..”, dan sebagainya. ya, menurut saya itu wajar. karena kita belum menjalaninya.

di akhir kelas tiga, mau naik kelas empat, kita berkata “oh.. perkalian ternyata gampang ya.. tinggal begini.. dan begitu..”. tapi, pernahkah kita menyadari prosesnya? tidak. ketika kita mulai menerima dan belajar perkalian, ternyata perlahan kita beradaptasi, perlahan otak kita mulai terlatih untuk bisa. yang awalnya terlihat menyeramkan, ternyata biasa saja. 🙂

jika Steve Jobs dkk tidak mulai merakit, iPhone mungkin belum ada.

KOMPUTER PERTAMA APPLE. Bayangkan jika Steve Jobs dkk tidak mulai merakit, otak-atik, dll. iPhone mungkin belum ada sampai sekarang

tentang memulai sesuatu yang belum pernah kita lakukan? suatu contoh misalnya ingin mengangkat tema keprofesian yang belum pernah diangkat sebelumnya, mengganti sistem kaderisasi yang kurang efektif, dan lain-lain. saya katakan, selama itu baik (dunia dan akhirat) dan memiliki good impact for ourselves and others, it’s OKAY. act now!!!

“do the best you can do, then tawakkal..”

terlepas entah sesuatu yang kita mulai itu bertahan atau tidak, tumbuh atau tidak, kita tetap harus melakukan yang terbaik. karena bagaimanapun yang menjalankan prosesnya adalah kita, sedangkan Allah yang memegang hasilnya. mau mulai? mulai saja. sekali lagi, meski memulai itu tidak mudah (banyak ketidakpastian dan -kadang-pesimisme), tapi yakinlah, selama yang kita mulai itu baik, insya Allah hasil yang kita dapatkan akan baik pula.

saya selalu ingat hadits ini :

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

pada hadits yang lain

Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674)

hayuk mulai! jika suatu ide, gagasan, rumusan, dan tindakan kecil tidak segera dimulai, kapan kita mau belajar? sekecil apapun, hal2 baik harus dimulai dan berkembang! 🙂

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"