Archive for the ‘ Kuliah ’ Category

Yudisium Kelulusan Sarjana Juli 2014

Sebenarnya saya mau menulis cerita tentang ini, tapi belum sempet (belum nyempetin mungkin ya, hhe) jadi foto2 dulu aja ya.. 🙂

Saya, surat keterangan lulus, dan background foto2 plant karya alumni Teknik Kimia ITB

Saya, surat keterangan lulus, dan background foto2 plant karya alumni Teknik Kimia ITB

18062014678

3 orang dari 5 orang Kompre Ranger: Saya, Guruh, dan Sarden. Alhamdulillah para Ranger Lulus semua ujian kompre Juni ini

18062014679

Dari kiri: Farouq (Kompre Ranger satunya lagi), Saya, Guruh, Sarden, Mirna, Gresia, dan Robby. Terlihat muka2 bahagia para wisudawan Juli 2014

18062014680

Advertisements

Sepenggal Kisah tentang Coklat

Siapa mau coklat?

Siapa mau coklat?

Siapa yang tidak suka coklat? Saya yakin semua orang suka coklat, yaa mungkin sebagian kecil saja yang tidak suka coklat. Buat yang suka coklat, berarti sama dengan saya, buat yang gak suka, kita tetep temen lah ya.. hahaha..

***

Kembali ke topik. Tadi saya mendapat kuliah dari Pak Susanto, salah satu ahli coklat. Saya tidak tahu beliau sekarang bekerja di mana, intinya beliau ahli dan cukup berpengalaman di bidang percoklatan.

Di awal kuliah, beliau menceritakan sejarah coklat. Coklat berasal dari bagian utara Amerika Selatan, atau tepatnya di Negara Meksiko. Jauh sebelum pak Christopher Columbus datang. Nah barulah setelah pak Columbus datang ke Meksiko, mengenal coklat, dan membawanya ke Spanyol, coklat mulai dikenal di wilayah eropa. Tahun 1600an coklat sudah mulai dikenal di Inggris, Itali, Belanda, Jerman, dan Swiss. Coklat ini bahkan dikenal lebih dahulu ketimbang kopi dan teh. Coklat sampai di Indonesia karena dibawa oleh penjajah Belanda dan ditanam di pulau Jawa, dan beberapa tempat lain di Indonesia seperti Sulawesi.

Kenapa coklat jaman sekarang ini begitu berharga? Jawabnya, memang ternyata dari dulu seperti itu. Jauh sebelum terkenal di daratan eropa sana, coklat memiliki dua fungsi, sebagai makanan dan sebagai alat tukar seperti uang kita sekarang. Sebagai contoh, pajak. Mereka membayarnya dengan biji-biji coklat. Kalau jaman sekarang, mungkin coklat bisa menjadi hadiah yang sangat berharga ya.. Hehe.

Coklat banyak tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, Brazil, Ekuador, Pantai Gading, Ghana, Malaysia, dan sekitarnya. Namun tanaman coklat tumbuh paling besar di benua Afrika. Tiga negara dengan produksi coklat tertinggi di Afrika adalah Pantai Gading, Ghana, dan Kamerun. Selain merajai produksi biji coklat di benua Afrika, Pantai Gading juga merajai produksi biji coklat dunia. Pada tahun 2005 produksinya mencapai 38% dari total produksi biji coklat dunia. Urutan kedua Ghana dengan angka 21%, ketiga Indonesia dengan angka 13%. Sisanya jauh di bawah itu.

produksi biji coklat dunia pada 2005

produksi biji coklat dunia pada 2005

Berarti Indonesia punya potensi dong? Betul sekali. Sebagai produsen ketiga terbesar seharusnya kita bisa turut mengendalikan aliran kas dunia yang bersumber dari perkebunan-perkebunan coklat. Nyatanya, harga biji coklat Indonesia (bisa dikatakan) adalah yang (aduh, gak tega sebenarnya mengatakan ini) paling rendah jika dibandingkan dengan harga biji coklat pantai gading, misalnya. Harga biji coklat pantai gading sekitar 3,5 dollar/kilogram sedangkan biji coklat kita tidak sampai satu dollar/kilogram. Padahal kualitas lemak coklat Indonesia diakui sebagai lemak coklat yang paling bagus sedunia. Ironis sekali bukan?

Emang kenapa bisa murah gitu? Begini ceritanya. Di Indonesia, biji coklat sebagian besar dijual sebagai biji kering non-fermentasi. Biji kering non-fermentasi ini harganya memang rendah dibandingkan dengan biji coklat fermentasi. Kata pak Susanto, dulu sempat diadakan sosialisasi kepada para petani coklat di Sulawesi sana agar memfermentasi dahulu biji coklat yang dipanen, tapi nampaknya gagal total. Pada masa awal setelah sosialisasi, para petani mau melakukan fermentasi, tapi lambat laun fermentasi mulai ditinggalkan. Para tengkulak/pemborong juga sepertinya tidak merasa diuntungkan dengan proses fermentasi ini, karena harganya pasti lebih mahal dari biji kering biasa. Petani juga merasa proses fermentasi ini malah menghambat pemasukan dana segar tiap harinya. Proses fermentasi biji coklat membutuhkan waktu kurang lebih 5 hari, artinya hampir dapat dipastikan dalam 5 hari mereka tidak mendapat penghasilan. Kata bapaknya lagi, hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Di Ghana saja, pemerintah mengistruksikan biji coklat yang dijual harus sudah terfermentasi, dan alhasil Ghana bisa meraup devisa yang luar biasa besarnya dari biji coklatnya. Di samping itu kualitas biji coklat Ghana terkenal yang paling bagus dan yang paling mahal di dunia.

Yaah,, demikianlah sepenggal kisah tentang coklat yang saya tahu. Semoga para insinyur pangan di negeri ini (khususnya saya sendiri) tidak mudah lengah sedangkan negeri ini memiliki potensi yang luar biasa dahsyatnya. Wassalam, semoga bermanfaat.

Kisah Hidrogen dan Oksigen

Ada sebuah kisah menarik dari Pak Bermawi (salah satu dosen FTI) ketika beliau memberikan kuliah pengantar Proyek Rekayasa Interdisiplin hari Rabu (28/8) pekan lalu di aula timur ITB. Ketika itu materi yang beliau sampaikan adalah tentang “berpikir sistem”, yaitu bagaimana kita memandang suatu permasalahan dengan “lensa” sistem (tidak secara independen). Adapun yang dinamakan “sistem” adalah kumpulan elemen-elemen yang berhubungan dan diorganisasikan dalam satu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga ada setidaknya tiga unsur penting dalam sebuah sistem, yaitu elemen/komponen, hubungan/interaksi, dan tujuan.

Oke, itu sebagai mukadimah saja. Ketika berbicara tentang betapa pentingnya hubungan/interaksi antar elemen dalam suatu sistem, pak Bermawi memberikan satu kisah yang cukup menarik. Mmm.. Sebelum itu mari saya jelaskan sedikit, bahwa jika elemen-elemen dalam suatu sistem tidak berinteraksi maka tak ubahnya seperti populasi. Ya, populasi elemen-elemen. Maka interaksi antar elemen dalam sistem menjadi sangat penting.

Baiklah, begini kisahnya. Seperti yang kita tahu bahwa gas hidrogen (H2) dan oksigen (O2) memiliki sifat yang identik dengan pembakaran/api. Hidrogen sangat mudah terbakar, sedangkan oksigen merupakan salah satu syarat terjadinya proses pembakaran. Sekali lagi, keduanya sangat identik dengan api. Namun apa yang terjadi ketika keduanya berinteraksi? Yap, benar.. Hidrogen dan oksigen bisa beraksi membentuk H2O atau kita mengenalnya sebagai air. Sebagai hasil interaksi, air memiliki sifat yang amat berbeda jauh dari sifat unsur-unsur penyusunnya. H2 dan O2 sangat identik dengan api, mudah meledak dan terbakar, sedangkan H2O bersifat dapat memadamkan api.

kristal air zam-zam

kristal air zam-zam (sumber: http://www.dakwatuna.com)

Begitulah, maaf jika mungkin cara saya membawakan cerita kurang menarik seperti aslinya. Intinya, interaksi elemen2 dalam suatu sistem itu sangat penting untuk mencapai suatu tujuan. Begitupula dalam suatu kelompok, atau tim. Bukan tim namanya jika hanya mengikuti satu orang ketua sedangkan yang lainnya pasif. Sehingga tidak mustahil jika pepatah mengatakan dalam suatu tim tidak lagi 2+2=4, tapi bisa jauh lebih besar dari itu. Artinya, kolaborasi ide dan hasil berpikir antar elemen dapat menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa jika dibandingkan dengan berpikir secara pasif dan independen. (hbb)

Diferensiasi Produk Jagung (2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya : Diferensiasi Produk Jagung (1)

minyak jagung. ini cukup mahal lho.. (sumber : malaysiacookingoil.com)

minyak jagung. ini cukup mahal lho.. (sumber : malaysiacookingoil.com)

proses pemisahan endosperm dan germ pada bulir jagung yang paling umum adalah wet milling. bagaimanakah proses wet milling  itu? yuk, kita lanjuuut..

tahap pertama dari proses wet milling ialah steeping, orang Indonesia sering menyebutnya “perendaman hangat”. bulir jagung yang telah bersih, direndam ke dalam air bertemperatur 48-52 C dalam waktu 30-50 jam. ke dalamnya ditambahkan larutan SO2 0,2-0,4%-b yang bertujuan untuk melarutkan protein dalam bulir jagung. setelah 30-50 jam, maka akan dihasilkan air bekas perendaman atau corn steep liquor dan padatan bulir jagung dengan kadar air sekitar 45%-b basis basah. bulir jagung dapat dipisahkan untuk memasuki tahap selanjutnya. sedangkan corn steep liquor biasanya digunakan untuk keperluan mikrobiologi karena di dalamnya mengandung banyak sekali nutrisi untuk pertumbuhan mikroba.

tahap kedua ialah penggilingan kasar. tahap ini bertujuan untuk melepaskan germ dari bulir sehingga terpisah dengan endospermnya.  pada tahap ini alat yang biasa digunakan adalah “penggiling Foos”. bentuk alatnya bisa tanya ke professor-google. hasil dari tahap kedua ini adalah endosperm yang telah hancur seperti tepung dan germ yang masih utuh. sayangnya masih bercampur satu sama lain.

pada tahap ketiga kedua komponen dipisahkan. tahap ini dinamakan tahap “pemisahan germ“. bagaimana caranya? mau-tidak mau kita memanfaatkan gaya gravitasi. *masa mau diambilin satu-satu germnya? hehe. prosesnya dinamakan pengapungan. pada tahap ini ke dalam campuran tepung dan germ ditambahkan medium suspensi dengan  densitas lebih besar dari germ yaitu 1,051-1,058 (7-8 Be), sehingga dalam proses pengapungan germ akan berada di atas sedangkan tepung dan medium berada di bagian bawah germ. begitulah sehingga germ bisa dengan mudah diambil dan terpisah sempurna dengan tepung.

germ yang telah terpisah, lantas dengan mudah diambil minyaknya. inilah yang dinamakan minyak jagung. begitupula tepungnya, langsung menjadi tepung yang kaya pati dan bebas minyak.

oke, saya ulang lagi, ralat, berarti tidak hanya 2 macam produk yang bisa kita hasilkan dari jagung. melainkan 3 macam. pertama, corn steep liquorkedua minyak jagung, dan ketiga tepung jagung. sekarang apa yang kawan2 pikirkan?

benar. jagung ternyata sangat potensial untuk dikembangkan produknya. tidak hanya menjadi popcorn atau jagung rebus, atau tepung, tapi bisa kita peroleh minyak dan “sari”nya, yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. mau tahu berapa harga minyak jagung? ya.. kira2 40.000-60.000 rupiah lah perliter. cukup tergiur? hehe.

Oke, belajar dulu dari sekarang, supaya bisa mengoptimasi semua potensi dalam negeri. #untuk Indonesia yang lebih baik. 🙂

semoga bermanfaat.

Diferensiasi Produk Jagung (1)

jagung. (sumber : khasiatbuah.com)

jagung. (sumber : khasiatbuah.com)

kuliah “Industri Pangan” pada kamis, 7 Februari kemarin sangat inspiratif. tentunya dari dosen yang inspiratif (menurut saya), Pak Tatang Hernas Soerawidjaja. beliau mengatakan bahwa terdapat potensi yang sangat besar dibalik bulir jagung yang kita konsumsi selama ini. potensi besar apa itu? mari kita simak paragraf selanjutnya.  🙂

di awal kuliah, pak Tatang menanyakan satu hal yang bahkan tidak pernah kami tanyakan pada diri kami sendiri.

yu (baca : kamu) pernah makan jagung rebus? ada manisnya nggak? pernah mikir,  nggak, manisnya itu dari mana? bonggolnya atau bulir jagungnya? atau dua-duanya?”, begitulah, dan kami tidak ada yang bisa secara mantap menjawab. #payah. sebenarnya pertanyaan2 ini hanya intermezzo sih, tapi cukup mengena.

Oke, menurut beberapa literatur, jagung terdiri dari beberapa bagian, di antaranya bulir, serabut, kelopak, dan bonggol. bulir jagung juga terdiri dari beberapa bagian, di antaranya kulit bulir, endosperm, germ atau kandung lembaga, dan tutup ujung. bagian terbesar adalah endosperm yaitu 82,9%, lalu germ (11,1%), kulit (5,3%), dan tutup ujung (0,8%). berawal dari sini sebenarnya, mengapa diferensiasi produk jagung itu begitu penting dilakukan.

sekarang kita bahas satu-satu, dari bagian terbesar dahulu. ENDOSPERM. bagian ini adalah bagian kaya pati, yaitu sebesar 87,6% dan protein 8%. sisanya serat (3,2%), lemak (0,8%) dan bahan-bahan lain (0,4%).

kemudian GERM atau kandung lembaga. bagian ini cukup kaya dengan lemak, protein, dan serat, yaitu (berturut-turut) 33%, 18,4%, dan 14%. sisanya adalah pati (8%) dan bahan lain (26,4%).

KULIT. siapa sangka ternyata lapisan tipis ini mengandung banyak serat, sekitar 83,6%. diikuti oleh pati (7,3%), protein (3,7%), lemak (1%) dan bahan lain sebesar 4,4%.

bagian terkecil adalah TUTUP UJUNG. sama dengan saudaranya (kulit), bagian ini juga kaya akan serat. persentase serat pada tutup ujung termasuk cukup besar sekitar 77,7% yaitu dalam bentuk selulosa. komponen lainnya adalah protein (9,1%), pati (5,3%), lemak (3,8%) dan bahan lain (4,4%).

lantas, apa yang bisa kita simpulkan? apa hubungannya komponen beserta komposisinya dengan diferensiasi produk? apa yang bisa kita manfaatkan dari data-data ini?

tentu banyak sekali. mari kita flashback. tinjau satu-satu. endosperm adalah bagian kaya pati, benar? lalu germ adalah bagian kaya lemak, benar juga, kan? kulit dan tutup ujung tidak terlalu penting. oke, clear.

sekarang mari kita membicarakan tepung jagung yang ada di pasaran. menurut beliau, tepung jagung kita dibuat dari bulir yang digiling hingga halus. sudah. bagaimana misalnya begini : bulir jagung dipisahkan dahulu endosperm dan germnya. lalu endospermnya kita ambil untuk dibuat tepung, dan germnya juga kita ambil untuk diambil minyaknya. hmm…

*apa yang anda pikirkan? tentu kita sekarang punya 2 produk. tepung jagung, dan minyak jagung. lalu bagaimana proses pemisahan endosperm dan germnya? ikuti link berikut. 🙂

Selanjutnya :

Diferensiasi Produk Jagung (2)

Setelah Lulus

sebuah unit pemroses di sebuah pabrik pupuk. (sumber : dok. pribadi)

sebuah unit pemroses di sebuah pabrik pupuk. (sumber : dok. pribadi)

ketika kita ditanya “SETELAH LULUS MAU KE MANA?”

saya yakin ada banyak sekali versi jawaban :

a. saya mau melanjutkan S2 ke luar negeri (biasanya ke Timur Tengah, Jerman, Perancis, Belanda, atau Jepang), lalu melanjutkan S3 juga, dan jadi dosen.
b. saya mau mencari pengalaman kerja dulu di sebuah perusahaan, lalu jika ada kesempatan melanjutkan S2 ke luar negeri, dan menjadi seorang profesional dalam pekerjaan saya.
c. saya gak mau melanjutkan S2. saya mau langsung meniti karir di perusahaan yang tidak begitu besar, sehingga saya bisa ikut berkembang di dalamnya.
d. saya mau bekerja beberapa tahun, lalu saya akan membuka usaha sesuai minat dan pengalaman saya bekerja.
e. karena saya kuliah saya ikatan dinas, maka sudah jelas, langsung bekerja sesuai kuliah saya.
f. saya mau langsung menikah, karena saya sudah punya usaha dan penghasilan.
g. saya mau membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang.
h. saya sebenarnya pengin S2 sih, tapi gak tau mau ke mana, tapi pengin kerja juga, tapi gak tau mau kerja apa dan di mana.
i. saya mah tergantung orang tua aja, disuruhnya ke mana.
j. sampe sekarang saya belum kepikiran mau ngapain setelah lulus.

nah, anda yang mana? 🙂

#jangan tanya saya

Senjata para Engineer

dalam dunia engineering, yang pasti otak harus diasah, tapi indera juga harus dilatih.

ketika terjun ke lapangan, seorang engineer yang baik tidak perlu lagi membawa termometer untuk mengukur temperatur suatu reaktor. karena dengan meraba, ia bisa memastikan temperaturnya sekitar 80-90 derajat celcius. #kulit

ketika melihat kebocoran cairan, ia tidak perlu lagi mengambil ember dan stopwatch untuk mengukur laju kebocorannya. karena dengan penglihatan, ia tahu kebocorannya pasti antara 1-1.5 L per menit. #mata

pun ketika ada kebocoran gas. indera penciumannya akan tahu gas apa yang bocor dan indera perabanya akan merasakan seberapa besar tekanan gasnya. #hidung

belum lagi jika ada ketidakberesan dengan mesin seperti pompa, atau motor. indera pendengarannya akan tahu seberapa parah kerusakannya. #telinga

khususnya bagi engineer pangan, indera perasa akan sangat menentukan kualitas suatu produk bercitarasa, seperti kopi dan teh. #lidah

jadi bagi anda seorang calon engineer, mulailah melatihnya dari sekarang. karena itu bisa menjadi salah satu ‘senjata’. kecuali jika anda memiliki cukup alat dan waktu untuk mengukur itu semua di lapangan. hehe.

engineer always makes everything simpler…

*satu pelajaran dari kunjungan ke PT. BASF (perusahaan chemical terbesar di dunia) beberapa hari lalu.

Selamat Berjuang! | #mentoring

Lapangan tengah SMAN 1 Glagah. Terlihat sangat bersih ya. :)

Lapangan tengah SMAN 1 Glagah. (sumber : dok. pribadi)

Selasa, 8 Januari 2013. hari ini jadwal kami ke SMAN 2 Genteng dan SMAN 1 Glagah. saya tidak ikut ke SMAN  2 Genteng, hanya ke SMAN 1 Glagah saja.

sama sekali berbeda dengan tahun lalu ketika saya terakhir berkunjung. dua buah lapangan voli di dekat gerbang belakang kini menjadi sebuah bangunan yang belum rampung. bagian dalam sekolah, terlihat lebih rapi, bersih, rindang, dan berwarna-warni. wah.. salut, berarti ada peningkatan kualitas dari tahun ke tahun. 🙂

saya masuk ke kelas IPA 3, kelas saya dulu. lokasinya masih sama, hanya interiornya yang berbeda. dan satu lagi, ada satu kaca jendela yang pecah dan diganti dengan plastik. anehnya, di situ tertulis “kaca”. wkwk. sama anehnya ternyata, kelas IPA 3 sekarang dengan kelas IPA 3 jaman saya. bedanya, IPA 3 sekarang lebih rapi dan sedikit siswanya. hanya 32 orang siswa. dulu 40 orang.

kelas IPA hari ini relatif lebih diam dari kelas IPS SMAN 1 Giri yang saya masuki kemarin. enak? belum tentu juga. diam, tapi juga sedikit pertanyaan. mungkin masih belum muncul minat untuk kuliah di ITB. alasan paling kuat ialah jauh dan biaya hidup relatif tinggi. tapi saya lumayan senang karena ada 1 atau 2 orang siswa yang sepertinya minat ke ITB, meskipun belum sepenuhnya. salah satu siswa ingin masuk Teknik Penerbangan (AE) dan satu lagi sepertinya minat ke Teknik Kimia (TK). wow.

saya menganjurkan mereka untuk mencoba jalur undangan. yap, jalur undangan tahun ini kuotanya lumayan besar yaitu 60%. jika diperkirakan tahun ini menerima 3400 mahasiswa maka sekitar 2000-an mahasiswa adalah yang diterima lewat jalur undangan. lumayan besar peluangnya saya kira. hanya saja, ada faktor lain yang tidak boleh diabaikan, yaitu faktor pesaing. semakin tinggi kuantitas dan kualitas pesaing, akan semakin kecil peluang untuk menjadi yang 3400 atau 2000-an itu. berdoa saja semoga pesaing kalian tidak terlalu banyak. haha. karena yang saya tahu FTI adalah fakultas yang paling diburu ca-mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir. semangat!

rupanya yang membuat para siswa lumayan antusias adalah ketika kami berbicara tentang beasiswa, dan contoh orang2 yang mendapat beasiswa juga di depan mereka. saya, sasa, dan sewu. saya BIUS, sasa dan sewu BIDIK MISI. pada intinya maksud kami ialah untuk membuka pikiran mereka, bahwa di ITB biaya yang besar bukan masalah yang serius. bapak2 petinggi LK (lembaga kemahasiswaan) juga pernah bilang, bahwa ITB tidak pernah mengeluarkan mahasiswanya karena masalah biaya. and for me it’s cool. tidak banyak universitas besar yang seperti ini. uang BIDIK MISI yang didapat oleh mahasiswa pun perbulannya lebih besar dari universitas lain. yaitu 1 juta rupiah. 950 ribu untuk mahasiswa, dan 50 ribu untuk kegiatan mahasiswa BIDIK MISI. ujung-ujungnya kembali lagi untuk mahasiswa. jadi masalah biaya, untuk mahasiswa yang kurang mampu, beres. yang lain selain BIDIK MISI? banyak. ada beasiswa PPA, Salman, KSE, perusahaan, dan lain-lain. tinggal gali2 saja infonya.

harapan saya, semoga tahun ini generasi dari SMAN 1 Glagah yang ke ITB lebih banyak dari tahun kemarin. tahun kemarin ada 9 orang. berarti minimal tahun ini harus n+1=10 orang siswa. oke, selamat berjuang semuanya! semoga bisa masuk ITB ataupun PTN yang kalian damba-dambakan. 🙂

Informasi Terbaru ITB pada SNMPTN 2013

informasi ini saya reblog dari newadith.wordpress.com. semoga bermanfaat untuk adik-adik SMA yang ingin masuk ITB tahun 2013. selamat berjuang!!!

Adit's: sundries of stories

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya lewat akun twitter @AkuMasukITB, tidak akan ada lagi SNMPTN tertulis ataupun ujian saringan masuk di ITB Untuk tahun depan. Proses penerimaan mahasiswa baru ITB 2013 Hanya akan melalui penjaringan prestasi akademik (SNMPTN undangan) dengan kuota 60% dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan TInggi Negeri (SBMPTN) yang akan diadakan setelah ujian nasional (UN) dengan kuota 40%. Jalur SBMPTN tersebut sebagai pengganti SNMPTN tulis yang diadakan pada dua tahun terakhir.

View original post 817 more words

KKNT2012 : Tim Marketing

10 tahun lagi kawan, kita lihat perubahan apa saja yang terjadi di sana.. 🙂 semoga nilai kesederhanaannya tidak hilang..

– [9 Juli 2022] buka time capsule yang dititipin ke Aa Unus –

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"