Archive for the ‘ Cerita ’ Category

Menjemput Jodoh

Hidup adalah sebuah pencapaian diri. Sedari dulu saya beranggapan bahwa hidup adalah pencapaian terhadap akademik, karier, dan pernikahan. Artinya, ketika sudah selesai sekolah, lalu kuliah, kerja, dan yang paling dinantikan ialah menikah. Untungnya bukan hanya saya seorang yang mempunyai cita-cita seperti ini, tapi semua orang pun melakukan hal demikian. Tentu saja yang demikian tidaklah salah. Namun, ada tahapan yang terkadang salah langkah. Dan yang pasti yang menjadi bahan tulisan kali ini adalah menikah. Sering kali dalam masa penantian (jodoh), kita disibukkan oleh “siapa dia” dan “cita-cita semu”. Maksud dari siapa dia adalah kita terlalu fokus dengan sosok yang kita idamkan. Dia harus berparas rupawan, berprestasi, berperilaku baik, dan kesempurnaan lainnya. Ini ada kaitannya dengan cita-cita semu yang bermakna bahwa kita mengharapkan jodoh yang sedemikian luar biasa tapi tak diiringi dengan usaha kita untuk menjadi luar biasa. Tapi, jangan salah sangka. Ada saja orang yang terlihat tak ada usaha dan kurang menawan, tetapi mendapat jodoh yang super sekali. Mungkin itu saya, hehe..

Ada cara untuk menjemput jodoh ialah dengan melupakan jodoh itu sendiri. Kita sibukkan diri untuk memperbaiki kualitas diri yang mencakup keimanan, ketaqwaan, dan ilmu. Berbicara keimanan dan ketaqwaan adalah memperindah hubungan kita dengan Allah ﷻ. Alangkah baiknya sebelum kita mengikatkan diri kepada seseorang, maka kita sambungkan tali cinta kepada Allah ﷻ dan Rasulullah  ﷺ terlebih dahulu. Dan yang terpenting kita mengaji (red duduk bersama guru mengkaji kitab) untuk meningkatkan pengetahuan ilmu kita, khususnya mengenai pernikahan. Kelak sebagai imam, kita sudah mampu membimbing keluarga dengan baik sesuai yang disyari’atkan. Kita sudah tahu benar mengenai hak dan kewajiban antara suami-istri dan yang berkaitan dengan rumah tangga lainnya. Bukannya kita sibuk kepoin si doi atau sibuk meracik jurus mendekatinya. Sudahlah serahkan segalanya kepada Allah ﷻ. Sudah tertulis namanya (jodoh), saat kita dulu ditiupkan ruh di dalam kandungan ibu. Jadi jangan khawatir tentang siapa dan kapan. Tugas kita adalah mempersiapkan diri kita sebaik mungkin, karena jodoh adalah cerminan diri. Tentu kita tidak mau, jodoh kita orang yang malas mandi seperti kita saat ini. Tapi, poin nya bukan di sana. Jodoh memang cerminan diri kita, tapi cerminan dalam kadar keimanan dan ketaqwaan kita. Ingin jodoh yang sholehah? Maka sholehkan dulu dirimu.

Advertisements

satu menit yang berharga

Hhh… Alhamdulillaah, akhirnya nutut juga ngejer kereta, setelah beberapa kali hati ini dibuat deg degan karena delay pesawat, tangga belum dateng pas pesawat udah tiba di bandara, atau apalah.

Ada saja cara Allah menguji kesabaran kita. Sebelumnya memang saya pernah punya pengalaman buruk dengan delay pesawat. Waktu itu saya pilihnya Li*n air (iyalaah, delay), tapi saya sempat husnuzzhon, mungkin cuma sejam delay nya, eh ternyata 3 jam. Jadilah akhirnya jadwal saya kacau. Tiket kereta yg sudah dipesan untuk keberangkatan jam 22:30 dr sidoarjo ke banyuwangi, hangus begitu saja. Yaa, kira2nya pas pesawat baru nyampe bandara, kereta sudah berangkat dr sidoarjo. Alhasil, saya akhirnya naik bis ekonomi. Alhamdulillah sampai di banyuwangi dengan selamat meskipun harus beberapa kali melek-merem tidur berdiri di bis karena gak kebagian tempat duduk.

Kali ini saya pulang ke banyuwangi gak mau pake Li*n lagi. Saya pake Citil*nk. Karena pengaruh cuaca yang sedikit tdk bersahabat, penerbangan delay 1.5 jam lebih dikit. Hmm, memori saya tentang delay yg waktu itu jadi teringat kembali. Tapi kali ini saya mikir, okelah, 1.5 jam, masih OK, tollerable. Pesawat akhirnya berangkat pukul 20:00 (jadwal semula 18:10).  Sampai di juanda pukul 21:15an. Saya masih optimis, ah masih kekejer keretanya. Anggap keluar bandara jam 21:30, naik taksi, nyampe stasiun paling jam 22:00, masih ada waktu setengah jam lagi nunggu kereta yang dari surabaya. Eh gataunya pas pesawat udah tiba, tangga keluar pesawatnya belum siap. Dibuatlah kami menunggu 15 menitan. Beberapa penumpang terlihat kesal dg celotehan2 nya. Iyalaah, udh delay, turunnya lama lagi. Hehe. Saya jadi mikir lagi, tadinya masih optimis, sekarang jadi pesimis. Waduh, nutut gak ya keretanya.??

Beruntung, alhamdulillah bagasi saya keluarnya awal2, jadi saya langsung bisa ngacir ke pintu keluar nyari taksi. Nemu taksi, langsung saya minta berangkat tanpa basa basi, haha.

Beruntung lagi, sopirnya ternyata hapal jalan. Dia nawarin, mau pake jalan normal tp kemungkinan macet apa jalan tikus yg gak macet? Saya bilang, yang penting yg tercepat lah pak. Hehe. Selama di mobil saya mbatin terus, “ya Allaah mudah2an masih nutut ni keretanya, jangan sampe kejadian sebelumnya terulang”.

Saya langsung lari pas keluar taksi pas udah sampe stasiun sidoarjo. “pak kereta udah berangkat belum? Mau cetak tiket nih”. “belum, cetak sendiri mas di situ (sambil nunjukin mesin cetak tiketnya)”. Akhirnya saya cetak. Subhaanallaah, yang maha mengatur segalanya menjadi indah dan mengharukan. Baru selesai nyetak tiket, kereta datang. Langsung saya ambil koper di taksi. Bilang makasih sama sopirnya, dan langsung lari ke dalam peron. Saya baru merasa tenang pas udah di dalam kereta.
***
Huft, ya Allaah, alhamdulilaah, masih kekejer semuanya. Rasanya pengin tak puter lagi video pas perjalanan, pas lari, pas delay, pas rada2 emosi, haha, sayangnya saya gak videoin.
Saya jadi tahu pentingnya satu menit kalau sudah begini. Ya Allah terimakasih sudah memberi hamba pelajaran berharga tentang waktu. Dan hamba mohon ampun bila terbersit di hati ini menyalahkan keadaan yang membuat delay pesawat. Mudah2an kawan2 juga bisa ambil pelajaran dari kisah saya.

Pasrah

undangan mega-habibi announce rev1

Banyak yang bertanya,
bagaimana gerangan kami bisa saling jatuh cinta,
ingin kujawab, “aku pun tak tahu,
kupasrahkan semuanya kepada Sang Pemilik Cinta.”

-Hbb-

target di bulan maulid

Saya sangat bersyukur, malam tahun baru kemarin Allah menggerakkan hati saya untuk datang ke majelis maulid dan dzikir di ponpes alfath, asuhan kyai muda KH. Khoirul Anwar. Beliau adalah salah satu murid Alhabib Zain bin Sumaith, salah satu ulama hijaz yg saya kagumi keistiqomahan dan ilmunya. Dalam acara itu juga hadir KH. Mahdi Akbar dari Kalimantan. Beliau adalah kawan dekat KH. Khoirul anwar sekaligus senior ketika nyantri dulu. Beliau yang akan membawakan tausyiah pada acara ini.
Singkat cerita, acara yg dihadiri oleh ratusan jamaah ini berlangsung sangat khidmat, mulai dari pembacaan Ratib Alhaddad, maulid Simthuddurar, sampai berakhirnya tausyiah.

Salah satu poin tausyiah yang cukup mengena adalah ketika beliau menyampaikan bahwa di bulan Maulid (Rabi’ul-Awwal) pun kita perlu punya target sebagaimana target yang kita pasang di awal bulan Ramadhan. Kalau di bulan Ramadhan kita biasa menargetkan khatam Al-Qur’an sekian kali, atau bersedekah sekian, menghafal sekian, full tarawih, dll, maka di bulan Maulid jangan sampai kalah. Apa tutur beliau? “Maka di bulan Maulid yang mulia ini, hendaknya kita targetkan di bulan ini kita bisa bermimpi bertemu Baginda Nabi saw.” MaasyaaAllaah, bergetar hati saya, begitu lalainya kita selama ini tentang arti kerinduan kepada Nabi kita Muhammad saw. “Maka hendaknya kita perbanyak shalawat kepada beliau, kita hidupkan sunnah-sunnah beliau, kita tumbuhkan di dalam hati anak2 kita tentang kerinduan dan cinta kepada sosok agung Nabi Muhammad saw.” Begitu pentingnya rasa cinta dan rindu sehingga kata beliau, jangan sampai kita melakukan amalan-amalan sunnah tapi sama sekali tidak ada kerinduan untuk bertemu dengan Rasul saw. Pernahkah kita dengar kisah Sayyidina ‘Umar, yg oleh Nabi dikatakan belum sempurna imannya sebelum cintanya kepada Nabi lebih besar daripada keluarga yg dimilikinya bahkan dirinya sendiri. Bagaimana dengan kita? Sudahkah tumbuh rasa cinta dan rindu kepada Nabi kita saw.? Sudahkah tercermin akhlak beliau di dalam perilaku kita? Perilaku anak-anak kita? Berapa banyak sunnah yang kita hidupkan?
Allaahu Akbar, sebuah nasihat yang sangat berharga bagi saya pada khususnya dan bagi kawan2 semua. Mudah-mudahan Allah memberi kita taufik agar kita semakin dekat dengan RasulNya sehingga kita mendapatkan syafaatul-‘uzhma nanti di hari Kiamat. Aamiin.
Wallaahu a’lam, semoga bermanfaat.

Nulis lagi?

assalamualaikum wr wb. Kawan2 pembaca, apa kabar? Mudah2an semuanya selalu sehat, dikaruniai rizki yg bagus serta berkah, dan bbagai kebaikan lainnya. Aamiiin.

hari ini adalah hari saya tiba2 pengin nulis blog lagi. Saya lupa terakhir nulis tanggal berapa, hha. Barusan lihat summary tahun 2015, memang sedikit sekali tulisan yg dibuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mudah2an ke depan bisa semangat nulis lagi. 🙂

Serba Terbalik

entah mengapa akhir2 ini saya melihat ada banyak sekali hal2 yang saya rasa mulai “terbalik”. maksud saya, terbalik dari fitrah yang sebenarnya. atau keluar dari fitrahnya. tidak perlu jauh-jauh, kita lihat saja di lingkungan kita sendiri, lingkungan kampus, kerja, rumah, dunia maya, dan keluarga barangkali.

Jalan Yuk!

coba lihat, masalah pergaulan misalnya. cowok-cewek (non-mahram, blm nikah) berduaan, sudah menjadi pemandangan yang biasa. kalo gak punya pacar/pacaran dikira gak gaul, gak laku, gak keren, kasian. yee justru mereka2 ini orang yang terjaga. Allah yang menjaga mereka agar tidak dekat2 dengan zina. Allah sendiri kan yang melarang dekat2 dengan zina. deket2 aja dilarang. berarti kalo ada orang yang dijauhkan dari zina, berarti orang itu spesial dong. tau kan kalo berduaan, atau (bahasa kerennya) khalwat itu dosa. dan ngundang sesuatu yang lebih dosa, bahkan hina. kalo berduaan, datang setan sebagai orang ketiganya, yang godain agar terjadi macem2. pegang2 kek, cium2 kek, “itu” kek, dan apapun yang dilarang oleh Allah. hiiii serem. na’uudzu billaah min dzaalik.

Macem2 dikit, Bunuh!

ada lagi, rasanya sekarang tuh mbunuh orang udah jadi satu-satunya solusi untuk orang yang marah/kesel ya. entah itu suami marah sama istri, majikan marah sama pembantu, kakak marah sama adiknya, ayah sama anaknya, dll. suami kesel sama istrinya yang gak ngijinin sertifikat tanahnya digadaikan untuk beli motor, istrinya dibunuh. <– ini pernah ada di berita. orang pacaran, salah satu selingkuh, bla bla bla, tiba2 pacarnya dibunuh. belum lagi kasus TKW di luar sana yang suka disiksa oleh majikannya. kok ya bisanyaaa bunah-bunuh orang, enteng gitu kayanya, padahal membunuh itu termasuk dosa buuuesar. heu, na’uudzu billaah.

Enak (?), tapi Modar!

kalau tadi mbunuh orang, sekarang mbunuh diri sendiri. ada yang gantung diri, minum baygon, adapula yang sebenernya gak pengin bunuh diri, tapi aksinya itu menunjukkan bahwa dia sedang bunuh diri. pernah ada berita beberapa hari yang lalu di Sumedang, sekampung ngoplos semua, cowok-cewek, tua-muda, saya lupa komposisinya apa aja. akhir cerita mereka pada masuk rumah sakit, beberapa tidak tertolong karena saking parahnya, akhirnya satu per satu mati. ya Allaah, betapa kasihannya mereka ini, apakah tidak ada da’i di kampung mereka sehingga semua hobi ngoplos gini. seharusnya udah pada tahu ngoplos itu bukan salah satu solusi mau minum enak, kalau memabukkan sama saja minum khamr, kalau sampe mati gini, yaa sama kaya bunuh diri. na’uudzu billah min dzalik. kalau mau minum enak, dingin, masih banyak tuh di alfamart, kalo gak nemu ya coba cari di indomaret. ngapain harus ngoplos segala. “ngoplos lebih murah mas,” hee.. enak aja, berarti nyawamu masa lebih murah dari teh botol sosro. wkwk.

Asing sama Agama Sendiri (?)

saya ga tau nih berapa persen dari kita yang sudah mulai rada2 jarang belajar agama, jarang baca al-qur’an, jarang wiridan, jarang sedekah, dll. atau malah sering ninggalin sholat. na’uudzu billaah min dzaalik. sepertinya semua tadi mulai kalah pamor sama line, whatsapp, path, instagram, facebook, twitter, pulsa, lagu2, film, drama, dll. sadar gak guys? seharusnya sih kita sadar. waktu yang dulu kita gunain buat baca al-qur’an, udah mulai ilang tuh dipake baca update-an di twitter. tangan kita yang dulunya sering pegang tasbih, ilang tuh tasbihnya ganti gadget. geser-geser-geser sampe 33x. hehe. dulu pas lagi nganggur biasa baca buku2 yang bermanfaat, sekarang ganti mainan game android yang kayanya lumayan seru. kayanya kita sekarang lebih apal kehidupannya artis, pemain bola, musisi, ketimbang Nabi kita Muhammad saw. duit lebih banyak buat beli pulsa paket internet daripada sedekah.

ya, seolah-olah kita udah mulai mentingin bisa eksis di medsos daripada eksis di hadapan Allah. kita lebih kawatir gak naik level di game daripada gak naik derajat di hadapan Allah. kita lebih nikmat baca update-an di dunia maya daripada baca al-qur’an. lebih apal lagu2 daripada al-qur’an. lebih tahu gosip artis daripada kisah para sahabat dan para ulama’ terdahulu.

sebenernya guys, yang terpenting adalah bagaimana pertanggungjawaban kita kelak di hadapan Allah swt? kita jelas-jelas sedang menjauh dari Allah, padahal yang ngasih semuanya itu Allah, nikmat sehat, harta, teman, dll. Allah juga sudah kirimkan kita manusia paling sempurna untuk dijadikan teladan, Nabi Muhammad saw., yang bahkan kalau para Nabi sebelumnya ditanya, mereka memilih untuk menjadi ummat Nabi Muhammad saw, saking sempurnanya beliau. masih nyari yang lain? jelas gak ada yang setara dengan beliau.

yuk ah, jangan mau dibolak-balik sama orang-orang penguasa teknologi. kalau mau memanfaatkan teknologi, manfaatkan untuk kebaikan. jangan malah bikin “lupa”. yuk, buka lagi al-qur’an-nya, dibaca. mulai isi waktu-waktu luang untuk membaca ilmu2 untuk bekal akhirat. belajar siroh/kisah kehidupan Nabi saw, agar kita bisa menyelami dan menghayati akhlak dan ajaran2 beliau saw. mulai perbanyak kebaikan kita, mumpung di dunia. mati tidak ada yang tahu kapan datangnya kan. yakinlah, kalau kita punya niat kuat untuk bergegas dalam kebaikan Allah pasti memberi jalan. gapapa kok, ketinggalan update-an di medsos. gapapa juga ketinggalan film seru juara oscar. apalagi gak apal lagu2, gapapaa, yang penting apal surah2 al-qur’an. 🙂

semoga kita semua diberi hidayah ya oleh Allah swt., sumber hidayah ada dua, langsung dari Allah tanpa sebab, dan kita sendiri yang mengusahakan sebabnya. terserah Allah mau kasih hidayah lewat jalan yang mana. setelah diberi hidayah semoga Allah memberi kita istiqomah. dikatakan, “istiqomah itu bahkan lebih utama daripada seribu karomah..”. dan yang pasti kita minta agar diberi husnul-khatimah. aamiin. maaf yak curhatan saya malam ini panjang. kita sama2 perbaiki diri lah intinya.

wallaahu a’lam.

Layaknya Seorang Ibu

For me, tanggung jawab engineer thd plant layaknya seorang ibu thd anaknya :')

For me, tanggung jawab engineer thd plant layaknya seorang ibu thd anaknya :’)

Bismillah.

Tidak terasa sudah sebulan (lebih dikit) saya berstatus salah satu engineer di PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk., tepatnya sebagai production engineer di LLDPE plant. Saya masuk sini sejak 4 Agustus lalu. Sebelumnya saya ikut training dulu bersama teman2 satu batch selama 22 hari atau hampir 2 bulan. Mulai masuk LLDPE sekitar akhir september.

Nah, setelah satu bulan (lebih dikit) di sini, saya mulai tahu nih sedikit-sedikit filosofi seorang engineer, meskipun rada ngarang sih. Kalau dipikir-pikir, ternyata engineer itu hampir seperti seorang ibu. Ya, ibu. Mm… maksud saya kalau ibu itu bertanggung jawab terhadap anaknya, kalau engineer bertanggung jawab terhadap plant. Hehehe.

Ya, layaknya seorang ibu rumah tangga yang ideal yang tahu banyak tentang urusan rumah tangga, seorang engineer ternyata juga harus tahu banyak urusan plant, entah dari sisi proses, equipment, maintenance, safety, operation, dll. Bahkan sampe urusan kerapian ruang kerja dan central control room (CCR) ternyata engineer juga turut bertanggung jawab.

Ibu rumah tangga yang cerdas pandai memanage uang, tahu harga, dan tahu untung-rugi. Begitupula engineer, ternyata perlu tahu juga harga2 equipment, bahan baku, atau material. Untuk keperluan modifikasi proses atau alat, hal-hal perduitan seperti ini akan sangat berguna. Percuma dong, kalo modifikasi atau pengembangan udah bagus tapi malah bikin perusahaan rugi. iya nggak?

Ibu rumah tangga yang baik itu menghargai pekerjaan anak-anaknya. Begitupula engineer, harus menghargai kerja keras para operator yang bekerja di plant dan board operator yang bekerja di CCR. Merekalah yang paling banyak berurusan dengan kegiatan operational plant. Meski lingkup kerja berbeda, tapi kita bekerjasama dalam tim. Sebagai orang baru, wajib bagi saya untuk menghormati mereka yang lebih berpengalaman dan berkomunikasi dengan santun.

Ibu rumah tangga yang aktif biasanya pandai berkoordinasi dengan ibu-ibu rumah tangga yang lain. engineer pun demikian. tidak hanya berkoordinasi antar sesama engineer, atau antara engineer dengan operator, tapi juga berkoordinasi dengan orang2 di departemen lain seperti planning, engineering, purchasing, maintenance, utility, plant monomer, dan lab. koordinasi yang baik memang mutlak diperlukan mengingat kita sedang bekerja untuk kemajuan satu perusahaan yang sama dan saling terkait antar elemen-elemennya.

Poin terpentingnya adalah, menjadi engineer ternyata bukan tanggung jawab yang mudah, seperti seorang ibu terhadap anaknya. semua ibu pasti ingin kan anaknya tetap sehat, cerdas, tumbuh dengan sempurna dan bisa sukses masa depannya nanti. engineer bertanggung jawab terhadap keberjalanan plant, engineer menjaga plant agar bisa terus berjalan pada rate optimum, menghindari terjadinya masalah, menjaga dan mengimprove kualitas produk, mencegah kondisi-kondisi tidak aman, intinya mah agar plant selalu produktif sesuai target yang ingin dicapai perusahaan. Jangan sampai karena masalah kecil saja, plant bisa shutdown/mati yang kalau lama2 bisa membuat perusahaan rugi. saya kurang tau banget sih gimana korelasinya, intinya baik engineer maupun elemen lain, semua berusaha memberikan performa terbaik untuk perusahaan. kalau perusahaan untung gede, kita juga kan yang dapet plus-plusnya (contoh: bonus), hhe.

oke, sekian dulu lah cerita saya. buat para engineer yang membaca ini, saya ucapkan: “selamat bekerja..” 😀 Thanks. semoga bermanfaat.

Yudisium Kelulusan Sarjana Juli 2014

Sebenarnya saya mau menulis cerita tentang ini, tapi belum sempet (belum nyempetin mungkin ya, hhe) jadi foto2 dulu aja ya.. 🙂

Saya, surat keterangan lulus, dan background foto2 plant karya alumni Teknik Kimia ITB

Saya, surat keterangan lulus, dan background foto2 plant karya alumni Teknik Kimia ITB

18062014678

3 orang dari 5 orang Kompre Ranger: Saya, Guruh, dan Sarden. Alhamdulillah para Ranger Lulus semua ujian kompre Juni ini

18062014679

Dari kiri: Farouq (Kompre Ranger satunya lagi), Saya, Guruh, Sarden, Mirna, Gresia, dan Robby. Terlihat muka2 bahagia para wisudawan Juli 2014

18062014680

Hikmah dari Sesepuh

Pada tanggal 28 Maret 2014, prodi Teknik Kimia ITB mengundang beberapa alumni yang telah atau sedang berkarya di salah satu perusahaan terbaik Indonesia, yaitu PT. Badak LNG. Para alumni ini berasal dari angkatan yang berbeda-beda. Beliau-beliau diundang untuk memberikan kuliah keprofesian Teknik Kimia di bidang LNG. Dari sekian banyak alumni yang diundang, salah satunya adalah pak RIJ. Soetopo. Menurut saya beliau sangat spesial, di antaranya adalah karena beliau mantan Dirut PT. Badak LNG yang pertama. Jadi, pada jaman beliaulah PT. Badak mulai dibangun. Mulai eksplorasi reservoir gas, babat hutan, ngebor, memasang pipa, mendirikan pabrik, sampai distribusi gas sehingga sampai kepada end user yang biasanya adalah pembangkit-pembangkit listrik. Bisa kita bayangkan seluas apa ilmu teknik kimia beliau, sesering apa beliau dihadang masalah, dan sekenyang apa beliau akan pengalaman2 dalam bekerja.

Oke, itu sekilas tentang pak RIJ. Soetopo. Yang ingin saya share di sini adalah salah satu hikmah kehidupan pak RIJ yang sempat saya dokumentasikan dalam notes HP saya. Kata beliau, ini adalah hikmah dari berpuluh2 tahun beliau menjalani segala macem hiruk-pikuk kehidupan. Saya jadi terpikir, mengapa tidak saya share saja kepada teman2? Tentu akan menjadi pelajaran bagi kita, generasi muda yang -mau tidak mau- akan menggantikan perjuangan generasi tua.

Bait-bait hikmah itu adalah,

Orang yang paling celaka adalah orang yang kaya tapi bodoh,
Orang yang paling beruntung adalah orang yang miskin tapi pintar,
Orang yang paling TOP hebat adalah orang yang kaya dan pintar,
Namun pintar saja tidak cukup, harus juga cerdik,
Yang lebih baik lagi adalah orang yang pintar, cerdik, dan tekun…

Berasa mahal banget ini hikmah dari beliau. Semoga kita bisa meneladani beliau dalam hal ketekunan dalam bekerja, kesabaran, dan ketegasannya dalam mengambil keputusan. Kita doakan juga empunya yang punya bait, semoga pak RIJ dikaruniai sehat, rejeki lancar, dan selalu berada dalam jalan kebaikan. Aamiiin.

Wallaahu a’lamu. Semoga bermanfaat. 🙂

Sepenggal Kisah tentang Coklat

Siapa mau coklat?

Siapa mau coklat?

Siapa yang tidak suka coklat? Saya yakin semua orang suka coklat, yaa mungkin sebagian kecil saja yang tidak suka coklat. Buat yang suka coklat, berarti sama dengan saya, buat yang gak suka, kita tetep temen lah ya.. hahaha..

***

Kembali ke topik. Tadi saya mendapat kuliah dari Pak Susanto, salah satu ahli coklat. Saya tidak tahu beliau sekarang bekerja di mana, intinya beliau ahli dan cukup berpengalaman di bidang percoklatan.

Di awal kuliah, beliau menceritakan sejarah coklat. Coklat berasal dari bagian utara Amerika Selatan, atau tepatnya di Negara Meksiko. Jauh sebelum pak Christopher Columbus datang. Nah barulah setelah pak Columbus datang ke Meksiko, mengenal coklat, dan membawanya ke Spanyol, coklat mulai dikenal di wilayah eropa. Tahun 1600an coklat sudah mulai dikenal di Inggris, Itali, Belanda, Jerman, dan Swiss. Coklat ini bahkan dikenal lebih dahulu ketimbang kopi dan teh. Coklat sampai di Indonesia karena dibawa oleh penjajah Belanda dan ditanam di pulau Jawa, dan beberapa tempat lain di Indonesia seperti Sulawesi.

Kenapa coklat jaman sekarang ini begitu berharga? Jawabnya, memang ternyata dari dulu seperti itu. Jauh sebelum terkenal di daratan eropa sana, coklat memiliki dua fungsi, sebagai makanan dan sebagai alat tukar seperti uang kita sekarang. Sebagai contoh, pajak. Mereka membayarnya dengan biji-biji coklat. Kalau jaman sekarang, mungkin coklat bisa menjadi hadiah yang sangat berharga ya.. Hehe.

Coklat banyak tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, Brazil, Ekuador, Pantai Gading, Ghana, Malaysia, dan sekitarnya. Namun tanaman coklat tumbuh paling besar di benua Afrika. Tiga negara dengan produksi coklat tertinggi di Afrika adalah Pantai Gading, Ghana, dan Kamerun. Selain merajai produksi biji coklat di benua Afrika, Pantai Gading juga merajai produksi biji coklat dunia. Pada tahun 2005 produksinya mencapai 38% dari total produksi biji coklat dunia. Urutan kedua Ghana dengan angka 21%, ketiga Indonesia dengan angka 13%. Sisanya jauh di bawah itu.

produksi biji coklat dunia pada 2005

produksi biji coklat dunia pada 2005

Berarti Indonesia punya potensi dong? Betul sekali. Sebagai produsen ketiga terbesar seharusnya kita bisa turut mengendalikan aliran kas dunia yang bersumber dari perkebunan-perkebunan coklat. Nyatanya, harga biji coklat Indonesia (bisa dikatakan) adalah yang (aduh, gak tega sebenarnya mengatakan ini) paling rendah jika dibandingkan dengan harga biji coklat pantai gading, misalnya. Harga biji coklat pantai gading sekitar 3,5 dollar/kilogram sedangkan biji coklat kita tidak sampai satu dollar/kilogram. Padahal kualitas lemak coklat Indonesia diakui sebagai lemak coklat yang paling bagus sedunia. Ironis sekali bukan?

Emang kenapa bisa murah gitu? Begini ceritanya. Di Indonesia, biji coklat sebagian besar dijual sebagai biji kering non-fermentasi. Biji kering non-fermentasi ini harganya memang rendah dibandingkan dengan biji coklat fermentasi. Kata pak Susanto, dulu sempat diadakan sosialisasi kepada para petani coklat di Sulawesi sana agar memfermentasi dahulu biji coklat yang dipanen, tapi nampaknya gagal total. Pada masa awal setelah sosialisasi, para petani mau melakukan fermentasi, tapi lambat laun fermentasi mulai ditinggalkan. Para tengkulak/pemborong juga sepertinya tidak merasa diuntungkan dengan proses fermentasi ini, karena harganya pasti lebih mahal dari biji kering biasa. Petani juga merasa proses fermentasi ini malah menghambat pemasukan dana segar tiap harinya. Proses fermentasi biji coklat membutuhkan waktu kurang lebih 5 hari, artinya hampir dapat dipastikan dalam 5 hari mereka tidak mendapat penghasilan. Kata bapaknya lagi, hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Di Ghana saja, pemerintah mengistruksikan biji coklat yang dijual harus sudah terfermentasi, dan alhasil Ghana bisa meraup devisa yang luar biasa besarnya dari biji coklatnya. Di samping itu kualitas biji coklat Ghana terkenal yang paling bagus dan yang paling mahal di dunia.

Yaah,, demikianlah sepenggal kisah tentang coklat yang saya tahu. Semoga para insinyur pangan di negeri ini (khususnya saya sendiri) tidak mudah lengah sedangkan negeri ini memiliki potensi yang luar biasa dahsyatnya. Wassalam, semoga bermanfaat.

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"