Yakin! Kita mampu!

Beberapa hari yang lalu saya sempat melihat cuplikan ceramah ustadz Adi Hidayat, salah satu ustadz yang sangat cerdas dalam berdakwah selain ustadz Abdul Somad – salah satu favorit saya, hehe. Semoga Allah meridhoi keduanya.

Beliau mengatakan, yang intinya, tidak mungkin Allah memberi ummatnya ujian yang diluar kemampuan hamba-Nya, sebagaimana sudah tersurat di akhir surah Al-Baqarah.

Tapi pernah tidak kita merasa beraaat sekali ketika menjalani suatu ujian, atau cobaan, atau amanah yg diberikan Allah? Jawabnya, ya pasti pernah, dan itu manusiawi.

Beliau melanjutkan, kira-kira apa yang membuat hamba itu merasa berat? Ujiannya kah? Ternyata Tidak. Banyak, kok contoh orang yang menurut kita mungkin sedang diuji oleh Allah dengan ujian yang berat (menurut perspektif kita) tapi dia menjalaninya santai saja. Ada juga orang yang diuji dengan ujian yang ringan, tapi banyak mengeluhnya.

Jangan jauh-jauh, kita saja jadi contoh. Saat kita diuji, dengan sesuatu yang menurut kita tidak sreg di hati, di waktu yang tidak pas, di tengah situasi yang tidak nyaman, dengan orang yang susah diajak kompromi, dengan periode yang lama pula, apa yang ada di pikiran kita?

Istighfar, mengeluh, lalu mencoba berandai-andai dengan seandainya begini dan begitu, pasti gak bakal begini dan begitu.

Stop. Itu cara setan untuk menjauhkan kita dari keyakinan terhadap Allah dan segala takdir yang telah ia tetapkan.

Kata beliau, kuncinya cuma satu, seperti yang Allah tegaskan di dalam Al-Qur’an. YAKIN, pake bold. Yakin jika kita mampu melalui ujian yang Allah berikan, dengan izin Allah. Semakin kita yakin, semakin ringan menjalaninya. Yakin! Jika di balik itu pasti ada pelajaran untuk kita. Yakin! Jika kita bersabar, ada pahala besar menanti kita, dosa2 kita diampuni. Yakin! Jika kita bisa bersyukur, ada pahala yang tidak kalah besar, malah janji akan ditambah oleh Allah. Yakin! Kita mampu, karena Allah yang mendesain kita untuk mampu.

Intinya, kita perlu yakin, karena kita tahu bahwa hidup ini memang tempatnya ujian – ujian enak, juga ujian gak enak. Kalau enak kudu banyak bersyukur, kalau gak enak ya kudu banyak bersabar.

***

-A self deep reflection-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s