Archive for February, 2016

satu menit yang berharga

Hhh… Alhamdulillaah, akhirnya nutut juga ngejer kereta, setelah beberapa kali hati ini dibuat deg degan karena delay pesawat, tangga belum dateng pas pesawat udah tiba di bandara, atau apalah.

Ada saja cara Allah menguji kesabaran kita. Sebelumnya memang saya pernah punya pengalaman buruk dengan delay pesawat. Waktu itu saya pilihnya Li*n air (iyalaah, delay), tapi saya sempat husnuzzhon, mungkin cuma sejam delay nya, eh ternyata 3 jam. Jadilah akhirnya jadwal saya kacau. Tiket kereta yg sudah dipesan untuk keberangkatan jam 22:30 dr sidoarjo ke banyuwangi, hangus begitu saja. Yaa, kira2nya pas pesawat baru nyampe bandara, kereta sudah berangkat dr sidoarjo. Alhasil, saya akhirnya naik bis ekonomi. Alhamdulillah sampai di banyuwangi dengan selamat meskipun harus beberapa kali melek-merem tidur berdiri di bis karena gak kebagian tempat duduk.

Kali ini saya pulang ke banyuwangi gak mau pake Li*n lagi. Saya pake Citil*nk. Karena pengaruh cuaca yang sedikit tdk bersahabat, penerbangan delay 1.5 jam lebih dikit. Hmm, memori saya tentang delay yg waktu itu jadi teringat kembali. Tapi kali ini saya mikir, okelah, 1.5 jam, masih OK, tollerable. Pesawat akhirnya berangkat pukul 20:00 (jadwal semula 18:10).  Sampai di juanda pukul 21:15an. Saya masih optimis, ah masih kekejer keretanya. Anggap keluar bandara jam 21:30, naik taksi, nyampe stasiun paling jam 22:00, masih ada waktu setengah jam lagi nunggu kereta yang dari surabaya. Eh gataunya pas pesawat udah tiba, tangga keluar pesawatnya belum siap. Dibuatlah kami menunggu 15 menitan. Beberapa penumpang terlihat kesal dg celotehan2 nya. Iyalaah, udh delay, turunnya lama lagi. Hehe. Saya jadi mikir lagi, tadinya masih optimis, sekarang jadi pesimis. Waduh, nutut gak ya keretanya.??

Beruntung, alhamdulillah bagasi saya keluarnya awal2, jadi saya langsung bisa ngacir ke pintu keluar nyari taksi. Nemu taksi, langsung saya minta berangkat tanpa basa basi, haha.

Beruntung lagi, sopirnya ternyata hapal jalan. Dia nawarin, mau pake jalan normal tp kemungkinan macet apa jalan tikus yg gak macet? Saya bilang, yang penting yg tercepat lah pak. Hehe. Selama di mobil saya mbatin terus, “ya Allaah mudah2an masih nutut ni keretanya, jangan sampe kejadian sebelumnya terulang”.

Saya langsung lari pas keluar taksi pas udah sampe stasiun sidoarjo. “pak kereta udah berangkat belum? Mau cetak tiket nih”. “belum, cetak sendiri mas di situ (sambil nunjukin mesin cetak tiketnya)”. Akhirnya saya cetak. Subhaanallaah, yang maha mengatur segalanya menjadi indah dan mengharukan. Baru selesai nyetak tiket, kereta datang. Langsung saya ambil koper di taksi. Bilang makasih sama sopirnya, dan langsung lari ke dalam peron. Saya baru merasa tenang pas udah di dalam kereta.
***
Huft, ya Allaah, alhamdulilaah, masih kekejer semuanya. Rasanya pengin tak puter lagi video pas perjalanan, pas lari, pas delay, pas rada2 emosi, haha, sayangnya saya gak videoin.
Saya jadi tahu pentingnya satu menit kalau sudah begini. Ya Allah terimakasih sudah memberi hamba pelajaran berharga tentang waktu. Dan hamba mohon ampun bila terbersit di hati ini menyalahkan keadaan yang membuat delay pesawat. Mudah2an kawan2 juga bisa ambil pelajaran dari kisah saya.

sebab – akibat

Kawan2ku yang dirahmati Allah. Ketahuilah sesungguhnya pandangan mengenai ihwal sebab-akibat itu ada tiga macam:
Pertama, bahwa sebab pasti akan menghasilkan akibat. Maka jangan tertipu dengan pandangan seperti ini. Ini adalah pandangan orang2 kafir. Bilamana akibat tidak diperoleh, mereka akan berputus asa. mereka inilah yang menuhankan sebab dan meniadakan tuhan dalam setiap usaha mereka.
Kedua, bahwa sebab akan menghasilkan akibat dikarenakan kekuatan yg Allah berikan pada sebab tersebut untuk menghasilkan akibat. Pun pandangan seperti ini keliru. Ketahuilah bahwa tidak semua api dapat membakar, dan tidak semua pisau dapat memotong. Sebagaimana api tdk bisa membakar Nabi Ibrahim dan pisau tdk bisa memotong leher Nabi Ismail ‘alaihimaassalam.
Ketiga, bahwa akibat ada karena sebab yang mana akibat tersebut terjadi dengan seijin Allah swt. Ketahuilah pandangan inilah yang selamat, maka berpegang teguhlah. Berikhtiarlah untuk mengejar akibat, lalu bertawakkal. Di sinilah makna roja’ dan tawakkal. Syukur bilamana akibat baik yg didapat (sesuai harap) dan sabar bilamana tidak sesuai harap. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan Allah-lah yg terbaik. Karena Dia mahatahu apa yang kita tak tahu.

Wallahu a’lam.

Niat nikah

Niat nikahnya Syaikh Al-Arif Billah Ali bin Abi Bakr As-Sakron Rodliyallohu ‘Anhu (dikutip dari “Kitab Niat”):

niat nikah

Artinya:

“Saya niat menikah dan berpasangan karena cinta pada Allah ‘azza wa Jalla,dan berusaha untuk menghasilkan anak (keturunan) untuk berlangsungnya kehidupan manusia, dan saya niat karena cinta kepada Rosululloh shollallohu alaihi wasallam untuk memperbanyak hal yang membanggakan beliau, karena sabda beliau shollallohu alaihi wasallam:
“Menikahlah kalian, dan memperbanyaklah keturunan, karena sesungguhnya saya bangga dengan sebab kalian terhadap umat-umat (kelak) di hari kiamat”

Saya niat dengan pernikahan ini dan apa yang keluar dariku baik berupa ucapan dan perbuatan untuk tabaruk dengan doa anak sholih, dan mencari syafaat dengan kematian anak ketika masih kecil jika mati sebelum aku. Dan aku niat dengan pernikahan ini untuk membentengi diri dari syetan, memecah kerinduan, dan memecah bencana buruk, menundukkan pandangan, meminimalisir was-was (bisikan hati), dan saya niat memelihara kemaluan dari hal-hal yang keji.

Saya niat dengan pernikahan ini untuk menenangkan dan mententramkan jiwa dengan duduk bersama, memandang, dan saling bersenda gurau, dan untuk menenangkan dan menguatkan hati dalam beribadah. Saya niat dengan pernikahan ini untuk mengosongkan hati dari mengatur rumah, dan menanggung kesibukan memasak, menyapu, menyiapkan tempat tidur, membersihkan wadah dan mempersiapkan sebab-sebab (bekal-bekal) hidup. 

Saya niat dengan pernikahan ini seperti apa yang telah di niatkan dalam pernikahan hamba-hambaMu yang sholih dan Ulama yang mengamalkan ilmunya.”

Diperoleh dari: Kumpulan Tanya Jawab Keagamaan – Pustaka Islam Sunni Salafiyah KTB.pdf

Pasrah

undangan mega-habibi announce rev1

Banyak yang bertanya,
bagaimana gerangan kami bisa saling jatuh cinta,
ingin kujawab, “aku pun tak tahu,
kupasrahkan semuanya kepada Sang Pemilik Cinta.”

-Hbb-

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"