Archive for June, 2015

Nasihat Guru Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili

Salah satu buku yang berisi biografi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili

Salah satu buku yang berisi biografi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili

Salah satu guru dari Syekh Abul Hasan asy-Syadzili adalah Syekh al-Quthub al-Ghouts Sayyid Abu Muhammad Abdus Salam bin Masyisy al-Hasani, rodhiyAllahu ‘anhu, seorang wali Quthub saat itu pengganti Syekh Abdul Qadir Al-Jilani.

Pada suatu hari dikatakan oleh Syekh Abdus Salam kepada beliau (Syekh Abul Hasan), “Wahai anakku, hendaknya engkau semua senantiasa melanggengkan thoharoh (mensucikan diri) dari syirik. Maka, setiap engkau berhadats cepat-cepatlah bersuci dari ‘kenajisan cinta dunia’. Dan setiap kali engkau condong kepada syahwat, maka perbaikilah apa yang hampir menodai dan menggelincirkan dirimu.”

Berkata pula Syekh Abdus Salam, “Pertajam pengelihatan imanmu, niscaya engkau akan mendapatkan Allah; Dalam segala sesuatu; Pada sisi segala sesuatu; Bersama segala sesuatu; Atas segala sesuatu; Dekat dari segala sesuatu; Meliputi segala sesuatu; Dengan pendekatan itulah sifat-Nya; Dengan meliputi itulah bentuk keadaanNya.”

Di lain waktu guru beliau, rodhiyallahu ‘anhu, mengatakan, “Semulia-mulia amal adalah empat disusul empat : KECINTAAN demi untuk Allah; RIDHO atas ketentuan Allah; ZUHUD terhadap dunia; dan TAWAKKAL atas Allah.

Kemudian disusul pula dengan empat lagi, yakni MENEGAKKAN fardhu-fardhu Allah; MENJAUHI larangan-larangan Allah; BERSABAR terhadap apa-apa yang tidak berarti; dan WARO’ menjauhi dosa-dosa kecil berupa segala sesuatu yang melalaikan”.

Asy-Syekh juga pernah berpesan kepada beliau, “Wahai anakku, janganlah engkau melangkahkan kaki kecuali untuk Allah, sesuatu yang dapat mendatangkan keridhoan Allah, dan jangan pula engkau duduk di suatu majelis kecuali yang aman dari murka Allah. Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang yang bisa membantu engkau berlaku taat kepada-Nya. Serta jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang bisa menambah keyakinanmu terhadap Allah”.

***

Pun, setelah berguru sekian lama, dan tiba saatnya berpisah, Syekh Abul Hasan meminta wasiat terakhir dari sang Guru. “Wahai Tuan Guru yang mulia, berwasiatlah untukku.”Asy-Syekh pun kemudian berkata, “Wahai ‘Ali, takutlah kepada Allah dan berhati-hatilah terhadap manusia. Sucikanlah lisanmu daripada menyebut akan keburukan mereka, serta sucikanlah hatimu dari kecondongan terhadap mereka. Peliharalah anggota badanmu (dari segala yang maksiat, pen.) dan tunaikanlah setiap yang difardhukan dengan sempurna. Dengan begitu, maka sempurnalah Allah mengasihani dirimu.”

Lanjut asy-Syekh lagi, “Jangan engkau memperingatkan kepada mereka, tetapi utamakanlah kewajiban yang menjadi hak Allah atas dirimu, maka dengan cara yang demikian akan sempurnalah waro’mu.” “Dan berdoalah wahai anakku, ‘Ya Allah, rahmatilahlah diriku dari ingatan kepada mereka dan dari segala masalah yang datang dari mereka, dan selamatkanlah daku dari kejahatan mereka, dan cukupkanlah daku dengan kebaikan-kebaikanMu dan bukan dari kebaikan mereka, dan kasihilah diriku dengan beberapa kelebihan dari antara mereka. Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah atas segala sesuatu Dzat Yang Maha Berkuasa.”’

***

FYI. Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili adalah pendiri Thariqah Syadziliyyah. Seusai berguru, dakwah beliau dimulai di Kota Syadzilah, tempat beliau dilahirkan. Kemudian beliau ber’uzlah untuk mendekatkan diri kepada Allah selama beberapa tahun di bukit Zaghwan. Dan kembali lagi ke masyarakat sebelum akhirnya melanjutkan dakwahnya di Tunis dan Mesir. Keadaan di Mesir sangat mendukung sehingga dakwah beliau sangat berkembang. Banyak ulama’ besar yang dihasilkan, salah satunya adalah Sulthonul ‘Ulama Sayyid asy-Syekh ‘Izzuddin bin Abdis Salam, rahimahullah. 

Hingga kini thariqah Syadziliyyah termasuk salah satu thariqah yang tetap tumbuh subur, karena dikenal sebagai thariqah yang termudah dalam hal ilmu dan amal, ihwal dan maqam, ilham dan maqal, serta dengan cepat bisa menghantarkan para pengamalnya sampai ke hadirat Allah SWT. Di samping juga terkenal dengan keluasan, keindahan, dan kehalusan doa dan hizib-hizibnya.

Terakhir, semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahi kita istiqomah mengamalkan thariqah yang kita pegang. Sehingga kita akan sampai kepada Allah robbul ‘izzati. Wallaahu a’lam.

sumber: http://www.ashakimppa.blogspot.com/

Belajar dengan Guru

Syeikh Ali Jum'ah

Syeikh Ali Jum’ah

Belajar dengan guru adalah metode belajar paling ideal untuk memperoleh ilmu.Mari kita simak penuturan Syeikh Ali Jum’ah (salah satu ulama’ al-Azhar, mantan mufti Mesir) dari situs “Suara Al-Azhar” berikut ini:
Ilmu yang benar harus memiliki sanad riwayah, sanad dirayah dan sanad tazkiah. Sebab ilmu bukan hanya sekedar maklumat saja tetapi ketika seseorang belajar dengan guru di sana dia akan diajari adab talaqqi, adab menyampaikan ilmu, adab jika terjadi perbedaan, adab kepada ulama dan adab percaya diri.
Orang-orang yang tidak belajar dengan guru akan mudah terjebak dengan kesalahan terutama jika terjadi perbedaan pendapat. Lebih dari itu orang-orang tersebut bisa mengatakan “Jika Kamu tidak sependapat dengan saya berarti kamu lawan saya”. Dan hal inilah yang memperlebar jurang pembatas antara umat Islam.
Mari lihat sahabat nabi dan salafus saleh. Mereka berbeda pendapat tetapi tetap saling mendengarkan dan saling menghormati.
Syekh Ali Jum’ah
Mantan Mufti Mesir
Hikmahnya adalah belajar dengan guru memiliki faedah yang amat besar. Selain belajar ilmu, kita juga belajar adab. Adab terhadap ilmu, juga adab terhadap yang punya ilmu. Saya ucapkan selamat menuntut ilmu buat kawan2 semua. 🙂
Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"