Belajar dari Batu

Entah kenapa kali ini saya tertarik untuk menulis tentang “batu”. Yes, in javanese we call it “watu”. so, ada apa dengan batu?

tidak bisa kita pungkiri barangkali, kalau Indonesia ternyata tidak hanya ada 2 musim seperti kata guru-guru geografi kita. ternyata ada banyak sekali musim. bulan april-oktober musim kemarau, oktober-april musim hujan, februari-maret musim duren, maret-entah kapan musim rambutan, termasuk juga musim batu yang sedang kita alami beberapa bulan terakhir ini.

di tempat tinggal saya sekarang-cilegon, pedagang batu sudah merajalela. coba bayangkan, beberapa bulan yang lalu saya hanya liat pedagang batu di pojok2 pasar kota. sekarang, maasyaaAllaah, jangankan di pasar, di jalanan kampung pun banyak pedagang yang buka lapak. ada yang baru buka, ada pula yang modifikasi dari lapak sebelumnya (yang tadinya lapak jahitan, sekarang jadi lapak batu, hoho, tapi ini real, bro). sampe segitunya ya, saya berani menebak ini akan sama seperti musim-musim sebelumnya. yang seumuran sama saya, pasti pernah mengalami musim ikan louhan. atau musim bunga anthurium.

saya jadi ingat jaman dulu, ngerawat ikan louhan sampe gede, pas udah gede, ternyata musimnya udah habis. yaah. waktu berlalu, tiba-tiba ikannya sakit, mungkin sudah tua. Nah, daripada mati jadi bangkai, akhirnya di”sembelih” sama ibu saya dan dijadikan pepes. hiks. maaf ya ikaan.

atau musim bunga anthurium, kita biasa menyebutnya gelombang cinta #aseek, kenapa gak gelora cinta aja ya? haha. dulu ada yang harganya sampe jutaan rupiah. lama kelamaan orang-orang banyak yang punya. yang awalnya harganya mahal, lama-lama turun. sekarang, siapa yang masih nyari bunga gelombang cinta? sepertinya sudah tidak ada.

saya kira musim batu juga akan sama. wallaahu a’lam. ketika semua orang sudah punya batu yang bagus-bagus, maka batu yang bagus-bagus akhirnya menjadi tidak spesial lagi. karena tidak spesial, harga akan turun. dan ujung-ujungnya koleksi batu kita terbengkalai begitu saja. lekang oleh zaman meski tak lapuk oleh waktu.

tapi di balik itu semua, yang terpenting adalah: jangan sampai kita terlalu terlena sehingga kita lalai. lalai apa? macem-macem. nggosok batu barangkali, sampai menunda atau bahkan lupa sholat (na’uudzu billaah). tiap ketemu orang bukan salam yang diucap, tapi “wiii bagus amat batunya bro, beli di mana?” atau “bro, gue punya batu baru nih, kalimaya asli.”ย  ketika biasanya setelah sholat, ngaji, malah nggosok batu lagi. masih mending, barangkali ada yang baru bangun tidur, gapake mandi, langsung batu yang diinget, gosok lagi gosok lagi, sampe lupa sarapan.

kalau kata pak kyai kemarin, jangan sampe batu digosok-gosok sampe mengkilap, bening, tapi hati kita sendiri lupa “digosok”. digosok dengan apa? dengan banyak beristighfar kepada Allah, dengan banyak dzikir, sholawat. batu ketika terkena kotoran langsung digosok biar kinclong lagi. tapi ketika kita melakukan dosa, kita lupa menggosok hati kita dengan banyak istighfar. kita sibuk menggosok batu, tapi tidak sibuk menggosok hati agar terbebas dari sifat sombong, dengki, iri, hasud, dan semacamnya. wal’iyaadzu billaah.

dari batu kita bisa mengambil pelajaran. semakin indah batu, semakin mengkilap, semakin langka, semakin dicintai orang bukan? dan harganya pasti tinggi. sama dengan hati kita, semakin bening, semakin rutin dibersihkan dari dosa-dosa, semakin khusyu’, akan semakin dicintai, insyaaAllaah. bukan hanya oleh orang atau makhluk, tapi juga Yang Menciptakan hati. ๐Ÿ™‚

Wallaahu a’lam.

Batu kalimaya termasuk salah satu yang menurut saya paling indah. Maha Suci Allah yang menciptakan batu jenis ini beserta semua warnanya. Tidakkah kita berfikir bahwa batu ini diciptakan agar kita semakin memahami akan keagungan-Nya? (sumber: www.embacincin.com)
Batu kalimaya termasuk salah satu yang menurut saya paling indah. Maha Suci Allah yang menciptakan batu jenis ini beserta semua warnanya. Tidakkah kita berfikir bahwa batu ini diciptakan agar kita semakin memahami akan keagungan-Nya? (sumber: http://www.embacincin.com)

2 thoughts on “Belajar dari Batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s