Layaknya Seorang Ibu

For me, tanggung jawab engineer thd plant layaknya seorang ibu thd anaknya :')
For me, tanggung jawab engineer thd plant layaknya seorang ibu thd anaknya :’)

Bismillah.

Tidak terasa sudah sebulan (lebih dikit) saya berstatus salah satu engineer di PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk., tepatnya sebagai production engineer di LLDPE plant. Saya masuk sini sejak 4 Agustus lalu. Sebelumnya saya ikut training dulu bersama teman2 satu batch selama 22 hari atau hampir 2 bulan. Mulai masuk LLDPE sekitar akhir september.

Nah, setelah satu bulan (lebih dikit) di sini, saya mulai tahu nih sedikit-sedikit filosofi seorang engineer, meskipun rada ngarang sih. Kalau dipikir-pikir, ternyata engineer itu hampir seperti seorang ibu. Ya, ibu. Mm… maksud saya kalau ibu itu bertanggung jawab terhadap anaknya, kalau engineer bertanggung jawab terhadap plant. Hehehe.

Ya, layaknya seorang ibu rumah tangga yang ideal yang tahu banyak tentang urusan rumah tangga, seorang engineer ternyata juga harus tahu banyak urusan plant, entah dari sisi proses, equipment, maintenance, safety, operation, dll. Bahkan sampe urusan kerapian ruang kerja dan central control room (CCR) ternyata engineer juga turut bertanggung jawab.

Ibu rumah tangga yang cerdas pandai memanage uang, tahu harga, dan tahu untung-rugi. Begitupula engineer, ternyata perlu tahu juga harga2 equipment, bahan baku, atau material. Untuk keperluan modifikasi proses atau alat, hal-hal perduitan seperti ini akan sangat berguna. Percuma dong, kalo modifikasi atau pengembangan udah bagus tapi malah bikin perusahaan rugi. iya nggak?

Ibu rumah tangga yang baik itu menghargai pekerjaan anak-anaknya. Begitupula engineer, harus menghargai kerja keras para operator yang bekerja di plant dan board operator yang bekerja di CCR. Merekalah yang paling banyak berurusan dengan kegiatan operational plant. Meski lingkup kerja berbeda, tapi kita bekerjasama dalam tim. Sebagai orang baru, wajib bagi saya untuk menghormati mereka yang lebih berpengalaman dan berkomunikasi dengan santun.

Ibu rumah tangga yang aktif biasanya pandai berkoordinasi dengan ibu-ibu rumah tangga yang lain. engineer pun demikian. tidak hanya berkoordinasi antar sesama engineer, atau antara engineer dengan operator, tapi juga berkoordinasi dengan orang2 di departemen lain seperti planning, engineering, purchasing, maintenance, utility, plant monomer, dan lab. koordinasi yang baik memang mutlak diperlukan mengingat kita sedang bekerja untuk kemajuan satu perusahaan yang sama dan saling terkait antar elemen-elemennya.

Poin terpentingnya adalah, menjadi engineer ternyata bukan tanggung jawab yang mudah, seperti seorang ibu terhadap anaknya. semua ibu pasti ingin kan anaknya tetap sehat, cerdas, tumbuh dengan sempurna dan bisa sukses masa depannya nanti. engineer bertanggung jawab terhadap keberjalanan plant, engineer menjaga plant agar bisa terus berjalan pada rate optimum, menghindari terjadinya masalah, menjaga dan mengimprove kualitas produk, mencegah kondisi-kondisi tidak aman, intinya mah agar plant selalu produktif sesuai target yang ingin dicapai perusahaan. Jangan sampai karena masalah kecil saja, plant bisa shutdown/mati yang kalau lama2 bisa membuat perusahaan rugi. saya kurang tau banget sih gimana korelasinya, intinya baik engineer maupun elemen lain, semua berusaha memberikan performa terbaik untuk perusahaan. kalau perusahaan untung gede, kita juga kan yang dapet plus-plusnya (contoh: bonus), hhe.

oke, sekian dulu lah cerita saya. buat para engineer yang membaca ini, saya ucapkan: “selamat bekerja..” šŸ˜€ Thanks. semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s