Archive for November, 2014

Mukmin yang Berdosa

seorang dai dalam suatu kesempatan bercerita kepada jamaahnya,

“perumpamaan mukmin yang berdosa jika tidak bertaubat sebelum ajalnya, ketika di akhirat nanti ialah seperti pakaian yang harganya mahal namun sangat kotor. baik karena lumpur, najis, dan sebagainya. apakah pakaian itu bisa langsung masuk lemari?

tentu tidak. pakaian itu masih sangat kotor, harus direndam terlebih dahulu di dalam larutan deterjen selama waktu tertentu agar kotoran mudah untuk dibersihkan. apakah setelah direndam, pakaian telah bersih dan bisa dimasukkan ke dalam lemari?

belum. pakaian harus disikat untuk menyingkirkan kotoran yang menempel, sehingga kotoran hilang sama sekali. kotoran telah hilang, apakah sekarang sudah bisa dimasukkan ke dalam lemari?

tunggu dulu. pakaian harus dibilas terlebih dahulu dengan air bersih untuk menghilangkan sisa deterjennya. lalu diperas, dan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering sempurna. baik, sekarang pakaian telah bersih dan kering bukan, tentu bisa dimasukkan ke dalam lemari dong..

sabar.. hehe. sayang kalau gak disetrika sekalian, agar rapi dan harum. huft, berarti setelah disetrika bisa dong ya dimasukkan ke dalam lemari?

ya, pakaian sudah bisa dimasukkan ke dalam lemari, karena sudah bersih dari kotoran, bersih dari busa, kering, harum, dan rapi.”

begitulah, perumpamaan surga adalah seperti lemarinya.

wallaahu a’lam.

Advertisements

Moderat

al-Habib 'Umar bin Hafizh rahimahullahu ta'ala

al-Habib ‘Umar bin Hafizh hafizhohullahu ta’ala

Ad-Da’i ilallaah Al-Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, atau lebih dikenal sebagai Habib ‘Umar bin Hafizh, menerangkan tentang pengertian “moderat” dalam perspektif islam. Dalam kitabnya yang berjudul “Al-Wasathiyah fil-Islam” beliau menuliskan:

“Moderat bukan sekadar bersikap lunak atau sekadar bersikap proporsional dalam berinteraksi dengan kelompok-kelompok lain. Pengertian moderat lebih luas dari itu. Moderatisme harus ditempatkan sebagai sebuah pemahaman yang benar terhadap hakikat syari’at dalam setiap kedudukannya. Ia merupakan hakikat dari petunjuk-petunjuk Ilahiyah yang telah diterima Rasulullah SAW dari Tuhannya, yang kemudian diamanatkannya untuk disampaikan kepada segenap manusia.

Tidaklah kemaslahatan itu terlepas dari risalah syari’at yang dibawa Rasulullah SAW, baik kemaslahatan di Barat maupun di Timur, bagi orang Arab maupun non-Arab, Eropa, Australia, Amerika, ataupun Afrika. Syari’at Rasulullah SAW memuat semua apa yang dibutuhkan oleh semua orang dari mereka, tanpa kecuali, dengan segala pola pikir mereka yang berbeda-beda.

Dengan demikian, keteguhan seseorang terhadap agamanya, kedalamannya dalam memahami agamanya, serta upayanya untuk mengamalkan ajaran-ajaran agamanya, merupakan gambaran dari hakikat kemoderatan dan perilaku beragama yang lurus. Pemahaman yang buruk dan ekstrem berada di luar jalan yang lurus dan moderat, demikian pula sikap lalai dan ceroboh, tidak peduli dengan hukum-hukum Tuhan, Yang Mahabenar. Sehingga, sikap moderat harus terlepas dari dua kutub yang sama-sama tercela, yaitu sikap ekstrem dan keterlaluan atau sikap lalai dan ceroboh. Bila kemoderatan hilang, hilang pulalah pemahaman yang benar terhadap hakikat-hakikat agama.”

***

Allah Al-Hamiid

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam :)

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam 🙂

Diriwayatkan, amiirul mukminiin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu suatu hari bertemu dengan seorang sahabat. Beliau bertanya, “bagaimana kabarmu?” sahabat itu menjawab, “baik”. Beliau ra. bertanya untuk yang kedua kali, “bagaimana kabarmu?” sahabat itupun kembali menjawab, “baik”. Beliau ra. bertanya lagi, “bagaimana kabarmu?” sahabat itupun menjawab, “alhamdulillaah, baik, wahai amiirul mukminiin“. Beliau ra. kemudian berkata, “jawaban seperti inilah yang ingin aku dengar, kau tidak hanya mengatakan ‘baik’, tapi kau memuji Allah swt atas keadaanmu itu.”

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik dzikir adalah laa ilaaha illallaah. Dan sebaik-baik doa adalah alhamdulillah (HR. al-Bukhari)

Teladan Sempurna

kubah hijau, masjid nabawi. tempat dimakamkannya  jasad manusia termulia :) meski telah wafat ratusan tahun yang lalu, namun engkau tetap hidup di hati kami. allaahumma shalli wa sallim 'alaih.

kubah hijau, masjid nabawi. tempat dimakamkannya jasad manusia termulia 🙂 meski telah wafat ratusan tahun yang lalu, namun engkau tetap hidup di hati kami. allaahumma shalli wa sallim ‘alaih.

iseng buka twiter, tiba-tiba nemu kultwitan bagus, yaitu kultwit dari KH. A. Mustofa Bisri, atau yang akrab disapa gusmus (akun @gusmusgusmu <– monggo difollow). langsung saja, monggo disimak. 🙂

***

BismiLlãhirRahmãnirRahïm…

Pedoman umat Islam itu, ‘secara teori’ ialah Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. ‘Secara praktik’: PERILAKU Pemimpin Agungnya itu. Kenapa?

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu2 Qur’an dan melaksanakannya. Nabi Muhammadlah orang pertama yang mempraktikkan Qur’an.

Sayyidatina ‘Aisyah ra menyebut “Kãna khuluquhu ‘l-Qur’an;”, Perilaku Rasulullah SAW adalah Qur’an. Istilahnya, ‘Qur’an berjalan’.

Tak peduli keturunanmu. Tak peduli kebangsaanmu. Tak peduli ilmumu. Tak perduli kedudukanmu. Tak peduli fasihmu. Tak peduli citramu..

Bila kelakuanmu bertentangan dengan perilaku Rasulullah SAW ~kalau pun engkau mengaku muslim~ bukan saja engkau muslim yang buruk;

lebih dari itu engkau telah mencemarkan agama dan nabimu. FattaqiLlãh! Takwalah kepada Allah!

Maka teruslah berusaha memahami Qur’an dan jangan berhenti mempelajari SIERAH dan SYAMAIL, riwayat hidup dan perilaku, nabimu.

Terutama bila engkau terlanjur dianggap ‘pemimpin Islam’ oleh masyarakat. Kelakuanmu tdk hanya disimak, bahkan diikuti oleh banyak orang.

Pelajari dan berusahalah mengikuti sunnah Pemimpin Agungmu yang mulia budi pekertinya (Q. 68: 4), yang lemah lembut, tidak kasar dan kejam (Q. 3: 159), yang penuh kasih sayang, penuh perhatian, dan welas asih. (Q. 9: 128).

Sekian. Wallahu a’lam. AstaghfiruLlãal ‘Azhïm filqauli bilã ‘amal. Wal’afwu minkum.

Mohon maaf, bila Anda merasa kunasihati. Sebenarnya ini aku sedang menasihati diriku sendiri; sebagaimana dlm sajakku “Nasihat Ramadan.”

***

alhamdulillaah. 🙂 semoga nasihat beliau ini bisa kita amalkan. yuk, kita jadikan Rasulullah saw  teladan utama dalam hidup kita. menjadi teladan dalam beragama, dalam hidup bermasyarakat, keluarga, dan berbangsa serta bernegara. semoga Allah memberikan kita taufik untuk mengikuti jejak beliau saw. aamiiiin. semoga bermanfaat.

Layaknya Seorang Ibu

For me, tanggung jawab engineer thd plant layaknya seorang ibu thd anaknya :')

For me, tanggung jawab engineer thd plant layaknya seorang ibu thd anaknya :’)

Bismillah.

Tidak terasa sudah sebulan (lebih dikit) saya berstatus salah satu engineer di PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk., tepatnya sebagai production engineer di LLDPE plant. Saya masuk sini sejak 4 Agustus lalu. Sebelumnya saya ikut training dulu bersama teman2 satu batch selama 22 hari atau hampir 2 bulan. Mulai masuk LLDPE sekitar akhir september.

Nah, setelah satu bulan (lebih dikit) di sini, saya mulai tahu nih sedikit-sedikit filosofi seorang engineer, meskipun rada ngarang sih. Kalau dipikir-pikir, ternyata engineer itu hampir seperti seorang ibu. Ya, ibu. Mm… maksud saya kalau ibu itu bertanggung jawab terhadap anaknya, kalau engineer bertanggung jawab terhadap plant. Hehehe.

Ya, layaknya seorang ibu rumah tangga yang ideal yang tahu banyak tentang urusan rumah tangga, seorang engineer ternyata juga harus tahu banyak urusan plant, entah dari sisi proses, equipment, maintenance, safety, operation, dll. Bahkan sampe urusan kerapian ruang kerja dan central control room (CCR) ternyata engineer juga turut bertanggung jawab.

Ibu rumah tangga yang cerdas pandai memanage uang, tahu harga, dan tahu untung-rugi. Begitupula engineer, ternyata perlu tahu juga harga2 equipment, bahan baku, atau material. Untuk keperluan modifikasi proses atau alat, hal-hal perduitan seperti ini akan sangat berguna. Percuma dong, kalo modifikasi atau pengembangan udah bagus tapi malah bikin perusahaan rugi. iya nggak?

Ibu rumah tangga yang baik itu menghargai pekerjaan anak-anaknya. Begitupula engineer, harus menghargai kerja keras para operator yang bekerja di plant dan board operator yang bekerja di CCR. Merekalah yang paling banyak berurusan dengan kegiatan operational plant. Meski lingkup kerja berbeda, tapi kita bekerjasama dalam tim. Sebagai orang baru, wajib bagi saya untuk menghormati mereka yang lebih berpengalaman dan berkomunikasi dengan santun.

Ibu rumah tangga yang aktif biasanya pandai berkoordinasi dengan ibu-ibu rumah tangga yang lain. engineer pun demikian. tidak hanya berkoordinasi antar sesama engineer, atau antara engineer dengan operator, tapi juga berkoordinasi dengan orang2 di departemen lain seperti planning, engineering, purchasing, maintenance, utility, plant monomer, dan lab. koordinasi yang baik memang mutlak diperlukan mengingat kita sedang bekerja untuk kemajuan satu perusahaan yang sama dan saling terkait antar elemen-elemennya.

Poin terpentingnya adalah, menjadi engineer ternyata bukan tanggung jawab yang mudah, seperti seorang ibu terhadap anaknya. semua ibu pasti ingin kan anaknya tetap sehat, cerdas, tumbuh dengan sempurna dan bisa sukses masa depannya nanti. engineer bertanggung jawab terhadap keberjalanan plant, engineer menjaga plant agar bisa terus berjalan pada rate optimum, menghindari terjadinya masalah, menjaga dan mengimprove kualitas produk, mencegah kondisi-kondisi tidak aman, intinya mah agar plant selalu produktif sesuai target yang ingin dicapai perusahaan. Jangan sampai karena masalah kecil saja, plant bisa shutdown/mati yang kalau lama2 bisa membuat perusahaan rugi. saya kurang tau banget sih gimana korelasinya, intinya baik engineer maupun elemen lain, semua berusaha memberikan performa terbaik untuk perusahaan. kalau perusahaan untung gede, kita juga kan yang dapet plus-plusnya (contoh: bonus), hhe.

oke, sekian dulu lah cerita saya. buat para engineer yang membaca ini, saya ucapkan: “selamat bekerja..” 😀 Thanks. semoga bermanfaat.

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"