Archive for September, 2014

Kisah Wanita Shalihah: Zuhud

Sebuah kisah penuh hikmah dari buku “Bidadari Bumi” karangan Ustadzah Halimah Alaydrus. Saya kopas untuk sekedar sharing, semoga semakin banyak orang yang bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat.  🙂

***

bidadari-bumi

Sebagai upaya menambah materi pelajaran dari apa yang kudapat di Daruzzahro, aku mengambil les privat dari ustadzah Maryam, puteri Habib Ali Masyhur, mufti Tarim saat ini. Beliau adalah seorang ustadzah yang aktif bergerak dalam bidang dakwah dan juga mengajar di Darulfaqih, sebuah madrasah khusus puteri yang ada di Tarim ini juga. Aku belajar memahami tentang hadits-hadits Rosulullah SAW dari beliau seminggu sekali.

Sore ini beliau mengupas hadits:

“Zuhudlah (hilangkanlah dari hatimu kecintaan) terhadap harta dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah (hilangkan dari hatimu keinginan) terhadap apa yang dimiliki orang lain niscaya engkau akan dicintai mereka.”

Ustadzah Maryam kemudian menjelaskan padaku arti zuhud dan gambarannya dalam praktek kehidupan manusia. Seperti keteladanan Nabi Muhammad SAW yang lebih memilih untuk mengganjal perutnya dengan batu karena menahan lapar dan rela tidur di atas tikar usang daripada selalu kenyang dan hidup dalam kenyamanan. Atau seperti Nabi Isa AS yang sampai hari beliau diangkat ke langit tak pernah memiliki rumah sebagai tempat tinggal. Begitu juga para hamba-hamba Allah yang memilih untuk meninggalkan kesenangan dunia demi meraih kebahagiaan akhirat.

Aku jadi tertarik dan bertanya, “Ustadzah, masih tersisakah di zaman sekarang ini orang yang bersikap zuhud, sementara godaan untuk mementingkan dunia sedemikian beratnya?”

“Tentu masih ada” jawab beliau.

“Di dunia ini masih akan selalu ada hamba-hamba pilihan Allah yang memahami untuk apa mereka diciptakan, mereka menyadari hakikat dunia yang esok atau lusa akan mereka tinggalkan. Mereka berhasil meyakinkan diri bahwa tak ada yang akan mereka bawa ketika masuk kubur nanti kecuali kain kafan, dan bahwa dunia yang tampak menyenangkan ini hanya akan menyisakan hisab yang panjang. Mereka sungguh orang-orang yang pandai, tak mau senang sesaat namun kemudian membawa petaka yang maha berat. Tak menginginkan kebahagiaan sebentar tetapi membawa penyesalanberkepanjangan.

Sejenak beliau diam dan minum segelas air putih di hadapannya lalu beliau melanjutkan penjelasannya.

“Pertanyaanmu tadi mengingatkanku akan kejadian kemarin, ketika aku sedang berada di madrasah Darulfaqih pada jam istirahat. Kala itu aku sedang berada di ruang kantor dengan beberapa orang guru, tiba-tiba seorang anak remaja memanggilku dan memintaku mendekat, aku lalu mengajaknya menepi di sudut ruangan untuk berbicara dengannya.”

“Ustadzah, aku harap ustadzah berkenan menjadi saksi untuk ibuku.”

Aku mendengarkannya dengan lebih serius. “Saksi atas apa nak?”

“Ibuku sepanjang hidupnya tak memiliki apapun kecuali 2 buah baju. Satu ia kenakan sementara yang lain ia cuci. Ia juga hanya memiliki 2 buah kerudung, mukena, sepasang sandal, sebuah sisir, cermin, piring, al-Qur’an, tasbih dan sejadah. Dia tak memegang satu senpun uang, tak memiliki perhiasan, rumah, barang, atau perabot apapun. Di masa tuanya beliau tinggal dengan kakak tertuaku. Apabila ada yang memberinya uang maka di hari itu pula uang tersebut dishodaqohkan. Dan ketika beberapa hari yang lalu seseorang memberinya hadiah selembar kain, beliau berkata, ‘Jika umurku sampai Ramadhan nanti, jahitkan kain ini untuk baju sholatku sebagai pengganti mukena yang lama. Namun jika tidak, tolong berikan kepada orang yang lebih membutuhkannya sebelum kalian meletakkan jenazahku ke dalam kain kafan.’”

Anak remaja di hadapanku menunduk, dia menyembunyikan air matanya yang perlahan menetes sebelum akhirnya kemudian berkata,

“Ustadzah” panggilnya lirih.

“Ibuku meninggal tiga hari yang lalu… kuharap ustadzah berkenan menjadi saksi bahwa beliau telah berhasil menjalani kehidupan seperti yang diinginkannya. Karena setiap kali aku protes dengan caranya menolak harta dunia dia selalu saja berkata,

‘Tahukah kau nak?.. cita-citaku adalah termasuk kelompok orang yang diceritakan Nabi Muhammad SAW bahwa saat proses hisab masih berlangsung, dan shirothol mustaqim masih dibentangkan, ada sekelompok orang yang telah menanti Nabi di pintu-pintu surga, hingga malaikat bertanya,

‘Siapakah kalian yang berada di sini padahal proses hisab masih berlangsung dan belum selesai?’

‘Kami adalah sekelompok orang dari umat Nabi Muhammad SAW yang keluar dari dunia seperti kami masuk ke dalamnya. Tak ada yang harus dihisab dari kami..’ jawab mereka.

Anakku, aku ingin keluar dari dunia ini tanpa membawa apapun kecuali sekedar yang aku perlukan untuk bertahan hidup sehingga tak harus ada proses hisab yang panjang menantiku di depan.’

Begitu selalu jawab ibuku dan dia berhasil menjalani hidupnya tepat seperti yang dia mau. Aku bercerita padamu agar engkau kelak berkenan manjadi saksi kebaikannya” kata remaja itu mengakhiri ceritanya..”

Aku takjub mendengar cerita ustadzah Maryam dan kagum luar biasa pada wanita yang beliau ceritakan itu.

Betapa sederhana hidup sesungguhnya… ya sangat sederhana, andai kita tidak menganggap penting sesuatu yang sebenarnya memang tidak penting. Harta dunia yang karenanya banyak orang berlomba hingga mau berbuat apapun untuk meraihnya, pada akhirnya akan ditinggalkan begitu saja.

Hidup ini sederhana saja sebenarnya.. Kita sendirilah yang membuat sesuatu menjadi lebih rumit. Cinta dunia seringkali mengelabui kita dari memahami makna hidup yang sesungguhnya.

Tarim 2000

Sumber: Bidadari Surga, 9 Kisah Wanita Shalihah, karangan Ustadzah Halimah Alaydrus

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"