Archive for January, 2014

Sepenggal Kisah tentang Coklat

Siapa mau coklat?

Siapa mau coklat?

Siapa yang tidak suka coklat? Saya yakin semua orang suka coklat, yaa mungkin sebagian kecil saja yang tidak suka coklat. Buat yang suka coklat, berarti sama dengan saya, buat yang gak suka, kita tetep temen lah ya.. hahaha..

***

Kembali ke topik. Tadi saya mendapat kuliah dari Pak Susanto, salah satu ahli coklat. Saya tidak tahu beliau sekarang bekerja di mana, intinya beliau ahli dan cukup berpengalaman di bidang percoklatan.

Di awal kuliah, beliau menceritakan sejarah coklat. Coklat berasal dari bagian utara Amerika Selatan, atau tepatnya di Negara Meksiko. Jauh sebelum pak Christopher Columbus datang. Nah barulah setelah pak Columbus datang ke Meksiko, mengenal coklat, dan membawanya ke Spanyol, coklat mulai dikenal di wilayah eropa. Tahun 1600an coklat sudah mulai dikenal di Inggris, Itali, Belanda, Jerman, dan Swiss. Coklat ini bahkan dikenal lebih dahulu ketimbang kopi dan teh. Coklat sampai di Indonesia karena dibawa oleh penjajah Belanda dan ditanam di pulau Jawa, dan beberapa tempat lain di Indonesia seperti Sulawesi.

Kenapa coklat jaman sekarang ini begitu berharga? Jawabnya, memang ternyata dari dulu seperti itu. Jauh sebelum terkenal di daratan eropa sana, coklat memiliki dua fungsi, sebagai makanan dan sebagai alat tukar seperti uang kita sekarang. Sebagai contoh, pajak. Mereka membayarnya dengan biji-biji coklat. Kalau jaman sekarang, mungkin coklat bisa menjadi hadiah yang sangat berharga ya.. Hehe.

Coklat banyak tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, Brazil, Ekuador, Pantai Gading, Ghana, Malaysia, dan sekitarnya. Namun tanaman coklat tumbuh paling besar di benua Afrika. Tiga negara dengan produksi coklat tertinggi di Afrika adalah Pantai Gading, Ghana, dan Kamerun. Selain merajai produksi biji coklat di benua Afrika, Pantai Gading juga merajai produksi biji coklat dunia. Pada tahun 2005 produksinya mencapai 38% dari total produksi biji coklat dunia. Urutan kedua Ghana dengan angka 21%, ketiga Indonesia dengan angka 13%. Sisanya jauh di bawah itu.

produksi biji coklat dunia pada 2005

produksi biji coklat dunia pada 2005

Berarti Indonesia punya potensi dong? Betul sekali. Sebagai produsen ketiga terbesar seharusnya kita bisa turut mengendalikan aliran kas dunia yang bersumber dari perkebunan-perkebunan coklat. Nyatanya, harga biji coklat Indonesia (bisa dikatakan) adalah yang (aduh, gak tega sebenarnya mengatakan ini) paling rendah jika dibandingkan dengan harga biji coklat pantai gading, misalnya. Harga biji coklat pantai gading sekitar 3,5 dollar/kilogram sedangkan biji coklat kita tidak sampai satu dollar/kilogram. Padahal kualitas lemak coklat Indonesia diakui sebagai lemak coklat yang paling bagus sedunia. Ironis sekali bukan?

Emang kenapa bisa murah gitu? Begini ceritanya. Di Indonesia, biji coklat sebagian besar dijual sebagai biji kering non-fermentasi. Biji kering non-fermentasi ini harganya memang rendah dibandingkan dengan biji coklat fermentasi. Kata pak Susanto, dulu sempat diadakan sosialisasi kepada para petani coklat di Sulawesi sana agar memfermentasi dahulu biji coklat yang dipanen, tapi nampaknya gagal total. Pada masa awal setelah sosialisasi, para petani mau melakukan fermentasi, tapi lambat laun fermentasi mulai ditinggalkan. Para tengkulak/pemborong juga sepertinya tidak merasa diuntungkan dengan proses fermentasi ini, karena harganya pasti lebih mahal dari biji kering biasa. Petani juga merasa proses fermentasi ini malah menghambat pemasukan dana segar tiap harinya. Proses fermentasi biji coklat membutuhkan waktu kurang lebih 5 hari, artinya hampir dapat dipastikan dalam 5 hari mereka tidak mendapat penghasilan. Kata bapaknya lagi, hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Di Ghana saja, pemerintah mengistruksikan biji coklat yang dijual harus sudah terfermentasi, dan alhasil Ghana bisa meraup devisa yang luar biasa besarnya dari biji coklatnya. Di samping itu kualitas biji coklat Ghana terkenal yang paling bagus dan yang paling mahal di dunia.

Yaah,, demikianlah sepenggal kisah tentang coklat yang saya tahu. Semoga para insinyur pangan di negeri ini (khususnya saya sendiri) tidak mudah lengah sedangkan negeri ini memiliki potensi yang luar biasa dahsyatnya. Wassalam, semoga bermanfaat.

Advertisements

Cintanya Para Pecinta

cinta-rasulullah1

Kisah-kisah para sahabat seringkali mengingatkan saya akan makna Cinta. Cinta yang tulus dan hakiki, Cinta yang mana tidak akan sempurna iman kita sebelum ia kita persembahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Cinta yang akan membawa kita menuju ridho Allah subhanahu wa ta’ala dan syafa’at manusia termulia.

“Tidak sempurna iman seorang di antara kamu sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapaknya, anaknya, dan semua manusia” (HR Bukhari)

***

adalah sayyidina Abu Bakar ash-Shiqqiq ra., ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah secara sembunyi-sembunyi. kala itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat di gua Tsur, beliau tertidur berbantalkan paha Abu Bakar ra.. Tiba-tiba seekor kalajengking menyengat kaki Abu Bakar ra.. Abu Bakar ra. tentu merasa kesakitan, tapi beliau berusaha sekuat tenaga menahan sakit, hingga mencucurkan air mata, jangan sampai pahanya bergerak. Beliau khawatir orang tercintanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terbangun. maasyaaAllaah..

***

sahabat Zaid bin Datsima ra. sama sekali tak gentar menghadapi ancaman kaum kafir karena begitu luar biasa kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu, ia disandera oleh kaum musyrik Makkah dan akan dibunuh. “Hari ini, tidakkah engkau berharap Muhammad akan bersama dengan kita sehingga kami dapat memotong kepalanya, dan engkau dapat kembali kepada keluargamu?” kata Abu Sufyan kepadanya.

“Demi Allah, aku tidak berharap sekarang ini Muhammad berada di sini, di mana satu duri pun dapat menyakitinya – jika hal itu menjadi syarat agar aku dapat kembali ke keluargaku,” jawab Zaid tegas. “Wah, aku belum pernah melihat seorang pun yang begitu sayang kepada orang lain seperti para sahabat Muhammad menyayangi Muhammad,” sahut Abu Sofyan.

***

begitupula sayyidina Umar bin Khatthab ra.. Suatu ketika beliau berkata, “Ya, Rasulullah. Aku mencintaimu lebih dari segalanya, kecuali jiwaku.” Mendengar itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tak seorang pun di antara kalian beriman, sampai aku lebih mereka cintai daripada jiwamu.”

“Demi Dzat yang menurunkan kitab suci Al-Quran kepadamu, aku mencintaimu melebihi kecintaanku kepada jiwaku sendiri,” sahut Umar spontan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menukas, “Wahai Umar, kini kamu telah mendapatkan iman itu.” (HR Bukhari).

***

ketika salah seorang sahabat ra. bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapankah datangnya hari kiamat?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Apa yang sudah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Sahabat itu menjawab, “Saya tidak mempersiapkannya dengan banyak shalat, puasa, dan sedekah, tapi dengan mencintaimu dalam hati.” Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “InsyaAllah, engkau akan bersama orang yang engkau cintai itu.”

***

Suatu hari seorang sahabat hadir dalam suatu majelis bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku saya mencintaimu lebih dari mencintai nyawa, harta dan keluargaku. Jika berada di rumah, aku selalu memikirkanmu. Aku selalu tak bersabar untuk dapat berjumpa denganmu. Bagaimana jadinya jika aku tidak menjumpaimu lagi, karena engkau pasti akan wafat, demikian juga aku. Kemudian engkau akan mencapai derajat Anbiya, sedangkan aku tidak?”

Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terdiam. Tak lama kemudian datanglah Malaikat Jibril as. menyampaikan wahyu, “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Mereka adalah sebaik-baik sahabat, dan itulah karunia Allah Yang Maha Mengetahui.” (QS An-Nisa : 69-70)

***

maasyaaAllah.. begitu besar kecintaan para sahabat radhiyallahu ‘anhum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga kecintaan itu tertanam dalam kehidupan mereka. Cinta yang tak lekang oleh zaman, inilah sejatinya hakikat Cinta sehidup-semati. Cinta yang tulus di dunia, dan Cinta yang abadi di akhirat.

Sewajarnyalah jika kaum muslimin meneladani akhlaq beliau, menerapkan sunnahnya, mengikuti kata-kata dan seluruh perbuatannya, menaati perintah dan menjauhi larangannya. semoga bulan maulid ini menjadi salah satu momentum bagi kita untuk lebih mengenal Nabi kita sayyidul-anbiyaa’ wal-mursaliin habiibunaa wa syaafi’unaa wa qudwatunaa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. wallaahul-musta’aan.

Untaian Mutiara

islamic-wallpaers-youthkorner-12

Alam bersinar-seminar bersuka ria, menyambut kelahiran Al-Musthafa Ahmad
riang gembira meliput penghuninya, sambung-menyambung tiada hentinya
Bergembiralah, wahai pengikut Al-Quran, burung-burung kemujuran kini berkicauan
bersuluhlah dengan sinar keindahan, mengungguli semua yang indah tiada bandingan
Kini wajiblah bersuka cita, dengan keberuntungan terus-menerus tiada habisnya
Manakala kita beroleh anugerah, padanya terpadu kebanggaan abadi
Bagi Tuhan segala puji, tiada bilangan mampu mencakupnya
atas penghormatan dilimpahkan-Nya bagi kita, dengan lahirnya Al-Musthafa Al-Hadi Muhammad
Ya Rasulullah, selamat datang, ahlan wa sahlan
Sungguh kami beruntung dengan kehadiranmu
Ya Ilahi, ya Tuhan kami, semoga Kau berkenan memberi nikmat karunia-Mu
menyampaikan kami ke tujuan idaman, demi ketinggian derajat Rasul di sisi-Mu
Tunjukilah kami jalan yang ia tempuh, agar dengannya kami bahagia beroleh kebaikan melimpah
Rabbi, demi mulia kedudukannya di sisi-Mu, tempatkanlah kami di sebaik tempat di sisinya
Semoga shalawat Allah meliputi selalu rasul termulia, Muhammad
serta salam terus-menerus silih berganti setiap saat…
***************
Limpahkan, ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam
Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang…

Sumber: Maulid simthud-duror
Author: al-Habib al-Imam Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi

Mengenal Tujuh Imam Qira’at

Al Qur'an

Kawan2 sudah mengenal imam-imam qira’at al-Quran?
Sudah? atau belum?
Kalau belum, oke, mari kita kenal satu-satu ya. 🙂

***

Imam qira’at (bacaan al-Quran) sebenarnya cukup banyak jumlahnya, namun yang masyhur atau populer di kalangan kaum muslimin hanyalah tujuh orang. Qira’at dari tujuh imam ini telah disepakati dan diakui keshahihannya. Sebab lain dari kemasyhuran mereka adalah karena mereka adalah ‘ulama yang terkenal memiliki hafalan yang bagus, teliti, dan cukup lama menekuni ilmu qira’at al-quran. Di samping itu, juga banyaknya orang yang meriwayatkan qira’at dari mereka. Ketujuh imam qira’at itu adalah:

1. Abu ‘Amir bin al-A’la (w. 118 H)

Nama lengkap beliau adalah Abu ‘Amir Zabban bin al-A’la bin ‘Ammar al-Mazini al-Bashri radhiyallahu ‘anhu. Beliau merupakan seorang guru besar para perawi dan imam di bidang bahasa arab dan qira’at al-Quran, yang terkenal zuhud dan terpercaya. Di antara imam qira’at yang tujuh (al-Qurra’as-Sab’ah), beliau adalah yang paling banyak memiliki syaikh (guru). Beliau meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dan pernah pula belajar qira’at dari Hasan al-Bashri, Abu al-‘Aliyah Sa’id bin Jubair, ‘Ahim bin Abi an-Najud dan lainnya. Di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah Hafs ad-Duri dan as-Susi.

Hafs ad-Duri adalah Hafs bin ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz ad-Duri al-Azdi al-Baghdadi an-Nahwi (w. 246 H). Beliau adalah seorang imam qira’at dan merupakan orang pertama yang menghimpun ilmu-ilmu qira’at al-Quran. Sedangkan as-Susi adalah Abu Syu’aib bin Shalih bin Ziyad as-Susi ar-Ruqi (w. 261 H). Beliau adalah seorang ahli qira’at yang dhabith lagi terpercaya.

2. Ibnu Katsir (45-120 H)

Nama lengkap beliau adalah ‘Abdullah bin Katsir ad-Dauri al-Makki. Beliau adalah seorang tabi’in berdarah Persia dan pernah menjadi imam qira’at di Makkah. Beliau meriwayatkan dari ‘Abdullah az-Zubair, Abu Ayyub al-Anshari, Anas bin Malik, dan sahabat lainnya. Di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah al-Bazzi dan Qunbul.

Al-Bazzi adalah Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdullah bin al-Hasan al-Bazzi (170-250 H). beliau adalah seorang mu’adzdzin di masjid al-Haram, Makkah. Sedangkan Qunbul adalah Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Khalid bin Sa’id al-Makki al-Makhzumi (195-291 H).

3. Nafi’ al-Madani (70-169 H)

Nama lengkap beliau adalah Abu Ruwaim Nafi’ bin ‘Abdurrahman bin Abu Nu’aim al-Laitsi. Berasal dari Isfahan dan wafat di Madinah. Beliau seorang yang shalih dan terpercaya yang menjadi tokoh qira’at di Madinah, sehingga para penduduk di sana menganut qiraatnya. Syaikh (guru-guru) nya mencapai 70 orang. Di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah Qalun dan Warasy.

Qalun adalah Abu Musa ‘Isa bin Mina az-Zarqi al-Madani (121-220 H). Beliau adalah maula Bani Zuhrah. Sedangkan Warasy adalah ‘Utsman bin Sa’id al-Qibthi al-Mishri (110-197 H).

4. Ibnu ‘Amir asy-Syami (8-118 H)

Beliau adalah ‘Abdullah bin ‘Amr bin Yazid al-Yahsubi ad-Dimasqi. Seorang tabi’in yang pernah menjabat ketua peradilan (al-Qadhi) di Damaskus pada masa pemerintahan khalifah al-Walid bin ‘Abdul Malik. Beliau dilahirkan di Balqa’ dan wafat di Damaskus. Beliau meriwayatkan dari Abu ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu yang juga menjadi imam qira’at di Syam. Juga meriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah seorang yang ‘alim dan terpercaya, serta menjadi imam shalatnya ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz. Di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan.

Hisyam adalah Abu al-Walid as-Salmi ad-Dimasqi (153-245 H), seorang imam ahli hadits, qiraat, khatib, dan mufti bagi penduduk Damaskus. Sedangkan Ibnu Dzakwan adalah ‘Abdullah bin Ahmad bin Basyr bin Dzakwan al-Quraisy ad-Dimasqi (171-242 H), seorang qari’ dan imam masjid Damaskus.

5. ‘Ashim al-Kufi (w. 127/128 H)

Nama lengkap beliau adalah ‘Ashim bin Abu an-Nujud al-Asadi, dinamakan pula Abu Bakar bin Bahdallah al-Hannath. Beliau adalah maula Bani Asad, seorang tabi’in yang menjadi tokoh qira’at di Kufah. Di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah Syu’bah dan Hafs.

Syu’bah adalah Abu Bakar bin ‘Iyash al-Asadi an-Nihyali al-Kufi al-Hannath (95-193 H). Sedangkan Hafs adalah Hafs bin Sulaiman bin Mughirah al-Kufi. Beliau adalah seorang yang dhabith lagi terpercaya.

6. Hamzah al-Kufi (80-154 H)

Nama lengkap beliau adalah Hamzah bin Habib ‘Imarah az-Zayyad al-Kufi at-Taimi. Beliau adalah seorang yang terkenal sesudah ‘Ashim dan A’masy yang ahli ibadah dan zuhud. Beliau belajar qira’at dari banyak syaikh, seperti imam Ja’far ash-Shadiq dan memilih madzhab qira’atnya pada Hamran yang mengajarkan qira’atnya Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah Khalaf bin Hisyam dan Khalad.

Khalaf adalah Khalaf bin Hisyam, Abu Muhammad al-Kufi al-Bazzaz al-Baghdadi (150-229 H). Sedangkan Khalad adalah Abu ‘Isa Khalid asy-Syaibani al-Kufi (w. 220 H).

7. Al-Kisa’i (119-189 H)

Beliau memiliki nama lengkap Abu al-Hasan ‘Ali bin Hamzah al-Kufi. Seorang tokoh qira’at di Kufah sesudah imam Hamzah az-Zayyad, yang banyak menulis kitab tentang bahasa, nahwu, dan qiraat. Di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah al-Harits dan Hafs ad-Duri.

Al-Harits adalah al-Laits bin Khalid al-Baghdadi (w. 240 H). Sedangkan Hafs adalah juga murid dari Abu ‘Amr yang telah disebutkan sebelumnya.

Beraneka ragamnya qira’at yang shahih seperti yang sudah disebutkan di atas, mengandung banyak fungsi dan kegunaan, di antaranya adalah menunjukkan betapa al-Quran sangat terjaga dari segala bentuk perubahan atau pemalsuan serta penyimpangan. Padahal al-Quran memiliki sekian banyak segi bacaan (qira’at) yang berbeda.

Di samping itu, keragaman ini sangat memudahkan kita semua, kaum muslimin, untuk membaca al-Quran sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, sekaligus untuk mempermudah dalam memahami makna al-Quran. Karena antara sebagian qira’at dapat menjadi penjelas bagi qira’at lainnya yang masih bersifat mujmal dalam maknanya. {}

Wallaahu a’lam.


Sumber:
Alfan, Shodikin. (2004). Menuju kesempurnaan membaca al-quran. Surabaya: Penerbit APOLLO

Antimainstream

Saat orang-orang tidur | kita duduk berdzikir
Saat orang-orang lebih banyak tertawa | kita lebih banyak menangis
Saat orang-orang lebih banyak membicarakan artis | kita lebih banyak membicarakan kisah orang-orang sholih

Saat orang-orang lebih senang berkumpul di tempat maksiat | kita lebih senang kumpul di majelis ilmu dan dzikir
Saat orang-orang lebih senang melakukan sesuatu yang sia-sia | kita lebih senang melakukan sesuatu yang bermanfaat

Saat orang-orang mulai tidak peduli dengan hal-hal syubhat | kita tetap bersikap wara’
Saat orang-orang mulai bergantung pada dunia | kita tetap bersikap zuhud
Saat orang-orang mulai serakah | kita tetap bersikap qona’ah
Saat orang-orang mulai senang pamer untuk mendapatkan pujian | kita tetap bersikap tawadhu’

Saat orang-orang melalaikan al-Quran dan as-Sunnah | kita tetap teguh menghidupkannya
#meski itu berat
#bagaikan menggenggam bara api
#tapi ini jaminan kita akan beruntung
#Nabi SAW yang menjamin

“Akan datang suatu masa ketika itu orang yang tetap bersabar di antara mereka di atas ajaran agamanya bagaikan orang yang sedang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu)

Relatif

pur

Nafsu mengatakan seseorang itu cantik karena rupanya
Akal mengatakan seseorang itu cantik karena kepandaiannya
Hati mengatakan seseorang itu cantik karena akhlaknya


Sumber: Status seseorang

Summary

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 17,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"