Archive for December, 2013

Djaman Dhijital

pernah menemui istilah ini? jangankan anda, sayapun belum, hehe. sebenarnya saya hanya ingin menuliskan sebuah refleksi tentang perubahan jaman yang berdampak pada kehidupan sosial. daan… tulisan singkat ini saya beri judul “djaman dhijital”.

mari kita kembali ke masa lalu.

coba ingat-ingat kehidupan masa kecil kita. untuk anak-anak desa (seperti saya, hehe), barangkali yang teringat adalah suasana desa yang masih asri dengan banyak pepohonan, halaman rumah yang luas dan berupa tanah atau rumput, tak jauh dari rumah ada sungai yang masih lumayan bersih, bisa buat mandi, nyuci baju, nyuci piring, atau minum bagi yang rumahnya di pegunungan, dan segala macem, ada teman-teman seumuran yang tiap hari menjemput kita untuk mengajak bermain, entah layangan, kelereng, renang di sungai, atau sekedar cari capung, belut, kepiting, dan lain sebagainya. kita bisa keluar rumah sesuka hati, asal orang tua mengijinkan. berangkat main pagi, pulang siang, makan, main lagi atau disuruh tidur, sampe asar, mandi, ganti baju yang bersih, terus main lagi sampe maghrib atau ngaji di TPA/TPQ. habis maghrib kalau untuk yang sudah sekolah pasti disuruh belajar dan yang belum sekolah mungkin bisa langsung tidur.

berbeda lagi yang dialami anak-anak kota. barangkali yang terbayang adalah suasana rumah yang selalu rindang, sejuk, ada banyak mainan di rumah seperti mobil-mobilan, pesawat-pesawatan, boneka, robot-robotan, dan lain-lain. ada teman yang mengajak bersepeda keliling kompleks tiap sore, atau sengaja datang ke rumah kita untuk main video game, main balapan tamiya, atau yang lain. kadang-kadang kita yang keluar ke PS-an main sama teman biar rame. minta duit katanya buat beli jajan padahal buat main PS. pulang-pulang biasanya disuruh makan dan mandi. pakai baju bagus, dan nonton TV sambil main “gembot”.

dan jika kita bayangkan lagi, ternyata kejadian-kejadian itu terus berulang sampai kira-kira kita duduk di kelas 6, biasanya anak kelas 6 mulai banyak belajar untuk menghadapi Ujian Nasional.

tapi rupanya jaman sekarang tidak seperti jaman kita dulu kawan. tanah lapang di depan rumah banyak yang sudah tertutup semen atau paving blok. tidak bisa lagi digunakan untuk bermain kelereng. tepian sungai dekat rumah tidak lagi tanah, melainkan sudah disemen. tidak bisa lagi digunakan untuk mencari kepiting air tawar atau “yuyu”, yang mitosnya itu adalah mainannya tuyul, #gaknyambung. capung mungkin sudah jarang terlihat. jalanan sudah mulai ramai, sulit sekali menyeberang untuk sekedar mengejar layangan yang putus.

gembot, video game, PS-an sudah jarang kita temui, meskipun masih ada. mobil tamiya sudah tidak menarik lagi untuk dimainkan. begitupun crushgear, beyblade, yuGiOh, dan kawan-kawannya. hampir tiap rumah sekarang memiliki satu buah laptop atau minimal PC. beberapa punya tablet atau iPad. berisi banyak game dan aplikasi menarik lainnya. ya, seperti all in one. satu laptop, PC, tablet atau iPad bisa digunakan untuk memainkan buanyak sekali permainan. tidak perlu keluar rumah, tidak perlu kotor-kotor, tidak perlu nyemplung sungai, tidak perlu blusak-blusuk di kebun tetangga lagi untuk main petak umpet. main bola bisa pake PES, anticapek dan anticedera. mancing ikan bisa pake Fishing Frenzy (barangkali ada #ngawursih hehe). main tembak-tembakan yang biasanya pake jambu dan bunga jambu sebagai pelurunya, sekarang bisa dirasakan sensasinya dengan main Counter Strike. keren memang tapi saya pikir ini menimbulkan dampak sosial yang kurang baik.

saya mau cerita sedikit terkait topik ini. beberapa waktu lalu ada keponakan-keponakan saya datang dan main ke rumah tetangga saya yang kebetulan juga saudara saya. mereka datang bertiga, dua anak sudah SD dan satu lagi masih TK kalau tidak salah. saya pikir tiga anak ini mau bermain boneka barbie, bekel, kempyeng, atau apa kek yang biasanya dimainkan oleh anak cewek. eh, ternyata apa yang saya lihat? dua anak masing-masing bermain tablet dan asik sendiri. satu anak lagi bermain masak-masakan. saya cukup terkejut sih. bagaimana mungkin anak-anak yang biasanya selalu bermain bersama, kini bermain sendiri-sendiri dan sama sekali tidak berhubungan satu dengan yang lain. innalillaah. memang benar-benar djaman dhijital. semua dhijital. barangkali pola pikir anak-anak sekarang juga pola pikir dhijital. akibatnya teman bermain mereka semuanya dhijital. lenyaplah apa yang dahulu dinamakan komunikasi antarteman bermain, toleransi atas perbedaan keinginan, kolaborasi, sportifitas, rasa simpati, jiwa kompetitif, perasaan bangga karena menang dan sedih karena dikalahkan, emosi ala anak kecil, dan yang lain.

bermain tablet

bermain tablet

saya hanya takut anak-anak di djaman dhijital ini kurang matang secara sosial, akibat kurangnya pergaulan dan lemahnya kemampuan beradaptasi di lingkungan yang berbeda-beda.

semoga jaman anak-anak kita besok tidak semakin parah, kita harus mendidik anak-anak kita dengan baik agar jiwa-jiwa sosial mereka tetap terpupuk sejak dini.

Advertisements

Awesome! “The Most Creative”

BANYUWANGI – Konsistensi Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata kembali berbuah penghargaan. Kali ini, Banyuwangi menyabet gelar Travel Club Tourism Award 2013 untuk kategori “The Most Creative” tingkat kabupaten. Ini merupakan kali kedua bagi kabupaten berjuluk “The Sunrise of Java” itu menyabet Travel Club Tourism Award. Tahun lalu, Banyuwangi juga meraih penghargaan tersebut untuk kategori “The Most Improved”. Banyuwangi dinilai sebagai kabupaten yang mampu mengemas pengembangan pariwisata dengan kreatif, sehingga layak mendapatkan penghargaan kategori “The Most Creative” dalam ajang Travel Club Tourism Award 2013, menyingkirkan kabupaten lain. Inovasi pemasaran wisata melalui perhelatan Banyuwangi Festival dianggap mampu mengatrol pamor Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang layak dipilih. “Diraihnya penghargaan ini jadi pelecut agar pengembangan wisata Banyuwangi ke depan semakin baik,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Penghargaan tersebut diserahkan Dirjen Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Jum’at malam, (20/12). Travel Club Tourism Award 2013 diselenggarakan atas kerja sama Travel Club dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kemenparekraf. Untuk proses penjurian, selaim tim juri independen, Universitas Sahid Jakarta dilibatkan sebagai verifikator yang terjun meriset berbagai kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

Lebih dalam Bupati Anas mengatakan, pariwisata adalah sektor yang bisa dengan cepat menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat. Jika bisa dioptimalkan, pariwisata Banyuwangi akan memberi banyak dampak positif ke masyarakat.

Seiring dengan promosi yang dilakukan Banyuwangi, kunjungan wisatawan semakin terdiversifikasi. Jika dulu hanya terkonsentrasi di Kawah Ijen yang terkenal dengan blue fire (api biru), wisatawan kini mulai melirik Pantai Pulau Merah setelah ada kompetisi selancar internasional Mei lalu. Selain itu, atraksi wisata budaya masyarakat Using di Desa Wisata Kemiren juga makin diminati. “Yang bikin bangga seni-budaya setempat ikut terkerek oleh laju kemajuan pariwisata dan ekonomi Banyuwangi. Banyuwangi makin maju, go global, tapi punya akar budaya yang tetap membumi,” kata Bupati Anas.

Bupati Anas juga mencontohkan beragam acara wisata berbasis seni-budaya seperti Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Kuwung, dan Paju Gandrung Sewu yang mampu menjadikan kekayaan seni-budaya sebagai sarana untuk memacu sektor wisata sekaligus mengungkit kegiatan ekonomi. “Ini ibarat menembak dua burung memakai satu peluru. Dengan pengembangan wisata berbasis seni-budaya, konsolidasi sosial jalan, modal sosial terbentuk untuk memajukan daerah. Sisi lainnya, ekonomi bergairah karena promosi kencang,” tuturnya.

Berbagai event wisata yang dikemas secara kreatif dalam Banyuwangi Festival, lanjut Bupati Anas, berdampak setidaknya pada tiga hal. Pertama, peningkatan pendapatan daerah/komunitas lokal. Kedua, peningkatan imej daerah, bukan hanya terhadap orang-orang luar daerah, tapi juga dari perspektif komunitas-komunitas lokal. Ketiga, memperluas destination life-cycle, sehingga daerah tidak hanya dikenal melalui satu atau dua destinasi wisata saja. “Kami akan terus dorong cara-cara pengembangan dan pemasaran yang kreatif dan terintegrasi untuk memacu sektor wisata Banyuwangi,” ujar Bupati Anas. (Humas dan Protokol)

Sumber:
http://www.banyuwangikab.go.id/berita-daerah/banyuwangi-raih-gelar-travel-tourism-award-2013-the-most-creative.html

Makrifat

alam semesta beserta isinya... salah satu tanda kekuasaan Allah SWT

alam semesta beserta isinya… salah satu tanda kekuasaan Allah SWT

Berikut ini adalah kisah nyata yang pernah saya temui (atau ketahui). Mungkin sudah jarang kita temui di jaman modern seperti sekarang ini. Selamat menghayati. 🙂

#Satu

Seorang nenek yang tinggal di daerah pesisir kota Cirebon, rumahnya tidak besar, berdinding kayu, dan berlantai tanah. Tapi, beliau telah mampu menunaikan ibadah haji, dengan jerih payahnya sendiri.

Ya, nenek ini lebih mengutamakan melaksanakan perintah Allah daripada membangun dunianya, yang menurutnya pasti akan diambil juga oleh-Nya.

#Dua

Diceritakan, seorang Hasan Al-Bashri ra. suatu ketika mendengar kabar bahwa ia telah dighibah oleh seseorang. Apa yang lantas beliau lakukan? Beliau mencari orang yang meng-ghibah tersebut lalu memberinya hadiah.

Ketika beliau ditanya atas tindakan anehnya itu, beliau menjawab, “bagaimana tidak, dia telah memberiku pahalanya di akhirat nanti..”

#Tiga

Dikisahkan, seorang kakak melihat salah satu adiknya memandangi ikan-ikan yang ada di dalam akuarium di rumahnya. Selang beberapa saat, kakak itu melihat adiknya sudah meneteskan air mata.

Begitu besar kekuasaan Allah yang bisa ditemui bahkan dari ikan-ikan kecil. Bagaimana dengan alam raya yang sangat luas ini, lengkap dengan seluruh isinya, dan berjalan secara seimbang, tidak kurang sedikitpun, tidak luput sedikitpun dari pengaturan Allah.

Ya, kita hanya makhluk kecil yang lemah. Sangat hina rasanya ketika kita lupa -bahkan sedetik- dari bertafakkur tentang kesempurnaan penciptaan langit, bumi, dan segala isinya ini. Hina.. hina.. hina..

Begitupula, #Empat

Mereka yang senantiasa memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebelum kepada makhluk.

Karena yakin Allah jua lah yang menggerakkan hati setiap makhluk.

***

Semoga kita dan keluarga kita dijadikan orang yang makrifat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

“… (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'” (QS. Ali Imran 3 : 191)

Wallahu a’lam.

Merantau

merantau-cl-031

Merantaulah… agar kau tahu bagaimana rasanya rindu dan ke mana kau harus pulang

Merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga

Merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali

Merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya… pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan

Merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yang kau lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kau
pulang ke rumah

Merantaulah… engkau akan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh

Merantaulah… engkau akan lebih mengerti arti sebuah perpisahan

Merantaulah… semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang


Sumber:
fmaulidaa.tumblr.com

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"