Jalur Kuning yang Spesial

Reblogged from : http://twbsm09.tumblr.com/day/2013/09/26

Pernah ke Kota Bandung? Pernah jalan-jalan di trotoarnya? Kalaupun pernah mungkin anda akan dikejutkan oleh inovasi yang satu ini. Karena sebelumnya belum pernah ada di Bandung. Hehe. Mari kita simak saja tulisan di bawah ini.

Beberapa bulan belakangan ini Kota Bandung mulai ditata, dipercantik. Terutama jika melihat beberapa trotoar yang diperluas, gorong-gorong tempat mengalirnya air juga diperdalam dan di benahi. Namun ada satu hal yang mengusik hati saya yaitu adanya lantai yang menyusun trotoar ini. awalnya saya berpikir itu merupakan jalur sepeda, namun rasanya bukan, karena jalur berwarna kuning yang berada di trotoar ini terlalu kecil untuk dijadikan lintasan sepeda.

jalur kuning di trotoar Kota Bandung
jalur kuning di trotoar Kota Bandung

Awalnya saya mengabaikan jalur warna kuning tersebut. namun keingintahuan saya akan warna kuning di jalur pedestrian di kota bandung yang lagi gencar-gencarnya di bangun dan dibenahi ini muncul lagi, dan akhirnya saya menemukan jawabanya.

Ternyata jalur yang berwarna kuning yang mungkin beberapa dari kalian sering melihatnya ketika naek angkot, atau berjalan di trotoar itu merupakan Tactile Paving. Ini merupakan lantai dengan desain  khusus. fungsinya adalah memberikan jalur khusus bagi para tuna netra atau orang yang memiliki gangguan penglihatan agar dapat menikmati ruang publik  serta dapat berjalan ditrotoar seperti orang pada umumnya.

Pejalan kaki di atas trotoar
Pejalan kaki di atas trotoar

Jalur ini banyak digunakan terutama dinegara-negara yang sudah memiliki layanan publik bagi penyandang cacat yang cukup baik seperti Autralia, Jepang,Amerika Serikat dan beberapa negara lainya. artinya kota Bandung sudah mulai peduli dengan pemanfaatan ruang publik bagi warganya, bukan hanya orang pada umumnya, namun juga sudah memberikan hak-hak kepada penyandang tuna netra untuk merasakan ruang publik, dengan di pasangnya tactile paving di trotoar-trotoar kota Bandung.

Namun sayang, pemasangan ini tak diimbangi oleh kesadaran atau pengertian dari beberapa warga . Sehingga tidak jarang kita jumpai jalur kuning ini dijadikan tempat parkir, tempat untuk berjualan dan beberapa tempat yang menghalangi fungsi jalur ini sebagai mana mestinya.

wah, sayangnya masih ada parkir liar di trotoar
wah, sayangnya masih ada parkir liar di trotoar

Sejatinya, kita harus mulai sadar dan menghargai hak-hak orang lain, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Memberikan hak pejalan kaki, seperti halnya anda yang memiliki kendaraan yang diparkir, pejalan kaki pun menginginkan tempatnya tidak direbut oleh kendaraan yang diparkir sembarangan.

Niat baik pemkot Bandung untuk memberikan fasilitas kepada tuna netra untuk bisa menikmati ruang publik pun harus kita dukung, agar menjadikan Kota Bandung, kota yang bersahabat bagi semua warganya.  Dan untuk semua kota di Indonesia yang telah mulai memasang fasilitas ini, dan mulai membenahi kotanya. marilah kita menjaganya, merawatnya dan mencintainya. karena Kota tanpa warganya yang sadar akan kotanya, hanya akan menjadi ruang yang kumuh dan hampa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s