Hikmah dari Buah Limau

buah limau
buah limau

Kawan2 lebih suka memberi atau diberi sesuatu? Oke, ada sebagian yang lebih suka memberi dibandingkan diberi. Tapi bagaimana kita mau menolak jika kita diberi sesuatu oleh orang lain? Ya, kan? Ya.. mungkin yang dirasa kurang baik adalah meminta-minta. Yakni meminta-minta sesuatu yang sebenarnya kitapun bisa mendapatkannya tanpa meminta. Lantas, bagaimana sikap kita ketika menerima pemberian dari orang lain? Apakah kita lihat dulu apakah sesuatu itu bagus atau tidak? mahal atau tidak? kita sukai atau tidak? si pemberi ikhlas atau tidak? Haha, pasti macem-macem lah ya, tiap orang beda-beda. Baiklah, sekarang mari kita bandingkan dengan sikap junjungan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menerima pemberian orang lain.

***

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Sungguh bagus buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Para sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu.

Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

“Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam sejak kali pertama saya merasakannya. Kiranya kalian ikut makan, saya takut ada di antara kalian yang akan mengernyitkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya takut hatinya akan tersinggung. Karena itulah saya habiskan semuanya.”

***

MasyaAllah.. sedemikian indah akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Diceritakan, wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermainkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dengan hadiah buah limau yang masam itu. Sayangnya rencananya tidak berhasil berkat kemuliaan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga kita dapat meneladani akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mulai dari bagaimana menghargai perasaan sesama, murah senyum, hingga bertutur dengan cara yang paling baik dan hikmah. Wallahu a’lam bishshowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s