The Next Silver Medal

Saya sangat bersyukur telah diberikan kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bisa masuk ke Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) ITB untuk menyaksikan penutupan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013, tadi siang sampai mendekati pukul setengah empat (07/9). Rasanya seperti kembali ke masa-masa SMA dulu ketika saya juga mengalami hal serupa, waktu itu (kalau tidak salah) di JI EXPO Jakarta. Ya, benar, saya jadi merasa muda kembali. Perasaan berdebar-debar, seakan-akan saya yang akan dapat medali, harap, dan haru jadi satu. Seruu, lebih seru dari penutupan pas jaman saya dulu (2009).

***

SMAN 1 Glagah, mungkin hanya sedikit orang yang tidak asing lagi dengan nama ini, adalah salah satu SMA di Banyuwangi berusia cukup tua. Dulu bukan SMAN 1 Glagah namanya, tapi SMAN 1 Banyuwangi, karena belum ada SMA lain di Kabupaten Banyuwangi. Mungkin setelah banyak SMA-SMA lain yang berdiri di tiap kecamatan, begitu pula di kota Banyuwangi sendiri, SMAN 1 Banyuwangi lalu berubah namanya menjadi SMAN 1 Glagah. Penamaan ini didasarkan pada kecamatan tempat SMA itu berdiri (Kec. Glagah, Giri, Genteng, dll).

SMAN 1 Glagah (atau Smansa) mulai menunjukkan taringnya di kancah OSN Tingkat Nasional pada tahun 2007, dua tahun di atas angkatan saya. Sebelum itu, belum satupun siswa Smansa yang mampu tembus hingga tingkat Nasional. Salah satu perwakilan Banyuwangi dari  Smansa yang berhasil tembus pada tahun 2007 adalah mbak Kia. Mbak Kia berhasil mempersembahkan medali perak OSN yang pertama untuk Smansa di Bidang Kimia. Masih segar di ingatan saya, waktu itu mbak Kia dipanggil maju pada saat upacara bendera Hari Senin. Waktu itu saya masih kelas satu dan tidak tahu OSN itu apa.

Setelah era mbak Kia, adalah era Mas Bagus dkk. Mas Bagus berhasil menjuarai OSN Tingkat Kabupaten Bidang Kimia. Sayangnya, mas Bagus tidak tembus ke OSN Tingkat Nasional. Pada tahun 2008, Smansa tidak mendapat medali.

Selanjutnya adalah era Tita dkk, termasuk saya. Tita adalah adiknya mbak Kia. Pada tahun 2009 ini Smansa (boleh dibilang) merajai OSN Tingkat Kabupaten Bidang Kimia. Bagaimana tidak, Juara 1, 2 dan 3 dibabat semua. Juara 1 diraih oleh teman saya, Tita Maulida (sekarang Kedokteran Unair), juara 2 juga diraih oleh teman saya, Dicky Nanda (sekarang Kedokteran Unud), dan juara 3 diraih oleh saya sendiri (sekarang Teknik Kimia ITB). Selain Kimia, seinget saya Smansa juga juara 1 Bidang Komputer (Fahmi, Teknik Informatika ITS), juara 2 Bidang Fisika (Febi Saiful, Farmasi Unair) , serta juara 2 dan 3 Bidang Matematika (Erwin, Kedokteran UGM, dan Gunung, Kebendaharaan Negara STAN). Alhamdulillah, pada tahun ini Smansa kembali mengirim perwakilan untuk OSN Tingkat Nasional, kali ini dua orang siswa, yaitu saya dan Gunung, sekaligus satu-satunya (eh, dua-duanya) perwakilan dari Banyuwangi.

Inilah puncaknya. Sayang beribu sayang, tahun ini tidak ada pembinaan dari dinas pendidikan provinsi (tidak seperti tahun-tahun sebelumnya), sehingga kami berangkat dengan ilmu seadanya. Apa yang kami pelajari juga sepertinya sangat minim yang terserap karena sistem pembinaan yang tidak optimal. Mungkin ini pelajaran agar kami tidak sombong, barangkali (wallahu a’lam), kami berdua ditakdirkan tidak mendapat medali. Pada tahun 2009, Smansa kosong medali lagi.

Setelah era Tita, adalah era Khosy dkk. Saya lupa tahun 2010 ini ada berapa siswa yang berhasil menjuarai OSN Tingkat Kabupaten. Seingat saya tahun ini juga tidak ada yang lolos ke OSN Tingkat Nasional. Pada tahun ini giliran SMAN 1 Genteng yang unjuk gigi. Satu medali perak berhasil dibawa pulang oleh salah satu siswanya bernama Zainul (Sekarang di Teknik Kimia ITB). Intinya, pada tahun 2010, lagi-lagi Smansa kosong medali.

Tahun 2011 adalah era Kautsar dkk. Pada tahun ini ada dua siswa Smansa yang lolos ke OSN Tingkat Nasional. Masing-masing mewakili Bidang Kimia (Kautsar, Kimia Unair) dan Bidang Fisika (Ricky, Teknik Perminyakan ITB). Kedua siswa ini tergolong cukup sukses. Keduanya berhasil membawa pulang medali perak untuk Bidang Kimia, dan emas untuk Bidang Fisika. Salut! Setibanya di Banyuwangi, keduanya langsung diarak keliling Smansa dan sebagian daerah di Banyuwangi.

Pada tahun 2012, Smansa kembali sepi medali. Pada tahun ini perwakilan dari Banyuwangi di Tingkat Nasional hanya dari SMA tetangga, SMAN 1 Giri. Waktu itu SMAN 1 Giri mengirimkan satu siswanya untuk bertanding di Bidang Astronomi. Sayangnya medali belum bisa diraih.

Tahun ini adalah era Wahyu Orphan dkk. Meski hanya berhasil juara 3 OSN Tingkat Kabupaten Bidang Kimia, ternyata kemampuannya tidak bisa diremehkan. Wahyu menunjukkan taringnya di perhelatan OSN Tingkat Provinsi dengan menjadi juara 1 OSN Tingkat Provinsi sekaligus lolos ke OSN Tingkat Nasional. Pada tahun ini sepertinya juga tidak ada pembinaan dari dinas pendidikan provinsi. Apadaya, Wahyupun belajar privat kepada Pak Jatmiko, salah satu pembimbing OSN Kimia Smansa, dan diprivat pula oleh Kautsar yang pernah mendapatkan medali perak pada OSN dua tahun sebelumnya. Jerih payahnya akhirnya membuahkan hasil, meski pada awalnya tidak menargetkan medali, tapi Wahyu berhasil menyabet medali perak dalam OSN Tingkat Nasional tahun 2013 ini.

Bukan main senangnya Pak Jatmiko. Senyum beliau merekah setelah menerima SMS dari dewan juri bahwa Wahyu mendapatkan medali perak.

Bukan main senangnya Pak Jatmiko. Senyum beliau merekah setelah menerima SMS dari dewan juri bahwa Wahyu mendapatkan medali perak.

Waah, pokoknya senang sekali. Kebetulan saya dan Pak Jatmiko menyaksikan langsung pengumuman pemenang sekaligus penyerahan medali di acara penutupan OSN 2013 ini. Alhamdulillaah. Pada tahun ini, tambahan satu medali perak lagi untuk Smansa di Bidang Kimia.

DSC00211
Wahyu Orphan (kiri) bersama Pak Jatmiko (kanan) selaku pembimbing OSN Kimia SMAN 1 Glagah Banyuwangi
Wahyu dan medalinya
Wahyu dan medalinya

Bagusnya, pada tahun ini, SMAN 1 Giri berhasil meraih medali perunggu di Bidang Astronomi atas nama siswa yang sama dengan tahun sebelumnya (2012). Alhamdulillaah. Sepertinya ini menjadi medali pertama SMAN 1 Giri di perhelatan OSN ini. Kami sebagai alumni tetangganya (SMAN 1 Glagah), ikut senang, karena ini artinya SMA-SMA di Banyuwangi sudah mulai bangkit dan saling berlomba untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.

***

Selamat! Saya ucapkan kepada SMAN 1 Glagah dan SMAN 1 Giri, atas prestasi yang telah diraih. Semoga ini menjadi momen yang penting untuk meningkatkan prestasi di tahun yang akan datang, baik di OSN maupun kompetisi lainnya. Bagaimanapun, saya sangat bangga dengan almamater saya, yaah, meskipun tidak banyak yang bisa saya persembahkan.

Semangat juga! untuk para guru yang senantiasa bermandi keringat dalam membimbing siswa2nya dalam mengarungi kompetisi ini. Semoga tahun depan lebih banyak lagi siswa dari Banyuwangi khususnya SMAN 1 Glagah yang membawa pulang medali dan menebar nama harum Banyuwangi dan SMAN 1 Glagah di kancah Nasional, atau bahkan Internasional. Aamiin. (hbb)


Ditulis dengan tinta senyum dan pena kebahagiaan di atas kertas kebanggaan

Salam,
Habibi Alisyahbana, IAPB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s