Pembangunan dan Badminton

Rasanya akhir-akhir ini dunia semakin sempit. Eh, bukan, maksud saya pembangunan di kota Bandung, khususnya daerah sekitar kampus semakin marak. Orang-orang yang punya duit saling berlomba membangun kos-kosan. Bagaimana tidak, kos-kosan termasuk ladang usaha paling prospektif di daerah sekitar kampus selain kuliner, apalagi di masa-masa pergantian tahun ajaran seperti ini.

Di sini (Plesiran-red), kos-kosan murah dan “lumayan” bagus sangat diburu, khususnya bagi mereka yang tidak ingin berada jauh-jauh dari kampus tapi tetap mendapat tempat istirahat yang layak dengan harga terjangkau. Tapi sepertinya yang seperti ini sudah jarang. Para pemilik kos-kosan selain adu harga, juga adu kualitas. Sudah jarang yang mau menyediakan kos-kosan yang murah tapi “lumayan” bagus, atau sebaliknya, “lumayan” bagus tapi murah, hehe. Saya jadi bersyukur waktu itu (2 tahun silam), kami (BIUSers Kosan 24) bisa dapat kosan dengan harga yaah bisa dibilang terjangkau lah, dengan kualitas yang tidak kalah dengan kosan elit lainnya. Alhamdulillaah, kosan 24 ini juga sangat aman dari gangguan apapun, kecuali mbak Kun*i, hehe. 

salah satu masjid di daerah plesiran. kosan2 di sekitarnya, ukurannya kira2 setinggi masjid ini.
salah satu masjid di daerah plesiran. kosan2 di sekitarnya, ukurannya kira2 setinggi masjid ini.

Oke, kembali ke topik. Maraknya pembangunan seperti ini bisa dikatakan juga berdampak pada berkurangnya lahan hijau dan terbuka. Anggap saja lahan hijau punya kepentingan untuk menyediakan bahan untuk kita bernapas (oksigen-red) dan lahan terbuka untuk tempat main anak-anak dan mahasiswa. Kadang saya merasa kasihan kepada anak2 kecil di dekat kosan saya yang bermain rumah-rumahan di depan gerbang kosan, padahal di desa saya masih banyak lahan sangat luas di mana anak2 kecil bisa main layangan sambil lari-lari, juga bersepeda dan kejar-kejaran ke sana ke mari.

Tapi yang paling menyedihkan adalah ketika menyaksikan teman kosan saya bermain badminton di dalam koridor kosan, tepatnya di depan kamar B3, B5, B6, dan B7 (tentu teman2 tidak perlu tahu posisi kamarnya di mana, hehe). Fotonya bisa dilihat di bawah ini. Sebenarnya teman saya tidak setuju fotonya saya pajang, tapi karena wajahnya tidak begitu terlihat, jadi tidak mengapa (teman2 bisa tebak sendiri). Selain teman saya (yang ada di foto, dan yang ada di samping saya pas saya ngefoto), saya ternyata tertarik ikut bermain juga pada babak kedua. Sayang, saya tidak bisa mengambil foto diri saya sendiri pas saya melakukan smash, haha (pasti keren).

tampak salah satu pemain sedang mengembalikan smash lawannya. eiits.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s