Desa Tanpa Sinyal | #RPC2013

Rabu, 24 Juli lalu adalah jadwal kami survei ke lokasi tempat program Banyuwangi Berbagi akan dilaksanakan. Yap, kami pergi ke Desa Sumbernanas, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Termiskin

Desa Sumbernanas merupakan desa yang terletak paling ujung Kecamatan Kalipuro. Desa ini terletak di tengah hutan milik Perhutani sehingga sangat jauh dari keramaian. Kondisi jalan menuju desa ini tergolong jelek (hanya bebatuan dan tanah yang kadang tidak rata), hanya bisa dilewati oleh motor nonmatic dan pick up atau truk. Jangan berharap membawa motor matic atau city car (cem Jazz, Avanza, dll), takut nanti pulangnya “kenapa-napa”, hehe. Mungkin karena kondisi inilah Desa Sumbernanas cukup terisolasi dari lingkungan luar. Desa ini juga dinobatkan sebagai desa termiskin se-Kecamatan Kalipuro. Sebagai pengetahuan tambahan, Kecamatan Kalipuro sendiri merupakan kecamatan termiskin di Kabupaten Banyuwangi dan rangking dua termiskin di Jawa Timur. waw.

Kondisi jalan menuju Desa Sumbernanas. Ini tergolong yang cukup bagus.
Kondisi jalan menuju Desa Sumbernanas. Ini tergolong yang cukup bagus.

Sederhana

Warga Desa Sumbernanas sangat jauh dari kemewahan. Sebagian besar warga mencari penghidupan di hutan, entah mencari kayu bakar, menyadap karet, bertani, dan lain-lain, dan memperoleh uang dari hasil hutan yang mereka jual ke pasar. Rumah warga sebagian besar berdinding gedhek (anyaman bambu) dan berlantaikan tanah, kecuali beberapa rumah saja yang berdinding semen dan batubata. Eloknya, lingkungan Desa Sumbernanas ini terlihat bersih, tidak ada sampah berceceran, dan udaranya pun sejuk. Iyalah, di tengah hutan, gitu.. hehe..

Penampakan salah satu rumah warga
Penampakan salah satu rumah warga.

Yang keliatan paling bagus tuh masjidnya. Pantes, tempat ibadah, ya kan? Yang saya tahu, ada dua masjid, satunya kecil, satunya besar. Keduanya berdinding semen, berlantai keramik, terlihat putih dan bersih. Mantap.

Tanpa Sinyal

Satu-satunya kemewahan di desa ini adalah motor dan televisi. Motor, sudah tentu, penting untuk mendistribusikan hasil hutan ke pasar untuk dijual, atau untuk belanja. Televisi, hanya beberapa warga saja yang punya. Biasanya di samping rumahnya ada tiang antena yang terbuat dari kayu atau bambu panjang.

Jangan berharap sinyal HP, apalagi yang sekelas 3G atau HSDPA. Sinyal GPRS saja hilang. Jadi kemungkinan tidak ada handphone di desa ini. Semua jenis komunikasi dengan dunia luar dilakukan dengan surat ataupun secara langsung. Jadi inget jaman dulu, hehe.

Banyuwangi Berbagi

Banyuwangi Berbagi merupakan sebuah program yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurut pak RW, kebetulan di desa ini terdapat 35 janda yang tidak mampu atau sudah tidak layak untuk bekerja. Melalui program Banyuwangi Berbagi, 35 janda ini akan diberikan santunan berupa sembako (beras, gula, dan minyak goreng). Santunan juga diberikan kepada 2 anak yatim yang ada di desa ini, masing-masing mendapatkan satu paket peralatan sekolah.

Seperti harapan kami, program ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari ketua masyarakat setempat. Beliau berharap dengan adanya program ini janda-janda yang tidak mampu minimal dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan pangannya.

Kiri : pak RW, Kanan : Pak Muhali, selaku ketua masyarakat setempat.
Kiri : pak RW, Kanan : Ustadz Mahali, selaku ketua masyarakat setempat.

Oooh.. Sumbernanas..

Saya pikir di desa ini banyak nanas, tapi kemarin pas ke sana, saya tidak melihat pohon nanas sama sekali, atau memang saya yang gak lewat di kebun nanasnya. Haha.. entahlah. Tapi kalau benar tidak ada nanas, lucu juga dulu leluhur mereka menamai desa ini dengan Sumbernanas. Hihihi.

>> Bersambung

One thought on “Desa Tanpa Sinyal | #RPC2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s