Yang Lebih Kita Cinta

Kawan, tiba-tiba terpikir oleh saya beberapa pertanyaan berikut. berharap bisa menjadi bahan tafakkur/renungan bersama, meskipun hanya sedikit.

mana yang lebih pilih ketika waktu shalat tiba : melanjutkan pengerjaan tugas besar, atau beranjak untuk sholat berjama’ah?

buat anak muda nih, mana yang lebih kita kenal : pemain bola, para boyband, artis hollywood, atau Allah dan rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

lalu, manapula yang lebih kita ikuti : gaya hidup para artis, atau gaya hidup rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

rada fatal nih, sekarang mana yang lebih kita takuti : telat nonton pertandingan bola, atau kehabisan waktu untuk tahajjud dan dhuha? takut dicela orang di dunia, atau takut akan adzab Allah yang amat pedih?

yang sekarang sedang kritis, mana yang selama ini lebih kita teladani : akhlak orang kafir, atau akhlak rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat ?

mana yang lebih kita percaya : ramalan dukun, paranormal, atau perkataan para ulama’?

mana yang lebih kita hafal : al-quran dan hadits, atau lagu-lagu dan syair-syair yang tiada berguna di dunia dan akhirat?

lalu yang mana yang lebih kita dekati : gerombolan teman yang main kartu, tempat-tempat hiburan, atau majelis-majelis ilmu?

mana yang kita senangi : amal-amal kita dipuji orang, atau biar saja orang tidak ada yang memuji? karena semua amal ini untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

siapa yang lebih kita hormati dan muliakan selama ini : dosen, senior, atau orang tua dan guru-guru kita dalam hal agama?

siapa yang lebih kita sayangi dan perhatikan : saudara dan kerabat-kerabat kita, atau pacar?

Tahukah, kawan, sebenarnya semua itu bermuara pada satu pertanyaan,

apakah kita semua lebih cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kita lebih cinta kepada syetan dan hawa nafsu belaka?

wallaahul-haadiy.. Allah-lah sang maha pemberi petunjuk. jika jalan yang kita tempuh terasa semakin jauh, mohonlah pada-Nya agar dituntun menuju jalan yang benar, lalu mohonlah agar Allah meneguhkan langkah kita di jalan itu.

wallaahul-musta’aan.. Allah-lah sebaik-baik tempat kita meminta pertolongan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai-Nya, dan Dia pun mencintai kita. Aamiin.. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s