Jalan-jalan : Bogor

sebenarnya sudah ingin saya post beberapa hari yang lalu, tapi apa daya baru sempat nulis sekarang, hhe.

Bogor. pas saya main ke sana kemarin, pas hujan. *tapi bukan gara-gara ini kan, bogor dinamakan kota hujan? kebetulan sedang  hujan aja kali ya. tapi hujannya tidak terlalu deras, rintik-rintik cuman lama. pusat kotanya sangat dekat dengan terminal. terminalnya pun sangat dekat dengan pintu tol. jadi intinya semua berdekatan. di pusat kota ini terdapat monumen kujang, yang (mungkin) melambangkan bahwa bogor masih termasuk tanah sunda.

Oiya, satu lagi. saya kira Bogor itu hawanya dingin seperti Bandung. ternyata, hampir sama dengan Banyuwangi,, rada-rada anget gitu.

monumen kujang. sepertinya monumen ini yang menjadi titik nol kota Bogor.
monumen kujang. sepertinya monumen ini yang menjadi titik nol kota Bogor.

Angkot oh Angkot

di bogor angkotnya sangat buuanyak, dalam satu jalur/rute bisa ada 5 angkot yang jalannya berdekatan.. dan angkotnya juga lucu-lucu, pendek dan kadang-kadang ada sound system di dalamnya. *rada niat emang supirnya

sayangnya, angkot yang melimpah ruah sampe tumpah-tumpah ini kadang-kadang bikin macet. yang paling menyebalkan adalah ketika si angkot berhenti secara tiba-tiba di tengah jalan untuk menurunkan penumpang. parah lah, seakan-akan sopir angkot tidak tahu bahwa itu akan membahayakan orang di belakangnya dan dapat menyebabkan kemacetan.

IPB,, akhirnya…

yaak,, akhirnya saya bisa masuk IPB juga, meskipun hanya sekedar keliling dan lihat-lihat pemandangan. terimakasih kepada agan Afwin dan Amilin yang mengajak saya muter-muter IPB, sampe lewat kandang, kebun, masuk masjid Al-Hurriyah, dan foto-foto di depan gedung rektorat. *keliatan ndeso ya saya,, biarin.

gedung rektorat IPB.
gedung rektorat IPB.
saya dan gedung rektorat IPB. hehe.
saya dan gedung rektorat IPB. hehe.

Rusa

berinteraksi dengan hewan termasuk sesuatu yang saya suka. kali ini saya main-main dengan pak Rusapak Rusa ini banyak berkeliaran di halaman Istana Bogor, dan memang dibiarkan seperti itu. uniknya, ternyata orang-orang boleh memberi makan si rusa-rusa ini. makanan yang diberikan biasanya wortel atau kangkung. memang benar, rusa-rusa ini sangat suka sekali makan wortel dan kangkung. kebetulan di luar pagar ada banyak penjual wortel dan kangkung, jadi saya beli kangkung saja satu ikat. saya pikir mahal, ee.. cuma seribuan.

melihat rusa-rusa itu makan,, aduuuh.. lucunya, andai punya piaraan rusa, terus bisa ditunggangi, pasti keren. *haha, ngayal. saya jadi terpikir betapa indah dan sempurna makhluk-makhluk ciptaan Allah itu. mulai dari hidungnya yang sedikit mengkilap tapi kering (keliatan lucu), matanya yang bening dan berkedip-kedip, lidahnya yang goyang nganan-ngiri ketika mengunyah, telinganya yang gerak-gerak, tanduknya yang keren abis, bintik-bintiknya yang lembut dan imut-imut, belum lagi kalau jalan,, duuuh eloknya. mahasuci Allah dari segala kekurangan dalam menciptakan makhluk.

mungkin ada ratusan rusa di sini yang ingin makan kangkung saya, *ge’er. tapi saya hanya beri makan 2 rusa saja. hhe.

rusa makan kangkung. nyam-nyam-nyam.
rusa makan kangkung. nyam-nyam-nyam.
ini namanya rusa. lucu ya.  hehe.
ini namanya rusa. lucu ya. hehe.

Kebun Raya Bogor

tempat ini sebenarnya yang saya buru di Bogor. setelah bermain-main dengan rusa, saya langsung menuju Kebun Raya Bogor yang terletak di sebelah Istana Bogor. harga tiket masuknya ternyata lumayan mahal, sekitar 13 ribu kalau tidak salah. okelah hajar!

banyak sekali koleksi tanaman di sini, sepertinya yang paling lengkap se-Indonesia. mungkin ada ratusan spesies tanaman yang semuanya hidup dengan baik. mulai dari tanaman air, sampai anggrek. cukup luas memang, dan ada banyak sekali jalur. saya sampai bingung mau lewat jalur yang mana. akhirnya saya jalan saja maju, ke mana kaki melangkah,, ya saya turuti saja. hhe.

pas jalan-jalan, ada satu hal yang membuat saya begitu iri melihatnya. yaitu semua orang selain saya jalan-jalannya bareng keluarga. bareng istri, anak, kakek, nenek, dan kadang bersama teman-temannya. sedangkan saya sendirian saja, bikin galau.

Ah, suatu saat juga pasti bisa seperti mereka, hhe, insyaaAllah.

penunjuk arah kebun raya bogor.
penunjuk arah kebun raya bogor.
daun teratai. sayang bunganya belum mekar.
daun teratai. sayang bunganya belum mekar.
jembatan merah atau jembatan gantung.
jembatan merah atau jembatan gantung.

terakhir, sebelum saya pulang, saya membeli asinan di dekat terminal. toko tempat saya beli asinan lumayan bagus dan lokasinya strategis. saya sudah curiga nih asinan pasti mahal. eh, ternyata benar. Rp16.000,00, woooo… *selamat** sudah kadung dibungkusin masak saya bilang gak jadi? yasudah, buat pengalaman. ingin nyicipin doang sih sebenarnya asinan tuh seperti apa. dan pas saya makan : asin, asem, gak pedes (padahal katanya pedes), manis, buahnya ada yang aneh (mungkin pala),, nooo.. seperti rujak “kecut”, tapi nanggung rasanya. seger? hmm.. lumayan sih, tapi tetap kurang berasa segarnya. *maaf ya orang Bogor

saya pulang naik bis, dan saya kembali ditemani oleh hujan. selamat tinggal kota Bogor, insyaaAllah kapan-kapan kalau ada kesempatan balik lagi. hihihi.

2 thoughts on “Jalan-jalan : Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s