Archive for June, 2013

Kenal Diri

siapa diri kita? ya kita sendiri yang harus mencari tahu.

siapa diri kita? ya kita sendiri yang harus mencari tahu.

Temen2 pernah merasa sangat putus asa sampe (kepikiran) hampir bunuh diri?
mm.. bunuh diri terlalu parah. bagaimana kalau minder, pernah? temen2 mungkin pernah berkata, “saya kok gini2 aja sih, gak bisa pinter kaya temen2 yang lain”?
atau barangkali pernah merasa paling sempurna? merasa diri kita yang paling baik, paling dermawan, paling pinter, paling alim? “heheh, temen2 gue gitu2 aja ya, masih belum pinter juga, hukum termo dua aja kagak tahu sampe sekarang”.

wah kalau sudah gini gawat, temen2. kalau saya boleh bilang, kita sudah tidak mengenali lagi diri kita sendiri. kenapa begitu?

Ya, sebenarnya kita bisa menghindari itu kalau kita mau mengenali diri kita ini seperti apa. Seperti apa contoh orang yang mengenali dirinya? yang sederhana aja deh, para pelawak di TV. kalau dipikir2 tampang mereka kadang gak ganteng2 banget, suara cempreng, dan seperti gak punya malu. kenapa mereka bisa ‘sukses’? Ya, mereka mengenali dirinya, tidak cukup hanya itu, mereka mengenali potensi yang ada dalam dirinya. mau dipaksa jadi penyanyi, susah, mungkin hanya akan menjadi harapan kosong, tidak cocok dengan potensinya. untuk dunia hiburan/lawak mereka mungkin sangat cocok, terlebih lagi mereka bisa berkembang di situ.

Begitu pula kita. akan berbeda orang yang mengenali dirinya dengan baik, dan yang sebaliknya, acuh dengan dirinya sendiri. orang yang mampu mengenali dirinya, akan mampu memetakan : ini potensi saya, ini kelemahan saya, ini yang harus saya kembangkan, ini yang harus saya jaga, ini tidak boleh tampak, dan kalau ada masalah dengan diri saya, saya harus bisa mencari solusinya. enak bukan? untuk satu kegiatan yang bertujuan mengembangkan potensi, kita bersemangat. kita akan banyak bersyukur dengan mengenali karunia yang telah diberikan Allah kepada kita. kita tidak sombong, karena kita tahu banyak orang yang lebih baik daripada kita, tidak juga minder karena kita tahu kita punya potensi yang tidak ada pada diri orang lain. kita tidak pernah putus asa, karena dibalik keterbatasan diri ini, pastilah ada hikmah, karena Allah tidak akan membiarkan diri kita hina, lemah, dan rapuh terhadap ujian. ah, indah sekali.

bagaimana dengan orang yang acuh? kebanyakan orang yang acuh (sepengamatan saya) tidak tahu ke mana arah hidupnya. mereka senang ikut2an, mudah terpengaruh lingkungan. mending kalau lingkungannya baik, kalau tidak? gawat pokoknya. terkadang mereka melakukan pekerjaan yang bahkan tidak mereka suka, akhirnya mengekang diri mereka sendiri. mereka sering putus asa dalam keterbatasannya, kadang terlalu bersemangat karena merasa mampu- padahal dirinya memiliki keterbatasan, minder akan kelemahannya, dan sombong dengan kelebihannya. mereka kurang mentadabburi tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam diri mereka. begitulah, mereka tak bisa memilih mana yang baik untuk dirinya, dan mereka tak mampu menolak mana yang berbahaya bagi dirinya. ya, seakan semuanya hanya hawa nafsu yang menggerakkan. mereka hampir seperti boneka. semoga kita tidak seperti itu, na’uudzu billaahi min dzaalik.

Amirul Mukminin Ali radhiyallaahu ‘anhu pernah mengatakan,

Obatmu terdapat dalam dirimu,
namun kau tidak menyadarinya.
Penawarmu berasal dari dirimu,
namun kau tidak mengetahuinya.
Engkau mengira dirimu satu benda yang kecil,
padahal dalam dirimu termuat alam yang besar.

Mahasuci Allah yang menciptakan kita tanpa kekurangan sedikitpun. Yang pasti perlu kita sadari adalah ilmu kita tidak akan sebanding dengan Ilmu-Nya. Se-merasa tidak sempurna bagaimanapun- diri kita, di sisi Allah itulah ketentuan-Nya yang terbaik. Hanya kita saja yang belum mampu merasakan kesempurnaan penciptaan-Nya.

“Telah Kami ciptakan manusia itu dalam sebaik-baik bentuk.” (QS. At-Tiin: 4)

Semoga kita tidak lagi menjadi orang yang minder, gampang stress, putus asa, ah itu bukan muslim yang kuat namanya. Muslim yang kuat dan keren itu yang percaya diri dalam kebenaran, dan percaya diri dalam menolak kebathilan. #tamparan buat diri saya sendiri. perlu bukti tentang definisi ini? cari sendiri di surat Ali-imron, hehe. Wallaahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Nasihat Cinta Imam Abu Hanifah

Kenal Imam Abu Hanifah? Ya, beberapa pasti sudah kenal.

Kenal Abu Yusuf? murid Imam Abu Hanifah? Nah loh, belum kenal kan. hehe. Memang Abu Yusuf bukan seorang ulama’ madzhab seperti gurunya tapi ia termasuk orang penting dalam cerita madzhab Hanafi.

Yang ingin saya angkat pada tulisan ini adalah, sebuah kisah yang cukup menarik dari Abu Yusuf kecil. Abu Yusuf kecil adalah anak yatim, ia hidup bersama ibunya. Ibunya selalu mengajak ia ke istana agar ia mendapat pekerjaan di sana dan mendapat harta. Tapi Abu Yusuf kecil ini “nakal”. Ia selalu kabur untuk pergi ke majlis Imam Abu Hanifah untuk belajar. Suatu ketika sang ibu pernah berkata kepada Abu Hanifah, “Anak ini seorang yatim, tidak memiliki apa-apa, kecuali makanan yang aku berikan untuknya dari hasil mesin tenun, sekarang Engkau telah membuatku susah, karena anakku telah menyukai majlismu.”

Apa jawaban Imam Abu Hanifah? Beliau menjawab dengan cukup santai, dan berkata dengan kalimat doa, “Kelak anak ini akan memakan Al-Faludzaj dan kacang tanah di atas piring emas.”

Suatu saat Imam Abu Hanifah memberi nasihat kepada Abu Yusuf, sebuah nasihat hidup yang sangat kuat sekali maknanya,

“Pertama-tama, carilah ilmu, lalu kumpulkanlah harta dari yang halal, kemudian menikahlah. Jika Engkau disibukkan mencari harta saat mencari ilmu, Engkau tidak akan mampu mencari ilmu, karena hartamu akan mendorongmu untuk membeli budak, lalu engkau disibukkan dengan urusan dunia.

Jangan sibukkan dirimu untuk mengurus istri sebelum engkau mendapatkan ilmu, karena kesempatanmu untuk belajar akan sirna, terlebih jika Engkau telah disibukkan dengan anak dan anggota keluargamu, lalu Engkaupun terpaksa mencari harta, bekerja, untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan meninggalkan aktivitas mencari ilmu.

Dahulukan mencari ilmu sa’at engkau masih muda, ketika hati dan perasaanmu masih kosong dari kesibukan lain. Lalu setelah itu, carilah harta hingga ia terkumpul padamu, jika Engkau sudah mempunyai harta, maka bolehlah Engkau memikirkan untuk segera menikah.”

Nasihat yang cukup mujarab dari seorang guru. Ketika ia sudah besar, dengan kehendak Allah ia benar-benar menjadi orang penting di istana seperti yang telah didoakan oleh Imam Abu Hanifah. Dengan ilmunya, ia diamanahkan menduduki kursi Qadhi Al-Qudhot (hakim tertinggi negara) pada masa khalifah Harun Al-Rasyid. Bukunya “Al-Kharraj”, juga menjadi rujukan raja Harun Al-Rasyid dalam mengatur ekonomi negaranya.

Maa syaaAllah… Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah Abu Yusuf dan Imam Abu Hanifah ini. Wallahu a’lam.

Sumber: http://www.rumahfiqih.com/

Rahasia Al-Fatihah

Al-Fatihah | Ummul-Quran | Sab'ul-matsani

Al-Fatihah | Ummul-Quran | Sab’ul-matsani

Ada sebuah hadits yang cukup bagus tentang keutamaan surat Al-Fatihah,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada salah seorang sahabat,

“Sungguh, aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al-Quran.” Sahabat bertanya, “Surat apa itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca, “Alhamdulillaahi robbil-‘aalamiin, ar-rohmaanir-rohiim .. sampai akhir surat.” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya)

Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan pula dalam surat Al-Hijr ayat 87,

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Quran yang agung.”

Yang dimaksud dengan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (sab’ul matsani) adalah surat Al-Fatihah. Dinamakan “al-matsani” karena seringnya dibaca berulang-ulang.

***

Kawan, apakah kita sudah mengenal baik surat ini? ini surat yang kita baca setiap hari lho, minimal 17 kali. Ya, kita baca pada setiap rakaat sholat wajib. Kalau kita sholat sunnah : dhuha, tahajjud, rawatib, witir, malah lebih dari 17 kali kita bacanya, bisa nyampe 40 kali. *keren ya.

Nah, tapi ngomong2, sudah tahukah kita arti dari tiap2 ayat surat Al-Fatihah? atau lebih dari itu, tahukah kita makna yang terkandung dalam tiap ayatnya? in syaaAllah dengan mengetahui arti dan maknanya, kita akan lebih khusyu’ dalam shalat kita. Bagaimana tidak, ketika membaca surat ini kita seakan-akan sedang berkomunikasi dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Nggak percaya? Oke, saya kasih sesuatu nih. Sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

“Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagian hamba-Ku apa yang ia minta.
Apabila hamba-Ku berkata, ‘Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku memuji-Ku.’ Apabila hamba-Ku berkata, ‘Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku menyanjung-Ku.’ Apabila hamba-Ku berkata, ‘Yang Menguasai hari pembalasan.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku memuliakan-Ku,’ atau berfirman, ‘Hamba-Ku berserah diri kepada-Ku.’ Apabila hamba-Ku berkata, ‘Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.’ Allah berfirmanApabila hamba-Ku berkata, ‘Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.’ Allah berfirman, ‘Ini antara Aku dan hamba-Ku dan baginya apa yang ia minta.'” (HR. Muslim)

Dengan mengetahui makna ini, in syaaAllah setiap membaca surat Al-Fatihah kita akan merasakan bahwa Allah memberi jawaban kepada kita. Adakah kemuliaan yang sepadan dengan dialog yang berisi penyebutan hamba dan pengabulan doa oleh Allah subhanahu wa ta’ala? Padahal kita tidak melakukan hal baru dan memberikan jasa apapun kepada-Nya. Sungguh, Mahasuci Allah, satu-satunya yang layak mendapat pujian, bahkan Dia lebih baik dari apa yang kita pujikan kepada-Nya. Wallahu a’lam.

***

saya nukil dari : Khowatir Qur’aniyah, karya Amru Khalid

Tawadhu’nya Rasulullah SAW

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sekalipun kepadaku hanya dihadiahkan betis binatang, tentu akan kuterima. Dan sekiranya aku diundang makan betis binatang, tentu akan kukabulkan undangannya.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin ‘Abdullah bin Bazi’, dari Basyar bin al Mufaddhal, dari Sa’id dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya, “Apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya?” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab,

“Beliau adalah seorang manusia biasa, beliau adalah seorang yang mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, dan melayani dirinya sendiri.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Isma’il, dari ‘Abdullah bin Shalih, dari Mu’awiyah bin Shalih, dari Yahya bin Sa’id, yang bersumber dari ‘Amrah)

***

maa syaa’Allah jauh sekali dengan kita, ya.. padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengajarkan kita kemandirian dan hidup sederhana. kita kadang-kadang males nyucibeli makan siang titip temen, masih dibangunin kalau shubuh, makan diingetin, dan lain-lain. Ah, nyusahin orang pokoknya *hhehe.

Yuk ah, mulai sekarang kita ikuti gaya hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 🙂

Sumber:
Syamaa’il Muhammad oleh Imam Tarmidzi

Yang Lebih Kita Cinta

Kawan, tiba-tiba terpikir oleh saya beberapa pertanyaan berikut. berharap bisa menjadi bahan tafakkur/renungan bersama, meskipun hanya sedikit.

mana yang lebih pilih ketika waktu shalat tiba : melanjutkan pengerjaan tugas besar, atau beranjak untuk sholat berjama’ah?

buat anak muda nih, mana yang lebih kita kenal : pemain bola, para boyband, artis hollywood, atau Allah dan rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

lalu, manapula yang lebih kita ikuti : gaya hidup para artis, atau gaya hidup rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

rada fatal nih, sekarang mana yang lebih kita takuti : telat nonton pertandingan bola, atau kehabisan waktu untuk tahajjud dan dhuha? takut dicela orang di dunia, atau takut akan adzab Allah yang amat pedih?

yang sekarang sedang kritis, mana yang selama ini lebih kita teladani : akhlak orang kafir, atau akhlak rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat ?

mana yang lebih kita percaya : ramalan dukun, paranormal, atau perkataan para ulama’?

mana yang lebih kita hafal : al-quran dan hadits, atau lagu-lagu dan syair-syair yang tiada berguna di dunia dan akhirat?

lalu yang mana yang lebih kita dekati : gerombolan teman yang main kartu, tempat-tempat hiburan, atau majelis-majelis ilmu?

mana yang kita senangi : amal-amal kita dipuji orang, atau biar saja orang tidak ada yang memuji? karena semua amal ini untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

siapa yang lebih kita hormati dan muliakan selama ini : dosen, senior, atau orang tua dan guru-guru kita dalam hal agama?

siapa yang lebih kita sayangi dan perhatikan : saudara dan kerabat-kerabat kita, atau pacar?

Tahukah, kawan, sebenarnya semua itu bermuara pada satu pertanyaan,

apakah kita semua lebih cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kita lebih cinta kepada syetan dan hawa nafsu belaka?

wallaahul-haadiy.. Allah-lah sang maha pemberi petunjuk. jika jalan yang kita tempuh terasa semakin jauh, mohonlah pada-Nya agar dituntun menuju jalan yang benar, lalu mohonlah agar Allah meneguhkan langkah kita di jalan itu.

wallaahul-musta’aan.. Allah-lah sebaik-baik tempat kita meminta pertolongan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai-Nya, dan Dia pun mencintai kita. Aamiin.. 

Sebuah Perumpamaan

Saya menemukan sebuah perumpamaan yang cukup indah untuk kawan-kawan renungkan. Perumpamaan yang diberikan oleh Habib Munzir Al-Musawa atas pertanyaan mengenai apakah kita ini (sebagai manusia) layaknya wayang yang digerakkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala?

Allah subhanahu wa ta’ala Maha Menentukan dan Maha Mengatur, tidak seorangpun bisa lepas dari aturan Allah subhanahu wa ta’ala, namun aturan Ilahi itu juga disertai kebebasan, namun kebebasan yang terikat dengan ketentuan.

Mudahnya seperti ini : Kita menginap di rumah teman. Teman kita (sebagai pemilik rumah) telah menyiapkan ruangan untuk kita, menyiapkan makanan di dapur, selimut di kamar, air panas di kamar mandi, dan telepon di ruang tamu, maka kita boleh memanfaatkan yang kita inginkan. Kita bisa makan, tidur, mandi air hangat, dan sebagainya. Namun kita tak akan menemukan makanan di kamar tidur, karena pemilik rumah sudah menyiapkannya di dapur dan bukan di ruangan lainnya, kita dapat mandi air hangat namun kita tak akan mendapatkannya di ruangan tamu, karena sang pemilik rumah telah menyiapkannya di kamar mandi, kita dapat menelepon siapa saja, namun pemilik rumah tak menyediakan untuk kita sarana hubungan SLI dan fax di telepon yang kita gunakan, maka bagaimanapun kita tak akan bisa menggunakannya untuk SLI dan Fax karena sarana tak tersedia dari pemilik rumah.

Nah.. demikian pula kita dengan Allah subhanahu wa ta’ala, Allah telah menyediakan segalanya dan menentukan segalanya, namun kita bisa memilih mana yang kita pilih, namun yang kita pilihpun tak bisa melebihi apa yang telah ditentukan-Nya. Misalnya di rumah tadi sang pemilik hanya menyiapkan satu ember air hangat, maka kita tak akan mendapat lebih dari itu kecuali dengan izin dan keinginan pemilik rumah.

***

Demikianlah, sekarang tinggal kita yang menentukan, apakah kita masih mau seenaknya saja menjalani hidup ini? semau kita? yang penting kita suka? Tidak kawan.

Allah subhanahu wa ta’ala telah menyempurnakan Islam, telah menyempurnakan syariatnya. Yang apabila kita berjalan di atasnya sesuai yang telah diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kita akan selamat di dunia dan di akhirat. Sungguh, Allah telah menunjukkan kita jalan yang baik lagi sempurna. Akankah kita bersyukur dengan berjalan di atasnya, ataukah kita kufur karena berjalan seenaknya? na’udzubillah min dzalik. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang diberikan petunjuk oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.

“Sungguh Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus. Ada yang bersyukur, dan ada pula yang kufur.” (Al-Insan : 3)

“Dan katakanlah Muhammad, kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Barangsiapa menghendaki beriman, hendaklah dia beriman. Dan barang siapa menghendaki kafir, biarlah dia kafir. Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka minta pertolongan (minum), mereka akan di beri air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (QS. Al-Kahfi : 29)

Awas Bangkrut!

tidak ada kerugian yang lebih besar dibandingkan kerugian di akhirat kelak. na'udzubillah.

tidak ada kerugian yang lebih besar dibandingkan kerugian di akhirat kelak. na’udzubillah.

Awas Bangkrut…!!!

Kita sering fokus kepada apa yg kita sukai, tapi sering lalai dengan apa yg membahayakan diri kita sendiri.

Dan tiada yang paling membahayakan, yang membuat hidup kita selalu resah, susah serta menderita bukan hanya didunia bahkan sampai di akhirat kelak. Selain keburukan diri kita sendiri.

Sehebat apapun amal akan hancur bila tak sungguh-sungguh menjauhi perbuatan buruk.

Simak sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa), menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Muslim).

Waspadalah…!!! Keburukan diri kita adalah sumber petaka dunia akhirat kita sendiri.

Naudzubillaah…

Sumber: tausyiah Aa Gym di http://tausiyah.smstauhiid.com/

Jalan-jalan : Bogor

sebenarnya sudah ingin saya post beberapa hari yang lalu, tapi apa daya baru sempat nulis sekarang, hhe.

Bogor. pas saya main ke sana kemarin, pas hujan. *tapi bukan gara-gara ini kan, bogor dinamakan kota hujan? kebetulan sedang  hujan aja kali ya. tapi hujannya tidak terlalu deras, rintik-rintik cuman lama. pusat kotanya sangat dekat dengan terminal. terminalnya pun sangat dekat dengan pintu tol. jadi intinya semua berdekatan. di pusat kota ini terdapat monumen kujang, yang (mungkin) melambangkan bahwa bogor masih termasuk tanah sunda.

Oiya, satu lagi. saya kira Bogor itu hawanya dingin seperti Bandung. ternyata, hampir sama dengan Banyuwangi,, rada-rada anget gitu.

monumen kujang. sepertinya monumen ini yang menjadi titik nol kota Bogor.

monumen kujang. sepertinya monumen ini yang menjadi titik nol kota Bogor.

Angkot oh Angkot

di bogor angkotnya sangat buuanyak, dalam satu jalur/rute bisa ada 5 angkot yang jalannya berdekatan.. dan angkotnya juga lucu-lucu, pendek dan kadang-kadang ada sound system di dalamnya. *rada niat emang supirnya

sayangnya, angkot yang melimpah ruah sampe tumpah-tumpah ini kadang-kadang bikin macet. yang paling menyebalkan adalah ketika si angkot berhenti secara tiba-tiba di tengah jalan untuk menurunkan penumpang. parah lah, seakan-akan sopir angkot tidak tahu bahwa itu akan membahayakan orang di belakangnya dan dapat menyebabkan kemacetan.

IPB,, akhirnya…

yaak,, akhirnya saya bisa masuk IPB juga, meskipun hanya sekedar keliling dan lihat-lihat pemandangan. terimakasih kepada agan Afwin dan Amilin yang mengajak saya muter-muter IPB, sampe lewat kandang, kebun, masuk masjid Al-Hurriyah, dan foto-foto di depan gedung rektorat. *keliatan ndeso ya saya,, biarin.

gedung rektorat IPB.

gedung rektorat IPB.

saya dan gedung rektorat IPB. hehe.

saya dan gedung rektorat IPB. hehe.

Rusa

berinteraksi dengan hewan termasuk sesuatu yang saya suka. kali ini saya main-main dengan pak Rusapak Rusa ini banyak berkeliaran di halaman Istana Bogor, dan memang dibiarkan seperti itu. uniknya, ternyata orang-orang boleh memberi makan si rusa-rusa ini. makanan yang diberikan biasanya wortel atau kangkung. memang benar, rusa-rusa ini sangat suka sekali makan wortel dan kangkung. kebetulan di luar pagar ada banyak penjual wortel dan kangkung, jadi saya beli kangkung saja satu ikat. saya pikir mahal, ee.. cuma seribuan.

melihat rusa-rusa itu makan,, aduuuh.. lucunya, andai punya piaraan rusa, terus bisa ditunggangi, pasti keren. *haha, ngayal. saya jadi terpikir betapa indah dan sempurna makhluk-makhluk ciptaan Allah itu. mulai dari hidungnya yang sedikit mengkilap tapi kering (keliatan lucu), matanya yang bening dan berkedip-kedip, lidahnya yang goyang nganan-ngiri ketika mengunyah, telinganya yang gerak-gerak, tanduknya yang keren abis, bintik-bintiknya yang lembut dan imut-imut, belum lagi kalau jalan,, duuuh eloknya. mahasuci Allah dari segala kekurangan dalam menciptakan makhluk.

mungkin ada ratusan rusa di sini yang ingin makan kangkung saya, *ge’er. tapi saya hanya beri makan 2 rusa saja. hhe.

rusa makan kangkung. nyam-nyam-nyam.

rusa makan kangkung. nyam-nyam-nyam.

ini namanya rusa. lucu ya.  hehe.

ini namanya rusa. lucu ya. hehe.

Kebun Raya Bogor

tempat ini sebenarnya yang saya buru di Bogor. setelah bermain-main dengan rusa, saya langsung menuju Kebun Raya Bogor yang terletak di sebelah Istana Bogor. harga tiket masuknya ternyata lumayan mahal, sekitar 13 ribu kalau tidak salah. okelah hajar!

banyak sekali koleksi tanaman di sini, sepertinya yang paling lengkap se-Indonesia. mungkin ada ratusan spesies tanaman yang semuanya hidup dengan baik. mulai dari tanaman air, sampai anggrek. cukup luas memang, dan ada banyak sekali jalur. saya sampai bingung mau lewat jalur yang mana. akhirnya saya jalan saja maju, ke mana kaki melangkah,, ya saya turuti saja. hhe.

pas jalan-jalan, ada satu hal yang membuat saya begitu iri melihatnya. yaitu semua orang selain saya jalan-jalannya bareng keluarga. bareng istri, anak, kakek, nenek, dan kadang bersama teman-temannya. sedangkan saya sendirian saja, bikin galau.

Ah, suatu saat juga pasti bisa seperti mereka, hhe, insyaaAllah.

penunjuk arah kebun raya bogor.

penunjuk arah kebun raya bogor.

daun teratai. sayang bunganya belum mekar.

daun teratai. sayang bunganya belum mekar.

jembatan merah atau jembatan gantung.

jembatan merah atau jembatan gantung.

terakhir, sebelum saya pulang, saya membeli asinan di dekat terminal. toko tempat saya beli asinan lumayan bagus dan lokasinya strategis. saya sudah curiga nih asinan pasti mahal. eh, ternyata benar. Rp16.000,00, woooo… *selamat** sudah kadung dibungkusin masak saya bilang gak jadi? yasudah, buat pengalaman. ingin nyicipin doang sih sebenarnya asinan tuh seperti apa. dan pas saya makan : asin, asem, gak pedes (padahal katanya pedes), manis, buahnya ada yang aneh (mungkin pala),, nooo.. seperti rujak “kecut”, tapi nanggung rasanya. seger? hmm.. lumayan sih, tapi tetap kurang berasa segarnya. *maaf ya orang Bogor

saya pulang naik bis, dan saya kembali ditemani oleh hujan. selamat tinggal kota Bogor, insyaaAllah kapan-kapan kalau ada kesempatan balik lagi. hihihi.

Jomblo Bisa!

Masa depan para jomblo harusnya lebih sukses. Saat teman2nya sibuk pacaran, si jomblo menghabiskan waktunya untuk aktivitas yang lebih berkualitas.

Nilai kuliah para jomblo juga harusnya lebih bagus. Saat teman2nya gak konsen karena ngelamun pacarnya, si jomblo otaknya bening, gak ada yang mengganggu jiwanya.

Soal ibadah, harusnya para jomblo ibadahnya lebih khusyu’. Saat teman2nya pikirannya melayang mikirin pacar, si jomblo asyik aja menikmati ibadah tanpa ada beban di pikirannya.

Pasti ada aja yang bilang, “Belum tentu kali, mas”. Lha, Saya kan bilang “harusnya”. Ya, berdoa saja, semoga dengan niat yang benar, Allah akan membantu menghapus kata “harusnya” di kehidupanmu dan menjadikannya kenyataan.

Pasti ada juga jomblo yang bilang, “Makasih mas udah dihibur”. Yee, siapa yg menghibur? Jomblo itu gak perlu dihibur. Karena Allah yang langsung turun tangan menghiburnya, “Orang baik akan dipertemukan dengan yang baik”.

*hayoo.. yang jomblo senyum2.. hhe

***

Kopas dari wall Nina. tapi saya gak tahu Nina kopas dari siapa. hhe.

Ramadhan Penuh Cinta 2013 #logo

Ramadhan Penuh Cinta (RPC) 2013. Coming soon (in syaaAllah). Be Participate!

Ramadhan Penuh Cinta (RPC) 2013. Coming soon (in syaaAllah). Be Participate!

COMING SOON IN THIS RAMADHAN 1434 H! in syaaAllah…

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"