Di Zaman Manakah Kita Hidup Sekarang?

16667_105246376152397_100000011058506_149919_268214_n

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya kamu akan berada pada masa Khalifah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin-Nubuwwah). Adanya masa itu atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya kalian akan berada pada masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan Aadhdhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian setelah itu kamu akan berada pada masa Kerajaan yang diktator (Mulkan jabriyyah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya kamu akan berada pada masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin-Nubuwwah).” Kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan Baihaqi dari Nu’man bin Basyir dari Hudzaifah, dari kitab Misykatul-Masyabih Bab Al-Indzar wa Tahdzir halaman 461, Cetakan al-Maktabah ar-Rahimiah Delhi, India)

Dapat disimpulkan bahwa terdapat lima masa kepemimpinan umat Islam. Yang pertama adalah masa kepemimpinan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lamanya adalah 23 tahun. Selanjutnya ialah masa kepemimpinan khilafah ‘ala minhajin-Nubuwwah, yaitu masa kepemimpinan Khulafa’ur-Rasyidin, lamanya adalah 30 tahun. Setelah itu dimulailah corak kepemimpinan Mulkan aadhdhon, atau kepemimpinan yang bersifat “menggigit”, yakni dimulai dari Dinasti Umayyah lalu Abbasiyah dan kemudian diakhiri oleh Dinasti Turki Ottoman (lebih dari 1200 tahun). Berakhirnya dinasti ini adalah ketika bentuk kesultanan Turki Ottoman dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk, seorang Yahudi Dunman.

Masa selanjutnya ialah masa kepemimpinan Mulkan jabriyyah atau kepemimpinan diktator. Sebuah masa ketika rakyat Islam tidak lagi merasakan keadilan dan rahmat dari para pemimpin/penguasa mereka. Inilah yang terjadi di Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Yaman, Iraq, Tunisia, Mesir, Syria, Yordania, Libia, dan lain-lain. Para ulama’ dan mujahidin yang istiqomah dan berpegang teguh kepada agama Islam mendapat perlakuan kejam dari penguasa mereka. Tidak sedikit dari mereka yang dituduh sebagai teroris dan pemberontak.

Sudah ada banyak tanda

Dalam beberapa hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan fitnah-fitnah yang akan terjadi sebelum datangnya Dajjal dan tercapainya kejayaan Islam, yang mana fitnah-fitnah itu sekarang sudah bertumpuk dan sangat banyak jumlahnya. Di antara fitnah-fitnah yang telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam antara lain:

  • Terjadi kemurtadan karena syirik akbar dan berwala’ kepada kaum kafir dalam memerangi mujahidin dan ulama’ tauhid
  • Menjadi hamba harta
  • Hilangnya ilmu dan merajalelanya kebodohan dalam agama
  • Wanita yang berpakaian tapi nampak telanjang (terlihat aurat dan lekuk tubuhnya)
  • Kerusuhan politik
  • Pembunuhan yang sangat banyak dan sering
  • Tasyabuh bil-kuffar atau meniru kebiasaan adat-istiadat dalam dunia dan agama orang Yahudi dan Nasrani
  • Menyembah berhala
  • Bergabungnya sebagian umat Islam dengan kaum musyrikin dalam agama mereka
  • Imperialisme atas dunia Islam oleh bangsa Barat
  • Pemboikotan negeri Irak, Syam, dan Mesir oleh bangsa Barat
  • Perang saudara
  • Merajalelanya musik, minuman keras, riba’, dan perzinaan
  • Meluasnya perdagangan hingga wanita membantu suaminya berdagang
  • Munculnya algojo/polisi yang suka menyiksa mujahidin dan orang shaleh serta ulama’ di penjara-penjara thaghut
  • Munculnya para pendusta agama
  • Tidak peduli dari mana harta diperoleh (halal atau haramnya)
  • Penghalalan zina serta minuman keras
  • Sedikitnya para ulama’ dan banyaknya tokoh-tokoh kesesatan
  • Munculnya pemimpin yang tak punya hati/kejam
  • Banyaknya ucapan kotor/jorok, pemutusan silaturrahim dan tindakan keji
  • Beratnya penderitaan sehingga banyak orang yang bunuh diri
  • Kematian mendadak
  • Buruknya hubungan bertetangga, dan waktu yang berjalan semakin cepat serta kekikiran yang ditaati manusia banyak
  • Berlomba-lomba membangun gedung tinggi
  • Banyaknya wanita dibanding laki-laki
  • Perang sering terjadi dan banyak pengungsian penduduk akibat perang tersebut
  • Kesenangan dan terbukanya kenikmatan dunia bagi umat Islam sehingga mereka saling bersaing dan membunuh, bahkan hingga berperang antar negara Islam

Wallaahu a’lam.

Lalu kita harus bagaimana?

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir serta Qodho’ dan Qodar, sudah seharusnya kita membuka hati, pikiran, dan segera bergegas. Kita tidak punya waktu lama. Utamanya, kita perlu menyelamatkan diri kita sendiri, semisal menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan pada kesyirikan; bersifat zuhud terhadap dunia; meninggalkan musik, minuman keras, dan perzinaan serta hal-hal yang dapat membawa kita padanya; berupaya melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; menyempurnakan akhlak; memperbaiki tali silaturahim; dan yang lainnya, lalu orang-orang terdekat dan lingkungan di sekitar kita.

Allah ta’ala berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47]: 7)

Percayalah bahwa kejayaan Islam pasti akan datang, dan semoga kita ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai orang-orang yang termasuk di dalamnya. Aamiin.

Wallahu a’lam bish-showab. Semoga bermanfaat.

Referensi:
Abdullah, A.R., “Perang akhir zaman: suatu kepastian yang akan tiba demi kedamaian sejati di bumi”, Penerbit Hanif, Jakarta, 2012.

One thought on “Di Zaman Manakah Kita Hidup Sekarang?

  1. bukan hanya menyelamatkan diri kita sendiri, namun seraya juga terus berjuang untuk tegaknya kembali khilafah yg bermetode kenabian. merubah pola fikir dan pemahaman umat yg dilandaskan kepada aqidah islam sehingga tuntutan keimanan dan aqidah tsb membuat umat menuntut untuk diterapkan islam secara kaffah, menuntut hanya ingin hidupnya diatur dengan syariat. syariat islam kaffah hanya akan bisa diterapkan dengan metode khilafah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s