Orang Makassar?

SONGKOK TO BONE

Lagi-lagi saya dikira orang Makassar.

Waktu itu ketika saya hendak sholat Shubuh di Masjid Darud-Dakwah, Plesiran, saya berjumpa dengan seorang yang tidak saya kenal, anggap namanya Fulan. Saat berpapasan, Fulan menatap saya cukup lama. Saya yang bingung, hanya bisa tersenyum. Tiba-tiba si Fulan mulai menyapa,

Assalamu’alaikum…”, sapa Fulan sambil mengulurkan tangannya.

Wa’alaikumsalam...”, jawab saya. Saya pun segera menjabat tangannya.

“Orang Makassar, kak?”, tanya Fulan.

Saya kaget, kan, “Wah, bukan… hehe...”, jawab saya spontan, sambil senyum-senyum.

Setelah dipikir2, ternyata songkok ini yang membuat saya dikira orang Makassar. Tidak mengherankan memang, karena ini memang songkok asli Makassar, hadiah dari teman saya, kak Robbi, ketika pulang dari MTQ-MN Makassar tahun 2011 lalu.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s