Memulai itu Tidak Mudah

ingatkah ketika masih kecil dulu, ketika bisanya cuma terlentang, kita merasa sangat susah untuk tengkurap. setelah tengkurap beberapa waktu, bosan, ingin merangkak, tapi kita masih merasa susah untuk merangkak. setelah bisa merangkak, kita belajar berdiri. tapi sama saja, sangat susah untuk berdiri pertama kali. begitu pula seterusnya.

sebuah analogi yang saya buat tentang bagaimana diri ini mampu beradaptasi pada berbagai macam perubahan dan dinamika kehidupan. kawan2 boleh percaya boleh tidak. ketika kita masuk SD, di antara kita pasti berpikir “wah, kalau masuk SD, tambah sulit nih pelajarannya..”, atau “kalau naik kelas tiga, aku akan belajar perkalian, pasti akan lebih susah dari penjumlahan dan pengurangan..”, dan sebagainya. ya, menurut saya itu wajar. karena kita belum menjalaninya.

di akhir kelas tiga, mau naik kelas empat, kita berkata “oh.. perkalian ternyata gampang ya.. tinggal begini.. dan begitu..”. tapi, pernahkah kita menyadari prosesnya? tidak. ketika kita mulai menerima dan belajar perkalian, ternyata perlahan kita beradaptasi, perlahan otak kita mulai terlatih untuk bisa. yang awalnya terlihat menyeramkan, ternyata biasa saja. 🙂

jika Steve Jobs dkk tidak mulai merakit, iPhone mungkin belum ada.
KOMPUTER PERTAMA APPLE. Bayangkan jika Steve Jobs dkk tidak mulai merakit, otak-atik, dll. iPhone mungkin belum ada sampai sekarang

tentang memulai sesuatu yang belum pernah kita lakukan? suatu contoh misalnya ingin mengangkat tema keprofesian yang belum pernah diangkat sebelumnya, mengganti sistem kaderisasi yang kurang efektif, dan lain-lain. saya katakan, selama itu baik (dunia dan akhirat) dan memiliki good impact for ourselves and others, it’s OKAY. act now!!!

“do the best you can do, then tawakkal..”

terlepas entah sesuatu yang kita mulai itu bertahan atau tidak, tumbuh atau tidak, kita tetap harus melakukan yang terbaik. karena bagaimanapun yang menjalankan prosesnya adalah kita, sedangkan Allah yang memegang hasilnya. mau mulai? mulai saja. sekali lagi, meski memulai itu tidak mudah (banyak ketidakpastian dan -kadang-pesimisme), tapi yakinlah, selama yang kita mulai itu baik, insya Allah hasil yang kita dapatkan akan baik pula.

saya selalu ingat hadits ini :

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

pada hadits yang lain

Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674)

hayuk mulai! jika suatu ide, gagasan, rumusan, dan tindakan kecil tidak segera dimulai, kapan kita mau belajar? sekecil apapun, hal2 baik harus dimulai dan berkembang! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s