Archive for March, 2013

Rahasia Setan

setan, tak henti2nya menggoda manusia. tetap waspada!!!

makhluk yang satu ini tak henti2nya menggoda manusia

Suatu ketika setan berkata kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, “Wahai Musa, maukah engkau kuberitahu sebuah rahasia?”

Nabi Musa ‘alaihissalam balik bertanya, “Rahasia apa itu?”

Setan pun menjawab, “Janganlah manusia memperturutkan amarahnya karena aku pasti ‘mengipasinya’ agar semakin membesar. Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita yang bukan mahramnya karena aku pasti akan menggoda mereka agar berbuat zina. Janganlah manusia menunda-nunda melakukan kebaikan karena aku pasti akan menghalanginya sehingga ia tidak jadi melakukannya.”

Setelah menyampaikan rahasia itu, setan pergi meninggalkan Nabi Musa ‘alaihissalam.

Advertisements

Tentang Surga (2)-end

surga: tempat tinggal puncak kenikmatan dan kebahagiaan (ini bukan gambar surga beneran ya..)

surga: tempat tinggal puncak kenikmatan dan kebahagiaan (ini bukan foto surga beneran ya.. hehe)

lanjutan dari tulisan “tentang Surga (1)“. semoga bermanfaat.

Bangunan Surga

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Nadhr dan Abu Kamil dari Zuhair, dari Said ath-Tha’I dari Abu Mudallah, yang mendengar Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya Rasulullah! Jika melihatmu hati kami berdebar, kami pun menjadi orang yang mencintai akhirat. Jika kami meninggalkanmu, kami mengagumi dunia, dan terlena oleh anak-istri kami.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika setiap saat kalian ada dalam kondisi yang sama dengan kondisi ketika bersamaku, niscaya para malaikat akan menyalami kalian, dan mengunjungi rumah kalian. Jika kalian tidak pernah berbuat dosa, Allah subhanahu wa ta’ala akan mendatangkan para pendosa untuk diampuni.” Sahabat berkata, “Ceritakan kepada kami tentang bangunan surga!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dindingnya terbuat dari emas, ada juga yang terbuat dari perak. Semennya dari minyak kesturi. Kerikilnya mutiara dan Yaqut. Debunya safran. Orang yang memasukinya akan diberi nikmat dan takkan berputus asa. Mereka kekal takkan mati. Pakaian mereka takkan lusuh. Kemudaan mereka takkan sirna. Ada tiga orang yang doanya dikabulkan: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan orang yang dizalimi yang doanya dibawa oleh awan di langit hingga pintu-pintu langit terbuka dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Demi keagungan-Ku! Aku pasti menolong kalian meski waktu ini telah berlalu.”

Abu Bakar ibn Mardawih meriwayatkan hadits semacam itu dari Hasan dari Ibnu Umar yang mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang surga, lalu beliau menjawab, “Yang memasukinya terus hidup, takkan mati, diberi nikmat, takkan putus asa. Pakaiannya takkan rusak. Kemudaanya takkan sirna.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Bagaimanakah bangunan surga?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dindingnya dari emas, ada juga yang terbuat dari perak. Semennya dari minyak kesturi. Kerikilnya mutiara dan Yaqut. Debunya safran.”

Yazid Ibn Zari’ meriwayatkan hadits serupa dari Said ibn Qatadah dari Ala’ ibn Ziyad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga berdindingkan emas dan perak. Debunya safran. Tanahnya kesturi.”

Di dalam ash-Shahihain disebutkan sebuah hadits riwayat Az-Zuhri dari Anas ibn Malik dari Abu Dzar yang mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku masuk surga. Di dalamnya terdapat mutiara. Debunya dari minyak kesturi.” Hadits ini penggalan dari hadits mi’raj.

Para Penghuni Surga

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci (azwaajun muthahharatun) dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 25)

Perhatikan keagungan, kejujuran, dan kebesaran penyampai berita tersebut, yang Mahakuasa menjamin kejadiannya dengan sangat mudah. Allah subhanahu wa ta’ala menggabungkan dalam berita itu kenikmatan lahiriah berupa sungai-sungai dan buah-buahan, kenikmatan jiwa berupa istri-istri suci, dan kenikmatan hati berupa pengetahuan tentang keabadian hidup untuk selamanya tanpa terputus.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab mereka.” (QS. Ad-Dukhan: 51-56)

Para penghuni surga diberi keindahan tempat tinggal, yang aman dan terhindar dari segala hal yang dibenci serta keterpenuhan anugerah berupa buah-buahan dan sungai-sungai yang mengalir. Mereka pun diberi pakaian-pakaian yang bagus, keluarga yang sempurna dan dapat saling bersua, kenikmatan paripurna bersama bidadari, makanan terlezat berikut beragam buah-buahan, terhindar dari keterputusan nikmat dan dari bahaya, serta takkan pernah mati.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Di dalam surga itu ada bidadari yang membatasi pandangan (qashiratuth tharfi), yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan? Seakan-akan mereka itu permata yaqut dan marjan.” (Ar-Rahman: 56-58)

Allah subhanahu wa ta’ala menggambarkan bidadari sebagai wanita yang qashiratuth tharfi pada tiga tempat di dalam Al-Qur’an. Pertama, pada ayat tersebut. Kedua, pada ayat, “Di sisi mereka ada bidadari yang tidak liar pandangannya (qashiratuth tharfi) dan jeli matanya.” (QS. Ash-Shaffat: 48). Ketiga, pada ayat, “Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya (qashiratuth tharfi), dan sebaya umurnya (atrab).” (QS. Shad: 52)

***

Subhanallah, wal-hamdu lillah, wa la ilaaha illallah, wallahu akbar.. ketahuilah.. bahwa sangat besar ganjaran untuk orang-orang yang beriman dan diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Jika begini, apakah kita masih mau bermalas-malasan dalam ibadah, atau sebaliknya?

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menuntun kita menuju surga-Nya. Aamiin. 🙂

Tentang Surga (1)

keindahan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan keindahan surga

keindahan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan keindahan surga

tulisan-tulisan berikut saya kutip dari buku berjudul “Surga yang Allah Janjikan” karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. semoga kabar gembira ini dapat menjadikan kita semakin bersemangat dalam meraih ridho-Nya. 🙂

Sebuah Kabar Gembira

At-Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “tak seorang pun bisa masuk surga kecuali dengan stempel yang bertuliskan: ’Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Buku ini dari Allah untuk Fulan Ibnu Fulan. Isinya firman Allah subhanahu wa ta’ala: ’masukkanlah Dia ke surga tertinggi dengan dahan2 rendah’.”

Sulaiman ibn Hamzah Al-Hakim meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang beriman akan diberikan buku catatan saat hendak melewati Shirathal-mustaqim. Buku itu bertuliskan: ‘Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Buku ini dari Allah untuk Fulan Ibnu Fulan. Isinya firman Allah subhanahu wa ta’ala: ’masukkanlah Dia ke surga tertinggi dengan dahan2 rendah’.”

Umat yang Pertama Kali Masuk Surga

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim meyebutkan hadits riwayat Thawus dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda, “Kita memang umat terakhir. Tapi kita umat pertama hadi Kiamat. Kita umat pertama yang masuk surga, meskipun mereka diberi kitab suci terlebih dahulu, dan kita diberi kitab suci belakangan.”

Umat Nabi Muhammad ini adalah umat yang lebih dahulu dibangkitkan, lebih dahulu mencapai posisi tertinggi, dan lebih dahulu di bawah naungan singgasana Tuhan. Umat ini adalah umat yang perkaranya diputuskan lebih dahulu oleh Allah. Umat yang lebih dahulu meniti Shiraath, dan umat yang lebih dahulu masuk surga.

Surga tak boleh dimasuki oleh para nabi sampai Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wa sallam memasukinya terlebih dahulu. Surga pun dilarang dimasuki oleh uma-umat lain, sebelum umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wa sallam memasukinya terlebih dahulu.

Mengenai umat pertama yang masuk surga, Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jibril mendatangiku dan memegang kedua tanganku lalu memperlihatkan kepadaku pintu surga yang dumasuki umatku.” Abu Bakar ra berkata, “Wahai Rasulullah! Aku ingin terus bersamamu sehingga aku dapat melihat pintu surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya engkau, Abu Bakar, adalah orang pertama yang masuk surga dari umatku”.

Ciri-Ciri Orang yang Pertama Kali Masuk Surga

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim menyebutkan hadits dari Abu Hurarirah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan pertama yang masuk surga berwajah seperti bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak beringus, dan tidak buang air besar. Bejana dan sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Sanggul mereka terbuat dari dupa. Keringat mereka minyak kesturi. Mereka masing-masing punya dua istri yang sakung indahnya, sumsum betisnya pun dapat terlihar dari luar daging. Mereka tidak saling berselisih dan saling marah. Hati mereka satu. Mereka memuji Allah sepanjang siang dan malam.”

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim juga menyebutkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan pertama yang masuk surga berwajah seperti bulan purnama, yang diwarnai oleh cahaya bintang kemintang di langit yang cerah. Mereka tidak buang air kecil dan buang air besar. Mereka tidak meludah dan beringus. Sisir mereka dari emas. Keringat mereka dari minyak kesturi. Sanggul mereka dari dupa. Istri mereka bidadari. Tingkah laku mereka seperti seorang lelaki. Perawakan mereka seperti ayah mereka, Adam yang di langit, yaitu setinggi enam puluh hasta di langit.”

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang pertama kali dipanggil ke surga di hari kiamat adalah hammadun, yaitu orang-orang yang memuji Allah baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku disodorkan tiga orang umatku yang pertama kali masuk surga dan tiga orang yang pertama kali masuk neraka. Tiga orang pertama yang masuk surga adalah orang yang mati syahid, hamba sahaya yang tak menghamba pada dunia demi ketaatan pada Allah subhanahu wa ta’ala, dan orang fakir yang enggan meminta-minta dari orang lain. Tiga orang pertama yang masuk neraka adalah penguasa zalim, orang kaya yang tak melaksanakan hak Allah pada hartanya, dan orang miskin yang sombong.”

Masya’allah, betapa besar kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan surga sebagai tempat tinggal abadi bagi mereka yang diridhoi-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang diridhoi sehingga bisa masuk ke dalamnya. wallahu a’lam bishshowab.

cover buku "Surga yang Allah Janjikan" karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah.

cover buku “Surga yang Allah Janjikan” karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah.

<bersambung>

 

Kembali pada Visi!

fokus!!!

fokus!!!

saya bersyukur masih diingatkan kembali tentang visi. ya, visi hidup saya yang pernah saya tulis di blog ini juga. di page “tentang saya”, dan subpage “visi hidup”.

“Menjadi manusia yang utuh secara lahir dan batin sesuai syari’at islam
yang mampu menghasilkan karya nyata
sebagai buah dari kontribusi membangun negeri”

ketika dipikir2 lagi, apakah saya saat ini sudah berada pada “jalan” untuk mencapai visi saya?
apakah jalan yang selama saya tempuh ini “benar” sesuai syariat Islam?
apakah secara lahir saya sudah berusaha sesuai kemampuan yang saya miliki?
apakah secara batin saya sudah bisa menguasai diri saya sendiri?
apakah yang saya lakukan selama ini akan menghasilkan karya nyata?
ke mana mimpi2 yang waktu itu pernah terucap: “saya ingin membangun negeri agar mandiri”?

apa yang saya lakukan selama ini?
main? tidur? bermalas-malasan? belajar? membaca buku? atau apa?

ayo Habibi, kembali pada visi kamu! saya menilai usaha Habibi belum maksimum! bukankan Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuan hambaNya? sebenarnya Habibi mampu, Habibi masih kuat menjalankan dan bertanggungjawab atas apa yang Habibi jalani selama ini.

semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memudahkan dan meridhoi Habibi.. Aamiin. 🙂

*berkata pada diri sendiri, biarlah,

Keutamaan Ilmu dan Ulama’

sumber ilmu

sumber ilmu

Tulisan ini hanyalah sebuah ketik ulang ringkasan firman Allah, hadits dan dalil shahih tentang keutamaan ilmu dan ulama’.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Allah mengangkat orang-orang beriman dan orang-orang berilmu di antara kalian beberapa derajat.” [QS. Al-Mujadilah : 11]

“Katakanlah : Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya yang bisa mengambil pelajaran hanya ulul-albaab.” [QS. Az-Zumar : 9]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa yang mengamalkan amalan yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak.” [HR. Muslim dari ‘Aisyah ra.]

“Siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka Allah akan memahamkannya dalam diin.” [HR. A-Bukhari dari Mu’awiyah ra.]

“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim.” [Muttafaqun ‘alaih]

“Dan sesungguhnya keutamaan ahli ilmu dan ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama dan bintang-bintang. Dan sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sesungguhnya mereka mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang melimpah.” [HR. Abu Dawud, ini adalah lafadznya. Juga diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan Ibnu Maajah dari Abu Darda’ ra., dan riwayat ini dishahihkan Ibnu Hibban]

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata :

“dan yang dimaksud dengan al-ilmu : Ilmu syar’i yang bermanfaat untuk mengetahui kewajiban mukallaf dari perkara diin-nya, baik urusan ibadah maupun mu’amalah. Serta ilmu tentang Allah, sifat-sifat-Nya, dan kewajiban kita terhadap urusan tersebut, dan mensucikan-Nya dari kekurangan. Adapun semua itu berputar pada tafsir, hadits, dan fiqh.” [Fathul Baari 1/141]

“siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memberikannya sebuah jalan ke Jannah. Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Dan sesungguhnya seorang alim dimintai ampunan dari langit dan bumi.”

‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu berkata :

“Kematian seribu ahli ibadah, yang shalat di malam hari dan shaum di siang hari jauh lebih ringan dibandingkan kematian seorang ahli ilmu yang memahami apa-apa yang dihalalkan dan diharamkan Allah.”

Abu Hurairah dan Abu Darda’ ra. berkata :

“Satu bab ilmu yang kami pelajari lebih kami cintai daripada seribu rakaat shalat sunnah.”

Sufyan Bin ‘Uyaynah berkata :

“Tidak ada yang lebih baik yang diberikan kepada orang setelah kenabian, kecuali ilmu dan pemahaman terhadap diin.”

Imam Asy-Syafi’i ra. berkata :

“Menuntut ilmu lebih baik daripada shalat sunnah.”, juga

“Siapa yang menghendaki dunia, maka gapailah dengan ilmu, siapa yang menghendaki akhirat, maka gapailah dengan ilmu.”

Sumber :

Kitab Al-Jaami’ fii Thalabil-‘Ilmi Asy-Syariif
Mukaddimah Kifayatul-akhyar

Tentang 100 Milyar

korupsi harus dimusnahkan dari muka bumi

korupsi harus dimusnahkan dari muka bumi

Di awal suatu kuliah, terjadi percakapan singkat antara dosen dan para mahasiswanya.

Dosen (D) : “Kalian kuliah, dari tingkat satu sampai tingkat akhir biayanya berapa?”

Mahasiswa (M) : “berbeda-beda pak tiap tahunnya, angkatan 2009 persemester 4 juta, yang 2010-nya 5 juta, ditambah uang pangkal kurang lebih 55 juta, ditambah biaya hidup, kurang lebih jadi 100 juta selama 4 tahun.”

D : “oo gitu, berarti kalau ada uang 1 milyar, bisa membiayai 10 mahasiswa ya?”

M : “iya pak..”

D : “mm.. kalau 100 milyar, berarti bisa 1000 mahasiswa ya?”

M : “benar pak..”

D : “kalau begitu berarti orang-orang yang korupsi ratusan milyar itu sudah menghilangkan kesempatan kuliah ribuan mahasiswa dong.. bener ya?”

M : …

Muslim dan Al-Quran

Al Qur'an

Zaeena, gadis kecil berumur (kurang lebih) 5 tahun yang hafal Al-quran (30 Juz) yang berasal dari Mesir pernah ditanya,

A : “Zaeena, apakah kamu suka baca Qur’an??” 

bukannya menjawab, Zaeena malah balik bertanya,
Zaeena : “memangnya ada muslim yang tidak suka baca qur’an??”
(pertanyaan yang sangat luar biasa dari anak kecil berusia 5 tahun)

Zaeena ditanya lagi,
A : “terus, biasanya setiap hari membaca Al-Quran berapa lembar??”
Zaeena : “tidak kurang dari 5 juz”

*penuturan dari Syekh Ali Jaber pada saat beliau ceramah.

Subhanallaah sekali, dari gadis sekecil ini bisa muncul jawaban yang sangat menghujam kita semua. bahkan ia beranggapan semua orang muslim pasti senang membaca Al-Quran. bagaimana dengan kita? apakah kita senang membaca Al-Quran? apakah kita sudah mengisi waktu2 kosong kita dengan Al-Quran?

[Seminar] Menjadi Pengusaha Sukses dengan Modal yang Syar’i

Poster Seminar. Boleh didownload, dan dipublikasikan secara luas.

Poster Seminar. Boleh didownload, dan dipublikasikan secara luas.

Majelis Ta’lim (Mata’) Salman ITB, bekerjasama dengan YPM dan Rumah Amal Salman mempersembahkan:

SEMINAR EKONOMI SYARI’AH
dengan tema :
“SUKSES MENJADI PENGUSAHA DENGAN MODAL YANG SYAR’I”

Narasumber: Al-Ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi, M.A.
Doktor lulusan Fakultas Syari’ah
Universitas Al-Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi;
Pembina KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia)

Ahad, 17 Maret 2013
Pukul 09.00 WIB
Ruang Utama Masjid Salman ITB

***

Registrasi :
Ketik [Nama]_[Instansi] kirim ke
087822758462 (ikhwan) atau
085719149777 (akhowat)

GRATIS!!! dan TERBUKA UNTUK UMUM 🙂

*ajak kawan, saudara, dan rekan bisnis sebanyak-banyaknya ya… 🙂

Memulai itu Tidak Mudah

ingatkah ketika masih kecil dulu, ketika bisanya cuma terlentang, kita merasa sangat susah untuk tengkurap. setelah tengkurap beberapa waktu, bosan, ingin merangkak, tapi kita masih merasa susah untuk merangkak. setelah bisa merangkak, kita belajar berdiri. tapi sama saja, sangat susah untuk berdiri pertama kali. begitu pula seterusnya.

sebuah analogi yang saya buat tentang bagaimana diri ini mampu beradaptasi pada berbagai macam perubahan dan dinamika kehidupan. kawan2 boleh percaya boleh tidak. ketika kita masuk SD, di antara kita pasti berpikir “wah, kalau masuk SD, tambah sulit nih pelajarannya..”, atau “kalau naik kelas tiga, aku akan belajar perkalian, pasti akan lebih susah dari penjumlahan dan pengurangan..”, dan sebagainya. ya, menurut saya itu wajar. karena kita belum menjalaninya.

di akhir kelas tiga, mau naik kelas empat, kita berkata “oh.. perkalian ternyata gampang ya.. tinggal begini.. dan begitu..”. tapi, pernahkah kita menyadari prosesnya? tidak. ketika kita mulai menerima dan belajar perkalian, ternyata perlahan kita beradaptasi, perlahan otak kita mulai terlatih untuk bisa. yang awalnya terlihat menyeramkan, ternyata biasa saja. 🙂

jika Steve Jobs dkk tidak mulai merakit, iPhone mungkin belum ada.

KOMPUTER PERTAMA APPLE. Bayangkan jika Steve Jobs dkk tidak mulai merakit, otak-atik, dll. iPhone mungkin belum ada sampai sekarang

tentang memulai sesuatu yang belum pernah kita lakukan? suatu contoh misalnya ingin mengangkat tema keprofesian yang belum pernah diangkat sebelumnya, mengganti sistem kaderisasi yang kurang efektif, dan lain-lain. saya katakan, selama itu baik (dunia dan akhirat) dan memiliki good impact for ourselves and others, it’s OKAY. act now!!!

“do the best you can do, then tawakkal..”

terlepas entah sesuatu yang kita mulai itu bertahan atau tidak, tumbuh atau tidak, kita tetap harus melakukan yang terbaik. karena bagaimanapun yang menjalankan prosesnya adalah kita, sedangkan Allah yang memegang hasilnya. mau mulai? mulai saja. sekali lagi, meski memulai itu tidak mudah (banyak ketidakpastian dan -kadang-pesimisme), tapi yakinlah, selama yang kita mulai itu baik, insya Allah hasil yang kita dapatkan akan baik pula.

saya selalu ingat hadits ini :

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

pada hadits yang lain

Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674)

hayuk mulai! jika suatu ide, gagasan, rumusan, dan tindakan kecil tidak segera dimulai, kapan kita mau belajar? sekecil apapun, hal2 baik harus dimulai dan berkembang! 🙂

Selalu Ada yang Tertinggal

Selalu ada yang tertinggal..
Selalu saja ada yang tertinggal di meja..
Entah, tertinggal atau memang ditinggalkan..

Meja hotspot salah satu Himpunan Mahasiswa

Meja hotspot salah satu Himpunan Mahasiswa

menciptakan budaya membuang sampah pada tempatnya sepertinya tak semudah menciptakan budaya diskusi di himpunan, atau membudayakan sikap professionalisme. nyatanya, masih banyak orang2 (eh, mahasiswa) yang “hobi”nya meninggalkan sampah di sembarang tempat. meja, kursi, selasar, atau malah di dalam himpunan. miris melihatnya. apalagi jika terjadi di lingkungan saya sendiri. #aduuh, mahasiswa..

sempat terpikir oleh saya, memperbanyak tempat sampah di sekitar himpunan. tapi apakah tempat sampah yang jumlahnya lebih dari 3 buah dan berukuran cukup besar tidak cukup untuk menampung sampah? cukup kok. saya pikir sangat cukup, kecuali jika kita selesai mengadakan suatu event yang menghasilkan cukup banyak sampah, contoh Syukwis. tapi mengapa seolah masih kurang, seakan-akan sudah tidak bisa membuang sampah ke tempat sampah (jadi buang di meja). #aduuh, mahasiswa..

sempat kepikiran juga, bagaimana jika kita buat saja poster berwarna-warni (maksudnya mencolok agar mudah dibaca) bertuliskan “terimakasih untuk tidak membuang sampah di meja hotspot dan meja himpunan”, dan ditempel di beberapa sudut himpunan. tapi.. aneh juga ya? himpunan kita jadi seperti TK atau SD. TK.. mm.. bener sih, kita Te*nik Kimia, dan takutnya jadi seperti TK beneran. banyak tempat sampah, banyak tempelan, banyak warna. mau? 

yuk, sama2 berubah. bagaimana mungkin lingkungan kita bisa kondusif jika bukan kita sendiri yang mengubahnya. 🙂

saya yakin, kawan2 pasti sudah tahu apa itu sampah, karena pasti semua pernah lulus TK (Taman Kanak-Kanak). kawan2 juga sudah tahu bahwa sampah botol plastik itu tidak ramah lingkungan, karena PET susah terurai, dan baiknya didaur ulang. udah lah, saya yakin kawan2 sudah pinter dengan yang beginian. apalagi termo, mekflu, kinkat, polimer, dan lain-lain. saya menilai kawan2 jago2 lah. tapi sayang jika ke”jago”an itu tidak memberikan influence baik ke lingkungan. sayang banget. saya tidak ingin ilmu kita yang cukup tinggi ini (jiah) membuat kita semakin jauh dari kepedulian terhadap lingkungan. justru lingkungan yang membutuhkan kita untuk dapat mengubahnya menjadi lebih baik. 🙂 kita bisa kok.. asal bareng-bareng.. #ayoo.. mahasiswa..

“masih merasa mahasiswa kan? apa tanggungjawab kita sebagai mahasiswa?” pertanyaan ini yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya. tidak hanya terucap pas osjur saja. kita perlu membuat perubahan.

saya optimis, setelah tulisan ini saya post, dan dibaca, tidak ada lagi sampah di atas, bawah, maupun samping meja. baik meja hotspot maupun meja himpunan. saya percaya kawan2 (yang merasa anak him) sudah dewasa. 🙂

sekian, dan terimakasih.

*curhatan di sore yang sepi di himpunan. ditemani beberapa sampah botol dan tissue di atas meja yang tidak kunjung menyapa.

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"