Inspirasi “Kecil” | #subhaanallaah

dari kiri : ustadz dari DT, DR. kamil (ayah), Yaziid, dan Tabaarok

Segala puji bagi Allah subhaanahu wa ta’aala, yang menggerakkan hati saya untuk datang ke Daruttauhid, pesantren asuhan Aa Gym di daerah Geger Kalong, kamis 7 Februari lalu.

sungguh tidak saya sangka sebelumnya, saat itu Daruttauhid kedatangan tamu istimewa dari Mesir. yaitu sebuah keluarga dengan 3 anak yang telah hafal Al-Quran seluruhnya. subhaanallaah..mantep lah..  jadi, untuk selanjutnya saya menyebut mereka “keluarga huffazh”. 🙂

jika boleh saya bilang, sang ayah dalam keluarga ini adalah ayah yang sangat super! bagaimana tidak, beliau telah sukses mendidik anak-anaknya sehingga bisa menjadi penghafal Al-Quran pada usia 4,5 tahun. terkecuali bagi satu orang putrinya yaitu pada usia 5 tahun. #subhaanallaah..

putra pertamanya bernama Tabaarok, berusia 9 tahun. putra keduanya bernama Yaziid, berusia 7 tahun. dan putri ketiganya bernama Zaeena, berusia 5 tahun. ini artinya Zaeena baru saja mengkhatamkan hafalan Al-Qurannya. #subhaanallaah..

ketika sang ayah ditanya, sejak kapan ia mendidik anaknya untuk menghafal Al-Quran, ia menjawab, “ketika berumur 3 tahun.” saat itu juz pertama yang dihafal adalah juz ‘amma, itupun dengan tasmii’, yaitu memperdengarkan bacaan Al-Quran ke anaknya dan sang anak menirukannya. bahkan sebelum anaknya mengenal huruf dan harokat. #subhaanallaah..

juz kedua yang beliau ajarkan untuk dihafal adalah juz tabaarok (juz 29). saat itulah beliau mengajarkan huruf dan harokat kepada anaknya. lalu dilanjutkan juz 1, 2, hingga lengkap satu Al-Quran. ibarat sebuah bangunan, beliau mengatakan, juz 30 dan 29 adalah pondasi, juz 1 dan seterusnya adalah jumlah lantainya. maka beliau menamakan metode menghafal ini metode tabaarok. ya, sebuah metode yang beliau temukan setelah Tabaarok sukses menjadi penghafal Al-Quran. #subhaanallaah..

ia tidak memaksa anaknya agar menghafal terus-menerus, tapi beliau menetapkan waktu khusus untuk menghafal. satu hari satu jam. di luar jam menghafal, ya.. bermain, layaknya anak kecil biasa. karena kedisiplinannya, ia pun berhasil mencetak ketiga anaknya menjadi anak yang luar biasa. menjadi penghafal Al-Quran dalam usia yang sangat muda. #subhaanallaah..

sungguh pencapaian yang sangat luar biasa (dengan izin Allah). patut kita tiru dan kita amalkan. satu hari satu jam.. bisa? ya, seharusnya tidak sulit untuk mahasiswa seperti kita. semoga Allah subhaanahu wa ta’aalaa memberikan jalan. betapa indahnya jika dalam kesibukan pun, kita masih bisa menghafal Al-Quran. #subhaanallaah..

terakhir, saya ingin mengatakan bahwa, ketahuilah! inspirasi “cilik” ini benar-benar ada. ya, memang mereka terlihat kecil, namun mampu menginspirasi dunia. mereka juga terlihat lemah namun mampu menguatkan motivasi banyak orang untuk menghafal Al-Quran. #subhaanallaah..

semoga jalan kita senantiasa dimudahkan oleh Allah untuk menjadi penghafal ayat-ayat-Nya. #aamiiin..

– ditulis di kamar B1, kosan24. dalam keheningan malam yang diwarnai genjrengan gitar di lantai 3.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s