Archive for February, 2013

Menghidupkan Hidup

jadikan hidupmu berwarna. berwarna. bukan hitam. :)

jadikan hidupmu berwarna. berwarna. bukan hitam. 🙂

sekarang usia saya sudah kepala 2, ekor 1. ya, usia 21. setahun lebih dekat dengan mati, dibandingkan saat baru berusia 20 tahun dulu. apa artinya ini?

(menjawab untuk diri sendiri) artinya saya harus lebih pandai mengatur waktu, memanajemen pikiran dan emosi, lebih banyak melakukan amalan ibadah dan meninggalkan maksiat, lebih dewasa dan lebih bijak, lebih amanah dan bertanggungjawab, lebih bersih dan bebas dari berbagai penyakit hati, lebih banyak menebar manfaat dan menghapus kesia-siaan, lebih giat dalam ber”amar ma’ruf dan nahi munkar”, lebih berpendidikan dan profesional,  dan lebih peduli terhadap sesama.

ketahuilah, kawan, hidup ini tidak lama. karena kita tidak tahu kapan usainya. hidup ini juga tidak sebentar, oleh karenanya kita masih boleh punya rencana, visi, dan cita-cita.

menjalani hari-hari dengan penuh perencanaan akan jauh lebih baik daripada menjalani apa adanya. karena dengan menjalani apa adanya, berarti kita telah menyia-nyiakan nikmat Allah yang begitu berharga, yaitu kesempatan.

ya, tiap orang memiliki kesempatan yang sama. hanya berbeda bagaimana menanganinya.

sekali lagi, jatah hidup kita tidak bisa  kita prediksi. kapan berakhir, kapan berlanjut. melakukan sesuatu yang bermanfaat adalah suatu keniscayaan. jangan menyia-nyiakan hidup, jangan menyia-nyiakan kesempatan. 🙂

Diferensiasi Produk Jagung (2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya : Diferensiasi Produk Jagung (1)

minyak jagung. ini cukup mahal lho.. (sumber : malaysiacookingoil.com)

minyak jagung. ini cukup mahal lho.. (sumber : malaysiacookingoil.com)

proses pemisahan endosperm dan germ pada bulir jagung yang paling umum adalah wet milling. bagaimanakah proses wet milling  itu? yuk, kita lanjuuut..

tahap pertama dari proses wet milling ialah steeping, orang Indonesia sering menyebutnya “perendaman hangat”. bulir jagung yang telah bersih, direndam ke dalam air bertemperatur 48-52 C dalam waktu 30-50 jam. ke dalamnya ditambahkan larutan SO2 0,2-0,4%-b yang bertujuan untuk melarutkan protein dalam bulir jagung. setelah 30-50 jam, maka akan dihasilkan air bekas perendaman atau corn steep liquor dan padatan bulir jagung dengan kadar air sekitar 45%-b basis basah. bulir jagung dapat dipisahkan untuk memasuki tahap selanjutnya. sedangkan corn steep liquor biasanya digunakan untuk keperluan mikrobiologi karena di dalamnya mengandung banyak sekali nutrisi untuk pertumbuhan mikroba.

tahap kedua ialah penggilingan kasar. tahap ini bertujuan untuk melepaskan germ dari bulir sehingga terpisah dengan endospermnya.  pada tahap ini alat yang biasa digunakan adalah “penggiling Foos”. bentuk alatnya bisa tanya ke professor-google. hasil dari tahap kedua ini adalah endosperm yang telah hancur seperti tepung dan germ yang masih utuh. sayangnya masih bercampur satu sama lain.

pada tahap ketiga kedua komponen dipisahkan. tahap ini dinamakan tahap “pemisahan germ“. bagaimana caranya? mau-tidak mau kita memanfaatkan gaya gravitasi. *masa mau diambilin satu-satu germnya? hehe. prosesnya dinamakan pengapungan. pada tahap ini ke dalam campuran tepung dan germ ditambahkan medium suspensi dengan  densitas lebih besar dari germ yaitu 1,051-1,058 (7-8 Be), sehingga dalam proses pengapungan germ akan berada di atas sedangkan tepung dan medium berada di bagian bawah germ. begitulah sehingga germ bisa dengan mudah diambil dan terpisah sempurna dengan tepung.

germ yang telah terpisah, lantas dengan mudah diambil minyaknya. inilah yang dinamakan minyak jagung. begitupula tepungnya, langsung menjadi tepung yang kaya pati dan bebas minyak.

oke, saya ulang lagi, ralat, berarti tidak hanya 2 macam produk yang bisa kita hasilkan dari jagung. melainkan 3 macam. pertama, corn steep liquorkedua minyak jagung, dan ketiga tepung jagung. sekarang apa yang kawan2 pikirkan?

benar. jagung ternyata sangat potensial untuk dikembangkan produknya. tidak hanya menjadi popcorn atau jagung rebus, atau tepung, tapi bisa kita peroleh minyak dan “sari”nya, yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. mau tahu berapa harga minyak jagung? ya.. kira2 40.000-60.000 rupiah lah perliter. cukup tergiur? hehe.

Oke, belajar dulu dari sekarang, supaya bisa mengoptimasi semua potensi dalam negeri. #untuk Indonesia yang lebih baik. 🙂

semoga bermanfaat.

Diferensiasi Produk Jagung (1)

jagung. (sumber : khasiatbuah.com)

jagung. (sumber : khasiatbuah.com)

kuliah “Industri Pangan” pada kamis, 7 Februari kemarin sangat inspiratif. tentunya dari dosen yang inspiratif (menurut saya), Pak Tatang Hernas Soerawidjaja. beliau mengatakan bahwa terdapat potensi yang sangat besar dibalik bulir jagung yang kita konsumsi selama ini. potensi besar apa itu? mari kita simak paragraf selanjutnya.  🙂

di awal kuliah, pak Tatang menanyakan satu hal yang bahkan tidak pernah kami tanyakan pada diri kami sendiri.

yu (baca : kamu) pernah makan jagung rebus? ada manisnya nggak? pernah mikir,  nggak, manisnya itu dari mana? bonggolnya atau bulir jagungnya? atau dua-duanya?”, begitulah, dan kami tidak ada yang bisa secara mantap menjawab. #payah. sebenarnya pertanyaan2 ini hanya intermezzo sih, tapi cukup mengena.

Oke, menurut beberapa literatur, jagung terdiri dari beberapa bagian, di antaranya bulir, serabut, kelopak, dan bonggol. bulir jagung juga terdiri dari beberapa bagian, di antaranya kulit bulir, endosperm, germ atau kandung lembaga, dan tutup ujung. bagian terbesar adalah endosperm yaitu 82,9%, lalu germ (11,1%), kulit (5,3%), dan tutup ujung (0,8%). berawal dari sini sebenarnya, mengapa diferensiasi produk jagung itu begitu penting dilakukan.

sekarang kita bahas satu-satu, dari bagian terbesar dahulu. ENDOSPERM. bagian ini adalah bagian kaya pati, yaitu sebesar 87,6% dan protein 8%. sisanya serat (3,2%), lemak (0,8%) dan bahan-bahan lain (0,4%).

kemudian GERM atau kandung lembaga. bagian ini cukup kaya dengan lemak, protein, dan serat, yaitu (berturut-turut) 33%, 18,4%, dan 14%. sisanya adalah pati (8%) dan bahan lain (26,4%).

KULIT. siapa sangka ternyata lapisan tipis ini mengandung banyak serat, sekitar 83,6%. diikuti oleh pati (7,3%), protein (3,7%), lemak (1%) dan bahan lain sebesar 4,4%.

bagian terkecil adalah TUTUP UJUNG. sama dengan saudaranya (kulit), bagian ini juga kaya akan serat. persentase serat pada tutup ujung termasuk cukup besar sekitar 77,7% yaitu dalam bentuk selulosa. komponen lainnya adalah protein (9,1%), pati (5,3%), lemak (3,8%) dan bahan lain (4,4%).

lantas, apa yang bisa kita simpulkan? apa hubungannya komponen beserta komposisinya dengan diferensiasi produk? apa yang bisa kita manfaatkan dari data-data ini?

tentu banyak sekali. mari kita flashback. tinjau satu-satu. endosperm adalah bagian kaya pati, benar? lalu germ adalah bagian kaya lemak, benar juga, kan? kulit dan tutup ujung tidak terlalu penting. oke, clear.

sekarang mari kita membicarakan tepung jagung yang ada di pasaran. menurut beliau, tepung jagung kita dibuat dari bulir yang digiling hingga halus. sudah. bagaimana misalnya begini : bulir jagung dipisahkan dahulu endosperm dan germnya. lalu endospermnya kita ambil untuk dibuat tepung, dan germnya juga kita ambil untuk diambil minyaknya. hmm…

*apa yang anda pikirkan? tentu kita sekarang punya 2 produk. tepung jagung, dan minyak jagung. lalu bagaimana proses pemisahan endosperm dan germnya? ikuti link berikut. 🙂

Selanjutnya :

Diferensiasi Produk Jagung (2)

Inspirasi “Kecil” | #subhaanallaah

dari kiri : ustadz dari DT, DR. kamil (ayah), Yaziid, dan Tabaarok

Segala puji bagi Allah subhaanahu wa ta’aala, yang menggerakkan hati saya untuk datang ke Daruttauhid, pesantren asuhan Aa Gym di daerah Geger Kalong, kamis 7 Februari lalu.

sungguh tidak saya sangka sebelumnya, saat itu Daruttauhid kedatangan tamu istimewa dari Mesir. yaitu sebuah keluarga dengan 3 anak yang telah hafal Al-Quran seluruhnya. subhaanallaah..mantep lah..  jadi, untuk selanjutnya saya menyebut mereka “keluarga huffazh”. 🙂

jika boleh saya bilang, sang ayah dalam keluarga ini adalah ayah yang sangat super! bagaimana tidak, beliau telah sukses mendidik anak-anaknya sehingga bisa menjadi penghafal Al-Quran pada usia 4,5 tahun. terkecuali bagi satu orang putrinya yaitu pada usia 5 tahun. #subhaanallaah..

putra pertamanya bernama Tabaarok, berusia 9 tahun. putra keduanya bernama Yaziid, berusia 7 tahun. dan putri ketiganya bernama Zaeena, berusia 5 tahun. ini artinya Zaeena baru saja mengkhatamkan hafalan Al-Qurannya. #subhaanallaah..

ketika sang ayah ditanya, sejak kapan ia mendidik anaknya untuk menghafal Al-Quran, ia menjawab, “ketika berumur 3 tahun.” saat itu juz pertama yang dihafal adalah juz ‘amma, itupun dengan tasmii’, yaitu memperdengarkan bacaan Al-Quran ke anaknya dan sang anak menirukannya. bahkan sebelum anaknya mengenal huruf dan harokat. #subhaanallaah..

juz kedua yang beliau ajarkan untuk dihafal adalah juz tabaarok (juz 29). saat itulah beliau mengajarkan huruf dan harokat kepada anaknya. lalu dilanjutkan juz 1, 2, hingga lengkap satu Al-Quran. ibarat sebuah bangunan, beliau mengatakan, juz 30 dan 29 adalah pondasi, juz 1 dan seterusnya adalah jumlah lantainya. maka beliau menamakan metode menghafal ini metode tabaarok. ya, sebuah metode yang beliau temukan setelah Tabaarok sukses menjadi penghafal Al-Quran. #subhaanallaah..

ia tidak memaksa anaknya agar menghafal terus-menerus, tapi beliau menetapkan waktu khusus untuk menghafal. satu hari satu jam. di luar jam menghafal, ya.. bermain, layaknya anak kecil biasa. karena kedisiplinannya, ia pun berhasil mencetak ketiga anaknya menjadi anak yang luar biasa. menjadi penghafal Al-Quran dalam usia yang sangat muda. #subhaanallaah..

sungguh pencapaian yang sangat luar biasa (dengan izin Allah). patut kita tiru dan kita amalkan. satu hari satu jam.. bisa? ya, seharusnya tidak sulit untuk mahasiswa seperti kita. semoga Allah subhaanahu wa ta’aalaa memberikan jalan. betapa indahnya jika dalam kesibukan pun, kita masih bisa menghafal Al-Quran. #subhaanallaah..

terakhir, saya ingin mengatakan bahwa, ketahuilah! inspirasi “cilik” ini benar-benar ada. ya, memang mereka terlihat kecil, namun mampu menginspirasi dunia. mereka juga terlihat lemah namun mampu menguatkan motivasi banyak orang untuk menghafal Al-Quran. #subhaanallaah..

semoga jalan kita senantiasa dimudahkan oleh Allah untuk menjadi penghafal ayat-ayat-Nya. #aamiiin..

– ditulis di kamar B1, kosan24. dalam keheningan malam yang diwarnai genjrengan gitar di lantai 3.

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"