Manajemen Emosi | #mentoring

Pintu gerbang timur SMAN 1 Giri (sumber : paktris.wordpress.com)
Pintu gerbang timur SMAN 1 Giri (sumber : paktris.wordpress.com)

Senin, 7 Januari 2013, tepat 5 hari sebelum saya balik ke Bandung, adalah hari pertama mentoring tahunan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Banyuwangi di Bandung (KPMB Bandung) ke SMA2 yang ada di Banyuwangi. well, kata adik2 angkatan 2012 selaku panitia acara, agenda hari ini adalah ke SMAN 1 Genteng dan SMAN 1 Giri.

singkat cerita, kami ke SMAN 1 Genteng. kami kira jam 8 sudah mulai, karena jadwal presentasi untuk ITB pukul 8-10 pagi, lalu dilanjutkan oleh teman2 dari UI, mungkin dari jam 10-12 siang. ternyata ada kemoloran, karena siswa kelas 12 sedang ada urusan di BP. oke, yasudah, mau bagaimana lagi? kamipun menunggu. sudah hampir setengah 10 dan kelas 12 masih belum berkumpul untuk mengikuti acara presentasi kami. di sisi lain, kami pukul 11 siang sudah ada jadwal di SMAN 1 Giri. forum memutuskan untuk dibagi beberapa tim. satu tim tetap di Genteng, satu tim ke Giri, satu lagi ngurus administrasi ke SMA2 yang belum fix jadwalnya.

jadi cerita dari SMAN 1 Genteng, tidak ada. karena saya ikut tim yang ke SMAN 1 Giri. sayang sekali. 😦

di SMAN 1 Giri…

beda jauh dengan di Genteng tadi. di sini kami langsung dipersilahkan masuk ruang2 kelas dari sekitar jam setengah 11 sampai jam 12 siang. mantep lah!

di kelas…

saya masuk kelas IPS. seperti yang saya duga sebelumnya, saya pasti dapet banyak cerita di sini. hehe. ternyata benar, awal saya masuk, anak2 masih sangat ramai, dan tidak teratur duduknya. maaf saya nyebutnya anak2 karena masih rada kaya anak2 sihhehe. saya diamkan sebentar sampai mereka tahu kalau ada saya di situ. tapi gagal. anak2 tidak bisa tenang ternyata. hmmh.

langsung saja saya buka. perkenalan bla-bla-bla. pertama muka saya rada serem. penginnya sih biar anak2 takut, tapi gagal. saya gak bisa muka serem rupanya. wkwk. lalu saya awali dengan pertanyaan. “siapa di antara kalian yang mau kuliah?”

“yo kabeh gelem, mas…(baca : ya mau semua, mas…)”, jawab anak2 spontan.

oke, bagus. pikir saya. “penginnya kuliah ke mana?”, tanya saya lagi.

“malang mas! jember! dadi TNI! guru ngaji! pramugari! ke Amerika! suuuiiiit… dhuarr!”, jawab anak2 sahut2an. gatau nih, seperti apa saya harus mengumpamakan. sudah seperti orang perang. gawat. satu sisi ada yang berkata jujur, yang lain sepertinya hanya bercanda  dan main2. singkat cerita, sepertinya sudah tidak mungkin saya teruskan bicara kalau kondisinya seperti ini. akhirnya saya putuskan untuk menanyai mereka secara personal.

“em.. mbak yang di sana, mau masuk mana?” tanya saya ke salah satu siswa yang saya tunjuk secara random.

“siapa mas? saya? mau ke malang mas”, jawabnya.

“mau ambil jurusan apa?”, saya kembali bertanya.

“penginnya manajemen”, jawabnya. sepertinya sudah mantap.

saya tanya lagi yang lain. dan hasilnya lumayan, dari sini saya mendapat respon yang baik. meskipun anak2 yang gak saya tanya tetap rame, tapi okelah. nanti juga mereka saya tanya. sama saja. hehe.

dari pendekatan personal seperti ini, ternyata lebih mudah menangani anak2 yang bandelnya minta ampun -kalau rame2- ini. jujur, pas saya tanya secara personal, mereka seakan menjelma menjadi orang baik. gak teriak2 gak jelas kaya tadi. jawabnya baik2, jadi berani nanya, curhatpun ada, dan lain-lain. yang pasti terasa lebih dekat dan lebih mengena ke mereka kalau begini. saya merasa sangat terbantu ketika teman saya Damai dan Ajeng masuk ke kelas saya. sebelumnya mereka masuk ke kelas IPS yang lain, mungkin putus asa, lalu mereka keluar dan masuk ke kelas saya. karena sekarang sudah bertambah sumber daya manusianya, jadi kami bisa membentuk forum2 kecil dengan anak2. yah meskipun gak forum2 amat, tapi lumayan bisa mewadahi mereka yang benar2 butuh  cerita dan informasi dari kami.

saya mendapat banyak pelajaran dari sini. saya mesti belajar lagi tentang sabar, sabar menahan emosi, sabar dalam menyampaikan motivasi, sabar dalam menerima tanggapan yang negatif, dan sabar-sabar yang lain. saya juga belajar bagaimana memahami isi hati dan pikiran orang. beberapa dari mereka curhat dan benar2 ingin minta solusi. saya jadinya kurang siap tuh. yang pasti belajar public speaking. bagaimana agar pikiran anak2 dan pikiran kita itu nyambung. bagaimana agar keinginan kita benar2 tersampaikan. dan itu bagi saya tidak mudah. semoga saya bisa belajar meningkatkan kemampuan public speaking saya dari sini.

terakhir, saran saya untuk kawan2 KPMBB yang lain. jangan emosi dulu kalau kelasnya tidak kondusif. boleh emosi tapi jangan sampai keluar kelas. menurut saya itu seakan2 kita yang kurang niat menyampaikan motivasi kepada mereka. cobalah dengan pendekatan personal. semoga cara ini bisa lebih efektif daripada terus berbicara di depan kelas, tapi tidak ada yang memperhatikan. karena terkadang nilai2 baik itu masuk bukan karena kerasnya ucapan, tapi karena kelembutan hati kita dalam memotivasi mereka.

wallaahu a’lam. semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan kita di mentoring2 selanjutnya. 🙂 tetap berjuang guys!

jadwal besok di SMAN 2 Genteng dan SMAN 1 Glagah, SMA saya. yee… semoga cerita besok lebih seru. ^^

One thought on “Manajemen Emosi | #mentoring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s