Jalan Sebelum Hijau, dan Tetap Jalan Setelah Merah

apa yang kawan2 bayangkan setelah membaca judul di atas? kalau yang kawan2 bayangkan adalah sesuatu yang berhubungan dengan lalu lintas, maka kawan2 benar. judul di atas saya ambil sebagai perwakilan dari sekian banyak peraturan lalu lintas yang sering kita langgar. saya tidak mengatakan saya tidak pernah melanggar peraturan lalu lintas, pernah juga. makanya mulai sekarang mari sama2 belajar. 🙂

jalan raya milik kita bersama. mari jaga sopan santun.
jalan raya milik kita bersama. mari jaga sopan santun.

mengapa harus taat berlalu lintas?

ah. anak kecil juga tahu. taat berlalu lintas adalah suatu maslahat yang besar. jika semua orang melakukannya, saya yakin akan sangat besar manfaatnya : berkendara nyaman, minim kecelakaan, kalo kecelakaanpun … ga terlalu parah, lalu lintas tertib dan teratur, polisi senang, dan lain-lain. coba kita bandingkan dengan bahaya yang akan timbul bila banyak orang tidak melakukannya : berkendara tidak nyaman, banyak kecelakaan, banyak orang berkata kotor di jalan, polisi bingung, dan pasti serba gak enak di jalan raya. entah takut diserempet orang lah, takut kena razia lah, dan takut2 yang lain. itu yang pertama.

kedua, taat peraturan adalah salah satu wujud kita berbakti pada negeri. kita pasti pengin kan negeri kita tenteram, aman, nyaman. makanya kalau ada peraturan itu ditaati. saya paling males mendengar orang bilang “peraturan itu dibuat untuk dilanggar”, apalagi kalau ditambahi dengan “ha..ha..ha..”. heuh, paling males.

***

yuk, sekarang kita bahas pelanggaran2 yang sering kita lakukan. (sesi buka-bukaan nih) :

1. tidak mematuhi rambu

siapa yang sering berhenti di bawah tanda S dicoret? atau memarkir kendaraan di tanda P dicoret? atau bahkan menerobos jalan yang ada simbol strip warna merah? ngaku!

atau yang rada gak keliatan nih, memutar di tempat yang tidak semestinya untuk memutar, sehingga kadang menyebabkan kemacetan. atau menyeberang di bawah jembatan penyeberangan (bukan di jembatannya) bagi para pejalan kaki. hayoo…

mari mulai hari ini kita tobat! hehe.. 

2. tidak memakai helm

banyak pikiran begini : “tempat tujuan lumayan deket nih, gak usah pake helm ah..”, atau begini “di jalan sana kan ga ada polisi, jadi gapapa gak pake helm..”, yang parah kalau begini “gak usah pake helm ah, sayang helmnya nanti cepet rusak..”. woii mas! lebih sayang sama helm atau kepala?

sebenarnya polisi tidak ingin kita kecelakaan terus kepala menghantam aspal lalu kepala bocor, makanya kita disuruh pakai helm. tapi yang namanya antisipasi itu di mana2 perlu. lebih baik mencegah kan daripada mengobati kepala kita yang bocor? haha. setuju?

3. tidak menggunakan bel, spion, dan lampu dengan baik sesuai fungsinya

ini juga nih, banyak orang yang punya SIM. tapi sedikit yang menggunakan fitur kendaraan seperti bel, spion, dan lampu depan dengan baik sesuai fungsinya. khususnya motor nih, saya kurang tahu kalau mobil. saya pikir rata2 pengendara mobil sudah menggunakannya dengan baik.

wahai para pengendara motor (termasuk saya), mari kita ulas satu-satu. siapa yang spionnya gak bener? ngadep ke bawah, kebalik, atau gak pake sama sekali? ngacung! oke saya deh ngacung, spion saya cuma satu, karena satunya gak bisa dipasang. ulirnya rusak. barangkali lupa fungsi spion, spion itu fungsinya untuk melihat kendaraan yang ada di belakang kendaraan kita. kalau spionnya bener, pasti kelihatan kalau ada yang mau mendahului, atau lagi ngebut di belakang, atau ada ambulance atau truk mau lewat. kita bisa lebih berhati-hati.

kalau spionnya ga bener (misal yang ngadep ke bawah), yang keliatan dari spion bukan kendaraan di belakang, tapi kaki. haha. yuk, mulai sekarang dibenerin spionnya.

sekarang lampu. siapa yang lampu depannya gak pernah dihidupin kalo siang? atau malam juga? parah kalau ini mah. lampu kan fungsinya agar kendaraan kita lebih terlihat oleh kendaraan lain yang ada di depan atau penyeberang jalan. lampu dim juga berfungsi untuk tanda kalau kita akan mendahului kendaraan di depan kita, bisa juga peringatan untuk penyeberang jalan untuk berhati2.

sekarang bel atau klakson. siapa yang jarang ngebel atau nglakson? hehe. atau ngebelnya saat emosi doang sama pengguna jalan lain, gara2 ngawur? hehe, sering banget nih pasti yang gini. yuk sama2 berbenah. bel fungsinya bukan saat ada masalah doang. tapi setiap saat. ada baiknya kalau kita ngebel ketika melihat ada orang atau kendaraan mau nyeberang di depan kita. ada baiknya pula kita ngebel untuk memberi tanda bahwa kita akan mendahului kendaraan di depan kita. bisa jadi kan kita dalam keadaan darurat, misal udah hampir telat, dan pengin mendahului semua kendaraan yang ada di depan kita. hehe.

4. tidak sopan santun di jalan

tidak sopan santun di jalan, meliputi : nyeberang ngawur, nyalip ngawur, ngebut di jalan rame, atau ngebut di gang. kita tahu lah, kalau kita sopan, kalau kita baik pada lingkungan, lingkungan akan baik pada kita. mari menambah kesadaran kita bahwa kita hidup di lingkungan banyak orang, bukan hidup di dunia kita sendiri. 🙂

mulai sekarang, yuk kita jadi orang yang tertib berlalu lintas di jalan raya, khususnya saya sendiri. belajar mentaati peraturan dan mencegah berbagai kemungkinan kecelakaan yang mungkin terjadi kapan saja. agar lalu lintas terasa aman bagi penggunanya, nyaman, dan tertib.  woke? semoga bermanfaat kawan. 🙂

2 thoughts on “Jalan Sebelum Hijau, dan Tetap Jalan Setelah Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s