Bukan Energi Saja, Niat Juga Kudu Terbarukan

niat tempatnya di hati. memperbarui niat, memperbarui hati.
niat tempatnya di hati. memperbarui niat, memperbarui hati, memperbarui jiwa.

seringkali ketika kita tidak sadar bahwasannya memperbarui niat itu penting. yaitu ketika amal-amal kebaikan mulai menjadi kebiasaan atau sekedar rutinitas. lha, bukannya bagus?

ternyata tidak. Amru Khalid, dalam bukunya “Ishlaahul-quluub”, beliau menuliskan : “ketika ketaatan berubah menjadi sekadar kebiasaan (rutinitas), berkuranglah rasa ketaatan dalam beribadah tersebut.”

contohnya ialah ketika sholat berjamaah yang kita lakukan di masjid telah menjadi rutinitas. menurut beliau, idealnya setiap kita pergi ke masjid, kita perbarui juga niat kita. atas dasar apa kita sholat berjamaah? mengapa kok di masjid? apa yang kita harapkan dari sholat berjamaah di masjid? dan lain-lain. misalnya, “saya sholat berjamaah karena pahalanya 27 kali lipat dibandingkan sholat sendiri, saya berjalan ke masjid karena yakin bahwa Allah mengangkat derajat dan menghapuskan dosa saya dalam setiap langkah, dan saya ingin mengikuti jejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabat yang senang sholat berjamaah di masjid.”

apa tujuannya? agar semangat dan keikhlasan di hati kita tidak mengalami degradasi (futur) dan kelunturan. beliau menambahkan, di antara sebab utama degradasi pada hamba yang shalih atau telah lama melakukan ketaatan ialah tidak lagi memperbarui niat.

contoh lain yaitu para muslimah yang memakai jilbab. mungkin kita pernah menemukan wanita yang memakai jilbab, lalu melepasnya – na’uudzu billaahi min dzaalik. ini adalah kemaksiatan yang besar. dalam bukunya itu, beliau menuturkan,

“saya tidak mengatakan ia bukan seorang muslimah. bisa jadi ia mencari wajah Allah subhanahu wa ta’ala dengan amal ketaatan lainnya. tetapi ketika memakai jilbab, ia melupakan niat dan tidak pernah melakukan pembaharuan niat.”

menurut beliau, mestinya dia bertanya kepada diri sendiri, “mengapa aku memakai jilbab?” dan dijawab dengan tegas. “taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bertasyabuh dengan wanita mukmin, malu kepada Allah dan ingin mendapat ridha Allah. maka aku ingin sekali memakai jilbab, dan setiap hari kuperbarui niat di hatiku.”

yah, semoga kita bisa menjadi muslim yang selalu memperbarui niat dalam setiap amal ibadah kita. wallaahu a’lamu bish-showaab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s