Ayat-ayat Kereta

Senin, 24 Desember 2012. harusnya tulisan ini sudah saya post dari kemarin, tapi baru sempet nulis sekarang.

saya mau cerita nih, kemarin saya berjumpa dengan seorang bapak2 di kereta. bapaknya dari tasikmalaya kalau tidak salah. oiya namanya pak Kos (ini sanadnya lemah, karena saya tanya ke orang di depan saya). orangnya murah senyum, baik, dan tidak sombong, wkwk.

oke, awalnya kami mengobrol ringan. bla-bla-bla, lama2 beliau mulai cerita banyak hal kepada kami (saya dan Didin, mahasiswa UGM tingkat 6, hehe), terutama tentang pengalaman hidup beliau selama menjadi karyawan. beliau dulu pernah jadi karyawan di Bank Bali. sekarang Bank Bali dimerger katanya, saya gatau dimergernya sama bank apa. bukan pegawai kantornya tapi, beliau jadi sopir.

pak Kos bercerita kalau menjadi karyawan seperti ini, apalagi hanya sebagai sopir, susah. selain harus nurut sama bos (orang-orang bank), juga kudu bisa bikin mereka nyaman di mobil. misal nih, sopirnya rese dan sok gaul sama bos, bisa2 cuma beberapa hari tuh dipecat, ganti sopir yang baru. atau cara mengendarai mobilnya gak enak, mungkin beberapa minggu udah ga kerja di situ lagi. beruntung bapak ini dapat bekerja selama beberapa tahun. namun sayang akhirnya harus kehilangan pekerjaannya karena ganti petinggi, waktu itu katanya petinggi2 bank adalah orang-orang asing, dan banyak karyawan lama yang diPHK dan digantikan oleh orang-orang asing. sedih.

pak Kos kini bekerja sebagai pedagang jam tangan. bukan gaji yang besar kini yang beliau harapkan, yang penting beliau cukup senang karena tidak harus nurut lagi sama bos, tidak ada yang mengekang. sudah cukup lama ternyata beliau menjadi pedagang jam, kemarin bilangnya hampir 10 tahun. waw. dari pekerjaannya sebagai sopir dan pedagang jam tangan alhamdulillaah beliau mampu menghidupi istri dan anak-anaknya.

beliau terus bercerita, dan dalam cerita-cerita beliau itu, secara tidak langsung saya menangkap pesan tersirat dari beliau. yang saya pikir ini nasihat untuk saya hari ini.

harus percaya sama Allah, jaman sekarang siapa sih yang gak percaya sama Allah? ada banyak. yang percaya? lebih banyak lagi. yang percaya sekaligus ada implementasinya dalam kehidupan? nah ini yang jarang. kepercayaan kita pada Allah harus sepenuhnya. tidak setengah2. bagaimana setengah2 itu? ketika suatu saat mendapat nikmat, kita bersyukur, tapi ketika mendapat musibah, kita malah mencela2 dan tidak bersabar. na’uudzu billaah.

banyak beristighfar, tahu sendiri lah, Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam yang telah dijamin surga dan diampuni dosa-dosanya saja beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. bagaimana dengan kita yang bermandikan dosa-dosa ini?

ridho hati, apa artinya ini? kita harus lapang dada, bersabar, ridho akan segala macam ketentuan Allah yang datang kepada kita. baik-buruknya itu datang dari Allah, dan itu semua pasti ada hikmahnya bagi kita.

manusia di sisi Allah itu sama, beliau mengibaratkan seperti orang yang sholat berjamaah. dalam urusan negara, presiden harus di depan, nomor satu. tapi urusan sholat, tidak harus presiden yang menjadi imam. orang tak berpangkatpun sah. begitu pula di hadapan Allah. tidak ada fungsinya pangkat, jabatan, harta. semua sama kecuali ketakwaannya.

tidak ada kata terlambat, ini yang paling mengena bagi saya! ya, sering kita gagal karena menunda-nunda, dan karena terlambat. kata bapaknya : “orang yang berpikir dia terlambat, tidak akan sukses.” nah loh.

waspada dengan dua godaan hidup : uang dan wanita, wah pak, tahu saja kami masih lajang. hehe. jangan tergila-gila oleh harta karena itu hiasan di dunia semata, dan tidak akan kekal alias sementara. begitupula dengan wanita, ada kalanya ia menjadi fitnah yang amat besar, ada kalanya pula ia menjadi anugerah yang luar biasa. 🙂

***

ciiit… kereta sedikit ngerem, tanda memasuki kawasan stasiun. ternyata stasiun tasikmalaya. bapaknya lalu berpamitan. “dik, bapak pamit dulu ya, maap kalo dari tadi banyak ngomong, hehe… semoga sukses ya..” begitu kurang lebih kata bapaknya.

“haha, gapapa pak, justru ini tambahan ilmu dan nasehat untuk saya, semoga bapak juga lancar dagangannya. aamiin.. ” jawab saya.

bapaknya turun, dan saya simpan note yang dari tadi saya tulis di Hape pas bapaknya cerita. alhamdulillaah, satu cerita. bisa ditulis di blog. dan… jadilah ini. semoga bermanfaat. 🙂

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"