Hujan, Tasya Jadi Rasya

Jum’at, 21 Desember 2012 @taman ganesa ITB

hujan deras … sangat deras … terkadang banyak membuat kejutan. kemarin, saking derasnya hujan, banyak civitas akademika yang akhirnya memilih untuk stay di dalam masjid Salman seusai Jum’atan. entah mengobrol dengan kawannya atau apa, tapi saya yakin di antara mereka pasti ada yang akhirnya membaca Al-Qur’an sambil menunggu hujan, menambah hafalan, shalat sunnah, belajar soal-soal untuk ujian sore harinya, atau ke perpus salman untuk sekedar membaca buku. and… for me it’s good… sangat terasa sekali perbedaannya ketika masjid sepi, dan ketika masjid diramaikan oleh civitas akademika seperti ini. aura positifnya begitu kental. 🙂

masjid salman masih ramai oleh civitas akademika
masjid salman masih ramai oleh civitas akademika

kejutan lainnya, ketika saya lihat ke sebelah, ya Taman Ganesha, atau lebih dikenal dengan Tasya (taman ganesya, rada maksa sih). sebuah taman tua (mungkin lebih tua dari ITB) yang ada persis di depan gerbang utama ITB, dan berada di samping kompleks masjid Salman.

miris sekali melihatnya. Tasya yang biasanya ternodai oleh sampah2 daun, dan sampah dari manusia, kini ternodai pula oleh air hujan. bukan menyalahkan air hujan, tapi mungkin kemampuan menyerap air Tasya yang sangat buruk. saya pikir bukan Tasya lagi kalau sedang hujan begini, tapi “Rasya” (Rawa Ganesa, hehe).

alhamdulillah saya telah mengabadikan beberapa foto agar lebih jelas. semoga ini bisa dijadikan evaluasi oleh pemerintah kota Bandung, dan civitas akademika tentunya.

tasya sebelah selatan, sudah seperti rawa, tinggal diberi ikan
tasya sebelah selatan, sudah seperti rawa, tinggal diberi ikan
tasya sebelah utara, juga seperti rawa, tinggal diberi buaya, hehe
tasya sebelah utara, juga seperti rawa, tinggal diberi buaya, hehe

sudah cukup menangisnya. hehe. saya tahu pasti kawan2 bilang, innaalillaah, maasyaa’allaah. memang benar ini musibah, dan Allah sangat bisa membuat musibah seperti ini. semoga bisa menjadi sindiran untuk para insinyur di dalam sana, yang ahli tanah, ahli air, ahli udara, (oh bukan, itu avatar!) ahli perencanaan wilayah, ahli lingkungan, dan ahli2 yang lain, untuk lebih perhatian pada permasalahan lingkungan di sekitar ITB. jadi tidak hanya perhatian pada masalah global. saya takut ada orang lewat terus bilang : “ini ITB, tapi taman ganesa dari dulu sampai sekarang, serapan airnya masih saja buruk.” ah, semoga tidak sampai seperti itu. meskipun saya mahasiswa Teknik Kimia, saya juga malu dan sedih.

so, bagaimana pendapat kawan2 tentang ini? any ideas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s