Muncar dan Air Limbah (2-end)

#setelah membaca berita di RADAR BANYUWANGI hari ini

masih nyambung dengan Muncar dan Air Limbah (1),

yang ada di RADAR BANYUWANGI hari ini sangat berlawanan dengan apa yang saya tulis beberapa jam yang lalu. saya sudah senang karena sedang proses pembangunan IPAL untuk beberapa pabrik besar di Muncar. Eh… ternyata dana pembangunannya dicabut oleh pemerintah pusat. Innalillaah…

Ini print screen dari RADAR BANYUWANGI di websitenya (klik saja untuk memperbesar) :

ipal 1

ipal 2

sedih lah, kalau begini. tentunya saya juga terpukul. tapi apalah daya saya, masing2 pihak (pemerintah dan warga) juga tidak bisa sertamerta disalahkan. saya hanya melihat satu permasalahan dari fenomena (yang seharusnya tidak terjadi) ini :

“MASALAH TEKNIS”

ini kesalahan yang paling nyata terlihat. tiang pancang dibangun tidak pada rencana semula, sebelah selatan Pelabuhan Induk Muncar, melainkan di tempat lain yang dekat dengan pemukiman penduduk. ya jelas warga protes. mushala mereka retak2, rumah juga retak2, tidur siang tidak nyaman karena banyak getaran, dan lain-lain yang mungkin pemerintah tidak merasakan.

masalah lain mungkin berasal dari 2 poin yang lain, yaitu edukasi dan kepercayaan.

edukasi

orang menyebutnya pendidikan, atau pendidikan formal. tapi ini terlalu sempit. menurut saya edukasi itu untuk membuat orang tidak tahu menjadi tahu, membuat orang tidak beradab menjadi orang beradab, dan lain-lain, dalam hal apapun. dan pada kasus ini : kenapa warga setempat menolak? jawabannya adalah mungkin mereka kurang teredukasi oleh pihak pemerintah. apa sih penginnya pemerintah? apa sih penginnya warga? ya harus sinkron. itulah pentingnya edukasi. mungkin ada ketidakberesan di bagian sini yang saya juga kurang tahu.

kepercayaan

sudahkah warga percaya sepenuhnya pada pemerintah? mungkin perlu dipertanyakan. saya pikir, jika pemerintah dan warga saling percaya, tidak akan sampai terjadi seperti ini. tidak mudah memang mempercayai pemerintah yang sudah meretakkan tembok-tembok dan menggetarkan pintu dan jendela mereka. tidak mudah pula mempercayai warga yang begitu responsif dan tegas. susah memang, tapi beginilah hidup, begitu banyak cobaan yang perlu diselesaikan secara bijak dan dewasa.

ada hubungan yang erat antara edukasi dan kepercayaan : untuk bisa teredukasi seseorang harus memiliki kepercayaan, yang mana kepercayaan sendiri hanya bisa timbul dari edukasi. Nah loh, bingung kan? saya juga bingung. itu adalah suatu siklus yang senantiasa berkelanjutan. bagaimana caranya? ya..  terserah, bagaimana enaknya.

terakhir, saya berharap bapak pemerintah mempertimbangkan ulang rencana pencabutan dana IPAL ini, sayang sekali jika Muncar tercemar hanya gara-gara ketidakadaan unit IPAL, dan limbah dibuang begitu saja. saya membayangkan : produksi ikan menurun karena laut semakin tidak sehat, pendapatan daerah menurun, warga nganggur karena tidak ada lagi ikan yang ditangkap, dan banyak fenomena mengerikan lain yang bisa terjadi bila Muncar terus tercemar. tolong dipertimbangkan lagi, dan hendaknya tempat instalasi yang dipilih tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar saat pembangunannya.

untuk saudara saya di Muncar : saya ikut merasakan kesedihan kalian ketika rumah kalian retak, mushala kalian hampir roboh, dan tidur siang kalian tidak nyaman. tapi percayalah, pemerintah tidak sejahat itu, hanya mungkin teknisnya saja yang kurang tepat. semoga di sisi lain banyak dari kalian yang mendukung pemerintah akan suksesnya program ini sehingga terus mengedukasi saudara-saudara warga Muncar yang lain untuk berbenah menuju Muncar yang lebih bersih, lebih baik. 🙂

semoga tidak sia-sia usaha kita. (hbb)

#ditulis dengan sedikit ngantuk2, maaf jika ada kalimat dengan nada emosi, dan yang penting saya ingin tidur sekarang.

sumber : radarbanyuwangi.co.id

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"