Archive for December, 2012

2012 in Review | #meaningful

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 8,400 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 14 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Merayakan Tahun Baru?

No, thanks

No, thanks!

saya yakin kawan2 sudah mengetahui hadits Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam berikut :

“Barang siapa menyerupai suatu golongan, maka ia adalah bagian dari mereka” (HR Abu Daud no 4031, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

tapi masih banyak saudara2 kita yang lain yang belum tahu. sesama muslim adalah saudara. mari kita ingatkan. mumpung nanti malam adalah malam tahun baru, yang kata orang “yuk, kita rayain rame2 dengan kambang api, karaoke, bla bla bla…”, insya Allah itu menjadi ladang amal bagi kita. barangkali masih ada saudara kita yang mau ikut2an acara perayaan, yuk kita ingatkan, sebaiknya tidak ikutan, that’s not ours. bukan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh para sahabat di jaman Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam, bukan pula kebiasaan para tabi’in setelahnya.

gak seru dong kalo gitu, malem ini?

emang. mau seru, tapi gak disukai oleh Allah? dibenci oleh Nabi? jadi gak seru banget kan. Enak di sini, tapi gak enak di ‘sana’. Enak sekarang, tapi gak enak ‘besok’. Hayo, mau yang mana?

Ingat juga nih, firman Allah dalam Al-Qur’an :

“dan tidaklah orang yahudi dan nasrani itu rela terhadap (agama) kalian, sampai kalian mengikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqarah : 120)

na’udzu billahi min dzalik. cukuplah bagi kita AL-QUR’AN dan AS-SUNNAH. itu dua pedoman yang paling ampuh kata Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam. 

wallahu a’lamu bish-showab.

Bukan Energi Saja, Niat Juga Kudu Terbarukan

niat tempatnya di hati. memperbarui niat, memperbarui hati.

niat tempatnya di hati. memperbarui niat, memperbarui hati, memperbarui jiwa.

seringkali ketika kita tidak sadar bahwasannya memperbarui niat itu penting. yaitu ketika amal-amal kebaikan mulai menjadi kebiasaan atau sekedar rutinitas. lha, bukannya bagus?

ternyata tidak. Amru Khalid, dalam bukunya “Ishlaahul-quluub”, beliau menuliskan : “ketika ketaatan berubah menjadi sekadar kebiasaan (rutinitas), berkuranglah rasa ketaatan dalam beribadah tersebut.”

contohnya ialah ketika sholat berjamaah yang kita lakukan di masjid telah menjadi rutinitas. menurut beliau, idealnya setiap kita pergi ke masjid, kita perbarui juga niat kita. atas dasar apa kita sholat berjamaah? mengapa kok di masjid? apa yang kita harapkan dari sholat berjamaah di masjid? dan lain-lain. misalnya, “saya sholat berjamaah karena pahalanya 27 kali lipat dibandingkan sholat sendiri, saya berjalan ke masjid karena yakin bahwa Allah mengangkat derajat dan menghapuskan dosa saya dalam setiap langkah, dan saya ingin mengikuti jejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabat yang senang sholat berjamaah di masjid.”

apa tujuannya? agar semangat dan keikhlasan di hati kita tidak mengalami degradasi (futur) dan kelunturan. beliau menambahkan, di antara sebab utama degradasi pada hamba yang shalih atau telah lama melakukan ketaatan ialah tidak lagi memperbarui niat.

contoh lain yaitu para muslimah yang memakai jilbab. mungkin kita pernah menemukan wanita yang memakai jilbab, lalu melepasnya – na’uudzu billaahi min dzaalik. ini adalah kemaksiatan yang besar. dalam bukunya itu, beliau menuturkan,

“saya tidak mengatakan ia bukan seorang muslimah. bisa jadi ia mencari wajah Allah subhanahu wa ta’ala dengan amal ketaatan lainnya. tetapi ketika memakai jilbab, ia melupakan niat dan tidak pernah melakukan pembaharuan niat.”

menurut beliau, mestinya dia bertanya kepada diri sendiri, “mengapa aku memakai jilbab?” dan dijawab dengan tegas. “taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bertasyabuh dengan wanita mukmin, malu kepada Allah dan ingin mendapat ridha Allah. maka aku ingin sekali memakai jilbab, dan setiap hari kuperbarui niat di hatiku.”

yah, semoga kita bisa menjadi muslim yang selalu memperbarui niat dalam setiap amal ibadah kita. wallaahu a’lamu bish-showaab.

Informasi Terbaru ITB pada SNMPTN 2013

informasi ini saya reblog dari newadith.wordpress.com. semoga bermanfaat untuk adik-adik SMA yang ingin masuk ITB tahun 2013. selamat berjuang!!!

Adit's: sundries of stories

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya lewat akun twitter @AkuMasukITB, tidak akan ada lagi SNMPTN tertulis ataupun ujian saringan masuk di ITB Untuk tahun depan. Proses penerimaan mahasiswa baru ITB 2013 Hanya akan melalui penjaringan prestasi akademik (SNMPTN undangan) dengan kuota 60% dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan TInggi Negeri (SBMPTN) yang akan diadakan setelah ujian nasional (UN) dengan kuota 40%. Jalur SBMPTN tersebut sebagai pengganti SNMPTN tulis yang diadakan pada dua tahun terakhir.

View original post 817 more words

Ayat-ayat Kereta

Senin, 24 Desember 2012. harusnya tulisan ini sudah saya post dari kemarin, tapi baru sempet nulis sekarang.

saya mau cerita nih, kemarin saya berjumpa dengan seorang bapak2 di kereta. bapaknya dari tasikmalaya kalau tidak salah. oiya namanya pak Kos (ini sanadnya lemah, karena saya tanya ke orang di depan saya). orangnya murah senyum, baik, dan tidak sombong, wkwk.

oke, awalnya kami mengobrol ringan. bla-bla-bla, lama2 beliau mulai cerita banyak hal kepada kami (saya dan Didin, mahasiswa UGM tingkat 6, hehe), terutama tentang pengalaman hidup beliau selama menjadi karyawan. beliau dulu pernah jadi karyawan di Bank Bali. sekarang Bank Bali dimerger katanya, saya gatau dimergernya sama bank apa. bukan pegawai kantornya tapi, beliau jadi sopir.

pak Kos bercerita kalau menjadi karyawan seperti ini, apalagi hanya sebagai sopir, susah. selain harus nurut sama bos (orang-orang bank), juga kudu bisa bikin mereka nyaman di mobil. misal nih, sopirnya rese dan sok gaul sama bos, bisa2 cuma beberapa hari tuh dipecat, ganti sopir yang baru. atau cara mengendarai mobilnya gak enak, mungkin beberapa minggu udah ga kerja di situ lagi. beruntung bapak ini dapat bekerja selama beberapa tahun. namun sayang akhirnya harus kehilangan pekerjaannya karena ganti petinggi, waktu itu katanya petinggi2 bank adalah orang-orang asing, dan banyak karyawan lama yang diPHK dan digantikan oleh orang-orang asing. sedih.

pak Kos kini bekerja sebagai pedagang jam tangan. bukan gaji yang besar kini yang beliau harapkan, yang penting beliau cukup senang karena tidak harus nurut lagi sama bos, tidak ada yang mengekang. sudah cukup lama ternyata beliau menjadi pedagang jam, kemarin bilangnya hampir 10 tahun. waw. dari pekerjaannya sebagai sopir dan pedagang jam tangan alhamdulillaah beliau mampu menghidupi istri dan anak-anaknya.

beliau terus bercerita, dan dalam cerita-cerita beliau itu, secara tidak langsung saya menangkap pesan tersirat dari beliau. yang saya pikir ini nasihat untuk saya hari ini.

harus percaya sama Allah, jaman sekarang siapa sih yang gak percaya sama Allah? ada banyak. yang percaya? lebih banyak lagi. yang percaya sekaligus ada implementasinya dalam kehidupan? nah ini yang jarang. kepercayaan kita pada Allah harus sepenuhnya. tidak setengah2. bagaimana setengah2 itu? ketika suatu saat mendapat nikmat, kita bersyukur, tapi ketika mendapat musibah, kita malah mencela2 dan tidak bersabar. na’uudzu billaah.

banyak beristighfar, tahu sendiri lah, Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam yang telah dijamin surga dan diampuni dosa-dosanya saja beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. bagaimana dengan kita yang bermandikan dosa-dosa ini?

ridho hati, apa artinya ini? kita harus lapang dada, bersabar, ridho akan segala macam ketentuan Allah yang datang kepada kita. baik-buruknya itu datang dari Allah, dan itu semua pasti ada hikmahnya bagi kita.

manusia di sisi Allah itu sama, beliau mengibaratkan seperti orang yang sholat berjamaah. dalam urusan negara, presiden harus di depan, nomor satu. tapi urusan sholat, tidak harus presiden yang menjadi imam. orang tak berpangkatpun sah. begitu pula di hadapan Allah. tidak ada fungsinya pangkat, jabatan, harta. semua sama kecuali ketakwaannya.

tidak ada kata terlambat, ini yang paling mengena bagi saya! ya, sering kita gagal karena menunda-nunda, dan karena terlambat. kata bapaknya : “orang yang berpikir dia terlambat, tidak akan sukses.” nah loh.

waspada dengan dua godaan hidup : uang dan wanita, wah pak, tahu saja kami masih lajang. hehe. jangan tergila-gila oleh harta karena itu hiasan di dunia semata, dan tidak akan kekal alias sementara. begitupula dengan wanita, ada kalanya ia menjadi fitnah yang amat besar, ada kalanya pula ia menjadi anugerah yang luar biasa. 🙂

***

ciiit… kereta sedikit ngerem, tanda memasuki kawasan stasiun. ternyata stasiun tasikmalaya. bapaknya lalu berpamitan. “dik, bapak pamit dulu ya, maap kalo dari tadi banyak ngomong, hehe… semoga sukses ya..” begitu kurang lebih kata bapaknya.

“haha, gapapa pak, justru ini tambahan ilmu dan nasehat untuk saya, semoga bapak juga lancar dagangannya. aamiin.. ” jawab saya.

bapaknya turun, dan saya simpan note yang dari tadi saya tulis di Hape pas bapaknya cerita. alhamdulillaah, satu cerita. bisa ditulis di blog. dan… jadilah ini. semoga bermanfaat. 🙂

Wayae Mulih, Lare!

bismillaah.. alhamdulillaah.. tak terasa semester satu tahun ajaran 2012/2013 telah usai, meskipun ada tugas yang harus disempurnakan. yang penting kuliah semester ini beres, cuman mbolos satu kali, ujian.. ya alhamdulillaah lancar meskipun kadang nilai akhirnya ajaib (haha), dan lebih banyak warna-warni dibandingkan semester sebelumnya. 🙂

tanggal 24 Desember 2012, Senin pagi tepatnya, saya akan pulang kampung ke Banyuwangi. tiket kereta pasundan sudah di tangan, tinggal menunggu waktu sambil beres2 tugas dan kamar kosan. tugas, okelah insya Allah maksimal besok semoga sudah selesai, kamar nih yang selalu membuat saya kepikiran pas liburan. jangan2… lemarinya jamuran… Noooo!

JAMUR! musuh terbesar tuh.. pas musim panas, atau udara sedang kering, mungkin kamar ditinggal 1 bulan bisa aman. bahayanya kalau musim hujan begini, udara lembab, apalagi sedikit cahaya matahari yang masuk ke kamar saya. beuh.. jamur seneng tuh.. pas udah balik ke bandung lagi, akhirnya jadi kaya pertarungan plants vs zombies. kita (anak-anak kosan) yang jadi zombienya. haha.

oiya, sekali lagi, karena judulnya “wayae mulih lare!” (baca: waktunya pulang, kawan!), jadi saya pengin pamitan. doakan saya selamat sampai rumah. ketemu ayah, ibu, adik, bu dhe, pak dhe, keponakan, cucu, dan lain-lain. hehe. rada ga penting sih postingan kali ini, tapi.. maklumi lah. lagi pengin nulis. satu lagi, doakan agar lemari saya tidak jamuran. 🙂

Fiqh Prioritas (2)

<< lanjutan dari Fiqh Prioritas (1)

jangan sampai mudharat mengalahkan maslahat

jangan sampai mudharat mengalahkan maslahat

Fiqh Pertimbangan (muwazanah)

peran terpenting yang dilakukan oleh fiqh pertimbangan ialah :

  1. memberikan pertimbangan antara berbagai kemaslahatan dan manfaat dari berbagai kebaikan yang disyari’atkan
  2. memberikan pertimbangan antara berbagai bentuk kerusakan, mudharat, dan kejahatan yang dilarang oleh agama
  3. memberikan pertimbangan antara maslahat dan kerusakan, antara kebaikan dan kejelekan apabila dua hal yang bertentangan ini bertemu satu sama lain

Prinsip-prinsip Pertimbangan

dalam melakukan pertimbangan, kita perlu tahu 3 hal ini :

  • dharuriyyaat, ialah sesuatu yang kita tidak bisa hidup kecuali dengannya
  • hajjiyyaat, ialah kehidupan memungkinkan tanpa dia, tetapi kehidupan itu mengalami kesulitan dan kesusahan
  • tahsiinaat, ialah sesuatu yang dipergunakan untuk menghias atau mempercantik kehidupan, dan seringkali kita sebut dengan kamaliyyaat (pelengkap)

tentang Maslahat

secara umum, maslahat artinya kepentingan. bagaimana kita mengelola kepentingan?

  1. mendahulukan kepentingan yang sudah pasti atas kepentingan yang baru diduga adanya, atau masih diragukan
  2. mendahulukan kepentingan yang besar atas kepentingan yang kecil
  3. mendahulukan kepentingan sosial atas kepentingan individual
  4. mendahulukan kepentingan yang banyak atas kepentingan yang sedikit
  5. mendahulukan kepentingan yang berkesinambungan atas kepentingan yang sementara dan insidental
  6. mendahulukan kepentingan inti dan fundamental atas kepentingan yang bersifat formalitas dan tidak penting
  7. mendahulukan kepentingan masa depan yang kuat atas kepentingan kekinian yang lemah

tentang Mudharat

mudharat adalah lawan dari maslahat, yaitu bahaya. dalam memutuskan suatu perkara, juga perlu ada analisis bahaya. bagaimana prinsipnya?

  1. tidak ada bahaya dan tidak boleh membahayakan
  2. suatu bahaya sedapat mungkin harus disingkirkan
  3. suatu bahaya tidak boleh disingkirkan dengan bahaya yang sepadan atau yang lebih besar
  4. bahaya yang lebih ringan, dibandingkan dengan bahaya lainnya yang mesti dipilih, boleh dilakukan
  5. bahaya yang lebih ringan boleh dilakukan untuk menolak bahaya yang lebih besar
  6. bahaya yang bersifat khusus boleh dilakukan untuk menolak bahaya yang sifatnya lebih luas dan umum

Mudharat vs Maslahat

nah, bagaimana jika mudharat dan maslahat bertemu?

“menolak kerusakan harus didahulukan atas pengambilan manfaat.”

kaidah ini kemudian disempurnakan dengan kaidah lain yang dianggap penting :

  • kerusakan yang kecil diampuni untuk memperoleh kemaslahatan yang lebih besar
  • kerusakan yang bersifat sementara diampuni demi kemaslahatan yang sifatnya berkesinambungan
  • kemaslahatan yang sudah pasti tidak boleh ditinggalkan karena ada kerusakan yang baru diduga adanya

***

oke, demikianlah yang saya dapatkan mengenai Fiqh Prioritas. mungkin ini baru secuil, sehingga kita perlu belajar lebih banyak lagi. semoga bermanfaat. wallaahu a’lamu bish-showaab.

oiya, takut belum kebayang, apa perlunya kita belajar fiqh prioritas, insya Allah ada beberapa contoh kasus yang saya tulis di kotak komentar di bawah, semoga kita bisa berdiskusi bersama.

Fiqh Prioritas (1)

penting nih, apalagi untuk kawan2 aktivis kampus. bagaimana cara kita menentukan prioritas, dibahas di sini. ngomong2 fiqh prioritas sepenting apa sih?

menentukan pilihan, gampang-gampang susah, banyak pertimbangan

menentukan pilihan, gampang-gampang susah, banyak pertimbangan

berikut sedikit catatan yang saya rangkum dari slide pemateri tentang Fiqh Prioritas, pada acara Mata’ Day Jum’at kemarin. semoga bisa membuka wawasan kawan2 semua, dan menjadi manfaat untuk ke depannya.

***

Definisi

Yusuf Al-Qardhowi berkata,

“yang saya maksud dengan istilah tersebut ialah meletakkan segala sesuatu pada peringkatnya dengan adil, dari segi hukum, nilai, dan pelaksanaannya. pekerjaan yang mula-mula dikerjakan harus didahulukan, berdasarkan penilaian syari’ah yang shahih, yang diberi petunjuk oleh cahaya wahyu dan diterangi oleh akal.”

Prinsip Prioritas Amal

mana yang harus kita dahulukan? perkara ini, atau perkara itu? ini prinsipnya.

  1. mendahulukan hal-hal yang fardhu atas hal-hal yang sunnah,
  2. mendahulukan fardhu ‘ain atas fardhu kifayah,
  3. mendahulukan fardhu kifayah yang tidak ada orang yang mengerjakannya atas fardhu kifayah yang sudah ada orang yang mengerjakannya,
  4. mendahulukan fardhu ‘ain yang paling penting atas hal-hal yang kurang penting, dan
  5. mendahulukan urusan yang sudah mendesak atas urusan yang masih longgar waktunya

Hadits tentang Prioritas

diriwayatkan dari ‘Amr bin Abasah ra. berkata bahwa ada seorang lelaki, yang pernah berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Wahai Rasulullah, apakah islam itu?”
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam itu ialah penyerahan hatimu kepada Allah, dan selamatnya kamu muslim dari lidah dan tanganmu.”
lelaki itu bertanya lagi, “manakah islam yang paling utama?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iman.”
lelaki itu bertanya lagi, “apa pula iman itu?”
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kebangkitan setelah mati.”
lelaki itu bertanya lagi, “manakah iman yang paling utama?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “berhijrah.”
lelaki itu bertanya lagi, “apakah yang dimaksud dengan berhijrah itu?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “engkau meninggalkan kejelekan.”
lelaki itu bertanya lagi, “manakah hijrah yang paling utama?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “jihad.”
dia bertanya lagi, “apakah yang dimaksud dengan jihad itu?”
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “hendaklah engkau memerangi orang-orang kafir apabila engkau berjumpa dengan mereka.”
dia bertanya lagi, “jihad mana yang paling utama?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “jihad orang yang mempersembahkan kuda dan darahnya.”

Prioritas dalam Kehidupan Shahabat, Tabi’in, dan Ulama’

#satu Ibnu ‘Umar meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Orang beriman yang tetap bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka adalah lebih baik daripada orang yang tidak mau bergaul dengan mereka dan tidak bersabar atas gangguan mereka.”

#dua sebagian ‘Ulama’ mengatakan, “meninggalkan larangan lebih penting daripada melakukan perintah.” mereka mengeluarkan pernyataan itu berdasarkan dalil hadits shahih yang disepakati keshahihannya, yang disebutkan oleh An-Nawawi dalam Al-Arba’in-nya dan juga disebutkan dalam syarh Ibnu Rajab dalam Jami’-nya, yaitu :

“apabila aku melarangmu dari sesuatu, maka jauhilah dia; dan apabila aku memerintahkanmu tentang suatu perkara maka kerjakanlah dia sesuai dengan kemampuanmu.”

#tiga Hasan Al-Banna pernah mengeluarkan fatwa ketika beliau ditanya oleh orang-orang yang berselisih pendapat mengenai shalat tarawih : apakah dilakukan 20 rakaat seperti yang dilakukan di Al-Haramain dan tempat-tempat lain, dan seperti yang masyhur dalam madzhab yang empat; ataukah dilakukan 8 rakaat, sebagaimana yang dianjurkan oleh para ‘ulama salaf? saat itu, semua penduduk desa yang bertanya pada Syaikh Hasan Al-Banna nyaris saling baku hantam karena persoalan ini.

Syaikh Hasan Al-Banna memberikan pandangan kepada mereka bahwa sesungguhnya shalat tarawih itu hukumnya sunnah, sedangkan persatuan umat islam itu hukumnya wajib.

>> bersambung ke Fiqh Prioritas (2)

Hujan, Tasya Jadi Rasya

Jum’at, 21 Desember 2012 @taman ganesa ITB

hujan deras … sangat deras … terkadang banyak membuat kejutan. kemarin, saking derasnya hujan, banyak civitas akademika yang akhirnya memilih untuk stay di dalam masjid Salman seusai Jum’atan. entah mengobrol dengan kawannya atau apa, tapi saya yakin di antara mereka pasti ada yang akhirnya membaca Al-Qur’an sambil menunggu hujan, menambah hafalan, shalat sunnah, belajar soal-soal untuk ujian sore harinya, atau ke perpus salman untuk sekedar membaca buku. and… for me it’s good… sangat terasa sekali perbedaannya ketika masjid sepi, dan ketika masjid diramaikan oleh civitas akademika seperti ini. aura positifnya begitu kental. 🙂

masjid salman masih ramai oleh civitas akademika

masjid salman masih ramai oleh civitas akademika

kejutan lainnya, ketika saya lihat ke sebelah, ya Taman Ganesha, atau lebih dikenal dengan Tasya (taman ganesya, rada maksa sih). sebuah taman tua (mungkin lebih tua dari ITB) yang ada persis di depan gerbang utama ITB, dan berada di samping kompleks masjid Salman.

miris sekali melihatnya. Tasya yang biasanya ternodai oleh sampah2 daun, dan sampah dari manusia, kini ternodai pula oleh air hujan. bukan menyalahkan air hujan, tapi mungkin kemampuan menyerap air Tasya yang sangat buruk. saya pikir bukan Tasya lagi kalau sedang hujan begini, tapi “Rasya” (Rawa Ganesa, hehe).

alhamdulillah saya telah mengabadikan beberapa foto agar lebih jelas. semoga ini bisa dijadikan evaluasi oleh pemerintah kota Bandung, dan civitas akademika tentunya.

tasya sebelah selatan, sudah seperti rawa, tinggal diberi ikan

tasya sebelah selatan, sudah seperti rawa, tinggal diberi ikan

tasya sebelah utara, juga seperti rawa, tinggal diberi buaya, hehe

tasya sebelah utara, juga seperti rawa, tinggal diberi buaya, hehe

sudah cukup menangisnya. hehe. saya tahu pasti kawan2 bilang, innaalillaah, maasyaa’allaah. memang benar ini musibah, dan Allah sangat bisa membuat musibah seperti ini. semoga bisa menjadi sindiran untuk para insinyur di dalam sana, yang ahli tanah, ahli air, ahli udara, (oh bukan, itu avatar!) ahli perencanaan wilayah, ahli lingkungan, dan ahli2 yang lain, untuk lebih perhatian pada permasalahan lingkungan di sekitar ITB. jadi tidak hanya perhatian pada masalah global. saya takut ada orang lewat terus bilang : “ini ITB, tapi taman ganesa dari dulu sampai sekarang, serapan airnya masih saja buruk.” ah, semoga tidak sampai seperti itu. meskipun saya mahasiswa Teknik Kimia, saya juga malu dan sedih.

so, bagaimana pendapat kawan2 tentang ini? any ideas?

Menangis Ketika Dibacakan Al-Qur’an

menangislah.. jika tidak bisa, maka paksalah agar menangis..

menangislah…

salah satu ciri mu’min yang diberikan ilmu oleh Allah ialah menangis ketika dibacakan Al-Qur’an kepada mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: ‘Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.’ Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’ : 107-109)

Abdul-’Ala At-Taimi berkata :

“Barangsiapa yang memiliki ilmu dan tidak bisa membuatnya menangis maka patut dikatakan ia telah mendapatkan ilmu yang tidak bermanfaat baginya.”

tentang firman Allah Azza wa Jalla : “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”, Imam Al-Qurthubi berkata :

“Dalam hal ini Allah berlebihan dalam mensifati mereka sekaligus pujian buat mereka dan merupakan hal yang wajar bagi setiap muslim yang memiliki ilmu atau sedikit dari ilmu untuk menggapai kedudukan semacam ini, merasa khusyuk, tunduk dan merendah diri ketika mendengar bacaan Al-Qur’an. Lalu beliau berkata bahwa ayat ini sebagai dalil akan bolehnya menangis dalam shalat yang timbul dari perasaan takut kepada Allah atau terhadap perbuatan maksiatnya dalam agama ini. Dan yang demikian itu tidaklah membatalkan atau mengurangi kesempurnaan shalat.”

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Az-Zumar :

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Az-Zumar : 23)

juga dalam surat Maryam :

“Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam : 58)

mengenai ayat ini, Imam Al-Qurthubi berkata : “Di dalam ayat ini terdapat bukti yang kuat bahwa ayat-ayat Allah punya pengaruh terhadap hati.”

***

terdapat pula suatu hadits dari Abdullah ibn Mas’ud ra., beliau berkata : “Rasulullah SAW. berkata: ‘Perdengarkanlah kepadaku bacaanmu!’ Akupun berkata : ‘Aku membacanya untuk Engkau sedangkan ia (Al-Qur’an) itu diturunkan kepada Engkau?’ Rasulullah SAW. menjawab : ‘Aku ingin sekali mendengar dari orang lain.’ Abdullah berkata : ‘Kemudian saya membaca surah al-Nisa’ sampai ayat

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا  (QS. An-Nisa’ 4:41).

(Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu))

Rasulullah SAW. berkata kepadaku: ‘Cukup atau berhenti.’ Aku melihat kedua mata Rasulullah SAW. bercucuran air mata. (HR. Bukhari dan Muslim)

subhaanallaah… betapa besar rasa takut yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. padahal beliau ma’shum (terjaga dari maksiat). bagaimana dengan kita, yang sangat mudah terjerumus ke dalam maksiat? semoga kita digolongkan ke dalam orang-orang yang diberikan ilmu agar selalu ingat dan memiliki rasa takut, serta khusyu’ dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. wallaahu a’lam.

Dikutip dari berbagai sumber.

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"