11 Renungan Ketika Mendapati Musibah

This article reblogged from www.rumaysho.com

Pernahkah kawan2 merasa ditimpa musibah atau cobaan? Kehilangan harta benda, orang yang amat kita sayangi, atau bahkan kehilangan jabatan? Pernahkah, ketika musibah atau cobaan itu datang, kita hanya berkeluh kesah, seakan tidak menerima kenyataan, dan sangat menginginkan sesuatu yang telah hilang itu kembali?

Ketahuilah kawan, bahwa tidak ada gunanya kita berkeluh kesah. Musibah atau cobaan yang datang kepada kita bukan untuk diratapi, tapi direnungkan. Bukankah Allah memberikan musibah atau cobaan hanya kepada orang-orang yang Ia percaya akan mampu mengatasinya?

“Tidaklah Allah membebani seseorang di luar kemampuannya, ” (QS. Al-Baqarah : 286)

dan bukankah Allah menguji seseorang, hanya untuk meninggikan derajatnya?

Hal-hal berikut insya Allah bisa menjadi bahan renungan ketika kita mendapati musibah atau cobaan. Dan merenungkannya, musibah akan terobati, kita akan sabar dan mengharap pahala dari sisi Allah.

  1. Renungkanlah bahwa manusia dan hartanya semuanya milik Allah, semuanya hanya titipan di sisi kita.
  2. Setiap orang akan kembali pada Allah dan akan meninggalkan dunia.
  3. Allah akan memberi yang semisal dan yang lebih baik bagi yang telah hilang.
  4. Ingatlah bahwa mengeluh dan menggerutu hanya menambah derita, bukan menghilangkan musibah.
  5. Jika mau bersabar dan yakin semuanya kembali pada Allah, maka itu lebih besar pahalanya dibanding dengan tidak sabar.
  6. Berkeluh kesah hanya membuat musuh kita senang dan membuat Allah murka.
  7. Sabar dan mengharap pahala itu lebih besar ganjarannya daripada mengharap yang telah hilang itu kembali.
  8. Jika kita ridho terhadap musibah, Allah pun senang dengan sikap kita. Sebaliknya jika kita benci, Allah pun akan murka.
  9. Ketahuilah bahwa Allah yang menurunkan musibah Maha Hakim dengan hikmah yang ia beri, Penuh Rahmat dengan kasih sayang yang ia beri. Allah tidaklah menimpakan cobaan untuk membinasakan hamba, bahkan untuk menguji seberapa kuat imannya.
  10. Musibah itu datang untuk menhindarkan diri kita dari penyakit jelek yaitu ujub dan sombong.
  11. Ingatlah bahwa mending merasakan pahit di dunia namun dapat merasakan lezatnya kehidupan akhirat.

Kesebelas renungan ini diringkas dari penjelasan Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, penjelasan tentang petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mengobati musibah. Semoga Allah memberikan kita kesabaran ketika menghadapi setiap musibah atau cobaan. Aamiin. 🙂

— oOo —

Like and share this article! Semoga semakin banyak saudara/i kita yang berbuat kebaikan karena dakwah kita. 🙂

Barangsiapa menyeru (mengajak) kepada petunjuk, baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tidak berkurang pahala mereka sedikitpun. (HR Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s