Dunia (sebuah renungan)

Terus berkutat dalam hiruk pikuk urusan dunia, membuat diri ini semakin jauh dari menghamba kepadaNya. Padahal dunia ini hanya  sementara, kecil, bukan apa-apa kecuali jika kita dapat mengambil hikmahnya ..

Dibandingkan dengan kehidupan akhirat, kehidupan dunia tak ada apa-apanya. Melainkan hanya gemerlap hawa nafsu yang menyala-nyala, yang melalaikan manusia akan Tuhannya. Kehidupan akhirat berbeda, ia kekal. Kebahagiaan di sana adalah kebahagiaan yang hakiki. Abadi. Kesedihan di sana adalah kesedihan yang tiada tara. Suatu balasan akan tindak tanduk manusia selama di dunia.

Seperti musafir yang berteduh di bawah pohon rindang untuk beristirahat sejenak, seperti itulah kehidupan kita di dunia. Kita hanya mampir. Masih panjang perjalanan di luar sana untuk mencapai tujuan hidup yang sesungguhnya. Bertemu dengan Allah dan para Rasulnya di surga. Dengan orang tua yang senantiasa kita doakan untuk kemuliaan di sisiNya. Juga isteri, anak2, yang kita jaga kehormatannya.  Para kerabat, orang-orang terdekat yang dahulu saling mengingatkan dalam ketaatan kepadaNya. Fakir miskin, yang menjaga harga dirinya. Serta orang kaya yang derma akan hartanya. Tak lupa para bidadari, dan berbagai kenikmatan surga yang keindahannya belum pernah terbayangkan oleh akal manusia biasa.

Bayangkan kita sekarang adalah musafir yang sedang berteduh. Berhenti sejenak menyusun strategi untuk perjalanan selanjutnya. Kita tidak pernah tahu kapan hujan akan turun. Kita menyiapkan payung. Kini, kita siap menghadapi hujan. Di dunia, kita tak tahu kapan “waktu” kita akan tiba. Apa bekal kita? Ya, itu yang perlu kita siapkan. Sejak detik ini. Karena kita tak tahu apa yang akan terjadi beberapa detik setelah detik ini ..  dan karena dunia memang serba tak pasti.

Yaah, beginilah dunia. Tak lain hanya perhiasan yang menggoda.  Jika kita tak cerdas, kita akan seperti daun kering yang mengalir bersama air. Tak tahu di mana akan berhenti, juga tak bisa tumbuh. (hbb)

Rabu, 1 Dzulhijjah 1433 H, 17.30 WIB.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Serambi Pikiran Saya

Selamat Datang

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"